HASIL DAN PEMBAHASAN
6.1. Karakteristik Petani Responden
Karakteristik responden merupakan sejumlah ciri atau sifat konsumen yang pernah atau sedang melakukan pembelian benih jagung hibrida P12 yang dilakukan berdasarkan hasil survai. Karakteristik yang beragam akan mempengaruhi pola pikir konsumen terhadap atribut-atribut yang ada pada benih jagung hibrida P12.
Petani yang menjadi responden dalam penelitian ini adalah petani jagung yang berada di Kabupaten Sukabumi Kecamatan Caringin dengan jumlah 60 orang petani. Pemilihan responden dilakukan secara secara sengaja, yaitu dengan pengisian kuisoner secara langsung mewawancarai para petani yang menggunakan benih jagung hibrida P12. Karakteristik umum responden dapat dijelaskan dengan variabel umur, alamat, pendidikan terakhir, rata-rata pendapatan per musim tanam, rata-rata pengeluaran perbulan, lamanya menjadi petani jagung, lamanya menanam jagung hibrida P12, status lahan dan luas lahan yang digarap
6.1.1 Umur
Responden dalam penelitian ini sangat beragam apabila dilihat dari karakteristik berdasarkan umur. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa proporsi terbesar dalam kelompok umur berkisar antara 46-51 tahun sebesar 48.3 persen. Hal ini di sebabkan karena mereka yang bekerja sebagai petani sudah memiliki pengalaman yang cukup banyak tentang cara menanam jagung hibrida.
mengembangkan usahanya, karena pada usia tersebut terdapat dorongan kebutuhan yang tinggi, selain itu mereka berpendapat bahwa bertani sudah merupakan mata pencaharian mereka. Data mengenai karakteristik umum dapat dilihat pada Tabel 7.
Tabel 7. Sebaran Persentase Responden Menurut Umur
Umur Jumlah Responden (Orang) Persentase (%)
40-45 3.0 5.0
Data hasil penelitian berdasarkan alamat responden di dominasi oleh petani di desa Cikembang sebanyak 25 petani sebesarl 41,7 persen, hal ini dikarenakan di desa tersebut kebanyakan bermata pencaharian petani khususnya petani jagung hibrida P12, selain itu lahan yang dipergunakan untuk wilayah cikembang lebih datar sedangkan lahan desa Seuseupan agak miring. Data persentase responden berdasarkan alamat dapat dilihat pada Tabel 8.
Tabel 8. Sebaran Persentase Responden Berdasarkan Alamat
Alamat Jumlah Renponden
Tingkat pendidikan petani responden akan sangat berpengaruh terhadap
berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian besar responden adalah lulusan Sekolah Dasar sebesar 88.3 persen. Hal ini terjadi karena pada waktu itu kondisi ekonomi yang tidak memungkinkan mereka untuk mengenyam pendidikan yang lebih tinggi, serta jarak yang jauh antara tempat tinggal dengan sekolah. Selain itu pada taraf pendidikan dasar sangat sulit mencari pekerjaan baik di desa atau di kota, sehingga mereka lebih cendrung menjadi petani tradisional sesuai kemampuan dan teknologi yang mereka miliki. Data hasil penelitian dapat dilihat pada Tabel 9.
Tabel 9. Sebaran Persentase Responden Berdasarkan Pendidikan Terakhir Pendidikan terakhir Jumlah Responden
6.1.4 Rata-Rata Pendapatan Permusim Tanam
Tingkat pendapatan rata-rata permusim tanam merupakan pendapatan yang didapat petani dari hasil penjualan hasil panen dalam satu kali musim tanam. Dimana tingkat pendapatan seseorang akan sangat berpengaruh terhadap daya beli responden terhadap suatu produk.
Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa kisaran pendapatan terbanyak sebesar Rp. 2.000.000 – 2.999.999 sebanyak 43 petani sebesar 71.7 persen. Persentase pendapatan terbesar ke dua adalah pendapatan sekitar 1.000.000-1.999.999 sebanyak 8 responden sebesar 13.3 persen. Persentase pendapatan ke tiga adalah kurang dari 1.000.000 sebanyak tujuh orang sebesar
11.7 persen. Sedangkan yang terakhir adalah pendapatan yang lebih dari 3.000.000 sebanyak 2 orang sebesar 3.3 persen. Perbedaan pendapatan dari masing-masing petani tersebut dikarenakan adanya sistem tanam yang tumpang sari atau perbedaan luas lahan sehingga berbeda pendapatan per musim tanam.
Data hasil penelitian dapat dilihat pada Tabel 10.
Tabel 10. Sebaran Persentase Responden berdasarkan Pendapatan Rata-rata Permusim
Pendapatan rata-rata permusim
Jumlah Responden (Orang)
Persentase (%)
< 1000.000 7.0 11.7
1.000.000-1.999.999 8.0 13.3
2.000.000-2.999.999 43 71.7
> 3.000.000 2.0 3.3
Jumlah 60 100
6.1.5 Pengeluran Rata-Rata Per Bulan Untuk Keperluan Keluarga
Pengeluaran dalam hal ini adalah pengeluaran untuk makan, minum, membeli kebutuhan pribadi dan untuk membeli benih jagung hibrida.
