• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN

6.2 Saran

Untuk melengkapi data pada penelitian ini sebaiknya peneliti selanjutnya melakukan :

1. Penelitian mengenai hubungan kurva struktur tegakan populasi tumbuhan sagu dari berbagai fase muda dan dewasa terhadap kondisi hidrologi tanah sagu di Kawasan Rencana Teknopark tepatnya di Kelurahan Salubattang Kota Palopo, untuk kemudian dikorelasikan dengan analisis jumlah produksi pati (kg/perpohon).

49

2. Pengamatan seperti bunga buah, dan warna pati sagu, tinggi pohon (fase dewasa) untuk mengetahui lebih lanjut mengenai perkembangan pembudidayaan tumbuhan Sagu sesuai karakteristik morfologi agar tetap terjaga kelestarian dan kualitasnya.

50

DAFTAR PUSTAKA

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. 2007. Tanaman Perkebunan Penghasil Bahan Bakar Nabati: 47p. www.litbang.pertanian.go.id.

Badan Penelitian dan Pengembangan Kota Palopo. 2016. Rencaana Aksi Daerah Pengembangan Sagu Teknopark Palopo (STP) 2017-2021. Palopo: Bappeda Kota Palopo.

Balai Penelitian Tanah. 2004. Petunjuk Teknis Pengamatan Tanah. Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanah dan Agroklimat. Badan Penelitian dan

Pengembangan Pertanian. Departemen Pertanian..

https://ejournal.unpatti.ac.id/. Diakses di Makassar pada 6 februari 2018.

Barahima. 2005. Keragaman Genetik Tanaman Sagu di Indonesia Berdasarkan Penanda Molekuler Genom Kloroplas dan Genom Inti. Disertasi Sekolah Pascasarjana. Bogor: Institut Pertanian Bogor. http://repository.ipb.ac.id.

Bintoro. 2008. Bercocok Tanam Sagu. 71hal. Bogor: IPB Press.

Botanri,S.,D. Setiadi, E. Guhardja, I. Qayim, L.B. Prasetyo.2011. Studi ekologi tumbuhan sagu (Metroxylon spp.) dalam komunitas alami di Pulau Seram, Maluku: Jurnal Penelitian Hutan Tanaman 8, hal: 135-145.

BPPT.1982. Hasil Survei potensi sagu di Kep. Maluku. Bagian I. Kerjasama BPPT dengan UNPATTI.

Direktorat Jendral Perkebunan Kementerian Pertanian. 2014. Pedoman Budidaya

Sagu (Metrocylon spp) Yang Baik.

htttp://tanhun.ditjenbun.pertanian.go.id/uploads/download/1505205440.pdf.

Makassar : diakses pada tanggal 2 September 2017.

Eko Rusdianto. 2015. Sagu Luwu Nasibmu Kini. http://www.mongabay.co.id.

Diakses di Palopo pada 5 Juli 2017.

51

Flach, M. 1983. Sago Palm, Domestication, Exploitation and Production. 85p.

Rome: FAO Plant Production and Protection Paper.

Flach,M., & D.L Schuiling. 1986. The Sago palm: a perennial crop for Development of tropical lowlands under tidal influence. Symposiumlowland Development in Indonesia. Jakarta. Supporting papers.ILRI. Wageningen.

Hal : 307-317.

________. 1997. Sago palm, Metroxylon sagu Rottb. Promoting the conservation and use of underutilized and neglected crops. 76 p. Rome, Italy: Institute of Plant Genetics and Crop Plant Research, Gatersleben/International Plant Genetic Resources Institute.

Galvan Yudistira. 2012. Pengelolaan Perkebunan Sagu (Metroxylon Sago Rottb.) Di Pt. National Sago Prima, Selat Panjang, Riau Dengan Aspek Khusus Pengambilan Sampel Pelepah. Skripsi. http://repository.ipb.ac.id. Bogor:

Insitut Pertanian Bogor. Diakses di Palopo pada 6 Juli 2017.

Hardjowigeno, S. 1992. Ilmu Tanah. Mediyatama Sarana Perkasa. Jakarta.

Harsanto, P.B. 1986. Budidaya dan Pengolahan Sagu. Yogyakarta : Kanisius.

Haryanto, B. dan P. Pangloli. 1992. Potensi dan Pemanfaatan Sagu. Yogyakarta : Kanisius.

