sangat lancar yang memenuhi syarat sebagai berikut:
1. setiap saat dapat ditukar menjadi kas 2. tanggal jatiih temponya sangat dekat
3. kecil resiko perubahan nilai yang disebabkan perubahan tingkat harga.
Menurut PSAK No. 2 paragraf 5 (2009) mengungkapkan bahwa:
Kas terdiri atas saldo kas dan rekening giro.
Sedangkan setara kas adalah investasi yang sifatnya sangat likuid, beijangka pendek, dan yang dengan cepat dapat dijadikan kas dalam jumlah yang dapat ditentukan dan memiliki risiko perubahan nilai yang tidak signiflkan.
Menurut Oppie mengutip Komarudin Sastradipura (2012,1) mengungkapkan bahwa:
Kas merupakan salah satu perkiraan aktiva dalam neraca yang diwakili oleh uang kertas dan logam, perintah bayar dan cek yang dapat dinegoisasikan, dan saldo bank. Aktiva kas meliputi semua uang yang beredar ditambah dengan alat-alat berupa bukti tertulis mengenai utang yang secara bebas dapat
dipindahtangankan dengan penyerahan.aktiva ini
merupakan harta paling cair, tidak memberikan basil, dan semata-mata untuk tujuan operasional agar bisnis perbankan itu beqalan dengan mulus.Dari definisi-definisi di atas, maka penulis menyimpulkan bahwa kas merupakan suatu aktiva lancar {current assets) yang
meliputi uang logam, uang kertas atau sejenisnya yang bisa
digunakan sebagai alat tukar dan mempunyai dasar pengukuran akuntansi. Kas merupakan asset yang paling lancar/likuid danpaling beresiko, sehingga perlu manajemen kas yang seketat
mungkin untuk menghindari hal-bal yang dapat merugikan perusahaan.2.1.5. Pengelompokan dalam Laporan Arus Kas
1. Aktivitas Operas!
Menurut Fitri Andika Sari (2011) mengutip Syakur, mengungkapkan bahwa,
Aktivitas operasi adalah aktivitas penghasil utama pendapatan perusahaan {principal revenue-producing activities) dan aktivitas lain yang bukan merupakan aktivitas investasi dan aktivitas pendanaan. Arus kas dari aktivitas operasi terutama diperoleh dari aktivitas penghasil utama pendapatan entitas.
Pada umumnya arus kas tersebut berasal dari transaksi dan peristiwa lain yang mempengaruhi penentapan laba atau rugi bersih. Beberapa contoh arus kas dari aktivitas operasi menurut PSAK No. 2 paragraf 13 (2009)adalah:
1. penerimaan kas dari penjualan barang dan jasa.
2. penerimaan kas dari royalty, komisi, dan pendapatan
lain.
3. pembayaran kas kepada pemasok barang dan jasa pembayaran kas kepada karyawan.
4. penerimaan dan pembayaran kas oleh perusahaan asuransi sehubungan dengan klaim, anuitas, dan manfaat asuransi lainnya.
5. pembayaran kas atau penerimaan kembali (restitusi) pajak penghasilan kecuali jika dapat diidentifikasi secara khusus sebagai bagian dari aktivitas pendanaan dan investasi.
6. penerimaan dan pembayaran kas dari kontrak yang diadakan untuk tujuan transaksi usaha dan perdagangan.
2. Aktivitas Investasi
Pengungkapan terpisah arus kas yang berasal dari aktivitas investasi adalah penting karena arus kas tersebut mencerminkan pengeluaran yang terjadi untuk sumber daya yang dimaksud menghasilkan pendapatan dan arus kas masa depan.
Menurut Reeve, Warren, dan Duchac (2008,678) mendefinisikan arus kas dari kegiatan investasi yaitu "Cash flow from investing activitities are cash flows from transactions that
affect the investments in noncurrent assets
Beberapa contoh arus kas yang berasal dari aktivitas investasi menurut PSAK No. 2 paragraf 15 (lAl, 2009,2.7) adalah:
1. pembayaran kas untuk membeli aktiva tetap, aktiva tak berwujud, dan aktiva jangka panjang lain, termasuk biaya pengembangan yang dikapitalisasi dan aktiva tetap yang dibangun sendiri;
2. penerimaan kas dari penjualan tanah, bangunan dan peralatan, aktiva tak berwujud, dan aktiva jangka panjang
lain;
3. perolehan saham atau instrument keuangan perusahaan lain;
4. uang muka dan pinjaman yang diberikan kepada pihak lain serta pelunasannya (kecuali yang dilakukan oleh lembaga keungan); pembayaran kas sehubungan dengan future
contracts, forward contras, option contracts, dan swap contracts kecuali apabila pembayaran tersebut diklasifikasikan sebagai aktivitas pendanaan.
