• Tidak ada hasil yang ditemukan

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

4.3 Karakteristik Responden

Responden yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 100 orang.

Responden yang dipilih yaitu responden yang pernah makan di Saung Kuring lebih dari dua kali. Hal tersebut dilakukan agar responden yang digunakan mencerminkan pelanggan Saung Kuring yang sesungguhnya, sehingga dapat merepresentasikan hasil yang akan diperoleh pada penelitian ini.

Karakteristik responden yang dibahas meliputi jenis kelamin, usia, pekerjaan, waktu tempuh menuju Saung Kuring, tingkat pendapatan per bulan, dan pendidikan terakhir. Proses pengambilan sampel dilakukan pada hari kerja dan akhir pekan. Informasi mengenai karakteristik pelanggan Restoran Saung Kuring dapat digunakan untuk menggambarkan segmen dari restoran ini.

Informasi yang diperoleh dapat digunakan pihak Restoran Saung kuring untuk menentukan langkah-langkah pemasaran yang dilakukan agar lebih efektif dan tepat sasaran.

4.3.1 Karakteristik Jenis Kelamin

Berdasarkan data yang diperoleh melalui penyebaran kuesioner, diketahui bahwa pelanggan Restoran Saung Kuring yang berjenis kelamin laki-laki lebih banyak (56%) dibandingkan dengan responden perempuan (44%) (Gambar 4). Namun perbedaan tersebut tidak begitu besar, hal ini dikarenakan baik pelanggan laki-laki maupun perempuan memiliki kontribusi yang sama dalam melakukan keputusan pembelian.

56%

44%

Karakteristik Pelanggan Berdasarkan Jenis Kelamin

Laki-laki Perempuan

Pelanggan yang datang ke Restoran Saung Kuring tidak hanya untuk makan bersama keluarga saja, tetapi banyak pelanggan yang datang dengan tujuan untuk makan bersama teman, bertemu dengan relasi bisnis dan juga untuk arisan. Hal tersebutlah yang membuat baik pelanggan laki-laki maupun perempuan memiliki kontribusi yang sama dalam melakukan keputusan pembelian. Selain itu memang Restoran Saung Kuring tidak disegmenkan untuk gender tertentu saja, sehingga jumlah pelanggan laki-laki maupun perempuan tidak jauh berbeda.

Gambar 4. Karakteristik Pelanggan Restoran Saung Kuring Berdasarkan Jenis Kelamin

4.3.2 Karakteristik Usia

Persebaran usia responden pada penelitian ini diklasifikasikan kedalam empat kelompok. Dari pengelompokan responden berdasarkan usia, diketahui bahwa sebagian besar responden dari pelanggan Restoran Saung Kuring Bogor berumur antara 25–34 tahun (41%), disusul dengan responden yang berumur antara 35–44 tahun (37%). Hal tersebut menunjukkan bahwa mayoritas pelanggan Restoran Saung Kuring Bogor berada pada rentang usia 25 hingga 44 tahun (Gambar 5). Pelanggan yang berada pada rentang usia 25 hingga 44 tahun merupakan pelanggan yang telah memiliki penghasilan sendiri dan mereka telah dapat mengambil keputusan sendiri dalam melakukan pembelian.

Gambar 5. Karakteristik Pelanggan Restoran Saung Kuring Berdasarkan Usia

4.3.3 Karakteristik Pekerjaan

Pada karakteristik pekerjaan, responden pada penelitian ini diklasifikasikan kedalam delapan kelompok. Berdasarkan jenis pekerjaannya, responden pada penelitian ini sebagian besar bekerja sebagai karyawan swasta yaitu sebanyak 47%, disusul dengan responden yang bekerja sebagai wiraswasta yaitu sebanyak 20%

(Gambar 6). Pada karakteristik pelanggan berdasarkan pekerjaan terdapat 1% pelanggan masuk pada kategori pekerjaan lainnya, pekerjaannya yang dimaksud ialah POLRI. Salah satu penyebab dari dominannya pekerjaan dari pelanggan Restoran Saung Kuring yang bekerja sebagai karyawan swasta dikarenakan didaerah sekitar restoran terdapat banyak perusahaan swasta dan karyawannya banyak yang datang ke Restoran Saung Kuring untuk makan siang.

