BAB III: PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS
KARAKTERISTIK RESPONDEN Jenis kelamin
Apabila responden dalam penelitian ini dikategorikan berdasarkan jenis kelamin, maka akan terlihat sebagaimana pada tabel.III.1 berikut:
Tabel III.1
Profil Responden berdasarkan jenis kelamin
No Jenis kelamin Jumlah Persentase
1 Laki-laki 79 orang 97.53 %
2 Perempuan 2 orang 2.47 %
3 Jumlah 81 orang 100 %
Seperti yang diketahui pada umumnya bidang teknik dalam masyarakat dianggap sebagai dunia laki-laki walaupun tidak sepenuhnya benar. Namun dalam
kasus ini, istilh tersebut berlaku, sebab dapat dilihat jumlah mahasiswi atau (pelajar perempuan) hanya 2 orang dari total sampel 81 orang, selebihnya sebanyak 97.53 % didominasi oleh kaum pria (pelajar laki-laki).
Stambuk
Dalam penelitian ini yang menjadi objek penelitian adalah mahasiswa yang masih aktif mengikuti perkualiahan di Departemen Teknik Mesin Sumatera Utara. Mereka yang memenuhi kriteria ini adalah stambuk 2006, stambuk 2007, stambuk 2008, dan stambuk 2009. Jumlah keseluruhan keempat stambuk ini adalah 430 orang. Pengakategorian responden berdasarkan jenis kelamin sudah disajikan dalam tabel III.1 sedangkan apabila dikategorikan berdasarkan stambuk, akan terlihat sebagaimana dalam tabel III.2 berikut:
Tabel.III. 2
Jumlah sampel tiap stambuk
No Stambuk Sampel persentase
1 2006 18 22.22 % 2 2007 18 22.22 % 3 2008 28 34.56 % 4 2009 17 21 % Jumlah 81 100 %
Penentua sampel dalam penelitian ini dibuat berdasarkan pada stambuk. Namun seperti yang tertera diatas yang menjadi sampel penelitian ini mulai dari stambuk 2006 sampai 2009, stambuk 2005 tidak dijadikan unit populasi sampel disebabkan tidak memenuhi kriteria responden yang merupakan mahasiswa aktif diperkuliahan. Berdasarkan data yan diperoleh dan keterangan dari ketua departemen teknik mesin, mahasiswa stambuk 2005 mayoritas sudah tidak aktif kuliah. Sampel terbanyak diperoleh dari stambuk 2008 tepatnya 34.56%
sementara sampel terecil dari stambuk 2009 dengan 21 % atau sejumlah 17 responden.
Harian KOMPAS
Untuk melihat intensitas responden dalam membaca atau memahami madia massa yang dijadikan sebagai alat atau sarana, yakni harian KOMPAS, maka peneliti mengajukan beberapa pertanyaan berikut:
Tabel III.3
Frekuensi responden membaca harian KOMPAS dalam satu minggu Frekuensi membaca harian
KOMPAS frekuensi Persentase (%) Sangat sering 11 13.60 % Sering 28 34.55 % Jarang 26 32.10 % Tidak pernah 16 19.75 % Jumlah 81 orang 100 %
Untuk melihat frekuensi masing-masing responden membaca harian KOMPAS, peneliti mengkategorikan dengan kategori; sangat sering untuk 5-7 kali dalam satu minggu, sering; untuk 3-4 kali dalam satu minggu, jarang; untuk 1-2 kali dalam satu minggu, dan tidak pernah; untuk 0 kali. Dari hasil penelitian yang diperoleh bahwa sekitar 48 % dapat dikatakan mahasiswa teknik sebagai pembaca setia harian KOMPAS dengan frekuensi antara 3-7 kali dalam satu minggu. Dan sekitar 32.10 % merupakan pembaca biasa dengan frekuensi 1-2 kali dalam satu minggu, selebihnya sekitar 16 orang sama sekali tidak pernah membaca harian KOMPAS.
Selanjutnya pada tabel dibawah berikut ini akan disajikan tanggapan responden atas pertanyaan keakuratan dan aktualan penyampaian informasi dalam harian KOMPAS.
