Diet IV (Gr) Status Zat Gizi Diet V (Gr) Status Zat Gizi I 68,6 tidak sesuai 68,6 tidak sesuai
5.1. Karakteristik Penderita Diabetes Mellitus
5.1.1. Karakteristik Penderita Diabetes Mellitus Berdasarkan Umur dan Jenis Kelamin
Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa penderita diabetes mellitus sebagian besar berumur 45-59 tahun yaitu sebesar 80,00 %. Sesuai dengan teori bahwa pada usia ≥45 tahun merupakan faktor resiko terjadinya diabetes mellitus, hal ini disebabkan fungsi organ tubuh semakin menurun sehingga aktifitas sel pankreas untuk menghasilkan insulin menjadi berkurang (Waspadji, 2002).
Pada karakteristik berdasarkan jenis kelamin, dari hasil penelitian ini diperoleh bahwa penderita diabetes mellitus yang lebih banyak adalah perempuan sebesar 60,00 %. Sesuai dengan penelitian Rosintan (2010), di RSU Pirngadi Medan diperoleh bahwa penderita diabetes mellitus perempuan lebih banyak yaitu sebesar 61,37 %. Menurut studi WHO (2000), tidak ada perbedaan kejadian diabetes mellitus antara laki-laki dan perempuan.
5.1.2. Karakteristik Penderita Diabetes Mellitus Berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT)
Karakteristik Penderita Diabetes Mellitus berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT) diperoleh dari penghitungan berat badan dan tinggi badan si pasien. Dari hasil penelitian pada (Tabel 4.2.) diperoleh berat badan yang normal 10 orang (66,66 %) dari 15 pasien. Sehingga dapat disimpulkan bahwa hanya 10 pasien yang sesuai untuk memperoleh diet IV dan diet V.
Pada saat penelitian, peneliti melihat rumah sakit tidak mempermasalahkan IMT pasien karena terlihat pada status pasien di setiap ruangan perawat tidak terdapat ukuran berat badan dan tinggi badan. Jadi peneliti yang melakukan pengukuran langsung, sehingga diperoleh pasien yang memiliki berat badan normal, kurus, maupun gemuk.
Indeks Massa Tubuh pasien menentukan dalam pemeberian diet di Rumah Sakit agar pasien memperoleh diet yang sesuai yang membantu dalam proses penyembuhan dan mempertahankan berat badan yang normal.
5.1.3. Karakteristik Penderita Diabetes Mellitus Berdasarkan Pekerjaan
Karakteristik Penderita Diabetes Mellitus berdasarkan pekerjaan, hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pekerjaan penderita Diabetes Mellitus adalah IRT (Ibu Rumah Tangga) yaitu sebesar 53,36 %. Hal ini didukung oleh penelitian Dewi (2006), di BPK-RSUD Kota Langsa menunjukkan bahwa pekerjaan responden adalah IRT yaitu sebesar 39,00 %.
5.2. Pemberian Diet Diabetes Mellitus Pada Pasien Rawat Inap di Rumah Sakit Umum Rantau Prapat
Sebenarnya diet diabetes mellitus sama dengan diet makanan pada umumnya, yaitu diet menu seimbang dan sesuai dengan kebutuhan kalori masing-masing supaya memperoleh berat badan normal dan mengontrol kadar glukosa darah mendekati normal (Sukardji, 2007).
Pemberian diet di Rumah Sakit Umum Rantau Prapat dibuat berdasarkan kondisi penyakit si pasien lain halnya dengan diet diabetes mellitus, Rumah Sakit ini memberikan diet berdasarkan diagnosa dari si dokter. Dari hasil penelitian yang
dilakukan peneliti melihat bahwa tenaga kesehatan hanya melihat dari karakteristik pasien, gejala penyakit, maupun kadar glukosa darah. Sedangkan berat badan dan tinggi badan pasien tidak ditentukan sehingga menyebabkan ketidaksesuaian dalam pemberian dietnya.
5.2.1. Jenis Diet Diabetes Mellitus
Hasil penelitian menunjukkan (Tabel 4.4.) bahwa Rumah Sakit Umum Rantau Prapat telah sesuai memberikan diet IV dan diet V untuk penyakit diabetes mellitus pada pasien yang tidak komplikasi sesuai dengan anjuran yang diberikan oleh dokter, tetapi dilihat dari kecukupan energi berdasarkan indeks massa tubuh pasien pada saat penelitian nyatanya bagian instalansi gizi memberikan kurang dari energi yang telah ditetapkan. Sehingga disimpulkan bahwa berdasarkan jumlah energi tersebut berarti rumah sakit sebenarnya memberikan diet I, II, III jika dilihat dari pemberian jumlah kalorinya. Ini terlihat pada saat peneliti melakukan observasi pada pemberian diet di Rumah Sakit Umum Rantau Prapat.