Pengeluaran seseorang erat kaitannya dengan jumlah pendapatan yang diterima.
Dari hasil penelitian dapat dilihat bahwa petani yang memiliki pengeluaran <
500.000 setiap bulannya sebanyak 13.3 persen, antara 500.000-999.999 sebanyak 41 orang sebesar 68.4 persen, dan antara 1.000.000-1.999.999 sebanyak 11 orang sebesar 18.3 persen. Data persentase responden berdasarkan pengeluaran rata-rata perbulan dapat dilihat pada Tabel 11.
Tabel 11. Sebaran Persentase Responden Berdasarkan Pengeluaran Rata-Rata
6.1.6 Sebaran Persentase Responden Berdasarkan Lamanya Mananam Jagung Hibrida P12
Pada umumnya para responden telah lama berprofesi sebagai petani, mereka beralasan bahwa bertani merupakan usaha turun-temurun dari orang tua mereka. Pengalaman yang cukup lama dalam usaha tani menjadikan mereka lebih paham terhadap usaha tani jagung hibrida P12.
Pemahaman tersebut tak jarang berawal dari teknik coba-coba (trial and error). Dengan pengalaman tersebut banyak petani menjadi lebih paham
mengenai praktek di lapangan untuk usaha tani jagung hibrida P12. Pada saat ini pemehaman petani kita relative semakin maju karena mereka di bantu oleh petugas PPL dan para petugas lapang dari perusahaan benih jagung yang lebih memahami secara konsep teoritis. Dari enam puluh responden 58.4 persennya merupakan petani yang telah lama berusaha tani jagung hibrida P12. Persentase terbesar ke dua adalah para petani yang menanam jagung hibrida berkisar 1.5-2 tahun, sebesar 28.3 persen, dan yang terakhir selama 3.5-4 tahun sebanyak 13.3 persen. Data hasil penelitian dapat dilihat di Tabel 12.
Tabel 12. Sebaran Persentase Responden Berdasarkan Lamanya Mananam
6.1.7 Sebaran Persentase Berdasarkan Lamanya Menanam Jagung Hibrida Sebagian besar responden sudah lama berusaha tani jagung hibrida, hal ini didasarkan makin tingginya permintaan jagung hibrida untuk industri pakan ternak. Sehingga petani beranggapan bahwa perkembangan harga yang semakin membaik dari waktu ke waktu, hal ini terbukti tingginya harga jagung pada pertengahan tahun 2008 yang mencapai harga 3500 per Kg. Dari jumlah responden penelitian menunjukan bahwa para petani yang lebih banyak berpengalaman menanam jagung hibrida bekisar 3.5-4 tahun yaitu sebanyak 29 petani sebesar 48.3 persen, sedangkan yang lainnya antara 2.5-3 tahun 36.7 persen, 1.5-2 tahun 10 persen, dan yang terakhir 4.5-5.5 tahun sebesar 5 persen.
Data persentase hasil penelitian berdasarkan lamanya menggunakan benih jagung P12 dapat dilihat pada Tabel 13.
Tabel 13. Sebaran Persentase Berdasarkan Lamanya Menanam Jagung Hibrida Lamanya Menanam Jagung
6.1.8 Sebaran Persentase Responden Berdasarkan Status Lahan
Berdasarkan data responden, sebagian besar petani memiliki status lahan sebagai pemilik yaitu sebanyak 43 orang sebesar 71.7 persen, sisanya 17 orang sebesar 28.3 sebagai petani penggarap saja. Rata-rata luas lahan yang di garap adalah 2000 – 3.300 m2. Rata-rata lahan petani adalah lahan sawah dengan irigasi yang teratur sehingga kebutuhan air dapat di atur sesuai dengan kebutuhan tanaman jagung. Data mengenai presentase status kepemilikan lahan dapat dilihat pada Tabel 14.
Tabel 14. Sebaran Persentase Responden Berdasarkan Status Lahan
6.1.9 Persentase Responden Berdasarkan Luas lahan Yang Digarap
Luas lahan yang di garap oleh para petani jagung di Kecamatan Caringin rata-rata bekisar 2000 – 3.300 M2. luas lahan tersebut masih jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan luas lahan para petani yang ada di luar negeri. Hal ini di karenakan sempitnya lahan pertanian di negara kita. Persentase yang paling besar berada pada luasan 0.22-0.33 hektar sebanyak 25 petani, sebesar 41.6 persen, untuk luas lahan 0.1-0.21 hektar dan 0.34-0.45 hektar memiliki jumlah yang sama yaitu 16 orang petani sebesar 26.7 persen, luas 0.46-0.57 hektar satu orang sebesar 1.7 persen, dan sisanya sebanyak 2 orang sebesar 0.58 hektar sebesar 3.3 persen.
Data sebaran luas lahan responden dapat di lihat pada Tabel 15.
Status Lahan Jumlah Persentase (%)
Penggarap 17 28.3
Pemilik 43 71.7
Jumlah 60 100
Tabel 15. Sebaran Persentase Responden Berdasarkan Luas lahan Yang Digarap
6.2. Proses Pengambilan Keputusan Pembelian Benih Jagung Hibrida P12