Tabel III.4
Tanggapan responden terhadap kualitas penyampaian informasi dalam harian KOMPAS
Tanggapan terhadap penyampaian informasi harian
KOMPAS
frekuensi Persentase
(%)
Sangat aktual dan akurat 10 15.38 %
Aktual dan akurat 35 53.85 %
Kurang aktual dan akurat 9 13.85 %
Tidak aktual dan akurat 11 16.92 %
Jumlah 65 orang 100 %
Malalui perolehan tabel sebelumnya mengenai frekuensi responden dalam membaca atau mengkomsumsi harian KOMPAS seperti dalam tabel III.3 dapat diambil kesimpulan bahwa yang layak dijadikan responden selanjutnya adalah 65 orang, disebabkan 16 orang lainnya tidak memenuhi kriteria untuk dijadikan responden atau menjawab pertanyaan berikutnya.
Dari 65 responden yang dapat dikatakan sebagai pembaca harian KOMPAS, 53.85 % memberikan pilihan untuk menilai penyampaian informasi yang diberikan oleh harian KOMPAS adalah akurat dan aktual atau setara dengan nilai 3 dengan skor yang ditentukan oleh peneliti.sementara 16.92 %memberikan pilihannya untuk menilai bahwa informasi yang diberikan oleh harian KOMPAS tidak akurat dan aktual. Untuk nilai sangat akurat dan aktual diberikan oleh 10 responden dari total respoden 65, atau sekitar 15.38 %, selebihnya 13.85 % dari total 100 % memberikan nilai kurang aktual dan akurat. Seperti yang tertulis dalam kerangka teoritis bahwa keakuratan dan keaktualan suatu informasi yang diberikan atau yang disajikan oleh media massa merupakan ukuran tingkat kepercayaan massa terhadap media tersebut.
Media cetak KOMPAS salah satu media prestisius di tanah air, yakni media yang sudah memiliki nama dalam masyarakat dipercayai masyakat
keakuratan dan keaktualan informasi yang diberikan. Media massa prestisius adalah media massa yang sudah cukup familiar dalam kalangan masyarakat. Media ini telah berdiri sejak era pemerintahan Sukarno, jadi bukan suatu hal yang luar biasa jika masyarakat sudah tidak asing dengan media massa cetak KOMPAS ini, yang menjadi hal yang luar biasa adalah staregi media ini untuk mempertahankan diri melalui beberapa era pemerintahan dan dengan berbagai tantangan dan halangan termasuk didalamnya pembreidelan surat kabar pada orde lama. Media cetak berskala nasional ini cukup membuktikan jika mereka memang mendapat tempat dalam masyakarat dibuktikan juga dengan perolehan nilai tingkat keakuratan dan keaktualan menurut mahasiswa teknik mesin USU diatas yang hampir 70 % mengatakan media ini akurat dan aktual.
Setelah mengetahui bagaimana tanggapan responden mengenai informasi yang disajikan oleh harian KOMPAS, maka selanjutnya adalah kita akan melihat bagaimana frekuensi responden dalam membaca dan mengkomsumsi berita-berita atau informasi politik yang diberikan oleh harian KOMPAS.Sebelum membuat kategori tersebut dalam tabel, terlebih dahulu harus diketahui apa yang dimaksud dengan berita; menurut Dean M Lyle Spencer yang dimaksud dengan berita adalah suatu kenyataan atau ide yang benar yang dapat menarik perhatian sebagian besar pembaca.111 Sementara pakar komunikasi lainnya seperti William S maulsby mengatakan bahwa berita itu adalah suatu penuturan secara benar dan tidak memihak dari fakta yang mempunyai arti penting dan baru saja terjadi, yang dapat menarik perhatian pembaca surat kabar.112
. Menurut Djafat Assegaff sebagai ilmuan komunikasi Indonesia, pengertian berita adalah laporan tentang fakta atau ide yang termasa (baru), yang dipilih oleh staff redaksi suatu harian untukdisiarkan, yang dapat menarik perhatian pembaca. Entah karena luar biasaentah karena pentingnya, atau
Ada keaktualan didalamnya atau dengan istilah komunikasi lainnya timelines
111
Jeniri Amir, Belajar Menjadi Wartawan, Jakarta: PTS Profesional, 2006, hal.24. 112
Djafar H Assegaff, Jurnalistik Masa Kini:Pengantar Keprakter Kewartawanan, Jakarta: Ghlia Indonesia, 1983, hal.24.
