BAB II LANDASAN TEORI
C. Karakteristik Psikometri Tes Kreativitas Figural
TKF pertama kali digunakan di Indonesia oleh Utami Munandar pada tahun 1977 (Munandar, 2009). TKF merupakan adaptasi dari Torrance Test of Creative Thinking (TTCT) yang diterbitkan oleh E. Paul Torrance dan
rekan-rekannya pada tahun 1966. Pada tahun 1988 dilakukan standarisasi oleh Fakultas Psikologi Jurusan Psikologi Pendidikan Universitas Indonesia (UI).
TKF merupakan tes yang mengukur kreativitas individu yang pertama kali digunakan oleh Utami Munandar. TKF saat ini masih sering digunakan dalam bidang pendidikan. Oleh karena itu, TKF harus memiliki kualitas yang baik.
Apabila TKF memiliki kualitas yang baik, maka individu akan mengatahui mengenai sejauhmana kreativitas seseorang.
Data mengenai karakteristik psikometri TKF yang terakhir diketahui pada tahun 1980-an. Seperti yang telah diungkapkan Osterlind (2010) bahwa validitas dan reliabilitas sangat rentan berubah apabila digunakan pada waktu dan konteks yang berbeda. Dalam kurun waktu yang cukup lama yaitu , maka validitas dan reliabilitas dari TKF dapat dipertanyakan karena sampai sekarang belum pernah dilakukan kembali pengujian terhadap karakteristik psikometrisnya, sehingga dapat dikatakan bahwa fungsi dari TKF sangat mungkin berubah.
Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi validitas dan reliabilitas suatu alat tes, salah satunya adalah kontiminasi kriteria. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan kontiminasi kriteria dikarenakan kriteria yang melibatkan koefisisen validitas dari TKF menjadi rendah disebabkan oleh adanya bias atau faktor eksternal dari tes itu sendiri sehingga pengujian TKF dilakukan dengan mengunakan hubungan antara variabel suatu alat tes dengan variabel lainnya berdasarkan bukti konkuren.
Pengujian validitas TKF pernah dilakukan pada tahun 1980-an. Validitas dari TKF dapat berubah seiring bejalannya waktu. Dengan waktu yang cukup lama dapat memunculkan perubahan dalam TKF sehingga tidak mampu
mengukur kreativitas lagi. Dengan melakukan pengujian validitas berdasarkan hubungan dengan variabel lain dengan bukti konkuren dapat melihat apakah hasil tes TKF ini memang masih valid untuk mengukur aspek kelancaran, aspek kelenturan, aspek elaborasi, dan aspek orisinalitas. Bukti konkuren dilakukan dengan membandingan antara satu tes dengan kriteria-kriteria yang paralel dengan tes tersebut sehingga bukti konkuren diperoleh dengan melihat sejauhmana hasil pengukuran sebuah tes dengan hasil tes lain yang sejenis memiliki kemiripan.
BAB III
METODE PENELITIAN
Bab ini akan menjelaskan metode penelitian yang mencakup jenis penelitian, subjek penelitian, data yang digunakan, persiapan izin pengambilan data dan pelaksanaan penelitian, program penelitian yang digunakan, dan cara analisis data.
A. Jenis Penelitian
Penelian mengenai karakteristik psikometrik alat tes TKF menggunakan metode penelitian kuantitatif yang analisisnya lebih ditekankan pada data-data numerik dan diolah dengan metode statistik. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif, yaitu data penelitian dianalisis dan hasilnya disajikan secara sistematik sehingga kesimpulan penelitian lebih mudah ditarik (Azwar, 2010). Properti psikometri yang akan dideskripsikan dalam penelitian ini yaitu bukti validitas dengan pendekatan hubungan dengan variabel lain berdasarkan bukti konkuren.
B. Data yang Digunakan
Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah respon subjek pada talat ukur TKF yang terdapat pada lembar jawaban.
C. Populasi dan Teknik Pengambilan Sampel 1. Populasi
Populasi adalah generalisasi yang terdiri atas subyek maupun objek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu ditetapkan oleh peneliti untuk
dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2010). Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Psikologi USU angkatan 2016.
Populasi dalam penelitian ini disesuaikan berdasarkan norma TKF. Norma yang digunakan dalam TKF adalah norma usia. Berdasarkan norma usia TKF diperuntukkan bagi individu yang berusia 10-18 tahun. Namun, dikarenakan teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah incidental sampling maka sampel yang berhasil dikumpulkan oleh peneliti terbataspadausia 17-18 tahun.