3. Aktivitas Pendanaan
Menurut Said Kelana Asnawi dan Chandra Wijaya (2010,52) mendefinisikan aktivitas pendanaan (financing activities) merupakan aktivitas yang berkaitan dengan sisi kanan neraca.
Aktivitas ini berkenaan dengan sumber-sumber pendanaan yaitu utang dan saham.
Beberapa contoh arus kas yang berasal dari aktivitas pendanaan menurut PSAK No. 2 paragraf 16 (lAl, 2009, 2.8)
adalah:
1. penerimaan kas dari emisi saham atau instrument modal lainnya.
2. pembayaran kas kepada para pemegang saham untuk menarik atau menebus saham perusahaan.
3. penerimaan kas dari emisi obligasi, pinjaman lainnya.
4. pelunasan pinjaman.
5. pembayaran kas oleh penyewa guna usaha (lessee) untuk mengurangi saldo kewajiban yang berkaitan dengan sewa guna usaha pembiayaan (finance lease).
Berkaitan dengan likuiditas perusahaan, arus kas memberikan informasi bagi manajer mengenai kesanggupan perusahaan menyediakan kas untuk membayar kewajiban jangka pendek.
2.1.6. Metode Penyajian Laporan Arus Kas
Menurut Sjahrial Dermawan dan Djahotman Purba (2013, 14) mengutip dari Subramanyam dan John J Wild tentang penyusunan laporan arus kas yang terbagi menjadi dua yaitu:
1. (direct method)
2. Metode tidak langsung (indirect method)
Dua metode yang dapat digunakan untuk menghitung dan melaporkan jumlah arus kas bersih dari aktivitas operasi, yaitu metode langsung (direct method) dan metode tidak langsung (indirect method) antara lain :
1. Metode langsung (direct method)
Dengan metode ini kelompok utama dari penerimaan kas
kotor dan pengeluaran kas kotor diungkapkan. Metode langsung
pada dasamya adalah pemeriksaan kembali setiap pos (atau akun) laporan laba rugi dengan tujuan melaporkan seberapa banyak kas yang diterima atau dikeluarkan sehubungan dengan pos tersebut.Contohnya pada akun penjualan di laporan laba rugi, terdapat pos berhubungan dengan laporan arus kas, yang disebut dengan kas yang diterima dari pelanggan. Untuk harga pokok penjualan, pos yang berhubungan adalah kas yang dibayar untuk persediaan.
Untuk menyiapkan bagian aktivitas operasi dengan metode langsung setiap pos dalam laporan laba rugi hams disesuaikan untuk pengamh-pengamh akmal.
2. Metode tidak langsung (indirect method)
Dimulai dengan laba bersih yang dilaporkan di laporan laba rugi dan menyesuaikan nilai akrual ini untuk setiap hal yang tidak memengaruhi arus kas, penyesuaiannya adalah dalam tiga hal dasar yaitu:
a. Pendapatan dan beban yang tidak melibatkan arus kas masuk
dan arus kas keluar.
b. Keuntungan dan kerugian karena aktivitas investasi atau aktivitas pendanaan.
c. Penyesuaian untuk perubahan-perubahan dalam aset dan kewajiban lancar yang tidak mengidentifikasi sumber-sumber pendapatan dan beban-beban non kas.
Metode ini diawali dengan laba/'rugi bersih kemudian disesuaikan dengan unsur-unsur sebagai berikut:
a. Beban-beban bersifat non kas
b. Laba/rugi yang merupakan bagian dari aktivitas selain operasi c. Perubahan dalam harta lancar atau utang lancar.
2.1.7. Keterbatasan Pelaporan Arus Kas
Menurut Wild, K.R. Subrayaman dan Halsey (2009, 15) mengungkapkan bahwa keterbatasan pelaporan arus kas :
• Tidak diharuskannnya pengungkapan terpisah untuk arus kas yang terkait dengan pos luar biasa atau operasi dalam penghentian.
Bunga dan dividen yang diterima serta bunga yang dibayarkan dikelompokan sebagai arus kas operasi. Banyak pengguna laporan menganggap bunga yang dibayar sebagai arus kas keluar pendanaan, serta bunga deviden yang diterima sebagai
arus kas investasi
Pajak dikelompokkan sebagai arus kas operasi.
