BAB IV HASIL PENELITIAN
4.1 Bentuk Kompositum
4.1.1 Kata Majemuk Dasar
Kata majemuk dasar adalah gabungan dari dua kata dasar atau lebih . Kata dasar tersebut dapat berupa kata benda ( KB), kata kerja (KK), kata sifat (KS), dan kata bilangan (KBil). Posisi kata dasar tersebut bisa menduduki komponen pertama atau komponen kedua dan seterusnya.
4.1.1.1 Kata Benda Dasar Sebagai Komponen Pertama Kata Majemuk
Kata benda adalah kata yang menyatakan sesuatu benda atau yang dibendakan ( Keraf, 1985:12). Kata benda dasar bahasa Simalungun dapat berposisi sebagai komponen pertama yang diikuti komponen kedua berupa kata benda dasar ,kata kerja dasar , kata sifat dasar, dan kata bilangan dasar.
(1) Kata benda dasar diikuti dengan kata benda dasar (KB + KB)
Contoh: 7
Nagori Dolok ‘ Nagori Dolok’ Bulung gadung ‘daun ubi’
Hudon tanoh ‘periuk yang terbuat dari tanah’ Bulung galuh ‘ daun pisang’
Gadung hayu ‘ ubi kayu’ Harang manuk ‘ kandang ayam’
Harang babi ‘ kandang babi’
Kata dolok pada gabungan kata nagori dolok , gadung pada gabungan kata bulung
gadung , tanoh pada gabungan kata hudon tanoh, hayu pada gabungan kata gadung hayu, manuk pada kata harang manuk dan babi pada gabungan harang babi
merupakan kata benda dasar yang berfungsi sebagai komponen kedua atau komponen yang mengikuti komponen pertama.
(2) Kata benda dasar diikuti dengan kata kerja dasar ( KB + KK)
Contoh :8
Gadung julur ‘ubi jalar’ Indahan soak ‘ nasi goreng’ Ianan modom ‘ tempat tidur’ Ianan hundul ‘ tempat duduk’ Ianan mangan ‘ tempat makan’ Jagul tutung ‘ jagung bakar’
Kata julur pada gabungan kata gadung julur, saok pada gabungan kata indahan soak,
modom pada gabungan kata ianan modom , hundul pada gabungan kata ianan hindul, mangan pada gabungan kata ianan mangan, tutung pada gabungan jagul tutung merupakan kata kerja dasar yang mengikuti kata benda dasar.
(3) Kata benda dasar diikuti dengan kata sifat dasar (KB + KS)
Contoh : 9
aek bolon ‘sungai besar/ nama tempat’ Purba tua bolag ‘Purba tua bolag’
Bapa tongah ‘bapak tengah/ adik dari ayah’ Bapa tua ‘ bapak tua/ ’
Bapa anggi ‘ bapak anggi’ Inang anggi ‘ tante’ Sihala bolon ‘ pohon rias’ Sigundal bolon ‘ kain bekas’
Kata bolon, tua ,tongah anggi ,merupakan komponen kedua dalam gabungan kata kata majemuk dan termasuk kata sifat dasar . Dari contoh diatas terlihat bahwa kata benda dasar yang diikuti kata sifat dasar merupakan kata majemuk kata benda dan sangat banyak ditemukan dalam bahasa Simalungun.
(4) Kata benda dasar diikuti dengan kata bilangan (KB + KBil) Contoh : 10
Simpang opat ‘Simpang empat’ Simpang tolu ‘ simpang tiga’
Kata opat pada gabungan simpang opat, dan kata tolu pada gabungan kata simpang
tolu merupakan kata bilangan yang menduduki posisi sebagai komponen kedua kata
majemuk. Kata benda dasar yang diikuti dengan kata bilangan sangat terbatas ditemukan dalam bahasa Simalungun dan maknanya merupakan tempat.
4.1.1.2 Kata Kerja Dasar Sebagai Komponen Pertama Kata Majemuk
Kata kerja adalah kata yang menyatakan suatu tindakan atau suatu pekerjaan (Kridalaksana,1989: 43). Kata kerja dasar bahasa Simalungun dapat menduduki posisi sebagai komponen pertama kata majemuk yang diikuti kata kerja dasar , kata benda dasar dan kata sifat dasar sebagai komponen kedua.
Mangan modom ‘ makan tidur atau bersenang-senang’ Huatas hutoruh ‘ naik turun’
Hujai hujon ‘ kesana kemari’
Dari contoh di atas terlihat bahwa gabungan kata kata kerja diatas merupakan kata majemuk kata kerja.