Istomo. 1994. Bahan Bacaan Ekologi Hutan : Lngkungan Fisik Ekosistem Hutan : Proses dan struktur tanah, Laboratorium ekologi hutan, Fakultas Kehutanan.Bogor : Institut Pertanian Bogor.

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/ Badan Perencanaan Pembangunan Nasional. Pedoman Perencanaan Science Park Dan Techno Park Tahun 2015-2019. Jakarta: 24 April 2015.

http://datacenter.bappedakaltim.com. Diakses di Makassar pada 20 Mei 2017.

52

Louhenapessy. 1994. Evaluasi dan Klasifikasi Keseuaian Lahan bagi Sagu (Metroxylon spp). Disertasi. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada.

Notohadiprawiro, Tejoyuwono, Julius. E. Louhenapessy. 1992. Potensi Sagu dalam Penganekaragaman bahan pangan pokok ditinjau dari persyaratan lahan. Makalah Simposium Sagu Nasional. Ambon: 12-13 Oktober 1992.

Pusat Penelitian Tanah. 1983. Kriteria Penilaian Data Sifat Analisis Kimia Tanah.

Bogor: Balai Penelitian dan Pengembangan Pertanian Departemen Pertanian.

Putuhuru, Ferad. 2010. Pengaruh Mikro Relief dan Kondisi Air Tanah Terhadap Morfologi Tanah Pada Lahan Sagu Desa Tawiri Kecamatan Teluk Ambon.

Ambon : Jurnal Budidaya Pertanian. Vol.6 No 2, hal. 78-83.

Riry. R.B. 1996. Satuan Tanah pada Lahan Sagu di Kecamatan Kairatu Kabupaten Maluku Tengah. [Skripsi]. Fakultas Pertanian. Universitas Pattimura Ambon.

Sahetapy, L dan Ritha, L. 2015. Variasi Karakteristik Morfologi Lima Jenis Sagu (Metroxyilon spp) DI Pulau Seram. E-journal: Biopendix, Volume 1, Nomor 2, Maret 2015, hlm. 101-107. Htttps://ejournal.unpatti.ac.id.

Makassar :Diakses pada tanggal 2 Februari 2018.

Sitaniapessy, PM. 1996. Sagu: Suatu Tinjauan Ekologi. Prosiding Simposium Nasional Sagu ketiga. Pekanbaru : 27-28 Februari 1996. Universitas Riau.

Tenda, E.T,. H.u dan Mangindan J. Kumaunang. 2003. Eksplorasi Jenis-Jenis Sagu Potensial di Sulawesi Tenggara. Makalah Poster Seminar Nasional Sagu Untuk Ketahanan Pangan. Manado, 06 Oktober 2003.

53

L A M P I R A N

Lampiran 1.Deskripsi Minipit Tanah Area I Titik Pengamatan 1

Nama Minipit : A1T1

Lokasi : Kelurahan Salubattang

Lama Genangan : ≤ 3 Bulan

Koordinat : 120°12'17.9" BT 02°55'22" LS

Vegetasi : Sagu

Elevasi : 24 m

Waktu Pengamatan

Ketinggian Muka

Air (cm) Deskripsi

14 Oktober 2017 (-) 60

Terdapat Serasah dari Pohon Sagu, terdapat Akar pohon sagu berbaur (Gambar. a)

15 April 2018 (-) 50 Tekstur Halus dan tanah basah (Gambar. b)

22 April 2018 (+) 18 Kondisi Lahan Tergenang (Gambar. c) Keterangan :

(+) Genangan berarti membanjiri permukaan tanah (-)Genangan berarti dibawah permukaan tanah

Area I Titik Pengamatan 2

Nama Minipit : A1T2

54 (c)

(b ) (a)

Lokasi : Kelurahan Salubattang

Lama Genangan : ≤ 3 Bulan

Koordinat : 120°12'12" BT 02°55'16" LS

Vegetasi : Sagu

Elevasi : 28 m

Waktu Pengamatan Ketinggian Muka

Air (cm) Deskripsi

14 Oktober 2017 (-) 82 Terdapat Akar Pohon Sagu yang sedikit, berpasir (Gambar. a)

15 April 2018 (-) 55

Terdapat serasah dan akar sagu

menjalar di atas permukaan tanah, dan tanah dalam kondisi macak

(Gambar. b)

