BAB 4. HASIL PENELITIAN
4.1 Gambaran Umum Siswa SMP Negeri 1 Hinai
4.2.2 Karakteristik Responden berdasarkan Jawaban Item
Tabel 4.3 menjelaskan bahwa asertifitas dalam perilaku seksual responden tersebar dalam 11 pernyataan. Dari seluruh pernyataan tentang asertifitas dalam perilaku seksual remaja, pada komponen compliance no 1 sampai dengan no 4, sebanyak 44,3% responden yang membiarkan saja bibirnya dicium oleh pasangan, dan lebih dari separuh responden (58,4%) yang sering membiarkan jika pasangan memeluk tubuhnya, namun terdapat 44,2 % responden yang pergi meninggalkan pasangannya bila pasangannya tetap menyentuh alat genitalnya walau dia sudah berusaha mengatakan tidak mau, dan lebih dari separuh responden (61,9%) yang mengatakan pada pasangan tidak akan mau berhubungan seksual sebelum menikah.
Pada komponen duration of play yaitu pada soal no 5, diketahui sebanyak 45,1% responden jarang menerapkan waktu dalam membuat keputusan, selanjutnya pada komponen loudness yaitu pada soal no 6, diketahui sebanyak 45,1% responden mampu mengungkapkan keinginannya dengan bahasa yang mudah dimengerti bahwa responden tidak suka dengan perbuatan yang dilakukan pacarnya. Untuk komponen selanjutnya yaitu request new behavior pada soal 7, terdapat lebih dari separuh responden (54,9%) meminta pasangannya untuk mau mendengarkan pendapatnya bila ada yang tidak saya sukai dari pasangan.
Kemudian pada komponen affect pada soal no 8, lebih dari separuh responden (61,1%) yang akan menolak dengan kata-kata yang sopan jika pasangan
komponen latency of response pada soal no 9, diketahui mayoritas respoden (77,9%) dapat menerapkan waktu yang baik sebelum menunjukkan sikapnya, dan terakhir untuk komponen non verbal behavior yaitu pada soal no 10, lebih dari separuh responden (51,3% ) tidak menarik tangan pacarnya segera, ketika dia dicium, dan kemudian tiba-tiba diraba payudaranya oleh pasangan, dan pada soal no 11, terdapat lebih dari separuh responden (52,2%) yang akan meninggalkan pasangan jika dia tetap dipaksa untuk berhubungan seksual.
Tabel 4.3 Distribusi Jawaban Item Pernyataan Asertifitas
No Pernyataan Jawaban
SS J TP
f % f % f %
A. Compliance
1. Saya membiarkan saja pasangan mencium bibir saya
50 44,3 33 29,2 30 26,5 2. Saya membiarkan jika pasangan
memeluk tubuh saya
66 58,4 38 33,6 9 8,0 3. Saya mengatakan tidak, tetapi
pacar saya tetap menyentuh alat genital saya, maka saya akan pergi meninggalkannya
50 44,2 15 13,3 48 42,5
4. Saya mengatakan pada pasangan tidak akan mau berhubungan seksual sebelum menikah
70 61,9 24 21,2 19 16,8
B. Duration of play
5. Saya butuh waktu 1 minggu untuk memutuskan menerima ajakan teman untuk berpacaran
41 36,3 51 45,1 21 18,6
C. Loudness
6. Saya akan mengatakan dengan bahasa yang mudah dimengerti bahwa saya tidak suka dengan perbuatan yang dilakukan pacar saya
Tabel 4.3 Lanjutan
No Pernyataan Jawaban
SS J TP
f % f % f %
D. Request new behavior
7. Saya meminta pasangan untuk mau mendengarkan pendapat saya bila ada yang tidak saya sukai darinya
62 54,9 36 31,9 15 13,3
E. Affect
8. Jika pasangan mengajak
melakukan hubungan seksual, maka saya akan menolaknya dengan kata-kata yang sopan sehingga tidak menyakiti perasaannya
69 61,1 24 21,2 20 17,7
F. Latency of Respon
9. Saya akan mengutarakan perasaan langsung pada seseorang yang saya sukai
5 4,4 20 17,7 88 77,9
G. Non Verbal Behavior
10. Saya menarik tangan pacar saya segera, ketika dia mencium, dan kemudian tiba-tiba meraba payudara saya
46 40,7 9 8,0 58 51,3
11. Saya akan meninggalkan pasangan jika dia tetap memaksa untuk berhubungan seksual
59 52,2 36 31,9 18 15,9
Ket : S : Sering, J : Jarang, TP = Tidak Pernah
4.2.3 Karakteristik Responden Berdasarkan Jawaban Item Pernyataan tentang Budaya, Pola Asuh, Harga Diri, Pengetahuan, Self-Efficacy dan Media Informasi
