• Tidak ada hasil yang ditemukan

BIOGRAFI RAMADHAN AL-BUTI

2. Karir dan Karya al-Buti

Guru pertama bagi al-Buti adalah ayahnya. Ayahnya menanamkan pendidikan sejak kecil dan membesarkannya dengan wawasan keilmuan serta disiplin yang ketat. Al-Buti dianugerahi kecerdasan dan daya ingatan yang mengagumkan. Al-Buti menamatkan hafalan Alquran dalam waktu enam bulan pada usia enam tahun dan hafal Alfiyah Ibn Malik dalam jangka waktu kurang dari satu tahun.47

Ayahnya sangat gembira dengan keberhasilan al-Buti menuntaskan hapalan Alquran dalam waktu enam bulan. Bahkan, ketika itu ayahnya mengadakan perayaan besar untuk merayakan kegembiraan dan wujud rasa syukur yang dicapai oleh putranya. Ayahnya pun memberikan hadiah kepada guru mengaji al-Buti sebesar empat lira emas.48

46Mohammad Mufid, Nalar Ijtihad Fiqh Muammad Sa‘id Ramadan

Al-Buti (Banjarmasin: Antasari Press, n.d.)., h. 27.

47Al-Buti, Hadza Walidi: Al-Qishshat Al-Kamilah Hayat Al-Syikh

Mula Ramadhan Al-Buthi Min Wiladatih Ila Wafatih., h. 56.

48Mufid, Nalar Ijtihad Fiqh Muammad Sa‘id Ramadan Al-Buti., h. 28-29.

~ 35 ~

Al-Buti menamatkan pendidikan al-Ibtidaiyah, lalu ayahnya mendaftarkan al-Buti di Ma‘had al-Taujih al-Islami di daerah Maidan, Damaskus, dengan pengawasan seorang mahaguru al-‘Allamah Syekh Hasan Habannakah al-Maidani. Syekh Hasan mengetahui pada diri al-Buti terdapat kecerdasan yang menonjol. Oleh karena itu, Syekh Hasan memperhatikan dan menjadikannya fokus pengawasan. Al-Buti dapat menamatkan pendidikan ma‘had dan meraih ijazah al-Tsanawiyah al-Syar‘iyah pada tahun 1953 M/1373 H.49

Al-Buti meneruskan pendidikannya dengan spesialisasi Ilmu Syariah di Fakultas Syariah, Universitas al-Azhar di Kairo sampai memperoleh ijazah Licence (Lc) pada tahun 1955 M/1357 H. Al-Buti mengikuti pendidikan diplomanya (setingkat S2) di Fakultas Bahasa Arab. Pada tahun 1965 M/1395 H, al-Buti menyelesaikan program doktornya di Universitas al-Azhar dengan predikat mumtaz syarf ‘ula. Al-Buti menulis disertasi yang berjudul Dhawabit al-Mashlahah fi al-Syari‘ah al-Islamiyah dan mendapatkan rekomendasi dari Universitas al-Azhar sebagai karya tulis yang layak dipublikasikan.50

49 Wahbah al-Zuhaili, Muhammad Sa‘id Ramadhan Al-Buti; Buhuts

Wa Maqalat Mihdah Ilaih (Damaskus: Dar al-Fikr, 2002)., h. 13.

50Mufid, Nalar Ijtihad Fiqh Muammad Sa‘id Ramadan Al-Buti; Wahbah al-Zuhaili, Muhammad Sa‘id Ramadhan Al-Buti; Buhuts Wa

~ 36 ~

Al-Buti menguasai berbagai disiplin ilmu. Secara khusus, al-Buti menekuni sastra dan mempelajari filsafat dan ilmu debat untuk menghadapi pemikiran para atheis dan ahli bid’ah karena mencintai keluhuran ajaran Islam. Berbagai dialog yang menghadirkannya menjadi bukti bahwa al-Buti adalah tipikal ulama pemikir yang tenang, memiliki ketajaman analisis dan kedalaman pandangan.51

