BAB IV HASIL PENELITIAN
B. Karakteristik Responden
Pelaksanaan penelitian dilaksanakan pada bulan Juli 2011 di Desa
Pabelan Kabupaten Sukoharjo. Jumlah responden dalam penelitian ini
sebanyak 63 ibu yang menyusui bayi usia 6-12 bulan yang berada di Desa
commit to user
li
Pabelan Kabupaten Sukoharjo. Dalam kuesioner penelitian, terdapat lembar
identitas responden meliputi umur, pendidikan, dan pekerjaan.
1.
Karakteristik Umur responden
Tabel 4.1 Distribusi Umur Responden
Umur (Tahun)
Jumlah
Persentase (%)
15-20
21-25
5
27
9
51
26-30
31-35
36-40
Total
10
8
3
63
19
15
6
100
(Sumber: Data primer 2011 )
Berdasarkan tabel 4.1 dapat diketahui bahwa karakterisik umur
responden mayoritas berumur 21-25 tahun yaitu sebanyak 27 responden
(51%).
2.
Karakteristik Pendidikan Responden
Tabel 4.2 Distribusi Pendidikan Responden
Jenis Pendidikan
Jumlah
Persentase (%)
Tidak Sekolah
SD
SMP
SMA
Perguruan Tinggi
Total
-
9
15
32
7
63
-
14
24
51
11
100
(Sumber: Data primer 2011)
Berdasarkan tabel 4.2 dapat diketahui bahwa karakterisik umur
responden mayoritas berpendidikan SMA yaitu sebanyak 32 responden
(51%).
commit to user
lii
3.
Karakteristik Pekerjaan Responden
Tabel 4.3 Distribusi Pekerjaan Responden
Jenis Pendidikan
Jumlah
Persentase (%)
Ibu Rumah Tangga
Swasta
PNS
Buruh
Wiraswasta
Total
23
19
2
14
5
63
37
14
3
22
8
100
(Sumber: Data primer 2011)
Berdasarkan tabel 4.3 dapat diketahui bahwa karakterisik pekerjaan
responden mayoritas adalah Ibu Rumah Tangga sebanyak 23 responden
(37%).
4.
Diskripsi Pengetahuan Ibu Tentang Menyusui
Tabel 4.4 Distribusi Pengetahuan Tentang Menyusui
Pengetahuan
Jumlah
Persentase (%)
Baik
Cukup
Kurang
Total
14
38
11
63
22
60
18
100
(Sumber: Data primer 2011)
Berdasarka tabel 4.4 dapat diketahui bahwa mayoritas mempunyai
tingkat pengetahuan cukup (jawaban benar 51-75%) yaitu sebanyak 38
responden (60%). Kemudian tingkat pengetahuan baik (jawaban benar
>75%) yaitu sebanyak 14 responden (22%), dan tingkat pengetahuan kurang
(jawaban benar <50%) yaitu sebanyak 11 responden (18%).
commit to user
liii
5.
Diskripsi Pemberian ASI
Tabel 4.5 Distribusi Pemberian ASI
Pemberian ASI
Jumlah
Persentase (%)
ASI eksklusif
Tidak ASI Eksklusif
Total
23
40
63
36
64
100
(Sumber: Data primer 2011)
Tabel 4.5 menunjukkan bahwa mayoritas responden tidak memberikan
ASI Eksklusif yaitu sejumlah 40 responden (64%). Sedangkan 23 responden
lainnya (36%) memberikan ASI Eksklusif.
6.
Diskripsi alasan tidak memberikan ASI Eksklusif
Tabel 4.6 Distribusi Alasan Tidak Memberikan ASI Eksklusif
Alasan
Jumlah
Persentase (%)
Ibu Bekerja
Ibu merasa bayi kurang puas/kurang kenyang
Ibu merasa produksi ASI sedikit
Sejak lahir sudah diberi susu formula
Total
20
11
5
4
40
50
28
12
10
100
(Sumber: Data primer 2011)
Pada tabel 4.6 menunjukkan bahwa mayoritas responden yaitu sejumlah
20 responden (50%) tidak memberikan ASI Eksklusif dengan alasan ibu
bekerja.
commit to user
liv
7.
Hubungan Pengetahuan Ibu Tentang Menyusui Dengan Pemberian ASI.
Tabel 4.7.1 Crosstabulasi Pengetahuan Ibu Tentang Menyusui Dengan
Pemberian ASI
Pemberian ASI
Pengetahuan
ASI
Eksklusif
Tidak ASI
Eksklusif
Total
Baik
10
4
14
Cukup
13
25
38
Kurang
0
11
11
Total
23
40
63
(Sumber: Data primer 2011)
Tabel 4.7.1 menunjukkan bahwa ibu yang berpengetahuan baik,
sebagian besar telah memberikan ASI Eksklusif. Sedangkan ibu dengan
pengetahuan kurang sama sekali tidak memberikan ASI Eksklusif.
