• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERBEDAAN ANTAR MEREK

A. Karakteristik Responden

Pengelompokkan konsumen merupakan hal yang penting dalam pemasaran guna mengetahui konsumen sasaran yang tepat bagi produknya yang dalam penelitian ini adalah minyak goreng. Masyarakat terdiri dari kelompok kecil yang dicirikan oleh adanya perbedaan perilaku antar kelompok kecil tersebut. Perbedaan kelompok tersebut berdasarkan kepada perbedaan karakteristik sosial, ekonomi dan demografi konsumen. Beberapa karakteristik demografi yang sangat penting untuk memahami konsumen adalah jenis kelamin, umur, pekerjaan, pendidikan, pendapatan dan jumlah anggota keluarga (Sumarwan, 2003). Hasil penelitian menunjukkan karakteristik konsumen minyak goreng di pasar tradisional Kabupaten Boyolali adalah sebagai berikut :

1. Karakteristik Responden Menurut Jenis Kelamin

Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 100 orang responden yang diambil sebagai sampel, terdiri dari perempuan dan laki-laki. Perbandingan jumlah responden perempuan dan laki-laki dapat dilihat pada Tabel 13.

Tabel 13. Karakteristik Responden Menurut Jenis Kelamin

Jenis Kelamin Responden Persentase (%)

Perempuan Laki-laki 92 8 92 8 Jumlah 100 100

Sumber : Diadopsi dari Lampiran 1

Berdasarkan Tabel 13 diketahui bahwa dari 100 responden, jumlah responden perempuan lebih banyak dari pada responden laki-laki yaitu sebanyak 92 orang, sedangkan responden laki-laki hanya 8 orang. Jumlah responden perempuan lebih dominan daripada responden laki-laki terjadi karena pada umumnya perempuan lebih memperhatikan kebutuhan anggota keluarga terutama dalam memenuhi kebutuhan konsumsi rumah tangga. Minyak goreng juga merupakan salah satu kebutuhan pokok yang

sering digunakan oleh perempuan khususnya ibu rumah tangga dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari, sehingga peran perempuan dalam keputusan pembelian minyak goreng sangat besar. Hal ini ditunjukkan dengan peran perempuan yang pada umumnya lebih melibatkan diri dalam memutuskan pembelian minyak goreng dari pada laki-laki. Namun dalam penelitian ini masih ditemui sebagian kecil laki- laki sebagai konsumen minyak goreng dengan alasan istri sedang bekerja atau seorang yang sedang mengisi waktu luang dengan membantu istri berbelanja.

2. Karakteristik Responden Menurut Kelompok Umur

Memahami umur konsumen merupakan hal yang penting dalam pemasaran suatu produk. Perbedaan umur akan mengakibatkan perbedaan selera dan kesukaan konsumen terhadap merek (Sumarwan, 2003). Pemasar minyak goreng perlu mengetahui komposisi umur penduduk di suatu wilayah yang dijadikan target pasarnya guna menunjang keberhasilan pemasaran minyak goreng. Karakteristik responden dari konsumen minyak goreng di pasar tradisional Kabupaten Boyolali menurut kelompok umur dapat dilihat pada Tabel 14.

Tabel 14. Karakteristik Responden Menurut Kelompok Umur

Umur (Tahun) Responden Persentase (%)

19-24 2 2 25-35 20 20 36-50 60 60 51-65 17 17 > 65 1 1 Jumlah 100 100

Sumber : Diadopsi dari Lampiran 1

Tabel 14 menunjukkan bahwa sebagian besar konsumen minyak goreng di pasar tradisional Kabupaten Boyolali adalah konsumen pada kelompok umur antara 36-50 tahun sebesar 60% yaitu 60 responden.

Menurut Sumarwan (2003), kelompok umur tersebut merupakan kelompok umur separuh baya. Kelompok umur tersebut pada umumnya cenderung berpikir rasional dimana konsumen mengerti tentang minyak goreng yang akan dipilih yaitu sesuai dengan selera konsumen dan memiliki pertimbangan tertentu dalam mengambil keputusan pembelian minyak goreng. Pertimbangan tersebut seperti mengenai kejernihan, warna, merek dan harga minyak goreng yang akan dibeli konsumen. Sedangkan usia antara 51-65 dan > 65 tahun pada umumnya merupakan konsumen yang cenderung tidak memiliki banyak pertimbangan dalam pembelian melainkan berdasarkan kebiasaan konsumen yang sudah sering konsumen lakukan pada setiap pembelian minyak goreng.