Al-Buti menjadi dosen pada Fakultas Syariah di Universitas Damaskus. Al-Buti meraih gelar profesor52 pada tahun 1975 M/1405 H. Al-Buti menjadi wakil dekan di Universitas Damaskus, lalu menjadi dekan pada tahun 1977 M/1407 H. Al-Buti sering menghadiri berbagai muktamar penting dunia Islam seperti di Aljazair, Arab Saudi, Emirat Arab, Bahrain, dan Turki serta belahan lain dunia Barat. Al-Buti pernah menjabat sebagai anggota Lembaga Kajian Peradaban Islam (‘Adhuw Majlis Malaki li Buhuts al-Hadharah al-Islamiyah) milik kerajaan di Yordania dan anggota Majelis Tertinggi (‘Adhuw al-Majlis al-A‘la) di Oxford.53

Al-Buti aktif memberikan pengajian di beberapa masjid di Damaskus. Pengajian minggu malam kitab al-Hikam li ‘Athaillah Sakandari dan kamis malam kitab Riyadh

51M. Ilham, “Konstruksi Maslahat Muhammad Sa’id Ramadhan Al-Buthi Dan Implikasinya Terhadap Wacana Ijtihad Kontemporer” (Makassar: UIN Alauddin Makassar, 2020)., h. 35.

52Profesor merupakan pangkat dosen tertinggi di perguruan tinggi; guru besar; mahaguru.

53Wahbah al-Zuhaili, Muhammad Sa‘id Ramadhan Al-Buti; Buhuts

~ 37 ~

Shalihin li al-Imam al-Nawawi di Masjid al-Iman Damaskus selalu dipenuhi oleh ribuan kaum muslimin.54

Al-Buti memiliki karya yang banyak, di antaranya:55

a. Muhadharat fi al-Fiqh al-Muqarin Ma‘a Muqaddimah fi Bayani Asbab Ikhtilaf al-Fuqaha’ wa Ahammiyah Dirasah Fiqh al-Muqarin.

b. Al-Islam Maladz Kull al-Mujtama‘at al-Insaniyah; Limadza wa Kaifa?

c. Al-Jihad fi al-Islam; Kaifa Nafhamuh? wa Kaifa Numarisuh?

d. Al-‘Uqubat al-Islamiyah; Wa ‘Aqduh al-Tanaqud Bainaha wa Baina Ma Yusamma Bithabi‘ih al-‘Ashr. e. Hurriyah al-Insan fi Zhill al-‘Ubudiyatih li Allah. f. Al-Islam wa al-‘Ashr; Tahdiyat wa Afaq.

g. Al-Islam wa Musykilat al-Syabab.

h. Ushul al-Fiqh; Mabahits al-Kitab wa al-Sunnah. i. Ila Kull Fatat Tu’minu bi Allah.

j. Allah am al-Insan; Ayyuhuma Aqdar ‘ala Ri‘ayah Huquq al-Insan.

k. Al-Insan Musayyar am Mukhayyar. l. Al-Insan wa ‘Adalah Allah fi al-Ardh.

54Wahbah al-Zuhaili, Muhammad Sa‘id Ramadhan Al-Buti; Buhuts

Wa Maqalat Mihdah Ilaih., h. 14.

55Mufid, Nalar Ijtihad Fiqh Muammad Sa‘id Ramadan Al-Buti, h. 31-36.; Wahdini, “POLITIK MODERAT : Studi Pemikiran Muhammad Sa’id Ramadhan Al-Buthi.”, h. 84-86.

