BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
4.2 Hasil Dan Analisis Data
4.2.3 Karakteristik Responden
Hasil tabulasi data dari 100 responden yang dilakukan dalam penelitian ini diperoleh gambaran umum responden tersebut dengan beberapa karakteristik.
Berikut adalah tabel gambaran umum mengenai responden.
Tabel 4.4
Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin No Jenis Kelamin Frekuensi Persentase
1 Laki-Laki 23 orang 23%
2 Perempuan 77 orang 77%
Jumlah 100 orang 100%
Sumber: Data Primer yang diolah
Dari tabel 4.4 di atas, dapat dilihat bahwa responden yang mempunyai jumlah terbanyak berdasarkan jenis kelamin adalah perempuan, yakni 77 orang dan laki-laki 23 orang. Dalam hal ini, menunjukkan bahwa terdapat perbandingan
besar antara laki-laki dan perempuan dalam hal kepemilikan kartu kredit. Ini juga bermakna bahwa baik laki-laki maupun perempuan mempunyai kesempatan dan peluang yang sama dalam hal kepemilikan kartu kredit. Dengan kata lain, tidak ada diskriminasi berdasarkan gender. Selain berdasarkan jenis kelamin, karakteristik responden juga dapat dilihat dari segi usia pada tabel berikut:
Tabel 4.5
Karakteristik Responden Berdasarkan Usia No Usia Responden Frekuensi Persentase
1 < 20 tahun 19 orang 19%
2 20 – 35 tahun 66 orang 66%
3 36 – 50 tahun 11 orang 11%
4 > 50 tahun 4 orang 4%
Jumlah 100 orang 100%
Sumber: Data Primer yang diolah
Dari tabel 4.5 di atas, dapat diketahui bahwa responden yang mempunyai usia 35 tahun ke bawah sebanyak 85 orang. Hal ini berarti bahwa pengguna kartu kredit berusia produktif dimana mereka telah bekerja ataupun memiliki usaha sendiri. Sedangkan responden yang berusia 34-50 tahun berjumlah 11 orang, golongan ini dianggap sudah matang dan mampu mengelola penggunaan kartu kreditnya. Dalam artian, mereka benar-benar tahu bagaimana menggunakan kartu kredit mereka. Usia >50 tahun adalah usia dimana seseorang sudah tidak bekerja lagi atau pensiun. Namun, mereka bisa juga membuka usaha sendiri sehingga menggunakan kartu kredit untuk keperluan produktif. Karakteristik responden juga dapat diketahui pekerjaan sebagai berikut:
Tabel 4.6
Karakteristik Responden Berdasarkan Pekerjaan
No Pekerjaan Frekuensi Persentase
1 Mahasiswa 20 orang 20%
2 Karyawan 55 orang 55%
3 Wiraswata/Pengusaha 15 orang 15%
4 Ibu Rumah Tangga 10 orang 10%
Jumlah 100 orang 100%
Sumber: Data Primer yang diolah
Dari tabel 4.6 di atas, dapat diketahui bahwa pekerjaan responden yang terbanyak adalah karyawan sebanyak 55 orang, sedangkan kelompok responden terkecil adalah ibu rumah tangga sebanyak 10 orang. Dapat disimpulkan bahwa walaupun pekerjaan seseorang mahasiswa maupun ibu rumah tangga, mereka tetap dapat menggunakan kartu kredit. Jadi, pekerjaan seseorang tidak menjadi ukuran bagi kepemilikan kartu kredit. Setelah data yang diperoleh diubah menjadi data nominal, maka penulis melakukan crosstab untuk mengetahui gambaran hubungan antara jenis kelamin, usia dan pekerjaan responden.
