HASIL DAN PEMBAHASAN A.Hasil Penelitian
1. Karakteristik Responden
Tabel 5.1
Distribusi frekuensi ibu hamil risiko tinggi berdasarkan umur Karakteristik Responden f % umur <20 96 36 20-35 90 30,3 >35 81 33,7 Jumlah 267 100
Berdasarkan table 5.1 dari ibu hamil risiko tinggi, mayoritas yang dari responden umur <20 tahun (36%) dan minoritas yang dari responden umur 20-35 tahun (30,3
Berdasarkan table 5.2 dari ibu hamil resiko tinggi, pada tahun mayoritas yang dari responden paritas primipara (28%) dan minoritas yang dari responden sekundipara (21%).
Tabel 5.3
Distribusi frekuensi ibu hamil risiko tinggi berdasarkan jarak kehamilan
Berdasarkan table 5.3 dari ibu hamil resiko tinggi, mayoritas yang dari responden jarak kehamilan <1 tahun (37%), dan minoritas yang dari responden jarak kehamilan >2 tahun (30%).
Tabel 5.2
Distribusi frekuensi ibu hamil risiko tinggi berdasarkan paritas
Karakteristik Responden f % paritas primipara 86 30 sekundipara 62 21 multipara 71 24 grandemultipara 76 25 Jumlah 295 100 Karakteristik Responden f % Jarak Kehamilan <1 tahun 102 37 1-2 tahun 91 33 >2 tahun 85 30 Jumlah 278 100
Tabel 5.4 Crosstab Antara Umur Ibu Hamil Dengan Kehamilan Risiko Tinggi
Kehamamilan Risiko Tinggi
Umur Ya Tidak Total N % N % N < 20 Tahun 20 26,7 5 6.7 33,4 20–35 Tahun 10 13,3 10 13,3 26,6 >35 Tahun 20 26,7 10 13,3 40,0 Jumlah 50 100 25 100 100
Berdasarkan Tabel 5.4 pada ibu hamil dengan kehamilan resiko tinggi menunjukkan bahwa mayoritas umur ibu dengan kehamilan risiko tinggi pada umur <20 tahun dan >35 tahun yaitu 20 orang (26,7).
Tabel 5.5 Crosstab Antara Paritas Ibu Hamil Dengan Kehamilan Risiko Tinggi
Kehamamilan Risiko Tinggi
Paritas Ya Tidak Total N % N % N Primipara 20 26,7 15 20,0 46,6 Sekundipara 5 6,7 10 13,3 20,0 Multipara 5 6,7 5 6,7 13,4 Grandemultipara 10 13,3 5 6,7 20,0 Jumlah 40 100 35 100 100
Berdasarkan Tabel 5.5 pada ibu hamil dengan kehamilan resiko tinggi menunjukkan bahwa mayoritas paritas ibu dengan kehamilan risiko tinggi pada primipara yaitu 20 orang (26,7).
Tabel 5.6 Crosstab antara Jarak Kehamilan Ibu Hamil dengan Kehamilan Risiko Tinggi
Kehamamilan Risiko Tinggi Jarak Kehamilan Ya Tidak Total N % N % N < 1 Tahun 25 33,4 10 13,3 46,7 1-2 Tahun 10 13,3 10 13,3 26,6 >2 Tahun 15 20,0 5 6,7 26,7 Jumlah 50 100 25 100 100
Berdasarkan Tabel 5.6 pada ibu hamil dengan kehamilan resiko tinggi menunjukkan bahwa mayoritas jarak kehamilan ibu dengan kehamilan risiko tinggi pada jarak kehamilan <1 tahun yaitu 25 orang (33,4).
B.Pembahasan
Karakteristik umur pada table 5.1 dari ibu hamil risiko tinggi, mayoritas yang dari responden umur <20 tahun (36%) dan minoritas yang dari responden umur 20-35 tahun (30,3%). Umur mempunyai pengaruh terhadap kehamilan dan persalinan ibu, usia yang kemungkinan tidak risiko tinggi pada saat kehamilan dan persalinan yaitu umur 20-35 tahun, karena pada usia tersebut rahim sudah siap menerima kehamilan, mental sudah matang dan sudah mampu merawat bayi dan dirinya. Sedangkan umur < 20 tahun dan >35 tahun merupakan umur yang resiko tinggi terhadap kehamilan dan persalinan. Dengan demikian diketahui bahwa umur ibu pada saat melahirkan ikut berpengaruh terhadap morbiditas dan mortalitas ibu maupun anak yang dilahirkan (Ubaydillah,2000)
perubahan dan pada aspek fisik dan psikologis (mental). Pertumbuhan pada fisik secara garis besat ada empat kategori perubahan pertama, perubahan ukuran, kedua, perubahan proporsi, ketiga, hilangnya ciri-ciri lama, keempat, timbulnya ciri-ciri baru.Ini terjadi akibat pematangan fungsi organ pada aspek psikologis atau mental taraf berfikir semakin matang dan dewasa.