Gambar 6. Karakteristik Pelanggan Restoran Saung Kuring Berdasarkan Pekerjaan.

4.3.4 Karakteristik Waktu Tempuh Menuju Saung Kuring

Berdasarkan waktu tempuh yang dibutuhkan oleh responden untuk menuju Restoran Saung Kuring yang beralamat di Jl. Baru kedung Badak No.9, Bogor, sebagian besar membutuhkan waktu 15-30 menit (31%) untuk menuju Saung Kuring, disusul dengan responden yang membutuhkan waktu selama 30-45 menit (23%) (Gambar 7). Seperti yang terlihat pada Gambar 7, ternyata pelanggan dari Restoran Saung Kuring tidak hanya pelanggan yang berlokasi dekat dengan restoran saja. Walaupun sebagian besar pelanggan membutuhkan waktu tempuh sekitar 15-30 menit untuk sampai ke restoran, namun sebesar 39% pelanggan membutuhkan waktu lebih dari 45 menit untuk sampai ke restoran. Hal tersebut mengindikasikan bahwa Restoran Saung Kuring telah memiliki persepsi yang baik dibenak pelanggannya, sehingga pelanggan tidak terlalu memikirkan waktu yang mereka butuhkan untuk sampai ke restoran. Dengan demikian Restoran Saung Kuring harus senantiasa memberikan pelayanan terbaiknya agar pelanggan tidak merasa kecewa ketika makan dan minum di restoran ini.

Gambar 7. Karakteristik Pelanggan Restoran Saung Kuring Berdasarkan Waktu Tempuh

4.3.5 Karakteristik Tingkat Pendapatan

Tingkat pendapatan pelanggan menunjukkan kemampuan dari pelanggan dalam melakukan pembelian. Dari pengelompokan responden berdasarkan tingkat pendapatan per bulan, diketahui bahwa

7%

1%

sebagian besar responden yaitu sebanyak 34% memiliki pendapatan per bulan antara Rp.2000.001-Rp.3000.000, disusul dengan responden yang memiliki pendapatan per bulan diatas Rp.5000.000 yaitu sebanyak 23%

(Gambar 8). Hal tersebut mengindikasikan bahwa mayoritas pelanggan Restoran Saung Kuring berada pada kelas sosial menengah dan atas.

Hal ini disebabkan segmen pasar dari Restoran Saung Kuring sendiri adalah kalangan menengah atas.

Gambar 8. Karakteristik Pelanggan Restoran Saung Kuring Berdasarkan Tingkat Pendapatan per Bulan

4.2.6 Karakteristik Tingkat Pendidikan

Tingkat pendidikan yang dimiliki responden dapat menggambarkan pola berpikir responden dalam menilai suatu produk.

Dari jawaban kuesioner yang terkumpul, sebagian besar tingkat pendidikan responden tergolong tinggi, yaitu Sarjana sebanyak 44%, kemudian disusul oleh Pasca Sarjana sebanyak 21% (Gambar 9).

Dengan tingginya tingkat pendidikan dari pelanggan Restoran Saung Kuring, pihak restoran harus senantiasa menjaga kualitas baik dari makanan dan minuman yang disajikan maupun pelayanan yang diberikan oleh pihak restoran. Hal tersebut dikarenakan pelanggan yang memiliki tingkat pendidikan yang cukup tinggi akan lebih selektif dalam memilih makanan dan minuman yang mereka konsumsi dan juga tempat mereka membeli makanan dan minuman tersebut. Apabila pihak restoran

memberikan pelayanan yang kurang baik maka pelanggan akan berpindah ke pesaing dan tidak menutup kemungkinan mereka akan menceritakan kekurangan dari restoran kita kepada orang lain sehingga akan merugikan restoran dalam jangka panjang.

Gambar 9. Karakteristik Pelanggan Restoran Saung Kuring Berdasarkan Tingkat Pendidikan

4.4 Pengukuran Tingkat Penilaian Responden Terhadap Variabel Dependent

Dokumen terkait