~ 38 ~

m. Urubah min al-Taqniyah ila al-Ruhaniyah; Musykilah al-Jasr al-Maqthu‘ (Alismutirips Ot Ygolonhcet Mrof Eporue).

n. Bathin Ism; Khathr Akbar fi Hayah al-Muslimin.

o. Tajribah al-Tarbiyah al-Islamiyah fi Mizan al-Bahts. p. Al-Tagyir, Mafhumuh wa Thara’iquh.

q. Haqa’iq ‘an Nasy’ah al-Qaumiyah. r. Al-Hukm al-‘Atha’iyah; Syarh wa Tahlil. s. Hiwar Haul Musykilat Hadhariyah.

t. Al-Hiwar Sabil Ta‘ayusy Ma‘a Ta‘addud wa al-Ikhtilaf.

u. Dirasat Qur’aniyah.

v. Difa‘ ‘an al-Islam wa al-Tarikh.

w. Al-Din wa al-Falsafah aw Baini wa Baina Ra’is Qism al-Falsafah.

x. Zawabi‘ wa Asdad Wara’ Kitab al-Jihad fi al-Islam. y. Al-Sabil al-Wahid fi Zahmah al-Ahdas al-Jariyah. z. Al-Salafiyah Marhalah Zamaniyah Mubarakah, La

Madzhab Islami.

aa. Siyamund bin Adgal; Min Rawa’i‘ Qashash al-Syu‘ub.

bb. Syakhshiyat Istauqafatni.

cc. Dhawabit al-Mashlahah fi al-Syari‘ah al-Islamiyah (disertasi).

dd. ‘Aisyah Umm al-Mu’minin.

~ 39 ~

ff. ‘Ala Thariq al-‘Udah ila al-Islamiyah; Rasm li Minhaj wa Hill li Musykilat.

gg. Fiqh al-Sirah.

hh. Fi Sabil Allah wa al-Haqq. ii. Qadhaya Fiqhiyah Mu‘asharah.

jj. Kubra al-Yaqiniyat al-Kauniyah; Wujud al-Khaliq wa Wazifah al-Makhluq.

kk. Kalimat fi Munasabat.

ll. Al-Lamadzhabiyah; Akhthar Bid‘ah Tuhaddid al-Syari‘ah al-Islamiyah.

mm. Mabahits al-Kitab wa al-Sunnah min ‘Ilm al-Ushul. nn. Muhadharat fi al-Fiqh al-Muqarin.

oo. Madkhal ila> Fahm al-Juzur; Man Ana? wa Limadza? wa Ila Aina?

pp. Al-Madzhab Iqtishadi baina Syuyu‘iyah wa al-Islam.

qq. Al-Mar’ah baina Tugyan al-Nizham al-Garbi wa Lata’if al-Tasyri‘ al-Rabbani.

rr. Mas’alah Tahdid al-Nasl; Wiqayatan wa ‘Ilajan. ss. Masyru‘ Ijtima‘iyah.

tt. Ma‘a al-Nas; Misywarat wa Fatawa. uu. Min Asrar al-Manhaj al-Rabbani.

vv. Min Rawa’i‘ al-Qur’an; Ta’ammulat ‘Ilmiyah wa Adabiyah fi Kitab Allah ‘Azza wa Jalla.

ww. Min al-Fikr wa al-Qalb.

~ 40 ~

yy. Man Huwa Sayyid al-Qadr fi Hayah al-Insan? zz. Manhaj Tarbawi fi al-Qur’an.

aaa. Manhaj al-Hadharah al-Insaniyah fi al-Qur’an.

bbb. Naqdh Auham al-Madiyah al-Jadliyah; al-Diyalkitikiya.

ccc. Hadza Ma Qultuh Amam Ba‘dh Ruasa’ wa al-Muluk.

ddd. Hadza Musykilatuhum.

eee. Hakadza Falnad‘u ila al-Islam. fff. Wa Hadza Musykilatuna. ggg. Yugalitunaka Idz Yaqulun.