Karakteristik paritas pada tabel 5.2 diketahui adalah mayoritas primipara (30,0%), minoritas sekundipara (21,0%). Hal ini disebabkan oleh karena umumnya ibu yang primipara adalah kelompok usia <20 tahun, yang berarti walaupun ibu baru sekali melahirkan tetapi karena usia yang masih terlalu muda dan ditambah dengan kehamilannya waktu itu dan kemukinan jaraknya terlalu dekat menyebabkan ibu ini beresiko tinggi dalam kehamilannya. Pada penelitian ini didapatkan hasil kehamilan multipara dan grandemultipara mendapatkan resiko tinggi kehamilan ibu paritas tinggi menyebabkan tingkat kesehatannya rendah terutama pada saat hamil (Notoatmodjo,2003)
Bila seorang ibu terlalu sering hamil, mereka memiliki resiko tinggi, apalagi pada seorang ibu hamil dimana anak sebelumnya masih disusui maka ibu tersebut termasuk ke dalam ibu hamil beresiko tinggi (Wijonarko, 2008). Pada wanita primipara, mereka secara aktif mempersiapkan diri untuk menghadapi persalinan. Mereka banyak membaca buku, menghadiri kelas untuk orang tua, dan berkomunikasi dengan wanita lain (ibu, saudara perempuan, dan teman). Mereka mencari orang terbaik untuk meminta nasihat, arahan, dan perawatan. Sedangkan pada wanita multipara, mereka memiliki pengalaman tersendiri dalam melahirkan dan bersalin yang mempengaruhi pendekatannya dalam mempersiapkan diri menghadapi persalinan kali ini (Bobak, 2004)
Karakteristik jarak kehamilan pada tabel 5.3 adalah mayoritas kurang dari <1 tahun (37,0%) dan minoritas lebih dari >2 tahun (30.5%). Kehamilan kedua atau ketiga yang terlampau dekat memiliki risiko bagi ibu dan janin. Bagi ibu sendiri, secara fisik alat-alat reproduksi belum kembali normal. Recovery atau penyembuhan secara keseluruhan pun bisa dibilang belum sempurna. Bila dalam masa kehamilan terjadi penyakit diabetes gestasional, maka ibu tidak cukup sehat untuk melahirkan bayi yang sehat. Janin bahkan berada dalam kondisi rawan, karena bagaimanapun semua asupan kebutuhan janin didapatkan dari tubuh ibu. Gangguan kesehatan yang dialami ibu dapat mempengaruhi pasokan oksigen maupun nutrisi dari ibu ke janin (Masnidar,2009)
Jarak kelahiran terlalu jauh pun kurang baik bagi ibu dan janin. Biasanya usia ibu sudah sampai pada ambang resiko-di atas 30 tahun-- untuk hamil lagi. Sedangkan bagi anak, terlalu lama tidak mempunyai adik, membuatnya lebih sulit berinteraksi dengan adik bayinya. Ini masalah faktor usia, jika diatas umur 30 tahun sudah termasuk berisiko atau terlalu lama baru hamil misalnya sampai 30 tahun juga berisiko. (Masnidar. 2009).