22 April 2018 (+) 22 Kondisi Lahan Tergenang (Gambar. c) Keterangan :

(+) Genangan berarti membanjiri permukaan tanah (-)Genangan berarti dibawah permukaan tanah

Area I Titik Pengamatan 3

Nama Minipit : A1T3

Lama Genangan : 3 Bulan

Lokasi : Kelurahan Salubattang

55

(a) (b (c)

)

Koordinat : 120°12'20" BT 02°5'25" LS

Vegetasi : Sagu

Elevasi : 21 m

Waktu Pengamatan Ketinggian Muka

Air (cm) Deskripsi

14 Oktober 2017 (+) 13,6

Tanah dalam keadaan tergenang yang bersifat sementara, memiliki warna tanah gelap,jika diraba dengan jari, tekstur tanahnya halus. (Gambar. a)

15 April 2018 (+) 20

Kondisi Lahan Tergenang dengan kenaikan air pada pengamatan 1 yang fluktuasi hingga ke pengamatan ke-2 selisih 6,4cm dari permukaan tanah (Gambar. b)

22 April 2018 (+) 36

Kondisi Lahan Tergenang dengan selisih ketinggian genangan dari pengamatan sebelumnya adalah 16cm (Gambar. c)

Keterangan :

(+) Genangan berarti membanjiri permukaan tanah (-)Genangan berarti dibawah permukaan tanah

Area II

Nama Minipit : A2

Lama Genangan : 3-6 Bulan

Lokasi : Kelurahan Salubattang

56

(a) (b (c)

)

Koordinat : 120°12'28.7" BT 02°54' 46.9" LS

Vegetasi : Sagu

Elevasi : 16 m

Waktu Pengamatan Ketinggian Muka

Air (cm) Deskripsi

14 Oktober 2017 (-) 63 Terdapat Akar Pohon Sagu berbaur, tannah agak berpasir (Gambar. a)

15 April 2018 (-) 33

Terdapat serasah dan akar sagu

menjalar di atas permukaan tanah, dan tanah dalam kondisi macak

(Gambar. b)

22 April 2018 (+) 28

Kondisi Lahan Tergenang setinggi 28cm dari permukaan tanah

(Gambar. c) Keterangan :

(+) Genangan berarti membanjiri permukaan tanah (-)Genangan berarti dibawah permukaan tanah

Area III

57 (c)

(b ) (a)

Nama Minipit : A3

Lokasi : Kelurahan Salubattang

Lama Genangan : 3-6 Bulan

Koordinat : 120°12'31" BT 02°42' 44" LS

Vegetasi : Sagu

Elevasi : 16 m

Waktu Pengamatan Ketinggian Muka Air (cm)

Uraian 14 Oktober 2017

(-) 60 Tanah dalam keadaan lembab, terdapat karatan yang berbaur menempel pada tanah (Gambar. a)

15 April 2018 (-) 30

Terdapat serasah, kondisi tanah sangat macak, dengan warna tanah abu-abu (Gambar. b)

22 April 2018 (+) 26 Kondisi lahan tergenang dengan

ketinggian 26 cm diatas permukaan tanah (Gambar. c)

Keterangan :

(+) Genangan berarti membanjiri permukaan tanah (-)Genangan berarti dibawah permukaan tanah

Area IV

Nama Minipit : A4

Lokasi : Kelurahan Salubattang

58 (c)

(b ) (a)

Lama Genangan : 3-6 Bulan

Koordinat : 120°12'28.9" BT 02°54'47.6" LS

Vegetasi : Sagu

Elevasi : 13 m

Waktu Pengamatan Ketinggian

Muka Air (cm) Deskripsi

14 Oktober 2017

(-) 33 Tanah berwarna abu-abu. Teradapat serasah dan akar sagu yang membaur (Gambar. a)

15 April 2018 (-) 25

Kondisi tanah sangat macak dan terdapat karatan pada tanah (Gambar. b)

22 April 2018 (+) 15 Kondisi lahan tergenang dengan ketinggian genangan air 15 cm diatas permukaan tanah (Gambar. c)

Keterangan :

(+) Genangan berarti membanjiri permukaan tanah (-) Genangan berarti dibawah permukaan tanah

59 (c)

(b ) (a)

60 Lampiran 2. Data Curah Hujan

Tabel . 10 Data Curah Hujan Stasiun Telluwanna Pengat 2011-2016

Sumber: Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Wilayah IV Makassar Keterangan:

