• Tidak ada hasil yang ditemukan

Karakteristik Program

Dalam dokumen Kementerian Negara Riset dan Teknologi (Halaman 48-55)

RISET UNGGULAN STRATEGIS NASIONAL 9.1 Latar Belakang

9.3 Karakteristik Program

Sehubungan dengan tujuan di atas, program Rusnas memiliki karakteristik berikut. a) Program Rusnas bersifat top-down sehingga permasalahan yang akan diatasi

ditentukan oleh Kemenneg. Ristek.

b) Pembangunan jaringan yang mengaitkan kemampuan riset di lembaga litbang dan perguruan tinggi sebagai penyedia ilmu pengetahuan dan solusi teknologi

(know-how & technology solution provider) dengan rantai pertambahan nilai di sektor

produksi merupakan aspek yang sangat penting.

c) Program Rusnas bersifat jangka panjang dan harus dilaksanakan sebagai upaya sistematis guna meningkatkan komplementaritas antara kegiatan litbang dan kegiatan produksi, untuk membangun saluran transaksi guna memfasilitasi terjadinya alih teknologi dari tahap penelitian ke tahap komersial, serta untuk

9.4 Keluaran

Sasaran keberhasilan program Rusnas ditinjau dengan sejumlah parameter berikut. a) Dihasilkannya teknologi produk dan teknik proses produksi yang dapat diadopsi

pelaku bisnis dengan sedapat mungkin menggunakan state of the art of

technologies.

b) Terbentuknya rantai dukungan teknologi yang terkait dengan penguasaan dan pengembangan technology roadmap yang relevan dengan perkembangan sektor produksi yang dituju.

c) Terbentuknya techno-industrial cluster, yakni jaringan kemitraan antara industri, lembaga penelitian, atau perguruan tinggi yang terkait dan cluster kegiatan produksi yang dituju.

9.5 Unsur dan Bobot Penilaian

Perencanaan kegiatan yang dibiayai melalui program Rusnas dilakukan menurut tahapan sebagai berikut.

a. Pengajuan usulan topik Rusnas difasilitasi oleh gugus tugas. Dalam mengusulkan topik tersebut gugus tugas menjaring masukan pendukung dari berbagai pihak terkait. Usulan topik dilengkapi dengan informasi tentang:

1) karakteristik permasalahan yang akan ditangani; 2) tingkat kestrategisan yang dinilai berdasarkan kriteria:

o potensi pasar dan pertumbuhannya,

o potensi eksternalitas ekonomi yang dihasilkan, o potensi meningkatkan pendapatan masyarakat, dan o potensi menumbuhkan cluster produksi.

3) relevansi dengan program Rusnas berdasarkan:

o tingkat ketergantungannya dengan faktor teknologi, o tingkat kemampuan litbang yang dimiliki, dan o minat dan prospek keikutsertaan dunia usaha.

4) calon lembaga pengelola (kompetensi dan pengalaman serta dapat melakukan perjanjian kerja/kontrak secara langsung).

b. Usulan topik dan lembaga pengelola akan dibahas oleh tim pengarah Rusnas untuk mendapatkan persetujuan sebagai kandidat.

c. Berdasarkan persetujuan itu calon lembaga pengelola diminta menyusun rencana induk kegiatan. Rencana induk kegiatan tersebut setidak-tidaknya harus menguraikan sejumlah aspek berikut.

1) Pendekatan strategis yang akan dilaksanakan untuk mendorong penyelesaian suatu permasalahan yang akan ditangani.

2) Technology roadmap yang relevan dengan permasalahan yang dimaksud. 3) Sasaran dan keluaran strategis dalam jangka panjang, menengah, pendek, dan

4) Rencana kegiatan disusun secara modular dan mempunyai kaitan yang jelas dengan keluaran yang ingin dihasilkan.

5) Strategi untuk mendorong keterlibatan lembaga litbang, perguruan tinggi, dan industri di dalam pelaksanaannya.

6) Manajemen kegiatan untuk menjamin keberlanjutan dan keberhasilan kegiatan jangka pendek, menengah, dan jangka panjang.