Oleh karena itu, hasil penelitian ini yang terdapat dalam penelitian ini hanya dapat digeneralisasikan pada individu dengan rentang usia 17-18 tahun saja.
2. Sampel
Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi (Sugiyono, 2010). Sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa Psikologi USU angkatan 2016 memiliki rentang usianya 17-18 tahun.
3. Teknik Pengambilan Sampel
Tenik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sampling insidental. Teknik ini merupakan teknik pemilihan sampel yang didasarkan pada ketersedian dan kemauan individu untuk menjadi responden (Sugiyono,2010).
D. Persiapan Izin Pengambilan Data dan Pelaksanaan Penelitian 1. Persiapan Izin Pengambilan Data
Mengurus surat permohonan izin untuk peminjaman alat tes psikologi.
Surat izin ini diurus di bagian laboratorium eksperimen di Fakultas Psikologi
Universitas Sumatera Utara. Peneliti juga menghubungi dosen-dosen yang mengajar di Angkatan 2016 untuk meminta izin memberikan tes kepada mahasiswa Angkatan 2016 sebelum maupun setelah perkuliahan.
2. Pelaksanaan Penelitian
Beberapa prosedur yang dilakukan dalam pelaksanaan penelitian adalah : 1. Pembuatan Proposal
Penelitian ini dimulai dengan merancang proposal, yang terdiri dari Bab I Pendahuluan, Bab II Tinjauan Pustaka, dan Bab III Metode Penelitian.
2. Mengumpulkan data
Pengumpulan data dilaksanakan dengan memberikan TKV dan TKF kepada mahasiswa S1 Psikologi USU angkatan 2016 yang terbagi atas tiga kelas, yaitu kelas A, B, dan C. Pengadministrasian tes dilakukan oleh peneliti dan bekerja sama dengan sarjana psikologi untuk dapat mengadministrasikan TKV dan TKF secara klasikal.
3. Analisis Data
Pengujian karakteristik dalam penelitian ini dilakukan dengan cara peneliti menskoring lembar jawaban dari TKV dan TKF yang telah dikumpulkan.
Selanjutnya peneliti menyusun data berupa hasil skoring TKV dan TKF secara sistematis dalam tabel. Selanjutnya, peneliti menganalisis validitas dan reliabilitas tes. Cara menganalisis tes menggunakan pendekatan hubungan dengan variabel lain berdasarkan bukti konkuren untuk menguji validitas tes.
Pengujian ini dilakukan dengan program SPSS. Sedangkan, untuk reliabilitas menggunakan pendekatan tes-retest. Pendekatan tes-retest dilakukan dengan
cara menyajikan satu tes pada satu kelompok subjek sebanyak dua kali dengan tenggang waktu yang cukup diantara kedua penyajian. Pengujian reliabilitas dilakukan dengan bantuan program SPSS.
4. Hasil dan Pembahasan
Bagian ini akan menjelaskan bagaimana karakteristik psikometri alat ukur TKF melalui analisis validitas dengan pendekatan hubungan dengan variabel lain berdasarkan bukti kokuren, dan reliabilitas. Melalui analisis ini diharapkan akan didapat informasi mengenai kualitas sebuah alat ukur TKF sesuai dengan batasan-batasan yang digunakan dalam landasan teori.
5. Kesimpulan dan Saran
Bagian ini peneliti akan memaparkan kesimpulan akhir dari penelitian yang telah dilakukan dan menjelaskan sejauh mana hasil penelitian dan kesimpulan tersebut dapat berlaku untuk penelitian selanjutnya.
E. Metode Pengambilan Data
Pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini dilakukan dengan memberikan TKF secara klasikal. Dari pelaksanaan tes tersebut akan diperoleh data primer.
F. Cara Analisis Data
Analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu analisis bukti validitas berdasarkan bukti hubungan dengan variabel lain atau validitas konkuren dan analisis reliabilitas.