Sedangkan jika melahirkan anak di atas 5 tahun, ibu akan kembali sulit melahirkan dan rasanya akan seperti persalinan anak pertama. Seharusnya pada persalinan kedua, ibu sudah lebih gampang dibandingkan melahirkan anak pertama. Di mana, organ-organ reproduksi sudah lebih siap, cara sederhana bagi orang tua yang ingin melahirkan bayi cerdas yakni pastikan jarak kelahiran antara dua anak tidak kurang dari dua tahun. Peneliti menemukan bahwa jarak dua tahun dapat mengoptimalkan kekuatan otak anak-anak. (R.Mochtar, 2001)
tinggi pada umur <20 tahun dan >35 tahun yaitu 20 orang (26,7). Ibu yang berumur kurang dari 20 tahun rahim dan bagian tubuh lainnya belum siap untuk menerima kehamilan dan cenderung kurang perhatian terhadap kehamilannya. Ibu yang berumur 20-35 tahun rahim dan bagian tubuh lainnya sudah siap untuk menerima dan diharapkan untuk memperhatikan kehamilannya. Ibu yang berumur lebih dari 35 tahun rahim dan bagian tubuh lainnya fungsinya sudah menurun dan kesehatan tubuh ibu tidak sebaik saat berumur 20-35 tahun (Maulina, 2010).
Berdasarkan Tabel 5.5 dengan crosstab pada ibu hamil dengan kehamilan resiko tinggi menunjukkan bahwa mayoritas paritas ibu dengan kehamilan risiko tinggi pada primipara yaitu 20 orang (26,7). Paritas 2-3 merupakan paritas paling aman ditinjau dari sudut kematian maternal. Paritas ≤ 1 (belum pernah melahirkan/baru melahirkan pertama kali) dan paritas > 4 memiliki angka kematian maternal lebih tinggi (Saifudin,1994). Paritas ≤ 1 dan usia muda berisiko karena ibu belum siap secara medis maupun secara mental, sedangkan paritas di atas 4 dan usia tua, secara fisik ibu mengalami kemunduran untuk menjalani kehamilan (Kemenkes RI, 2004).
Berdasarkan Tabel 5.6 pada crosstab ibu hamil dengan kehamilan risiko tinggi menunjukkan bahwa mayoritas jarak kehamilan ibu dengan kehamilan risiko tinggi pada jarak kehamilan <1 tahun yaitu 25 orang (33,4). Penentuan jarak kehamilan adalah upaya untuk menetapkan atau memberi batasan sela antara kehamilan yang lalu dengan kehamilan yang akan datang. Berdasarkan hasil Penelitian pelayanan kesehatan ibu dan anak (PKIA) Belitung jarak kehamilan 2 -5 memiliki pengetahuan baik 15.6% anak-anak yang dilahirkan 2-5 tahun setelah kelahiran anak sebelumnya, memiliki kemungkinan hidup sehat 2,5 kali (Royston, 2008)
Pengetahuan ibu hamil tentang kehamilan risiko tinggi di PKIA 26 lebih tinggi dari pada yang berjarak kelahiran kurang dari 2 tahun, maka jarak kehamilan yang aman adalah 2-5 tahun. Wanita yang melahirkan dengan jarak yang sangat berdekatan (< 2 tahun) akan mengalami resiko antara lain Kehamilan dengan jarak yang terlalu jauh juga dapat menimbulkan resiko tinggi antara lain persalinan lama. Dengan adanya resiko dalam menentukan jarak kehamilan maka diperlukan penelitian tentang hubungan umur, pendidikan terhadap penentuan jarak kehamilan (Royston, 2008)
Jarak kelahiran antara anak pertama dan kedua perlu diperhatikan selain mempertimbangkan faktor kesehatan ibu, sang kakak pun akan siap menerima kehadiran adiknya. Jarak paling ideal bagi ibu untuk kembali melahirkan jika anak sudah berusia di atas 2 tahun dan di bawah 5 tahun. Pada usia 2–5 tahun, anak pertama sudah memasuki pendidikan anak usia dini (PAUD). Sehingga, ia dianggap telah cukup mengerti dengan kehadiran anggota baru di rumahnya (Royston, 2008)
Jarak antar kehamilan yang kurang dari 2 tahun dapat meningkatkan risiko terjadinya kematian maternal (Kemenkes RI, 2004). Persalinan dengan interval kurang dari 24 bulan merupakan kelompok resiko tinggi untuk perdarahan postpartum, kesakitan dan kematian ibu (Kemenkes RI, 2004). Penelitian yang dilakukan di tiga rumah sakit di Bangkok (Cunningham,2006) memperlihatkan bahwa wanita dengan interval kehamilan kurang dari dua tahun memiliki risiko dua setengah kali lebih besar untuk meninggal dibandingkan dengan wanita yang memiliki jarak kehamilan lebih lama (Royston, 2008)
BAB VI