7) Strategi yang akan diterapkan harus diupayakan agar kelangsungan kegiatan dapat secara bertahap dialihkan ke dunia usaha (exit strategy)

8) Kebutuhan pembiayaan pemerintah dan partisipasi oleh badan usaha.

d. Berdasarkan rencana yang diajukan, tim pengarah memutuskan kegiatan yang akan dibiayai dengan memperhatikan aspek sebagai berikut.

1) Konsistensi dengan tujuan dan karakteristik dari program Rusnas. 2) Prospek keberhasilannya.

3) Ketersediaan anggaran untuk membiayai kegiatan.

Keputusan tim pengarah diperkuat dengan Surat Keputusan Menneg. Ristek. e. Atas persetujuan Menneg. Ristek, lembaga pengelola melaksanakan kegiatan

berikut:

1) membentuk tim supervisi kegiatan,

2) membentuk tim manajemen kegiatan Rusnas,

3) membuat dan mengajukan rencana kegiatan tahunan,

4) mendapatkan komitmen dari semua pihak-pihak yang akan terlibat, dan 5) mempersiapkan perjanjian kerja dengan pengelola anggaran Rusnas. f. Pelaksanaan perjanjian kerja.

9.6 Seleksi

Proses seleksi topik dan lembaga pengelola program Rusnas dilakukan secara khusus seperti ditunjukkan pada Gambar 9.1 berikut.

Gambar 9.1 Proses Seleksi Topik dan Lembaga Pengelola

Untuk mewujudkan keterpaduan aspek kebijakan, pengelolaan kegiatan, dan aspek pembiayaan diperlukan organisasi dengan struktur seperti tampak pada Gambar 9.2 di bawah ini. Tulang punggung organisasi program Rusnas terletak pada segitiga antara tim pengarah Rusnas, yang berfungsi mengendalikan program Rusnas sebagai suatu instrumen kebijakan dengan lembaga pengelola yang ditunjuk oleh Kemenneg. Ristek untuk secara cerdik mengelola kegiatan Rusnas, dan pengelola anggaran Rusnas yang menangani administrasi anggaran APBN untuk membiayai kegiatan Rusnas.

Gambar 9.2 Struktur Organisasi dan Manajemen

Usulan : A. Topik o Karaktersitik Masalah o Tingkat Kestrategisan o Relevansi dgn Rusnas B. Calon Lembaga Pengelola Rencana Kegiatan : o Pendekatan Penyelesaian Masalah o Technology Roadmap

o Luaran Strategis dan

Prospek Ekonomi

o Rencana Induk Kegiatan

o Keterlibatan Lembaga Litbang, PT, Industri o Manajemen Proses o Exit Strategy Persiapan Pelaksanaan : o Pembentukan Tim Supervisi o Pembentukan Manajemen Kegiatan o Mengajukan Rencana Kegiatan Tahunan Penetapan Topik : o Konsistensi dgn tujuan dan karakteristik Rusnas o Prospek Keberhasilan Persetujuan Menneg.Ristek Perjanjian Kerja Persetujuan Gugus Tugas Calon / Lembaga Pengelola Tim Pengarah

Tim Pengarah Lembaga Pengelola Pengelola Anggaran Rusnas Tim Penilai Tim Supervisi Kegiatan Gugus Tugas

Untuk mendukung kelancaran hubungan segitiga tersebut dibentuk Gugus Tugas Rusnas di bawah koordinasi Deputi Bidang Pengembangan Sipteknas Kemenneg. Ristek. Di samping struktur inti tersebut, diperlukan pula dukungan fungsi penunjang. Pertama, Tim Supervisi Kegiatan yang dibentuk oleh Lembaga Pengelola Rusnas yang berfungsi memberikan supervisi bagi perencanaan dan pelaksanaan kegiatan Rusnas; tim ini beranggotakan para pemilik kepentingan (stakeholders), para ahli, dengan Ketua wakil dari Kemenneg. Ristek. Kedua, Tim Penilai yang dibentuk Kemenneg. Ristek untuk menilai kinerja kegiatan serta efektivitas program Rusnas sebagai suatu instrumen kebijakan.