Pengelompokkan ini dapat mendistrosi analisis masing-masing dari ketiga aktivitas jika manfaat atau biaya pajak yang signifikan dialokasikan pada aktivitas-aktivitas tersebut dengan cara yang tidak proporsional.
Pemindahan laba atau rugi pcnjualan aktiva tetap atau investasi sebelum pajak (bukannya setelah pajak) dari aktivitas operasi mendistorsi analisis atas aktivitas operasi dan aktivitas investasi.
Hal ini disebabkan pajak yang terkait tidak dipindahkan, melainkan tertinggal dalain total beban pajak dalam aktivitas operasi.
2.2. Pengertian Likuiditas
Menurut Irham Fahmi (2013,237) mengungkapkan bahwa "likuiditas adalah kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendeknya."
Pengertian likuiditas menurut Handono Mardiyanto (2009, 54) ialah : Likuiditas mengukur kemampuan perusahaan untuk melunasi kewajiban (utang) jangka pendek tepat pada waktunya, termasuk melunasi bagian utang jangka panjang yang jatuh tempo pada lahun bersangkutan.
Tingkat likuiditas yang tinggi pada sebuah perusahaan menunjukkan
bahwa perusahaan tersebut dapat memenuhi kewajiban jangka pendeknya dengan baik, sedangkan tingkat likuiditas yang rendah menunjukkan
bahwa perusahaan tidak dapat memenuhi kewajiban jangka pendeknya dengan baik. Perusahaan yang mempunyai tingkat likuiditas yang tinggi menunjukkan kabar baik {good news) bagi perusahaan, hal ini nantinya akan mempengaruhi perusahaan untuk menyampaikan laporan keuangannya dengan tepat waktu karena akan membuat reaksi pasar menjadi positif terhadap perusahaan.Sedangkan menurut Sutrisno (2009, 215), mendefinisikan
Likuiditas adalah kemampuan perusahaan untuk membayar kewajiban-kewajibannya yang segera harus dipenuhi. Kewajiban yang segera harus dipenuhi adalah hutang jangka pendek, oleh karena itu rasio ini bias digunakan untuk mengukur tingkat keamanan kreditor jangka pendek, serta mengukur apakah opera.si perusahaan tidak akan terganggu bila kewajiban jangka pendek ini segera ditagih.
Berdasarkan beberapa pendapat mengenai likuiditas maka penulis menyimpulkan bahwa likuiditas merupakan suatu kemampuan perusahaan untuk melunasi kewajiban finansial jangka pendek maupun jangka panjang yang jatuh tempo pada tahun bersangkutan yang harus segera dipenuhi.
Dalam penelitian ini, penulis menggunakan current ratio sebagai indikator likuiditas, karena rasio ini merupakan rasio yang paling umum digunakan untuk mengukur tingkat likuiditas suatu perusahaan.
Alasan digunakannya current ratio Menurut Wild, K.R. Subrayaman dan Halsey (2009,184), ialah:
1. Kemampuan memenuhi kewajiban lancar. Semakin tinggi perkalian kewajiban lancar terhadap aktiva lancar, semakin besar keyakinan bahwa kewajiban lancar akan dibayar.
2. Penyangga kerugian. Semakin besar penyangga, semakin kecil resikonya.
Rasio lancar menunjukan tingkat keamanan yang tersedia untuk menutup penurunan nilai aktiva lancar nonkas pada saat aktiva tersebut dilepas
atau dilikuidasi.
3. Cadangan dana lancar. Rasio lancar (current ratio) merupakan ukuran tingkat keamanan terhadap tingkat ketidakpastian dan kejutan atas arus kas perusahaan. Ketidakpastian dan kejutan, seperti adanya pemogokan dan kerugian luar biasa, dapat membahayakan arus kas secara sementara dan tidak terduga.
1. Definisi Current Ratio
Menurut Sutrisno (2009,216), menjelaskan Current ratio adalah rasio yang membandingkan antara antara aktiva yang dimiliki perusahaan dengan hutang jangka pendek.
Menurut Agnes Sawir (2009,10), mcndefinisikan bahwa:
Current ratio adalah ukuran yang digunakan atas solvensi jangka pendek, kemampuan perusahaan memenuhi hutang ketika jatuh tempo. Current ratio yang rendah biasanya dianggap menunjukkan teijadinya masalah dalam likuidasi, sebaliknya current ratio yang terlalu tinggi juga kurang bagus, karena menunjukkan banyaknya dana menganggur yang pada akhimya dapat mengurangi laba perusahaan.
Menurut Irham Fahmi (2013, 237) menjelaskan bahwa ""current ratio adalah ukuran yang umum digunakan atas solvensi jangka