Berdasarkan tabel hasil penelitian tersebut kemudian dilakukan uji hubungan
terhadap kedua variabel, dengan hasil sebagai berikut:
Tabel 4.7.2 Hubungan Pengetahuan Ibu Tentang Menyusui Dengan
Pemberian ASI
Pemberian ASI
Total
ASI
Eksklusif
Tidak ASI
Eksklusif
Pengetahuan Baik
Count
10
4
14
Expected Count
4.9
8.9
14.0
Cukup Count
13
25
38
Expected Count
14.3
24.1
38.0
Kurang Count
0
11
11
Expected Count
3.8
7.0
11.0
Total
Count
23
40
63
Expected Count
23.0
40.0
63.0
a.
2 cells (33,3%) have expected count less than 5. The minimum expected
count is 3,84.
commit to user
lv
Dari uji tabel di atas dapat diketahui bahwa tidak memenuhi syarat
untuk analisa data menggunakan uji Chi-Square tabel 2x3 karena terdapat 2
sel (33,3%) yang nilai harapannya (expected count) kurang dari 5, sehingga
dilakukan koreksi dengan
menggabungkan kategori-kategori yang
berdeketan yaitu kategori pengetahuan cukup dan kurang sehingga dapat
meningkatkan nilai harapan dalam berbagai sel. Hasil penggabungan sel
dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 4.7.3 Hubungan Antara Pengetahuan Ibu Tentang Menyusui Dengan
Pemberian ASI (Hasil Penggabungan)
Pemberian ASI
Total
ASI
Eksklusif
Tidak ASI
Eksklusif
Pengetahuan Baik
Count
10
4
14
Expected Count
5.1
8.9
14.0
cukup dan
kurang
Count
13
36
49
Expected Count
17.9
31.1
49.0
Total
Count
23
40
63
Expected Count
23.0
40.0
63.0
a. 0 cells (,0%) have expected count less than 5. The minimum expected
count is 5,11.
b. Computed only for a 2x2 table
(Sumber: Data primer 2011)
commit to user
lvi
Setelah dilakukan penggabungan kategori yang berdekatan maka
didapatkan hasil bahwa tabel tersebut sudah memenuhi syarat untuk
dilakukan uji statistik dengan Chi-Square karena tidak ada sel yang memiliki
nilai harapan < 5 dan tidak ada sel yang memiliki nilai frekuensi < 1.
Tabel 4.7.4 Uji Chi Square
Value
df
Asymp.
Sig. (2-
sided)
Exact
Sig. (2-
sided)
Exact
Sig. (1-
sided)
Pearson Chi-Square
9.470
a1
.002
Continuity
Correction
b7.632
1
.006
Likelihood Ratio
9.244
1
.002
Fisher's Exact Test
.004
.003
N of Valid Cases
63
a. 0 cells (,0%) have expected count less than 5. The minimum expected
count is 5,11.
b. Computed only for a 2x2 table
(Sumber: Data primer 2011)
Berdasarkan tabel diatas didapatkan nilai signifikasi p = 0.002 kurang
dari taraf signifikasi yang telah ditetapkan (p=0,002 < α=0,05). Maka dapat
disimpulkan terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu
tentang menyusui dengan pemberian ASI.
commit to user
lvii
BAB V
PEMBAHASAN
Dalam penelitian ini, peneliti menganalisis hubungan pengetahuan ibu
tentang menyusui dengan pemberian ASI di Desa Pabelan Sukoharjo terhadap 63
responden yang sesuai kriteria restriksi dengan menggunakan kuesioner. Menurut
Notoatmodjo (2003), pengukuran pengetahuan dapat dilakukan dengan
wawancara atau angket yang menanyakan tentang isi materi yang ingin dianalisis
dari subjek penelitian atau responden.
Berdasarkan data yang diperoleh sebagian besar ibu memiliki pengetahuan
yang cukup (60%) tentang menyusui. Hal ini bertolak belakang dengan hasil
pemberian ASI yaitu sebesar 36% ibu dapat memberikan ASI secara Eksklusif
sedangkan 64% ibu tidak memberikan ASI Eksklusif. Hasil penelitian ini tidak
sesuai dengan teori Notoatmodjo (2003), ibu yang memiliki pengetahuan kurang
cenderung memiliki perilaku yang kurang baik dalam perilakunya. Semakin
tinggi pengetahuan ibu maka semakin besar kemungkinannya untuk memberikan
ASI eksklusif. Namun, penelitian ini sesuai dengan penelitian yang telah
dilakukan oleh Pratiwi (2009) yaitu sangat sedikit sekali ibu yang memberikan
ASI eksklusif (10,9%).