9.7 Pelaksanaan

Manajemen pelaksanaan kegiatan diserahkan kepada lembaga pengelola. Dalam hal ini lembaga pengelola berkewajiban untuk:

a) mengembangkan organisasi dan sistem manajemen yang solid dan accountable untuk pelaksanaan kegiatan,

b) melaksanakan rencana yang telah disusun untuk mencapai sasaran dan keluaran strategis yang telah ditentukan, serta memenuhi semua ketentuan yang diatur di dalam perjanjian kerja dengan pengelola anggaran Rusnas,

c) membangun dan memantapkan kemitraan dengan sejumlah lembaga penelitian, perguruan tinggi, industri, serta institusi daerah yang terkait (DRD, balitbangda, dll) sebagai inti dari techno-industrial cluster yang harus dikembangkan. Untuk keperluan tersebut perlu diupayakan pembentukan konsorsium atau forum yang dapat menstimulasi partisipasi para pemilik kepentingan,

d) melakukan pemutakhiran (up-dating) terhadap technology roadmap yang dikembangkan serta memantau kemajuan penguasaannya,

e) mengamankan dan mengelola teknologi yang dihasilkan (antara lain patent,

industrial design, dan trade secret),

f) melakukan langkah promosi untuk produk yang potensial,

g) mengembangkan mekanisme alih teknologi dan menyediakan dukungan teknis agar hasil kegiatan Rusnas dapat diadopsi oleh industri secara maksimal,

h) memanfaatkan skim insentif lain yang dikeluarkan Kemenneg. Ristek,

i) melaporkan kemajuan kegiatan yang dicapai, hambatan dan penyimpangan yang terjadi serta pemutakhiran rencana induk kegiatan secara periodik,

j) menyampaikan masukan mengenai usulan kebijakan yang berkaitan dengan kegiatan yang ditangani, dan

k) menyediakan informasi yang diperlukan gugus tugas dan tim penilai untuk memantau dan mengevaluasi pelaksanaan dan kinerja program Rusnas.

9.8 Pemantauan

Pemantauan pelaksanaan kegiatan Rusnas dilakukan oleh tim supervisi dan atau tim penilai yang bekerja sama dengan gugus tugas Rusnas. Peran tim supervisi dalam pelaksanaan kegiatan Rusnas sangat penting bagi pencapaian sasaran kegiatan secara

dengan komitmen lembaga pengelola kepada Kemenneg. Ristek berdasarkan rencana tahunan dan roadmap yang disepakati. Dengan demikian, pertemuan antara tim supervisi dan lembaga pengelola serta gugus tugas harus diadakan secara teratur sehingga perkembangan kegiatan di lapangan terpantau dengan baik.

9.9 Evaluasi

Kemenneg. Ristek melaksanakan evaluasi terhadap kinerja kegiatan Rusnas serta menilai efektivitas program Rusnas sebagai suatu instrumen kebijakan. Evaluasi dilakukan oleh tim penilai yang ditentukan oleh Menneg. Ristek. Karena program Rusnas bersifat top-down, evaluasi merupakan hal yang strategis. Kemenneg. Ristek berkepentingan langsung atas kesesuaian pelaksanaan kegiatan Rusnas dengan keinginan yang digariskan di awal dengan mempertimbangkan perkembangan kebutuhan dan kemajuan iptek terkini. Dalam evaluasi semua laporan pemantauan dijadikan sebagai masukan pokok. Beberapa aspek yang dievaluasi adalah:

a) Kegiatan Rusnas

1) Kualitas dan kelengkapan rencana kegiatan. 2) Metodologi penelitian yang diterapkan.

3) Kelengkapan dan kinerja sistem manajemen kegiatan. 4) Sistem pengelolaan, basis data, dan dokumentasi penelitian.

5) Pencapaian sasaran kegiatan, keluaran, serta hambatan dan penyimpangan dari rencana awal.