Tabel 4.7
Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin, Usia, dan Pekerjaan Responden
Jenis
Kelamin Usia Pekerjaan
Total Mahasiswa Karyawan Wiraswasta Lainnya
Laki-laki
Dari tabel 4.7 di atas, dapat diketahui bahwa dari 100 responden yang mempunyai jumlah terbanyak adalah karyawan, yaitu berjenis kelamin perempuan dengan jumlah 39 orang dan berusia 20-35 tahun. Hal ini juga berarti bahwa golongan pekerjaan sebagai karyawan saat ini didominasi oleh perempuan yang berusia produktif. Sedangkan, responden dengan jumlah terkecil berprofesi sebagai mahasiswa berusia <20 tahun berjumlah 2 orang laki-laki dan 2 orang perempuan. Dapat dilihat bahwa tidak ada diskriminasi berdasarkan usia dan pekerjaan untuk memiliki kartu kredit. Ini menunjukkan bahwa kartu kredit dapat dimiliki oleh semua usia dan golongan pekerjaan. Hal ini juga dapat dijelaskan pada gambar 4.1 dan gambar 4.2:
Gambar 4.1 Jenis Kelamin, Usia, dan Pekerjaan Responden Laki-laki
Gambar 4.2 Jenis Kelamin, Usia, dan Pekerjaan Responden Perempuan Selain ketiga variabel di atas, ada pula karakteristik responden berdasarkan pendidikan yang dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Tabel 4.8
Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan
No Pendidikan Frekuensi Persentase
1 SD 1 orang 1%
2 SMP 2 orang 2%
3 SMA 61 orang 61%
4 Diploma 11 orang 11%
5 Sarjana 25 orang 25%
6 Pasca sarjana - -
Jumlah 100 orang 100%
Sumber: Data Primer yang diolah
Dari tabel 4.8 di atas, dapat diketahui bahwa responden yang mempunyai jumlah terbanyak berdasarkan karakteristik pendidikan adalah SMA 61 orang, Sarjana 25 orang, Diploma 11 orang, SMP 2 orang, SD 1 orang dan tidak ada respoden yang berpendidikan hingga Pasca sarjana. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan kartu kredit tidak dibatasi oleh tingkat pendidikan, tidak melihat pendidikan tinggi maupun rendah karena semua orang mempunyai kesempatan untuk memiliki kartu kredit. Hal ini juga dapat dilihat pada gambar berikut:
Gambar 4.3 Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan
Adapula karakteristik responden selain pendidikan, yaitu tabungan yang dapat dilihat dari tabel berikut ini:
Tabel 4.9
Karakteristik Responden Berdasarkan Tabungan
No Tabungan Frekuensi Persentase
1 <500 ribu 16 orang 16%
2 500 ribu – 1 juta 48 orang 48%
3 >1 juta – 2 juta 19 orang 19%
4 >2 juta 17 orang 17%
Jumlah 100 orang 100%
Sumber: Data Primer yang diolah
Dari tabel 4.9 di atas, dapat diketahui bahwa responden yang mempunyai jumlah terbanyak berdasarkan karakteristik tabungan adalah 48 orang memiliki 500 ribu – 1 juta, sedangkan responden dengan jumlah terkecil berjumlah 16 orang yang memiliki < 500 ribu. Hal ini menunjukkan bahwa kepemilikan kartu kredit tidak melihat jumlah tabungan yang dimiliki karena dengan tabungan yang relatif sedikitpun, mereka dapat memiliki dan menggunakan kartu kreditnya.
Penulis ingin mengetahui lebih jauh golongan pekerjaan yang memiliki jumlah tabungan terbanyak sehingga melakukan analisis crosstab untuk mengetahuinya.
Tabel 4.10
Jenis Pekerjaan dan Tingkat Tabungan Responden
Pekerjaan Keterangan Tabungan
Dari tabel 4.10, dapat diketahui bahwa responden yang mempunyai jumlah terbanyak adalah golongan karyawan yang memiliki jumlah tabungan yang bervariasi mulai dari <500 ribu hingga >2 juta yang berjumlah 55 orang.