akibatnya, entah pula karena ia mencakup segi-segi human interest seperti humor, emosi dan ketegangan.113
Kelompok berita
Peneliti mengelompokkan berita-berita politik yang hendak diteliti dalam 4 kelompok, yakni: berita-berita dan informaasi-informasi mengenai;1.pemilu dan KPU ( komisi pemilihan umum), 2.legislatif, 3.partai pemilu 2009, 4.calon legislatif. Tabel berikut akan menggabarkan berapa banyak mucul atau ditampilkan perihal berita-berita tersebut dalam harian KOMPAS periode Januari 2009- Maret 2009.
Tabel III.5
Frekuensi kemunculan berita-berita politik dalam harian KOMPAS periode Januari 2009-Maret 2009
Periode/bulan
total
Januari Februari Maret
Pemilu dan KPU 29 34 32 95 Legislatif 5 8 10 23 Partai politik 6 9 16 31 Calon Legislatif 3 10 17 30
Frekuensi kemunculan berita-berita politik yang disebutkan diatas tampak jelas memperlihatkan, semakan dengan hari yang ditetapkan untuk pemilu legislatif, maka semakin tinggi tingkat kemunculannya. Namun pada kategori berita-berita KPU (komisi pemilihan umum) tidak begitu jelas perbedaannya, ini disebabkan terdiri dari dua kategori berita dan pemilu dan KPU inilah yang menjadi informasi atau berita sentral yang banyak diburu oleh komsumen atau membaca dikalangan masyarakat.
113
Djafat H Assegaff, Perlawanan Dalam Kungkungan: Menegakkan Mutu dan Profesionalisme Pers, Michigan: 2002, hal.15.
Ketiga kategori berita lainnya, seperti mengenai; legislatif, partai politik, dan calon legislatif mengalamai grafil yang menaik dari periode Januari hingga ke Februari hingga akhirnya ke Maret merupakan kemunculan yang paling tinggi diantara ketiga peride ini. Frekuensi kemunculan berita-berita mengenai partai- partai politik dan berita-berita mengenai calon legislatif tidak jauh berbeda, ini disebabkan calon legislatif tidak pernah terlepas dari partai yang mengusungnya, demikian sebaliknya. Untuk berita-berita pemilu dan Komisi Pemilihan Umum memiliki frekuensi 95 kali muncul, artinya lebih dari satu kali dalam satu hari atau lebih dari satu tulisan atau berita mengenai hal ini muncul setiap harinya.