1. Analisis Validitas
Penelitian ini akan menguji validitas TKF berdasarkan hubungan dengan variabel lain dengan bukti konkuren dengan menggunakan alat ukur Tes Kreativitas Verbal (TKV). Bukti konkuren diestimasi dengan membandingan antara satu tes dengan kriteria-kriteria yang paralel terhadap tes tersebut sehingga bukti konkuren diperoleh dengan melihat sejauhmana hasil pengukuran sebuah tes dengan hasil tes lain yang sejenis memiliki kemiripan. Estimasi uji validitas berdasarkan hubungan dengan variabel lain dilakukan dengan uji validitas person product momen dengan bantuan program SPSS.
2. Analisis Reliabilitas
Pengujian reliabilitas mengacu kepada konsistensi alat ukur yang erat kaitannya dengan eror pengukuran (Azwar, 2010). Estimasi koefisien reliabilitas akan dilakukan dengan pendekatan test retest dengan rumus estimasi reliabilitas yang banyak dilakukan dengan menyajikan satu tes pada satu kelompok subjek sebanyak dua kali dengan tenggang waktu yang cukup diantara kedua penyajian.
Azwar (2012) menyatakan koefisisen reliabilitas yang diperoleh dengan metode ini sangat rentan perubahan. Hal ini dikarenakan peserta tes sangat mungkin mengalami perubahan ketika jeda antara tes yang pertama disajikan dengan yang disajikan kedua kali. Estimasi ini dilakukan dengan bantuan program SPSS dengan uji reliabilitas person product momen.
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
Analisis karakteristik Psikometri yang dilakukan pada penelitian ini menggunakan pendekatan Classical Test Theory (CTT). Pada bab hasil dan pembahasan ini, peneliti akan mendeskripsikan hasil analisis karakteristik psikometri pada TKF, yaitu reliabilitas dan validitas tes. Selanjutnya hasil penelitian yang didapat akan dibahas berdasarkan teori yang telah disampaikan pada landasan teori.
A. Hasil
1. Gambaran Sampel Penelitian
Sampel penelitian merupakan mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Sumatera Utara dengan karakteristik berusia 17 sampai 18 tahun. Jumlah keseluruhan sampel penelitian ini adalah 47 orang. Jumlah sampel berdasarkan usianya disajikan pada tabel 1.
Tabel 1. Proporsi Sampel Penelitian Berdasarkan Usia
Usia (Tahun) Frekuensi Persentase
(%)
17 3 6.4
18 44 93.6
Total 47 100
Subjek penelitian terdiri dari 8 oarang laki-laki dan 39 orang perempuan. Data jenis kelamin dari subjek penelitian disajikan pada tabel 2.
Tabel 2. Proporsi Sampel Penelitian Berdasarkan Jenis Kelamin
Jenis Kelamin Frekuensi Persentase
%
Laki-Laki 8 17.1
Perempuan 39 82.9
Total 47 100
2. Validitas
Estimasi validitas TKF dilakukan dengan pendekatan bukti konkuren dikorelasikan dengan TKV menggunakan koefesien korelasi dari Pearson Product Moment. Hasil estimasi validitas TKF dengan TKV berkorelasi sebesar 0.043.
Hasil ini mengartikan bahwa validitas TKF ini tidak dapat diterima dikarenakan koefisien validitas kurang dari 0.30 maka biasanya dianggap tidak memuaskan atau dalam arti lain tidak dapat diterima atau kurang memberikan kontribusi (Azwar, 2000).
3. Reliabilitas
Estimasi reliabilitas TKF dengan pendekatan test-retest, menggunakan koefisien korelasi dari Pearson Product Moment. Hasil estimasi reliabilitas TKF berkorelasi sebesar 0,443. Hasil ini dapat diartikan bahwa reliabilitas TKF tidak dapat dipercaya. Azwar (2000) mengatakan pada umumnya, reliabilitas yang dikatakan baik sebesar 0,9.
Tabel 3. Reliabilitas
Aspek Koefisien
reliabilitas
Kelancaran 0.491
Kelenturan 0.529
Orisinalitas 0.474
Elaborasi 0.045
TKF 0,443
Berdasarkan hasil korelasi Pearson Product Moment menunjukkan nilai reliabilitas TKF melalui korelasinya dengan 4 aspek yang diukur yaitu kelancaran sebesar 0.491, kelenturan sebesar 0.529, orisinalitas sebesar 0.474 dan elaborasi sebesar 0.045 pada TKF.