Tabel 4.4 menjelaskan bahwa dari 7 pertanyaan yang diajukan tentang budaya, terdapat 46,9% responden yang mengatakan bahwa budayanya mengatur untuk menghindari bergaul dengan lawan jenis setelah mendapat haid, namun terdapat 46,0% dari responden yang menyatakan tidak setuju pada pernyataan budaya
tidak menganggap tabu jika orang tua dan anak berkomunikasi tentang seksualitas. Selanjutnya lebih dari separuh responden (52,3%) yang mengatakan bahwa budaya mengajarkan untuk lebih siap dalam menghadapi nilai-nilai baru terutama yang berkaitan dengan perilaku seksual remaja saat ini, respon yang baik juga ditunjukkan pada pernyataan bahwa budaya tidak mewajibkan seorang perempuan harus menjaga keperawanannya sampai menikah, dimana 41,6% responden menjawab sangat tidak setuju. Pada pernyataan budaya menerapkan prinsip bahwa seorang perempuan punya hak untuk menolak setiap perilaku seksual yang diperolehnya dari pasangan, lebih dari separuh (45,1%) responden sangat setuju pada pernyataan tersebut. Sikap tidak setuju ditunjukkan 43,4% responden pada pernyataan bahwa budaya tidak mengajarkan untuk memiliki kepribadian yang lembut dan selalu berbicara sopan kepada orang lain, namun ada sebanyak 36,3% responden yang menyatakan budaya akan menghukumnya dan mengucilkan jika ada remaja yang hamil diluar nikah. Untuk lebih dapat dilihat pada Tabel 4.4 berikut :
Tabel 4.4 Distribusi Jawaban Item Pernyataan Budaya
No Pernyataan Jawaban
SS S TS STS
f % f % f % f %
1. Budaya mengatur saya untuk menghindari bergaul dengan lawan jenis setelah mendapat haid
22 19,5 53 46,9 34 30,1 4 3,5
2. Budaya tidak membatasi saya dalam berteman dengan siapapun
Tabel 4.4 (Lanjutan)
No Pernyataan Jawaban
SS S TS STS
f % f % f % f %
3. Budaya tidak mengganggap tabu jika orang tua dan anak berkomunikasi tentang seksualitas
7 6,2 38 33,6 52 46,0 16 14,2
4. Budaya mengajarkan saya untuk lebih siap dalam menghadapi nilai-nilai baru terutama yang berkaitan dengan perilaku seksual remaja saat ini
34 30,1 58 51,3 16 14,2 5 4,4
5. Budaya tidak mewajibkan seorang perempuan harus menjaga keperawanannya sampai menikah
9 8,0 12 10,6 45 39,8 47 41,6
6. Budaya menerapkan prinsip bahwa seorang perempuan punya hak untuk menolak setiap perilaku seksual yang diperolehnya dari pasangan
51 45,1 51 45,1 5 4,5 6 5,3
7. Budaya tidak mengajarkan kepada saya untuk memiliki kepribadian yang lembut dan selalu berbicara sopan kepada orang lain
11 9,7 12 10,6 49 43,4 41 36,3
8. Jika ada remaja yang hamil di luar nikah maka budaya saya akan menghukumnya dan mengucilkannya
41 36,3 34 30,1 32 28,3 6 5,3
Ket : SS : Sangat Setuju, S : Setuju, TS : Tidak Setuju, STS : Sangat Tidak Setuju Berdasarkan Tabel 4.5, dapat dijelaskan bahwa dari 10 pernyataan tentang harga diri, hampir separuh responden (47,8%) yang merasa sebagai orang yang berguna, paling tidak sama dengan orang lain, lebih dari separuh responden (52,2%)
responden (51,3%) yang sangat tidak setuju jika dinyatakan sebagai orang yang gagal, karena lebih dari separuh responden (54,0%) yang merasa dirinya mampu melakukan hal-hal sebaik yang kebanyakan orang lain lakukan. Namun begitupun hampir separuh responden (47,8%) yang merasa tidak memiliki banyak hal yang dapat dibanggakan pada dirinya, walaupun pada dasarnya ada juga 43,4% responden yang menerima dirinya apa adanya dan 44,2% responden yang sudah merasa puas dengan dirinya, dan terdapat 48,7% responden yang berharap dapat dihargai. Kemudian terdapat 44,2% responden yang tidak setuju jika dinyatakan sering merasa dirinya tidak berguna, walaupun hampir separuh responden (46,9%) sering kali berpikir dirinya sama sekali bukan orang yang baik.
