IV. METODE PENELITIAN
5.2 Karakteristik Umum Responden
Karakteristik responden yang dianalisis dalam penelitian ini meliputi usia, jenis kelamin, pendapatan, pendidikan, dan pekerjaan. Karakteristik responden yang telah diidentifikasi memberi informasi pegaruh pribadi dalam proses pembilian ikan lele.
5.2.1 Usia
Kelompok umur dalam penelitian ini dibagi menjadi 7 kelas sesuai dengan perhitungan statistik atau sebaran distribusi frekuensi (Nazir M 1999) berdasarkan jumlah sampel yang diamati. Selang kelas didapat dari selisih umur maksimum sampel dengan umur minimum sample dibagi dengan jumlah kelas didapat 7 Kelompok umur yang melakukan pembelian ikan lele yaitu usia 19-26 tahun, 27-34 tahun, 35-42 tahun, 43-50 tahun, 51-58 tahun, 59-66 tahun dan 67-74 tahun. Karakterisrik reponden berdasarkan usia dapat dilihat pada Tabel 8.
Tabel 8. Karakteristik Responden Berdasarkan Usia, Tahun 2008
No Usia (Tahun) Jumlah (Orang) Persentase (%)
1 19-26 6 10 2 27-34 24 40 3 35-42 14 23.33 4 43-50 8 13.33 5 51-58 4 6.67 6 59-66 2 3.33 7 67-74 2 3.33
Sumber: Data Primer, diolah 2008
Berdasarkan hasil penelitian pada Tabel 8 menunjukkan kelompok usia terbanyak adalah kelompok usia 27-34 tahun yaitu sebanyak 24 orang atau 23.33% yang termasuk dalam usia produktif. Kelompok usia dengan jumlah paling sedikit adalah 59-66 tahun dan 67-74 tahun, yaitu sebanyak 2 orang atau 3.33%. Responden pada selang 27-34 mendominasi jumlah responden hal ini dikarenakan para responden di Kecamatan Ciseeng adalah kelurga yang relatif baru, sehingga keputusan pembelian dilakukan oleh ibu atau bapak yang umumnya masih berusia muda.
5.2.2 Jenis Kelamin
Dalam penelitian ini responden dibagi menjadi dua kelompok berdasarkan jenis kelaminnya, yaitu laki-laki dan perempuan. Karakteristik responden
berdasarkan jenis kelamin dapat dilihat pada Tabel 9.
Tabel 9. Karakteristik Responden berdasarkan Jenis Kelamin Tahun 2008
Jenis Kelamin Jumlah (orang) Persentase (%)
Laki-laki 22 36.67
Perempuan 38 63.33
Sumber: Data Primer, diolah 2008
Berdasarkan hasil penelitian pada Tabel 9 menunjukkan bahwa jenis kelamin perempuan mendominasi jumlah responden dengan jumlah 38 orang atau 63,33%, sedangkan responden laki-laki sebanyak 22 orang atau 36,67%. Jumlah responden. perempuan lebih mendominasi karena pada umumnya perempuan sebagai agent of family (Engel JF et al. 1994) memiliki peranan sebagai pihak yang bertanggung jawab menyediakan dan menyiapkan kebutuhan rumah tangga terutama dalam menyediakan makanan dalam sebuah rumah tangga, sehingga kegiatan belanja lebih banyak dilakukan oleh perempuan.
5.2.3 Tingkat Pendidikan
Tingkat pendidikan adalah salah satu faktor yang mempengaruhi kelas sosial seseorang, dimana kelas sosial menunjukkan preferensi seseorang atas produk yang berbeda-beda di sejumlah bidang (Kotler P 2003). Dalam penelitian ini tingkat pendidikan responden dibagi menjadi enam kelompok, yaitu Tidak tamat SD, SD, SLTP, SLTA, dan Diploma,. Karakteristik responden berdasarkan tingkat pendidikan dapat dilihat di Tabel 10.
Berdasarkan hasil penelitian pada Tabel 10 menunjukkan tingkat
pendidikan responden didominasi oleh tingkat pendidikan SD dengan jumlah 29 orang atau 48,33%, sedangkan yang paling sedikit, yaitu pada tingkat pendidikan Diploma dengan jumlah 4 orang atau 6,67%. Hal ini tampak bertentangan dengan asumsi pada umumnya, yang menyatakan bahwa tingkat pendidikan yang cukup
35
tinggi merupakan indikator tinggi pula tingkat pengetahuan responden, menurut Sumarwan (2003) pengetahuan yang baik mengenai suatu produk akan
mendorong seseorang untuk menyukai produk.
Tabel 10. Karakteristik Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan Tahun 2008.