(2) Kata kerja dasar diikuti kata benda dasar ( KK + KB)
Contoh : 12
Ngilngil siratan ‘tertawa terbahak-bahak’ Pitpit mata ‘tutup mata atau tertidur’ Mardang omei ‘menebar padi’
Marani omei ‘panen padi’ Goreng gadung ‘ goreng ubi’
Kata siratan ‘ gigi’ pada gabungan kata ngilngil siratan, mata ‘mata’ pada gabungan kata pitpit mata , omei ‘padi’ pada kata mardang omei dan marani omei dan gadung pada kata goreng gadung merupakan kata benda yang menduduki posisi sebagai komponen kedua. Jadi, kata majemuk bahasa Simalungun dapat terdiri dari kata kerja dan diikuti kata benda.
(3) Kata kerja dasar diikuti oleh kata sifat dasar (KK + KS) Contoh : 13
Horja banggal ‘perjamuan kudus’ Diatei tupa ‘ terima baik / terima kasih’
Kata banggal pada kata horja banggal , dan kata tupa’ baik’ pada gabungan kata
diatei tupa merupakan kata sifat dasar yang berfungsi sebagai komponen kedua atau
oleh kata sifat dasar yang termasuk dalam kata majemuk bahasa Simalungun sangat sedikit ditemukan oleh peneliti.
4.1.1.3 Kata Sifat Dasar Sebagai Komponen Pertama Kata Majemuk
Kata sifat adalah kata yang menyatakan sifat atau keadaan suatu benda ( Kridalaksana, 1989 : 45). Kata sifat dasar dalam bahasa Simalungun komponen pertama dapat menduduki posisi sebagai komponen pertama dan diikuti komponen kedua berupa kata sifat dasar, kata benda dasar , dan kata benda dasar.
(1) Kata sifat dasar diikuti kata sifat dasar (KS + KS)
Contoh : 14
Godang bolon ‘tinggi besar’ Gerger lopak ‘ merah putih’
Dari contoh di atas terlihat bahwa gabungan kata kata sifat dan diikuti kata sifat tersebut membentuk kata majemuk kata sifat.
(2) Kata sifat dasar diikuti oleh kata benda dasar (KS + KB)
Contoh : 15
Bolak babah ‘ besar mulut / pembual’ Gijang uhur ‘tinggi hati’
Ganjang nahei ‘panjang kaki/ suka jalan-jalan’ Godang dilah ‘panjang lidah/ pembohong’ Etek uhur ‘ kecil hati/kecewa’
Subil uhur ‘ iri hati’
Dari contoh di atas terlihat bahwa kata sifat dasar yang diikuti kata benda dasar (KS + KB) merupakan kata –kata yang ter masuk pada kata majemuk yang mempunyai makna kiasan. Gabungan kata tersebut membentuk kata majemuk kata sifat.
Contoh : 16
Murah tangis ‘mudah menangis’ Banggal magou ‘ pemalas’
Dari contoh diatas terlihat bahwa kata majemuk yang terbentuk dari kata sifat dasar dan diikuti kata kerja dasar membentuk kata majemuk kata sifat. Kata majemuk tang terbentuk dari struktur ini sangat sedikit ditemukan.
4.1.1.4 Kata Bilangan Dasar Sebagai Komponen Pertama kata majemuk
Kata bilangan adalah kata yangmenyatakan jumlah atau tingkatan. Kata bilangan bisa menduduki posisi sebagai komponen pertama yang diikuti dengan kata bilangan dasar,kata benda dasar dan morfem unik.
(1) Kata bilangan dasar diikuti kata bilangan dasar (Kbil + Kbil)
Contoh:17
Dua tolu ‘dua tiga’ atau ‘ sedikit’
Gabungan kata di atas termasuk pada kata majemuk kata sifat. Kata majemuk yang terbentuk dari kata bilangan dan diikuti kata bilangan sangat sedikit ditemukan dalam bahasa Simalungun.
(2) Kata bilangan dasar diikuti oleh kata benda dasar (Kbil + KB)
Contoh: 18
Sada daroh ‘satu darah/ saudara’ Dua uhur ‘dua hati/ragu’ Sada uhur ‘satu hati/sepakat’ Sada saong ‘satu atap’
Dari contoh di atas terlihat bahwa kata sada, dua merupakan kata bilangan sebagai komponen pertama kata majemuk dan diikuti oleh kata benda sebagai komponen kedua.
(3) Kata bilangan dasar diikuti oleh morfem unik (Kbil + MU)
Contoh : 19
Dua bolas dua bolas
‘dua belas’ ‘dua belas’
Morfem unik dalam bahasa Simalungun sangat sedikit ditemukan. Morfem bolas merupakan morfem unik yang berfungsi sebagai komponen kedua . Morfem bolas hanya dapat dipadankan dengan kata dua yaitu dua bolas ‘dua belas’.