( X ): Tidak Ada Data ( - ): Tidak Ada Hujan

(0): Hujan Tidak Terukur / <0,5 mm

Tahun Bulan Curah Hujan Per

Tahun Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agu Sep Okt Nov Des

2011 102 99 198 230 300 38 215 48 119 270 342 212 2173

2012 178 264 239 188 199 145 105 115 47 103 32 259 1874

2013 X X X X X X X X X X X X X

2014 66 80 278 190 311 386 125 235 - 7 69 316 2063

2015 211 181 198 287 188 193 15 0 - 0 154 87 1514

2016 371 261 288 454 266 161 93 144 169 201 372 149 2929

61

NO

KODE

SAMPEL PH

C-ORGANIK

(%)

DHL

(dS/m) %PASIR %DEBU %LIAT Tekstur KTK (cmol/kg)

KB

%

Nilai

Ca Mg K Na

1 A1T1L1 6,40 2,68 0,3 8 43 49 Liat Berdebu 19,54 42,54 5,70 1,84 0,32 0,45

2 A1T1L2 6,62 1,68 0,33 3 74 23 Lempung Berdebu 14,96 34,27 3,09 1.43 0,28 0,33

3 A1T1L3 6,44 0,88 0,34 1 60 39 Lempung Liat

Berdebu 10,97 37,42 2,55 1,07 0,16 0,32

4 A1T2L1 6,24 2,67 0,53 5 67 28 Lempung Liat

Berdebu 15,35 40,55 3,92 1,49 0,41 0,41

5 A1T2L2 6,48 1,72 0,46 69 13 18 Lempung Berpasir 7,38 40,35 2,14 0,18 0,28 0,38

6 A1T2L3 6,55 0,81 0,8 1 84 14 Lempung Berdebu 8,37 49,47 3.45 0,18 0,2 0,32

7 A1T3G 6,36 2,79 0,33 2 73 25 Lempung Berdebu 18,34 31,44 3.45 1,72 0,32 0,28

8 A2L1 6,41 2,71 0,48 1 69 30 Lempung Liat

Berdebu 18,74 33,05 4.04 1,49 0,34 0,33

9 A2L2 6,43 1,73 0,64 1 42 57 Liat Berdebu 16,35 34,96 3,33 1,96 0,15 0,28

10 A3L1 6,26 1,03 0,52 2 64 34 Lempung Liat

Berdebu 17,55 33,76 4,04 1,43 0,25 0,21

11 A3L2 6,52 2,73 1,11 2 65 33 Lempung Liat

Berdebu 13,56 38,8 3,92 0,89 0,21 0,24

12 A3L3 6,36 1,14 0,55 1 36 63 Liat 10,97 37,41 3,21 0,48 0,16 0,26

13 A4L1 6,51 2,75 0,31 2 76 22 Lempung Berdebu 19,14 33,54 5,35 0,59 0,24 0,24

14 A4L2 6,53 1,12 1,35 2 60 39 Lempung Liat

Berdebu 18,15 33,79 4,28 1,54 0,15 0,15

Lampiran 3. Sifat Kimia Tanah Area Penelitian Tabel . 11 Hasil Analisis Sifat Kimia Sampel Tanah

62 Lampiran 4. Morfologi Tumbuhan Sagu

1. Area 1

Keterangan Gambar a. Kulit Batang Sagu dengan bekas pelepah b. batang sagu yang berbentuk Bulat dan Lurus

a b

a b

63 Keterangan Gambar : c. Daun Lanceolet pada fase muda

d. Pelepah berwarna Hijau dengan Bintik Bintik Putih.

c d

c d

64 Keterangan Gambar : e. Pelepah berwarna Hijau dengan Bintik Bintik Putih dan Berduri

f. Daun Lanceolet pada fase muda 2. Area 2

e f

a b

65 Keterangan Gambar : a. Batang berbentuk Bulat dan Lurus

b. Kenampakan Daun Semai/anakan yang meruncing c. Pelepah berwarna Hijau dengan Bintik Bintik Puti d. Daun Lanceolet pada fase muda

3. Area 3

c d

a b

66 Keterangan Gambar : a. Batang berbentuk Bulat dan Lurus

b. Pelepah berwarna Hijau dengan Bintik Bintik Putih

c. Bekas Genagan Pada Batang Pohon Sagu setinggi 13 cmdp d. Daun Lanceolet pada fase muda

4. Area 4

c d

a b

Dokumen terkait