Jumlah
No Pendidikan Orang Persentase (%)
1 SD 29 48.33 2 SMU 11 18.33 3 SLTP 9 15.00 4 Tidak tamat SD 7 11.67 5 Diploma 4 6.67 Jumlah 60 100.00
Sumber: Data Primer, diolah 2008
5.2.4 Pekerjaan
Menurut Kotler P (2003), pekerjaan seseorang mempengaruhi pola
konsumsinya. Dalam penelitian ini karakteristik responden berdasarkan pekerjaan dibagi kelompok, yaitu karyawan swasta, ibu rumah tangga, buruh, petani,
wiraswata, dan PNS. Sebaran karakteristik responden berdasarkan pekerjaannya dapat dilihat pada Tabel 11.
Tabel 11. Karakterisitk Responden Berdasarkan Pekerjaan Tahun 2008
Jumlah
No Pekerjaan Orang Persentase (%)
1 Buruh 17 28.33
2 Ibu Rumah Tangga 14 23.33
3 Petani 10 16.67
4 Wiraswasta 10 16.67
5 Karyawan 8 13.33
6 PNS 1 1.67
Jumlah 60 100.00
Sumber: Data Primer, diolah 2008
Berdasarkan hasil penelitian pada Tabel 11 menunjukkan bahwa pekerjaan sebagai buruh memiliki jumlah terbesar yaitu sebesar 17 orang atau 28,33% sedangkan pekerjaan sebagai PNS memiliki jumlah dan persentase terkecil dari keseluruhan responden yaitu sebesar 1 orang atau 1,67 %. Pekerjaan sebagai buruh adalah pekerjaan dengan jumlah terbanyak dalam penelitian ini dikarenakan banyaknya usaha-usaha yang berskala kecil mau pun sedang di Kecamatan
Ciseeng. Hal ini berkorelasi positif dengan tingkat pendidikan. Bila merujuk Tabel 10 tingkat pendidikan responden sebagian besar adalah lulusan SD yang minim akan pengetahuan dan keterampilan untuk mendapatkan pekerjaan lebih tinggi dari pekerjaan sebagai buruh. Berdasarkan Tabel 11, responden yang sebagaian besar ibu rumah tangga juga memiliki persentase yang cukup besar yaitu sebesar 14 orang atau 23,33% karena pada umumnya ibu rumah tangga bertanggung jawab dalam pemilihan makanan yang akan dikonsumsi oleh
keluarganya. Sama halnya dengan pekerjaan sebagai buruh, pekerjaan sebagai ibu rumah tangga tidak membutuhkan tingkat pendidikan yang tinggi, jadi walaupun hanya lulusan SD, seorang wanita dapat menjadi ibu rumah tangga asalkan memiliki rasa kasih sayang tinggi terhadap keluarga.
5.2.5 Pendapatan
Menurut Kotler P (2003), pilihan produk sangat dipengaruhi oleh keadaan ekonomi seseorang, dalam hal ini pendapatan yang dapat dibelanjakan.
Pendapatan adalah sumberdaya material yang sangat penting bagi konsumen karena dengan pendapatan itulah, konsumen bisa membiayai kegiatan konsumsinya (Sumarwan U 2003).
Berdasarkan hasil analisis statistik dengan metode simpangan baku, pendapatan responden per bulan kurang dari sama dengan Rp636.829,47 masuk dalam kelas bawah, responden dengan pendapatan antara Rp636.829,47 sampai dengan Rp1.083.170.52 termasuk dalam kelas menengah, sedangkan konsumen dengan pendapatan lebih besar sama dengan Rp1.083.170.52 termasuk dalam kelas atas. Besarnya standar deviasi yaitu Rp1.437.945,00. Rata-rata pendapatan responden secara keseluruhan adalah Rp2.095.000 dengan pendapatan minimum Rp100000,00 dan maksimum Rp2.500.000,00 per bulan.
Dari Tabel 12 dapat dilihat bahwa pendapatan konsumen umumnya berkisar antara Rp636.829,47 sampai dengan Rp1.083.170.52 sebanyak 28 orang (40%) dari total keseluruhan responden. Selanjutnya diikuti pendapatan kurang dari sama dengan Rp636.829,47 sebanyak 21 orang (33,33%) dari total
keseluruhan responden. Hal ini berkolerasi postif dengan karakteristik responden bila dilihat dari tingkat pendidikan dan pekerjaannya. Rendahnya tingkat
37
pendidikan rata-rata responden yang sebagian besar adalah lulusan SD,
mengakibatkan sulitnya untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik. Dengan demikian, pekerjaan sebagai buruh dan ibu rumah tangga yang mempunyai upah relatif sedikit menjadi salah satu pilihan untuk menyambung hidup. Sebaran karakteristik responden berdasarkan pendapatannya dapat dilihat pada Tabel 12.
Tabel 12. Karakterisitk Responden Berdasarkan Pendapatan Tahun 2008
Selang Kelas Jumlah (Orang) Persentase (%)
>Rp1.083170.53 11 18.33
Rp1.083170.52- Rp.636829.47 28 46.67
<Rp. 636.829.47 21 35.00
Jumlah 60 100.00
Sumber: Data Primer, diolah 2008