B. Pembahasan
TKF adalah alat tes psikologi yang masih digunakan terutama dibidang psikologi pendidikan. Oleh karena itu, hasil pengukuran TKF harus valid dan reliabel untuk mengukur aspek yaitu kelancaran, kelenturan, orisinalitas dan elaborasi. Dari hasil estimasi bukti validitas berdasarkan bukti konkuren ditemukan bahwa korelasi TKF dengan TKV sebesar 0,043. Menurut Azwar (2000) apabila koefisien validitas kurang dari 0.30 maka biasanya dianggap tidak memuaskan atau dalam arti lain tidak dapat diterima atau kurang memberikan kontribusi. Coaley (2010) menyatakan bahwa koefisien validitas untuk validitas konkuren dikatakan sangat baik jika koefisiennya berada di atas 0.55. sedangkan Murphy & Davidshofer (2005) juga menambahkan bahwa dalam uji validitas kriteria, koefisien validitas yang diperoleh umumnya sekitar 0.3 dan 0.4, dan koefisien tertinggi yang dapat dicapai sekitar 0.5 dan 0.6.
Hasil yang diperoleh dari hasil estimasi bukti validitas berdasarkan bukti konkuren ditemukan bahwa korelasi TKF dengan TKV sebesar 0.043. Hal ini
panjang sesuai dengan instruksi TKV sehingga menyebabkan kelelahan dan kejenuhan bagi peserta yang mengikuti tes. Hal ini sejalan dengan yang dikemukakan oleh Roger (dalam Munandar, 2009) bahwa ada beberapa faktor yang mempengaruhi kreativitas indidvidu, diantaranya motivasi instrinsik (dorongan dari dalam diri individu) dan motivasi ekstrinsik (dorongan dari lingkungan).
Individu harus memiliki motivasi instrinsik yaitu mengembangkan kreativitas berdasarkan keinginan sendiri sehingga responden yang mengerjakan tes tidak sungguh-sungguh. Sedangkan menurut Coealey (2011) menyatakan bahwa ukuran sampel juga mempengaruhi validitas suatu alat tes, hal ini sesuai dengan jumlah partisipan yang diperoleh oleh peneliti yakni sebanyak 47 orang dan dikatakan bahwa semakin kecil jumlah sampel maka semakin besar juga jumlah kesalahan yang mempengaruhi validitas sebuah alat tes. Penyebab-penyebab tersebut dapat menjadi faktor buruknya bukti validitas berdasarkan bukti konkuren. Tetapi, belum ada bukti empiris faktor buruknya bukti validitas berdasarkan bukti konkuren. Oleh sebab itu, masih diperlukan adanya penelitian lebih lanjut untuk memastikan apakah buruknya validitas disebabkan oleh penyebab-penyebab tersebut.
Berdasarkan estimasi reliabilitas, didapatkan nilai koefisien reliabilitas test-retest TKF adalah sebesar 0,443. Azwar (2000) mengatakan pada umumnya, reliabilitas yang dikatakan baik adalah 0,9. Hal ini mengindikasikan bahwa hasil pengukuran TKF kurang dipercaya. Namun ada yang perlu diketahui bahwa besarnya koefisien reliabilitas yang dihitung dari data suatu kelompok subjek dalam situasi tertentu sangat besar kemungkinannya tidak akan sama dengan
koefisien reliabiltas skala tersebut pada kelompok subjek lain dan dalam situasi berbeda. Sehingga dapat disimpulkan bahwa hasil yang diperoleh dari estimasi reliabilitas test retest TKF yang diperoleh sebesar 0,443 kurang dipercaya, dikarenakan kelompok subjek pada penelitian ini yang memiliki usia berkisar 17-18 tahun dan jumlah sampel penelitian adalah 47 orang.
Berdasarkan teori yang dikemukakan Cropley (1999) menyatakan bahwa pada usia tersebut, individu sudah mampu menghasilkan sesuatu yang baru yang telah disesuaikan dengan batasan-batasan eksternal dan nilai-nilai yang ada dilingkungan namun hasil yang diperoleh tidak sesuai dengan yang dikemukan oleh Cropley (1999). Hal ini peneliti berangkapan bahwa banyaknya responden yang tidak mengerjakan tes sesuai dengan instruksi yang diberikan dan banyaknya responden yang tidak memberikan nama disetiap gambar, sehingga hasil penelitian ini tidak mengukur sesuai dengan apa yang hendak diukur.