Sedangkan untuk golongan lainnya, dalam hal ini ibu rumah tangga berjumlah 10 orang dan mempunyai tabungan tidak lebih dari 2 juta. Namun demikian, hal ini menunjukkan bahwa kepemilikan kartu kredit tidak melihat jumlah tabungan yang
dimiliki karena dengan tabungan yang relatif sedikitpun, mereka dapat memiliki dan menggunakan kartu kredit. Selain tabel, karakteristik responden juga dapat dilihat pada gambar ini:
Gambar 4.4 Jenis Pekerjaan dan Tingkat Tabungan Responden Selain karakteristik tabungan, tentu ada pula karakteristik berdasarkan pendapatan dan juga pengeluaran seperti berikut ini:
Tabel 4.11
Karakteristik Responden Berdasarkan Pendapatan
No Pendapatan Frekuensi Persentase
1 < 2 juta 42 orang 42%
2 2 juta – 5 juta 35 orang 35%
3 > 5 juta – 10 juta 14 orang 14%
4 > 10 juta 9 orang 9%
Jumlah 100 orang 100%
Sumber: Data Primer yang diolah
Dari tabel 4.11 di atas, dapat diketahui bahwa responden yang mempunyai jumlah terbanyak berdasarkan karakteristik pendapatan adalah 42 orang sebesar <2 juta, sedangkan golongan terkecil sebanyak 9 orang sebesar >10 juta. Hal ini berarti bahwa mereka yang berpendapatan rendah tetap dapat memiliki kartu kredit, walaupun tidak tertutup kemungkinan mereka memiliki pemasukan selain penghasilan bulanan mereka. Namun, hal ini juga memungkinkan terjadinya kredit macet bagi yang berpendapatan sedikit. Penulis melakukan crosstab untuk mengetahui kaitan antara tabungan dan pendapatan responden.
Tabel 4.12
Tabulasi Silang Antara Tabungan dan Pendapatan Responden
Tabungan Keterangan Pendapatan
Tabel 4.12 di atas menunjukkan bahwa responden yang dominan adalah 23 orang yang berpendapatan <2 juta dan memiliki tabungan berkisar 500 ribu – 1 juta. Ada hal yang menarik dalam analisis ini, yaitu ada 2 responden yang pendapatannya <2 juta, namun tabungan yang dimilikinya mencapai >2 juta.
Penulis mengambil kesimpulan bahwa golongan ini memiliki pendapatan selain penghasilan bulanan mereka, dengan mencari sampingan atau mempunyai usaha
sendiri. Sebaliknya, golongan berpendapatan >5 juta – 10 juta yang berjumlah 6 orang hanya memiliki sebesar 500 ribu – 1 juta. Penulis menyimpulkan bahwa pendapatan mereka digunakan untuk hal-hal yang lebih produktif dibandingkan bila menyimpan uang di bank. Selain dari tabel, juga dapat dilihat pada gambar berikut:
Gambar 4.5 Tabungan dan Pendapatan Responden
Selain tabungan dan pendapatan, juga terdapat karakteristik pengeluaran reponden seperti yang berikut ini:
Tabel 4.13
Karakteristik Responden Berdasarkan Pengeluaran No Pengeluaran Frekuensi Persentase
1 < 500 ribu 21 orang 21%
2 500 ribu – 1 juta 43 orang 43%
3 > 1 juta – 2 juta 14 orang 14%
4 > 2 juta 22 orang 22%
Jumlah 100 orang 100%
Sumber: Data Primer yang diolah
Dari tabel 4.13 di atas, dapat diketahui bahwa responden yang mempunyai jumlah terbanyak berdasarkan karakteristik pengeluaran adalah 43 orang sebesar 500 ribu – 1 juta. Hal ini menunjukkan bahwa kartu kredit digunakan untuk responden dengan pengeluaran bulanan di bawah 1 juta. Tabel di atas juga dapat dilihat pada gambar berikut:
Gambar 4.6 Karakteristik Responden Berdasarkan Pengeluaran
Di samping itu, ada pula karakteristik responden seperti yang terdapat pada tabel 4.14.dan 4.15 di bawah ini:
Tabel 4.14
Dari tabel 4.14 di atas, dapat diketahui bahwa jenis kartu dengan jumlah terbanyak yang dimiliki oleh responden adalah Credit Card berjumlah 144 lembar.