Sebagian besar alasan ibu tidak memberikan ASI Eksklusif pada bayinya
dikarenakan ibu bekerja (50%). Hal ini tidak sesuai dengan pendapat Roesli
(2005) bahwa bekerja bukan menjadi suatu alasan untuk menghentikan ASI
commit to user
lviii
Eksklusif. Ibu yang tidak bekerja mempunyai banyak waktu untuk memberikan
ASI Eksklusif sedangkan ibu bekerja dapat memberikan ASI Ekslusif dengan
menyediakan ASI perah di rumah. Hal ini berbeda dengan penelitian yang telah
dilakukan oleh Rohmaningsih (2010), dimana alasan ibu tidak memberikan ASI
eksklusif dikarenakan ibu merasa bayi kurang puas apabila hanya diberi ASI saja
sehingga bayi rewel dan menangis terus.
Pendidikan seorang ibu yang rendah memungkinkan ia lambat dalam
mengadopsi pengetahuan baru, khususnya tentang hal-hal yang berhubungan
dengan pola pemberian ASI. Masalah pemberian ASI terkait dengan masih
rendahnya pemahaman ibu, keluarga dan masyarakat tentang ASI. Kebiasaan
memberikan makanan dan atau minuman secara dini pada sebagian masyarakat
juga menjadi pemicu dari kekurang berhasilan pemberian ASI eksklusif. Hal ini
mendorong ibu untuk lebih mudah menghentikan pemberian ASI dan
menggantinya dengan susu formula (Azwar, 2003).
Menurut Notoatmodjo (2007), pendidikan mempengaruhi proses belajar,
makin tinggi pendidikan seeorang makin mudah orang tersebut untuk menerima
informasi. Pendidikan sangat erat kaitannya dengan pengetahuan dimana
seseorang dengan pendidikan tinggi, maka orang tersebut akan semakin luas pula
pengetahuannya. Hal ini sesuai dengan hasil penelitian, yaitu mayoritas ibu yang
memiliki pendidikan SD dan SMP berpengetahuan kurang, sehingga ibu tidak
memberikan ASI Eksklusif. Sedangkan ibu yang berpendidikan SMA mayoritas
memiliki pengetahuan baik, sehingga banyak ibu yang memberikan ASI
commit to user
lix
Eksklusif. Namun demikian, pada penelitian ini didapatkan bahwa ibu yang
berpendidikan setingkat Perguruan Tinggi justru tidak memberikan ASI
Eksklusif.
Hasil analisis data dengan Chi-Square test pada tingkat kepercayaan 95%
yang diolah dengan menggunakan program SPSS versi 17.0, diperoleh nilai
signifikasi p = 0,002 atau dapat disimpulkan bahwa nilai signifikasi p<0,05. Hal
ini menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu
tentang menyusui dengan pemberian ASI.
Berdasarkan hasil penelitian hubungan pengetahuan ibu tentang menyusui
dengan pemberian ASI di Desa Pabelan Sukoharjo diperoleh hasil bahwa
pengetahuan ibu tentang menyusui mempunyai pengaruh terhadap pemberian
ASI. Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan Prikaningrum (2007)
bahwa ada hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan
motivasi pemberian ASI eksklusif. Hal ini terlihat dari nilai probabilitas 0,001<
0,05.
Berdasarkan dari teori pendukung, hasil penelitian, dan penelitian
sebelumnya, maka semakin baik pengetahuan ibu tentang menyu sui semakin
besar pula kesempatan ibu menyusui memberikan ASI Eksklusif.
commit to user
lx
BAB VI
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Hasil penelitian tentang hubungan pengetahuan ibu tentang menyusui
dengan pemberian ASI di Desa Pabelan Sukoharjo, diperoleh kesimpulan sebagai
berikut :
1.
Pengetahuan ibu tentang menyusui berada pada kategori cukup (60%).
2.
Ibu menyusui tidak memberikan ASI Eksklusif (64%).
3.
Ada hubungan antara pengetahuan ibu tentang menyusui dengan pemberian
ASI sesuai hasil analisis p=0,002 (p< 0,05).
B.
Saran
1.
Bagi Pemerintah Desa Pabelan Kabupaten Sukoharjo
Sebagai bahan masukan dalam promosi pemberian ASI Eksklusif,
sehingga diharapkan cakupan ASI Eksklusif dapat meningkat dengan cara
meningkatkan penyuluhan tentang pentingnya pemberian ASI Eksklusif.
2.
Bagi Kader Kesehatan
Meningkatkan penyuluhan tentang menyusui agar ibu menyusui
terdorong memberikan ASI Eksklusif.
commit to user
lxi
3.
Bagi Bidan
Meningkatkan peran serta dalam promosi ASI Eksklusif dengan Inisiasi
Menyusui Dini segera setelah bayi dilahirkan dan tidak mempromosikan susu
formula dengan tidak memberikan susu formula sebagai paket persalinan.