Tabel 4.5 Distribusi Jawaban Item Pernyataan Harga Diri
No Pernyataan Jawaban
SS S TS STS
f % f % f % f %
1. Saya merasa sebagai orang yang berguna, paling tidak sama dengan orang lain
33 29,2 54 47,8 18 15,9 8 7,1
2. Saya merasa banyak hal-hal yang baik dalam diri saya
22 19,5 59 52,2 31 27,4 1 0,9 3. Secara umum saya
cenderung merasa sebagai orang yang gagal
1 0,9 6 5,3 48 42,5 58 51,3
4. Saya mampu melakukan hal-hal sebaik yang kebanyakan orang lain lakukan
26 23,0 61 54,0 26 23,0 0 0,0
5. Saya merasa tidak memiliki banyak hal yang dapat dibanggakan pada diri saya
11 9,7 54 47,8 38 33,6 10 8,8
6. Saya menerima diri saya apa adanya
Tabel 4.5 (Lanjutan)
No Pernyataan Jawaban
SS S TS STS
f % f % f % f %
7. Secara keseluruhan, saya puas dengan diri saya
22 19,5 50 44,2 32 28,3 9 8,0 8. Saya berharap saya dapat
dihargai
55 48,7 47 41,6 9 8,0 2 1,8 9. Saya sering kali merasa
tidak berguna
4 3,5 27 23,9 50 44,2 32 28,3 10. Saya sering kali berpikir
saya sama sekali bukan orang yang baik
13 11,5 53 46,9 33 29,2 14 12,4
Ket : SS : Sangat Setuju, S : Setuju, TS : Tidak Setuju, STS : Sangat Tidak Setuju Dari Tabel 4.6 diketahui 7 pernyataan tentang teman sebaya dan dapat dijelaskan bahwa mayoritas responden (87,6%) responden memiliki teman yang sudah berpacaran, tetapi sebanyak 63,7% responden mengatakan bahwa tidak ada teman yang mengajari mereka berpacaran. Selanjutnya responden ditanya apakah memiliki teman yang pernah mengatakan berpelukan dan berciuman pada saat pacaran adalah hal yang wajar sebanyak 53,1% responden menjawab tidak. Kemudian responden ditanya apakah mereka pernah dijodohkan oleh temannya, sebanyak 52,2% responden menjawab tidak dan apakah ada teman yang bilang kalau berhubungan seksual sekali tidak akan hamil sebanyak 67,3% responden juga menjawab tidak. Sebanyak 92,0% responden mengaku mereka lebih dekat dengan orang tua daripada teman, dan ketika ditanya apakah mereka pernah diajak menemani temannya sewaktu kencan dengan pacarnya, sebanyak 67,3% responden menjawab