5.2.2. Kecukupan Zat Gizi
Zat gizi yang diberikan oleh rumah sakit harus disesuaikan dengan kecukupan sipasien dalam hal pemberian energi, karbohidrat, protein dan lemak. Hal ini akan mempengaruhi kondisi kadar glukosa darah penderita diabetes mellitus. 5.2.2.1. Kecukupan Zat Gizi Energi
Berdasarkan hasil penelitian (Tabel 4.5.) diperoleh jumlah energi yang diberikan sebagian besar tidak sesuai.
Pada saat peneliti melakukan pengamatan banyak pengulangan diet yang dilakukan sehingga jumlah energi tidak jauh beda setiap harinya serta tidak ada
perbedaan jumlah energi yang diberikan pada penderita diabetes dengan penderita lainnya yang dirawat inap.
Jumlah energi yang diberikan seharusnya sesuai dengan kebutuhan pasien masing-masing, baik pada diet IV (1700 kalori) maupun diet V (1900 kalori). Hal ini akan membantu pasien dalam proses penyembuhan dan mempertahankan serta menjadikan berat badan yag normal.
5.2.2.2. Kecukupan Zat Gizi Karbohidrat
Hasil penelitian menunjukkan (Tabel 4.6.) bahwa pemberian karbohidrat tidak sesuai. Pada diet IV standar yang harus diberikan sebanyak 275 gr dan pada diet V standar yang harus diberikan sebanyak 299 gr. Tetapi nyatanya rumah sakit memberikan kurang dari standar yang telah ditetapkan.
Dari penelitian yang dilakukan tidak satupun diet yang sesuai dengan standar yang seharusnya diberikan pada zat gizi karbohidratnya. Hal ini berarti rata-rata pasien diabetes mellitus jumlah zat gizi karbohidrat yang diberikan oleh Rumah Sakit Umum Rantau Prapat tidak mencukupi. Ini tergambar dari daftar makanan yang diteliti pada saat pemberian diet untuk pasien dibantu dengan cara penghitungan dari nutrisurvey.
Pemberian karbohidrat yang kurang, dapat mempengaruhi tidak terpenuhnya zat gizi pada pasien sehingga pasien tidak dapat mempertahankan berat badan yang normal dan hal ini akan berakibat pada penyakit yang diderita oleh sipasien. Ini terlihat pada saat penelitian pasien jadi kurang bertenaga bahkan alasan di rawat inap dikarenakan memperoleh tambahan cairan dan obat-obatan untuk membantu penyembuhannya.
5.2.2.3. Kecukupan Zat Gizi Protein
Hasil penelitian menunjukkan (Tabel 4.7.) bahwa pemberian protein sebagian besar tidak sesuai. Jumlah zat gizi protein yang seharusnya diberikan pada diet IV adalah 55,5 g dan pada diet V adalah 60 g. Tetapi kenyataannya jumlah zat gizi protein yang diberikan kurang dari yang seharusnya.
Pada saat penelitian terlihat jumlah protein yang diberikan terjadi pengulangan yang mengakibatkan dari hari kehari jumlah protein tidak jauh berbeda. Hal ini juga dapat menyebabkan kurangnya selera makan pasien.
Pemberian diet pada zat gizi protein yang sesuai akan mempengaruhi efek yang baik pada penderita diabetes mellitus karena masuknya asam amino essensial akan membantu dalam memperbaiki jaringan, protein juga membantu untuk tidak meningkatkan gula darah di dalam tubuh sehingga membantu pasien dalam proses penyembuhan.
5.2.2.4. Kecukupan Zat Gizi Lemak
Hasil penelitian menunjukkan (Tabel 4.8.) bahwa pemberian lemak sebagian besar tidak sesuai dengan standar yang seharusnya. Hanya terdapat 1 hari yang sesuai yaitu pada diet V. Jumlah zat gizi lemak yang seharusnya diberikan pada diet V yaitu 48 g. Ini tergambar pada saat penelitian yang dilakukan dengan cara melihat daftar makanan yang kemudian diukur melalui nutrisurvey.
Dari sepuluh hari pemberian diet ini, hanya satu hari rumah sakit memberikan daging dan lainnya jumlah lemak diperoleh dari nilai zat gizi yang lain. Ini terlihat pada saat peneliti melakukan penelitian di Rumah Sakit Umum Rantau Prapat.
BAB VI
KESIMPULAN DAN SARAN