3. Karakteristik Responden Menurut Tingkat Pendidikan

Pemasar harus memahami kebutuhan konsumen dengan tingkat pendidikan yang berbeda. Tingkat pendidikan mempengaruhi nilai-nilai yang dianut, cara pandang, cara berpikir bahkan persepsinya terhadap suatu masalah (Sumarwan, 2003). Selain itu tingkat pendidikan juga menentukan seseorang dalam menerima pengetahuan dan informasi. Konsumen yang memiliki pendidikan lebih baik akan responsif terhadap informasi, selain itu juga mempengaruhi konsumen dalam memilih produk maupun merek. Karakteristik responden menurut tingkat pendidikan dapat dilihat pada Tabel 15.

Tabel 15. Karakteristik Responden menurut Tingkat Pendidikan

Tingkat Pendidikan Jumlah Responden Persentase (%)

SD 23 23 SMP 29 29 SMA 33 33 D1 2 2 D3 8 8 S1 5 5 Jumlah 100 100

Irianto (2007) dalam penelitiannya mengatakan bahwa tempat pembelian di pasar tradisional lebih banyak dilakukan konsumen dengan tingkat pendidikan SMP dan SMA. Berdasarkan Tabel 15 dapat diketahui bahwa jumlah responden berdasarkan tingkat pendidikan tertinggi adalah responden dengan tingkat

pendidikan SMA yaitu sebanyak 33 responden dan diikuti konsumen dengan tingkat pendidikan SMP yaitu 29 orang. Konsumen dengan pendidikan cukup tinggi

memiliki informasi dan pengetahuan yang cukup luas terhadap minyak goreng seperti harga, kejernihan, warna dan ukuran volume minyak goreng yang selanjutnya dipertimbangkan untuk sampai pada keputusan pembelian minyak goreng. Hal ini mempengaruhi konsumen dalam proses pengambilan keputusan pembelian minyak goreng.

4. Karakteristik Responden menurut Mata Pencaharian

Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumen minyak goreng di pasar tradisional Kabupaten Boyolali terdiri dari beragam mata pencaharian.

Karakteristik responden berdasarkan mata pencaharian dapat dilihat pada Tabel 16.

Tabel 16. Karakteristik Responden Menurut Mata Pencaharian

Mata Pencaharian Responden Persentase (%)

Ibu Rumah Tangga 28 28

PNS 12 12

Wiraswasta 54 54

Swasta 6 6

Jumlah 100 100

Sumber : Diadopsi dari Lampiran 1

Berdasarkan Tabel 16 dapat dilihat bahwa sebagian besar konsumen bermatapencaharian sebagai wiraswasta seperti pedagang sayur, pedagang buah,

pedagang pakaian, penyetor susu, home industry dan penjahit yaitu sebanyak 54 responden diikuti ibu rumah tangga yaitu sebanyak 28 responden. Pekerjaan wiraswasta yang tidak terpaku dengan waktu cenderung memiliki waktu luang yang lebih banyak untuk berbelanja. Waktu lebih banyak yang dimiliki konsumen, menjadikan konsumen lebih memperhatikan dan mempertimbangkan atribut minyak goreng yang akan dibelinya. Konsumen memilih berbelanja di pasar tradisional karena pada umumnya tempat bekerja mereka berada di sekitar atau dekat dengan pasar tradisional. Sedangkan kegiatan ibu rumah tangga sehari-hari adalah mengurus rumah tangga sehingga memiliki waktu yang lebih banyak untuk mengatur pengeluaran atau kebutuhan keluarga, termasuk salah satunya

berbelanja minyak goreng untuk memenuhi kebutuhan keluarga. 5. Karakteristik Responden menurut Pendapatan Rumah Tangga

Pendapatan adalah sumber daya material yang sangat penting bagi konsumen, karena dengan pendapatan konsumen dapat membiayai konsumsinya. Jumlah pendapatan menggambarkan besarnya daya beli dari seorang konsumen. Daya beli akan menggambarkan banyaknya minyak goreng yang dapat dibeli oleh konsumen. Oleh karena itu, pemasar minyak goreng perlu mengetahui pendapatan konsumen yang menjadi sasaran pasarnya (Sumarwan, 2003). Pendapatan yang diukur dari semua pendapatan yang diterima oleh semua anggota keluarga konsumen. Karakteristik responden menurut pendapatan rumah tangga dapat dilihat pada Tabel 17.