Berita-berita politik yang termuat dalam harian KOMPAS ini dapat kita jumpai atau dapat kita lihat, pada: Berita utama; Politik dan hukum; Mandat rakyat 2009; Sumatera bagian utara
Tabel III.6
Frekuensi mahasiswa membaca berita-berita politik yang dimasukkan dalam berbagai kategori berita politik yang diteliti
No Kelompok Berita
Pemilu & KPU Legislatif Partai Politik Caleg
1 1 1 3 2 2 1 3 2 2 3 3 3 2 1 4 3 1 2 2 5 1 1 1 1 6 3 1 3 1 7 1 1 2 1 8 4 4 2 4 9 3 1 2 2 10 4 1 4 4 11 1 2 4 4
Lanjutan tabel III.6 12 2 2 3 2 13 3 1 1 1 14 2 1 1 1 15 4 1 2 3 16 3 1 2 1 17 1 2 2 1 18 1 4 4 4 19 4 4 4 4 20 3 2 1 4 21 1 2 1 1 22 1 1 1 1 23 2 1 3 4 24 2 1 1 2 25 1 2 4 4 26 1 1 1 1 27 1 1 1 3 28 4 1 1 2 29 1 1 1 4 30 2 1 1 3 31 4 1 2 2 32 4 1 1 3 33 3 1 1 1 34 1 1 1 1 35 1 1 1 1 36 2 2 2 2 37 2 2 2 2 38 3 2 2 3 39 1 3 4 1
Lanjutan tabel III.6 40 4 3 4 1 41 2 2 1 1 42 2 1 2 1 43 1 1 1 2 44 1 2 1 2 45 1 3 4 2 46 4 1 4 4 47 4 1 4 2 48 2 2 2 2 49 3 2 1 3 50 1 2 3 1 51 4 1 1 1 52 1 2 1 1 53 1 1 1 1 54 1 1 1 2 55 1 1 1 1 56 1 2 1 4 57 1 2 2 4 58 4 2 1 2 59 2 3 2 1 60 3 3 1 1 61 2 1 1 3 62 2 3 3 4 63 2 1 4 1 64 1 2 4 1 65 3 3 2 1 Total 139 111 131 135
Tabel III.6 tersebut adalah tabel frekuensi responden (mahasiswa teknik mesin USU) membaca atau mengkomsumsi berita-berita politik yang termuat dalam harian KOMPAS. Skor-skor yang diperoleh berdasarkan rata-rata membaca berita-berita perkategori berita politik per minggu.
Catatan:
Sangat sering untuk ≥7 kali Sering; untuk 5-6 kali Jarang; untuk 3-4 kali Sangat jarang 1-2 kali. (Rata-rata per minggu)
Tabel distribusi yang disajikan diatas menjelaskan bahwa berita-berita politik yang banyak dikomsumsi atau dibaca oleh mahasiswa teknik mesin Universitas Sumatera Utara adalah mengenai Pemilu dan Komisi Pemilihan Umum yang dibaca sebanayak sekitar 139 kali dalam satu minggu oleh sebanyak 65 responden. Dan berita-berita politik yang paling sedikitdibaca oleh mahasiswa teknik mesin adalah mengenai Legislatif, tidak dapat dijelaskan dalam penelitian ini mengapa responden lebih tertarik terhadap berita-berita lainnya. Dua kategori berita lainnya yakni mengenai partai politik dan calon legislatif, mendapt respon yang sama, dibaca sebanyak 131 dan 135 kali dalam satu minggu.
Data-data tersebut diatas menunjukkan bahwa komsumsi media cetak atau komsumsi berita-berita politik oleh mahasiswa eksakta khususnya, teknik mesin sebagai objek penelitian ini, dapat dikatakan komsumsi tinggi. Artinya bahwa ada minat atau ketertarikan oleh mahasiswa-mahasiswa teknik mesin untuk mengetahui perkembangan dan mengikuti perkembangan perpolitikan nasional maupun lokal.
Dari total sampel 81 orang yang lanyak dijadikan responden hanyak sebanyak 65 mahasiswa, seperti yang telah diungkapkan diatas bahwa mahasiswa 16 lainnya tidak memenuhi kriteria untuk dijadikan responden, disebabkan mereka sama sekali tidak membaca berita-berita politik yang disajikan oleh harian KOMPAS. Kemungkinannya adalah bahwa mereka sama sekali tidak tertarik
dengan hal-hal yang berbau politik atau dengan kemungkinan lain, yakni memperoleh informasi atau berita-berita politk dari media-media massa lainnya.
Sebagai tujuan dari penelitian ini, yakni hendak melihat dan mengetahui bagaimana hubungan antara mengkonsumsi berita-berita politik pada media cetak/ harian KOMPAS terhadap pengetahuan politik mahasiswa, maka selanjutnya yang akan disajikan adalah tabel distribusi frekuensi pengetahuan politik mahasiswa yang diketahui melalui mengisian kuesioner. Beberapa pertanyaan yang diajukan seputar berita-berita politik yang pernah ditampilkan pada harian KOMPAS adalah sebagai berikut:
PENGETAHUAN POLITIK