Beragam buku tersebut diterbitkan oleh al-Buti selama kiprah intelektual dalam kapasitasnya sebagai ulama kontemporer. Karya-karyanya tidak hanya dinikmati di Timur Tengah, tetapi banyak dikaji di Eropa dan Asia. Hal itu dikarenakan karya-karyanya banyak diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa asing, seperti Bahasa Inggris, Perancis, Jerman, Malaysia dan Indonesia.

Semangat menulis al-Buti tidak memudar. Al-Buti pada usia lanjut pun masih aktif menulis buku dan karya-karya ilmiah sebagai respon terhadap isu-isu aktual dalam kajian keislaman. Semangat menulis tersebut merupakan bagian dari misi da‘wah bi al-qalam-nya, selain merupakan panggilan hati untuk menyebarkan ilmu kepada umat Islam yang butuh kepada ilmu pengetahuan, serta upaya untuk meluruskan syubhat dan kerancuan yang sengaja

~ 41 ~

dimunculkan oleh kaum orientalis untuk menyudutkan atau menyimpangkan pemahaman syariat Islam.

Al-Buti mengemukakan terkait semangatnya itu dalam salah satu karyanya:

َو ِةَباَتِكْلا ىَلَع َمْوَ يْلا ِنُِكِسُْيُ يِذَّلااَم :يِسْفَ ن ُلَأْسََلأ ِنِِإَو

َّمَأ ؟ ِفْيِلْأَّتلا

ُعَّقَوَ تَأ ُتْنُك اَِّمِ ُرَ ثْكَأ اَهْ نِم ُتْلِن ْدَقَ ف ُةَرْهَّشلا ا

ِنَع ُضْيِفُي اَِبِ ُهْنِم ُللها ِنَِمَرْكَا ْدَقَ ف ُلاَمْلا اَّمَأ َو ُعَمْطَأ َو

ْدَقَو ُّقِحَتْسَأ َلَ اَم ُهْنِم ِنَِلاَن ْدَقَ ف ِساَّنلا ُءاَنَ ث اَّمَأ َو,ِةَجاَْلْا

ْ يِخَأ ُتْدَجَو

َنْوُكَي ْنَأ َّلَِإ ِهْيِف َمْعَط َلََو َةَرََثَ َلَ نئَش ُهَّنَأ اًر

56

ِبْيَغْلا ِفاَحِس ِفْلَخ ْنِم ِل ٍمِلْسُم َخَأ ُءاَعُد

Maksudnya:

Saya bertanya kepada diriku: apa yang mendorongku untuk menulis dan menulis dewasa ini? Kalau untuk popularitas sungguh saya mendapatkannya lebih dari yang saya harapkan dan bayangkan. Kalau untuk harta

kekayaan, sungguh Allah swt

menganugerahkanku lebih dari yang saya butuhkan. Kalau untuk dihormati orang, sungguh saya memperoleh lebih dari yang layak saya terima. Pada akhirnya, saya menyadari bahwa semua keinginan yang saya sebut tadi itu sia-sia dan hampa kecuali seuntai doa yang dihadiahkan kepada saya oleh seorang Muslim yang tidak saya kenal.

56Muhammad Sa’id Ramadhan Al-Buti, Al-La Madzhabiyah,

Akhthar Bid’ah Tuhaddid Al-Syari’ah Al-Islamiyah (Damaskus: Dar

~ 42 ~

Al-Buti memiliki gaya akademis dan sentuhan pribadi yang luar biasa. Al-Buti tidak berhubungan dengan Michael Gilsenn yang menulis tentang ‘tipe ideal’ seorang alim yang menegaskan otoritasnya secara murni melalui pengetahuan yang diperoleh dan bukan melalui karakter individualnya, yang mengalami proses pendidikan obyektif dan tidak ditentukan oleh selera dan kebutuhan personal. Akan tetapi, al-Buti menunjukkan kecerdasan kegamaannya dengan suasana kehidupan pribadinya.

3. Tokoh yang Berpengaruh terhadap Pemikiran al-Buti