Tabel 17. Karakteristik Responden Menurut Pendapatan Rumah Tangga Pendapatan ( Rupiah) Responden Persentase (%)

1.000.000 – 2.000.000 55 55

2.000.000 – 3.000.000 8 8

> 3.000.000 1 1

Jumlah 100 100

Sumber : Diadopsi dari Lampiran 1

Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumen minyak goreng di pasar tradisional Kabupaten Boyolali berasal dari berbagai golongan mulai dari tingkat pendapatan rendah, menengah bawah hingga menengah atas karena memang minyak goreng merupakan salah satu kebutuhan pokok. Berdasarkan Tabel 17 dapat diketahui bahwa sebagian besar konsumen mempunyai pendapatan rumah tangga Rp 1.000.000–2.000.000 yaitu 55 responden dan diikuti konsumen dengan pendapatan <Rp 1.000.000 yaitu 36 responden yang pada umumnya merupakan wiraswasta. Meskipun tingkat pendapatan konsumen tersebut mampu untuk berbelanja di pasar modern seperti swalayan, konsumen lebih memilih

berbelanja dipasar tradisional dengan alasan lebih dekat dengan tempat bekerja mereka. Selain itu juga terdapat minyak goreng curah yang dapat dibeli oleh sebagian konsumen yang ukuran volume pembeliannya dapat disesuaikan dengan daya beli konsumen pada saat pembelian, mudah ditawar dan sekaligus berbelanja kebutuhan yang lain. Hal ini menunjukkan bahwa karakteristik konsumen menurut pendapatan mempengaruhi proses keputusan dan pola konsumsinya minyak goreng. 6. Karakteristik Responden menurut Jumlah Anggota Keluarga

Jumlah anggota keluarga merupakan salah satu faktor yang

mempengaruhi proses keputusan dalam pembelian minyak goreng. Besar keluarga dibagi menjadi tiga kategori sesuai BKKBN (1998) dalam Kurniawati (2005) yaitu keluarga kecil yang terdiri 1-4 orang, keluarga sedang terdiri dari 5-6 orang dan

keluarga besar yang terdiri dari > 7 orang. Karakteristik responden menurut jumlah anggota keluarga dapat dilihat pada Tabel 18.

Tabel 18. Karakteristik Responden Menurut Jumlah Anggota Keluarga Jumlah Anggota

Keluarga (orang)

Responden Persentase (%)

Rata-rata jumlah konsumsi per bulan (L)

1-4 76 76 2,52

5-6 19 19 3,64

> 7 5 5 5,40

Jumlah 100 100 3,85

Sumber : Diadopsi dari Lampiran 1

Berdasarkan Tabel 18 diketahui bahwa sebagian besar konsumen minyak goreng di pasar tradisional Kabupaten Boyolali mempunyai jumlah anggota keluarga 1-4 orang yaitu 76 responden. Rumah tangga dengan jumlah anggota 1- 4 orang dikategorikan sebagai keluarga kecil. Setiap anggota keluarga memiliki pengaruh terhadap proses pembelian barang kebutuhan rumah tangga termasuk minyak goreng seperti perbedaan selera dari anggota keluarga. Namun demikian, minyak goreng merupakan kebutuhan pokok yang fungsinya tidak tergantikan oleh produk yang lain sehingga menuntut suatu rumah tangga untuk memenuhinya. Peran perempuan sebagai ibu rumah tangga dianggap sebagai pengambil keputusan yang dominan mengenai jenis dan merek minyak goreng yang akan dikonsumsi suatu rumah tangga.

B. Keterlibatan Konsumen Dalam Proses Pengambilan Keputusan

Dokumen terkait