4.
Ibu Menyusui
Meningkatkan pengetahuan dengan mengikuti penyuluhan tentang ASI
Eksklusif agar terdorong memberikan ASI Eksklusif kepada bayinya.
5.
Peneliti Selanjutnya
Mengembangkan
penelitian
mengenai
berbagai
faktor
yang
mempengaruhi pemberian ASI Eksklusif yaitu umur, pekerjaan, pengetahuan,
petugas kesehatan dan promosi susu formula agar mendapatkan hasil yang
lebih kompleks.
commit to user
lxii
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, S. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta:
Rineka Cipta. p: 151-2.
Azwar, S. 2008.
Reliabilitas dan Validitas. Yogyakarta: Pustaka Belajar
Offset. p: 3- 29.
Chumbley, J. 2004. Menyusui. Jakarta: Erlangga. p: 14-5.
Dahlan, M.S. 2009.
Statistik Untuk Kedokteran dan Kesehatan. Jakarta:
Salemba Medika. p: 121-39.
Desa Pabelan Kabupaten Sukoharjo. 2011. Profil Desa Pabelan Kabupaten
Sukoharjo. Sukoharjo
Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Tengah. 2008.
Profil Kesehatan Provinsi
Jawa Tengah
Hidayat, A.A. 2007. Metode Penelitian Kebidanan dan Teknik Analisis Data.
Jakarta: Salemba. p: 123.
Muhidin, S.A. 2007. Analisis Korelasi Regresi dan Jalur Dalam Penelitian.
Bandung: CV Pustaka Setia.p: 30-51,76-83.
Murti, B. 2010. Desain dan Ukuran Sampel untuk Penelitian Kuantitatif dan
Kualitatif di Bidang Kesehatan. Yogyakarta: UGM Press. p: 51.
Notoatmodjo, S. 2003a. Ilmu Kesehatan Masyarakat. Jakarta: Rineka Cipta. p:
122-4.
. 2003b. Pendidikan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka
Cipta. p: 127-30.
. 2005. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka
Cipta. p: 88.
. 2007.
Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku. Jakarta:
Rineka Cipta. p: 140-3.
Nursalam. 2008.
Konsep dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu
Keperawatan. Salemba Medika. Jakarta. p: 97-120
commit to user
lxiii
Pratiwi, M. L. E. 2009. Hubungan Tingkat Pendidikan Dan Pengetahuan Ibu
Tentang ASI Eksklusif Dengan Pemberian ASI Eksklusifdi Desa
Gedangan Kabupaten Sukoharjo. Surakarta : UNS
Prikaningrum, E. 2008. Hubungan Antara Tingkat Pengetahuan Ibu dengan
Motivasi Pemberian ASI Eksklusif di Desa Gunung Simo Tahun 2008.
Surakarta : UNS
Proverawati, A., Eni, R. 2010. Kapita Selekta ASI & Menyusui. Yogyakarta:
Nuha Medika. p: 13-8, 36-7, 73-4.
Purwanti, S. 2004. Konsep Penerapan ASI eksklusif. Jakarta: EGC. p: 82, 92-
4.
Roesli, U. 2005. Mengenal ASI eksklusif. Jakarta: Trubus Agriwidya. p: 3, 6-
14, 24-32, 38.
Rohmaningsih, I. 2010. Hubungan Pengetahuan Laktasi Dengan Pemberian
ASI Eksklusif Pada Ibu Menyusui Di Wilayah Puskesmas Sibela
Mojosongo Surakarta. Surakarta : UNS
Siregar, A. 2004. Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Pemberian ASI Oleh
Ibu Melahirkan. Available online : www.repository.usu.ac.id . 15
Maret 2011.
Sugiyono. 2009. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif,
Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta. p: 117.
Sulistyawati, A. 2009.
Buku Ajar Asuhan Kebidanan Pada Ibu Nifas.
Yogyakarta : CV. Andi. p: 10-1.
Syair, Abdul. 2009. Hubungan Tingkat Pendidikan, Pengetahuan dan Sikap
ASI dengan Frekuensi Pemberian ASI Esklusif pada Bayi di Wilayah
Kerja Puskesmas Mata Kota Kendari tahun 2009
.Taufiqurohman, M.A. 2008. Pengantar Metodologi Penelitian untuk Ilmu
Kesehatan.UNS Press. Surakarta. p: 8,63,71.
Wawan A, Dewi M. 2010. Teori dan Pengukuran Pengetahuan, Sikap, dan
Perilaku Manusia. Yogyakarta: Nusa Medika. p: 19- 47
WHO. 2010.
Exclusive Breastfeeding. Available online : www.who.int. 5
Februari 2010.
Dalam dokumen
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG MENYUSUI DENGAN PEMBERIAN ASI DI DESA PABELAN SUKOHARJO
(Halaman 46-59)