Sedangkan, jenis kartu dengan jumlah terkecil yang dimiliki oleh responden adalah Charge Card berjumlah 10 lembar. Hal ini menunjukkan bahwa Credit Card paling banyak diminati dan dimiliki oleh responden. Selain itu, penulis juga menganalisis hubungan antara jumlah kartu dan pekerjaan responden.
Tabel 4.15
Tabulasi Silang Antara Jumlah Kartu dan Pekerjaan Responden Jumlah
Kartu
Pekerjaan
Total Mahasiswa Karyawan Wiraswasta Lainnya
1 13 18 0 4 35
Tabel 4.15 di atas menunjukkan bahwa responden dominan berjumlah 18 orang yang bekerja sebagai karyawan dan dan memiliki 1 kartu kredit. Ada pula mahasiswa yang memiliki kartu kredit dan penulis berpendapat mereka juga bekerja ataupun memiliki supplementary card dari orang tua mereka. Selain itu, untuk karyawan yang memiliki kartu kredit lebih dari 5, mereka merupakan karyawan swasta yang telah lama bekerja dan memiliki jabatan yang cukup tinggi.
Hal ini juga dapat dilihat pada gambar berikut:
Gambar 4.7 Karakteristik Responden Berdasarkan Jumlah Kartu dan Pekerjaan
Selain faktor-faktor di atas, terdapat karakteristik responden berdasarkan frekuensi penggunaan kartu dan tujuan penggunaannya.
Tabel 4.16
Karakteristik Responden Berdasarkan Frekuensi Penggunaan Kartu No Frekuensi Penggunaan Jumlah Persentase
1 < 2 kali 19 orang 19% bulan. Dapat disimpulkan bahwa responden tidak terlalu sering menggunakan kartu kredit dan hanya untuk keperluan tertentu.
Tabel 4.17
Karakteristik Responden Berdasarkan Tujuan Penggunaan No Tujuan Penggunaan Jumlah Persentase
1 Konsumtif 77 orang 77% menggunakan kartunya untuk keperluan konsumtif berjumlah 77 orang dari keseluruhan responden. Sedangkan, responden dengan jumlah terkecil yang menggunakan kartunya untuk keperluan mendesak berjumlah 2 orang. Hal ini
menunjukkan bahwa penggunaan kartu kredit didominasi untuk konsumtif.
Penulis juga melakukan analisis crosstabs untuk mengetahui hubungan antara jenis kelamin responden, frekuensi dan tujuan penggunaan kartu.
Tabel 4.18
Tabulasi Silang Antara Jenis Kelamin, Frekuensi dan Tujuan Penggunaan Kartu
Jenis
Kelamin Frekuensi Penggunaan
Total Konsumtif Produktif Mendesak Lainnya
Laki-laki
Dari tabel 4.18, dapat dilihat bahwa responden terbesar merupakan perempuan sebanyak 22 orang yang menggunakan kartu mereka sebanyak 2-3 kali untuk keperluan konsumtif. Di sisi lain, sebanyak 10 orang responden laki-laki juga menggunakan kartu mereka untuk keperluan konsumtif, tetapi dengan frekuensi penggunaan yang lebih banyak, yaitu >3-4 kali. Hal ini menunjukkan bahwa, baik laki-laki maupun perempuan sama-sama memiliki peluang untuk menjadi lebih konsumtif dengan penggunaan kartu kredit mereka.