6) Perkembangan kemampuan sesuai technology roadmap yang ditentukan. 7) Efektivitas partisipasi lembaga penelitian, perguruan tinggi, dan industri 8) Prospek pencapaian tujuan kegiatan secara menyeluruh

b) Program Rusnas

1) Efektivitas program dalam menghasilkan teknologi produk dan teknologi proses produksi yang dapat diadopsi oleh dunia usaha dengan sejauh mungkin menggunakan state of the art of technologies.

2) Efektivitas program dalam membentuk rantai dukungan teknologi yang terkait dengan penguasaan dan pengembangan technology roadmap yang relevan dengan perkembangan sektor produksi yang dituju.

3) Efektivitas dalam mendorong terbentuknya techno-industrial cluster.

9.10 Dokumentasi dan Informasi

Lembaga pengelola wajib menyusun dokumentasi yang terkait dengan perencanaan dan pelaporan pelaksanaan kegiatan yang dikelolanya serta menyiapkan berbagai informasi yang diperlukan untuk informasi dan pertanggungjawaban publik. Proses perencanaan dan pelaporan yang harus diikuti lembaga pengelola dikemukakan pada Gambar 9.3. Dokumen yang menjadi dasar seluruh kegiatan adalah rencana induk yang dielaborasi dalam rencana kegiatan tahunan. Kemudian dibuat laporan kinerja kegiatan, kemajuan pekerjaan, dan laporan tahunan, sedangkan untuk publikasi umum diterbitkan profil kegiatan, brosur, leaflet, publikasi ilmiah, makalah HKI, dsb.

Gambar 9.3 Proses Perencanaan dan Pelaporan Rencana Induk Kegiatan Rusnas

a) Secara menyeluruh rencana induk harus dengan jelas menjabarkan permasalahan yang dihadapi sektor produksi yang dituju serta signifikansi faktor teknologi dalam permasalahan tersebut,

b) Rencana Induk harus memaparkan hal sebagai berikut.

1) Technology roadmap yang akan berperan dalam perkembangan sektor produksi tersebut.

2) Strategi serta sasaran jangka pendek, menengah, dan panjang yang akan diterapkan kegiatan Rusnas agar dapat menimbulkan suatu daya ungkit

(leverage) bagi penyelesaian permasalahan tersebut.

3) keluaran yang dapat dijadikan tolok ukur kinerja untuk memantau kemajuan pelaksanaannya serta prospek ekonomi dan pendekatan yang perlu diterapkan agar keluaran dapat diadopsi oleh dunia usaha.

4) Program kerja serta perkiraan anggaran untuk pelaksanaannya, baik dari sumber APBN maupun sumber-sumber lain.

5) Dampak seluruh kegiatan Rusnas bagi penguatan rantai dukungan teknologi dan pertumbuhan techno-industrial cluster yang terkait dengan sektor produksi yang dituju.

Dari uraian di atas jelas bahwa inti kegiatan Rusnas adalah penelitian dan

Rencana Induk Kegiatan

Laporan

Kinerja Kegiatan ( 2 x per-tahun) Laporan Kemajuan Pekerjaan (per periode

Akuntabilitas Publik & Promosi

PELAKSANAAN KEGIATAN Rencana Kegiatan Tahunan Publikasi Ilmiah, HKI, dll Laporan Tahunan Profil Kegiatan, Brosur, Leaflet.

9.11 Tolok Ukur Keberhasilan

Tolok ukur keberhasilan program Rusnas ditinjau dengan parameter berikut.

a) Efektivitas program Rusnas menghasilkan teknologi produk dan teknologi proses produksi yang dapat diadopsi oleh dunia usaha dengan sejauh mungkin menggunakan state of the art of technologies.

b) Efektivitas program Rusnas membentuk rantai dukungan teknologi yang terkait dengan penguasaan dan pengembangan technology roadmap yang relevan dengan perkembangan sektor produksi yang dituju.

c) Efektivitas program Rusnas mendorong terbentuknya techno-industrial cluster.

9.12 Persyaratan (Eligibility)

Dalam dokumen Kementerian Negara Riset dan Teknologi (Halaman 48-55)

Dokumen terkait