Tabel 4.6 Distribusi Jawaban Item Pernyataan Teman Sebaya
No Pernyataan Jawaban
Ya Tidak
f % f %
1. Teman saya rata-rata sudah berpacaran
99 87,6 14 12,4
2. Teman saya mengajari bagaimana cara berpacaran
41 36,3 72 63,7
3. Teman saya mengatakan
berpelukan dan berciuman pada saat pacaran adalah hal yang wajar
53 46,9 60 53,1
4. Teman saya pernah menjodohkan saya dengan temannya
54 47,8 59 52,2
5. Ada teman saya yang bilang kalau berhubungan seksual sekali tidak akan hamil
37 32,7 76 67,3
6. Saya lebih dekat dengan teman daripada orang tua
9 8,0 104 92,0
7. Ketika teman saya kencan dengan pacarnya saya sering diajaknya menemani.
37 32,7 76 67,3
Tabel 4.7 menjelaskan 6 pernyataan tentang pengetahuan, dan dapat diuraikan bahwa 52,2% responden mengetahui tentang pengertian perilaku seksual, sebanyak 72,6% responden mengetahui bahwa hubungan seksual walau sekali tetap bisa menyebabkan kehamilan, selanjutnya terdapat 61,9% responden yang tahu bahwa seks adalah bagian dari cinta yang tetap perlu dibatasi oleh perkawinan, dan sebanyak 61,9% responden juga mengetahui bahwa berciuman juga termasuk ke dalam perilaku seksual, sejalan dengan itu sebanyak 58,4% responden mengetahui bahwa perilaku seksual tidak hanya berupa hubungan seksual saja, dan mayoritas responden (93,8%) mengetahui bahwa penyakit HIV/AIDS adalah penyakit yang dapat ditularkan melalui perilaku seksual. Untuk lebih jelas dapat dilihat pada Tabel 4.7 berikut :
Tabel 4.7 Distribusi Jawaban Item Pernyataan Pengetahuan
No Pernyataan Jawaban
Benar Salah
f % f %
1. Perilaku seksual adalah segala tingkah laku yang didorong oleh hasrat seksual baik yang dilakukan dengan lawan jenisnya maupun sesama jenis tanpa adanya ikatan pernikahan menurut agama
59 52,2 54 47,8
2. Hubungan seksual yang dilakukan baru pertama kali tidak akan menyebabkan kehamilan
83 73,5 30 26,5 3. Seks merupakan bagian dari cinta yang tidak
perlu dibatasi oleh ikatan perkawinan
82 72,6 31 27,4 4. Berciuman adalah bukan salah satu bentuk
perilaku seksual
70 61,9 43 38,1 5. Perilaku seksual pranikah harus berupa
hubungan seksual saja
66 58,4 47 41,6 6. Penyakit HIV/AIDS bukanlah penyakit yang
ditularkan melalui perilaku seksual
106 93,8 7 6,2
Pada Tabel 4.8 dapat dijelaskan dari 6 pertanyaan tentang self efficacy, sebanyak 38,9 % tidak ragu dapat mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru, pada pernyataan apakah merasa bosan jika tugas yang dikerjakan memakan waktu yang lama, terdapat 41,6% responden yang menjawab setuju dan tidak setuju, namun sebanyak 52% responden tetap menjalankan tugas sebagaimana mestinya walaupun banyak hambatan, karena sebanyak 60,2% responden merasa mampu mengerjakan sesuatu seperti apa yang dapat dilakukan orang lain. Hal ini ini juga sejalan dengan banyaknya responden (50,4%) yang tidak setuju jika dikatakan tidak sanggup menerima tugas yang membutuhkan banyak kemampuan dalam mengerjakannya, karena sebanyak 69,9% responden yang merasa yakin bahwa dengan kemampuan
Tabel 4.8 Distribusi Jawaban Item Pernyataan Self Efficacy
No Pertanyaan Jawaban
SS S TS STS
f % f % f % f %
1. Saya ragu dapat mengerjakan tugas yang diberikan guru dengan baik karena saya yakin tidak mampu mengerjakannya
9 8,0 32 28,3 44 38,9 28 24,8
2. Saya bosan jika tugas yang saya kerjakan memakan waktu yang lama sehingga hal ini membuat saya mudah menyerah.
5 4,4 47 41,6 47 41,6 14 12,4
3. Saya tetap menjalankan tugas saya sebagaimana mestinya walaupun banyak hambatan
52 46,0 51 45,1 8 7,1 2 1,8
4. Saya mampu mengerjakan sesuatu seperti apa yang dapat dilakukan orang lain
18 15,9 68 60,2 26 23,0 1 0,9
5. Saya tidak sanggup menerima tugas yang membutuhkan banyak kemampuan dalam mengerjakannya
9 8,0 28 24,8 57 50,4 19 16,8
6. Saya yakin dengan kemampuan yang dimiliki, tugas yang berat dapat menjadi mudah
22 19,5 79 69,9 7 6,2 5 4,4
SS : Sangat Setuju, S : Setuju, TS : Tidak Setuju, STS : Sangat Tidak Setuju
4.2.4 Karakteristik Responden berdasarkan Asertifitas dalam Perilaku