Penyebab lain adalah waktu pelaksanaan tes dilakukan dalam situasi yang berbeda sehingga hasil tes yang diperoleh sangat mungkin mempengaruhi penelitian ini.
Secara keseluruhan, berdasarkan estimasi validitas berdasarkan bukti konkuren dan reliabilitas untuk data penelitian ini, TKF tidak terbukti memilki kualitas alat ukur yang baik dalam menggambarkan kreativitas peserta tes dan juga tidak reliabel digunakan untuk mengukur bakat kreatif dengan tepat pada mahasiswa psikologi USU angkatan 2016 yang memiliki rentang usia 17-18 tahun. Hasil penelitian ini sejalan dengan yang diungkapkan Osterlind (2010), bahwa seiring berubahnya waktu, kualitas tes juga sangat rentan berubah.
Berdasarkan penelitian ini, penggunaan TKF dalam bidang psikologi terutama
dibidang psikologi pendidikan sebaiknya dipertimbangkan kembali untuk menghindari kesalahan dalam pengambilan keputusan.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian karakteristik psikometris TKF, dapat ditarik kesimpulan bahwa hasil pengukuran tes ini kurang memuaskan untuk hasil validitas dan kurang dapat dipercaya untuk hasil reliabilitas untuk menggambarkan kreativitas individu berdasarkan 4 aspek yang diukur yaitu kelancaran, kelenturan, orisinalitas dan elaborasi.
B. Saran
Berdasarkan hasil penelitian, berkaitan dengan penggunaan TKF, maka peneliti mencoba utnuk mempertimbangkan beberapa saran guna perkembangan studi ilmiah menganai alat ukur TKF.
1. Saran Praktis
Bagi akademisi Psikologi dan Psikometri diharapkan dapat mengembangkan penelitian ini karena masih memerlukan paninjauan ulang dan dijadikan dasar pertimbangan untuk pengembangan alat ukur TKF.
2. Saran Metodologi
Peneliti selanjutnya disarankan untuk menggunakan sampel yang lebih bervariasi yaitu menggunakan data dari berbagai usia dimulai dari usia 10-18 tahun, dan mewakilkan setiap jenjang pendidikan yakni SD, SMP, SMA dan Perguruan Tinggi guna mendapatkan karakteristik psikometri yang lebih baik dan hasil yang diperoleh menjadi lebih kaya dan mendalam.
DAFTAR PUSTAKA
Anastasi, A., & Urbina, S. (1997). Psychological testing (7th ed.). Upper Saddle River, NJ: Prentice Hall.
Azwar, S. (2010). Metode Penelitian. Yogyakarta: PustakaPelajar
Azwar, S. (2004). Reliabilitas & Validitas. Edisi III. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Azwar, S. (2007). Tes Prestasi: fungsi dan pengembangan pengukuran Prestasi Belajar. Cetakan kesepuluh. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Azwar, S. (2012). Penyusunan skala psikologi. Edisi II. Cetakan Kedua Belas.
Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Azwar, S. (2012). Tes Prestasi: fungsi dan pengembangan pengukuran Prestasi Belajar. Cetakan Kedua Belas. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Azwar, S. (2012). Reliabilitas & Validitas. Edisi IV. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Coaley, K. (2010). An Introduction to psychological assessment and psychometrics.London: Sage Publication Ltd.
Cropley, A. (1999).Encyclopedia of Creativity Vol.1. California: Academic Press.
Hurlock, R. B. (1999). Psikologi Perkembangan: Suatu Pendekatan Sepanjang Ruang Kehidupan. Edisi 5. Jakarta:Erlangga.
Kaplan, R.M & Saccuzzo, D. P. (2005). Psychological Testing : Principles, applications, and Issues. USA : Thomson Wadsworth.
LPSP3UI. (2011). Buku Petnjuk Penggunaan TKF. Depok: LPSP3UI.
Munandar, U. (2009). Penembangan kreativitas anak berbakat. Jakarta : Rineka Cipta.
Sugiyono. (2010). Metode penelitian pendidikan pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Rineka Cipta Ratu.
LAMPIRAN
LAMPIRAN 1
ANALISIS PENGOLAHAN DATA
1. Hasil estimasi validitas
**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).
Correlations
**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).
Correlations
flex1 flex2
**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).
Correlations
**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).
Correlations