• Tidak ada hasil yang ditemukan

MIA ANGGRAINI YUSIMA NIM 131524092

KATA PENGANTAR

Bismillahirrahmaanirrahiim,

Puji syukur kepada Allah SWT atas segala limpahan rahmat dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan penelitian dan penyusunan skripsi ini, serta shalawat beriring salam untuk Rasulullah Muhammad SAW sebagai suri tauladan dalam kehidupan. Bahan skripsi ini disusun untuk melengkapi salah satu syarat mencapai gelar Sarjana Farmasi pada Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara, dengan judul “Penetapan Kadar Metampiron dan Fenilbutazon Dalam Sediaan KapsulSecara Spektrofotometri Derivatif dengan Metode Zero Crossing”.

Pada kesempatan ini dengan segala kerendahan hati penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada, Ibu Dr. Masfria, M.S., Apt. Selaku Pejabat Dekan Fakultas Farmasi USU Medan, yang telah memberikan fasilitas sehingga penulis dapat menyelesaikan pendidikan. Ibu Dra. Tuty Roida Pardede., M.Si., Apt. selaku pembimbing I, serta BapakProf. Dr. Muchlisyam, M.Si., Apt. selaku pembimbing II yang telah membimbing dan memberikan petunjuk serta saran-saran selama penelitian hingga selesainya bahan skripsi ini. Bapak dan Ibu staf pengajar Fakultas Farmasi USU yang telah mendidik dan memberikan ilmu yang bermanfaat kepada saya selama perkuliahan.

Ucapan terima kasih dan penghargaan yang tulus tiada terhingga kepada Ayahanda Alm. Maiyudin S.Pd dan Ibunda Yusriana Dewi S.Pd yang telah memberikan cinta dan kasih sayang yang tidak ternilai dengan apapun, pengorbanan baik materi maupun motivasi serta doa yang tulus yang tidak pernah berhenti. Serta kepada Abangnda Febri Sardi Yusima, Kakanda Laura Malyvania serta Adinda

v

tersayang Mufti Apriadi Yusima yang selalu memberi semangat, doa, dan dukungannya tanpa henti.

Penulis juga tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada teman-teman ekstensi farmasi angkatan 2013, dan sahabat-sahabatku yang telah memberikan bantuan dan semangat tak terhingga.

Penulis menyadari sepenuhnya bahwa dalam penulisan bahan skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu dengan segala kerendahan hati, penulis menerima kritik dan saran demi kesempurnaan bahan skripsi ini. Akhirnya, penulis berharap semoga bahan skripsi ini dapat memberi manfaat bagi kita semua.

Medan, Januari 2016 Penulis,

Mia Anggraini Yusima NIM 131524092

vi

PENETAPAN KADAR METAMPIRON DAN FENILBUTAZON DALAM SEDIAAN KAPSUL SECARA SPEKTROFOTOMETRI

DERIVATIF DENGAN METODE ZERO CROSSING ABSTRAK

Campuran metampiron dan fenilbutazon merupakan salah satu jenis kombinasi dalam sediaan kapsul. Penetapan kadar kapsul metampiron dan fenilbutazon tidak terdapat dalam monografi, baik pada Farmakope Indonesia edisi V (2014) maupun United States Pharmacopeia (USP) edisi XXX (2007) sehingga diperlukan suatu metode analisis yang memenuhi uji validitas pada penetapan kadarnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji validasi metode spektrofotometri derivatif dalam menetapkan kadar campuran metampiron dan fenilbutazon dalam sediaan kapsul.

Metode penelitian yang dilakukan adalah pengambilan sampel secara purposif terhadap campuran metampiron dan fenilbutazon pada sampel sediaan kapsul X serta penetapan kadar secara spektrofotometri derivatif metode zero crossing dalam pelarut Etanol-HCl 0,1N.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar metampiron pada sediaan kapsul X sebesar 100,57% dan kadar fenilbutazon sebesar 99,08%. Dari hasil analisis penetapan kadar sampel campuran metampiron dan fenilbutazon dalam sediaan kapsul menunjukkan baik metampiron maupun fenilbutazon memenuhi persyaratan kadar untuk sediaan kapsul metampiron tunggal menurut USP edisi XXX (2007) dan fenilbutazon memenuhi persyaratan kadar tunggal menurut Farmakope Indonesia edisi V (2014). Hasil uji validasi yang dilakukan terhadap sediaan kapsul X, diperolehan persen kembali dari metampiron adalah 99,673% dengan simpangan baku relatif (RSD) = 1,33% dan untuk fenilbutazon diperoleh persen perolehan kembali sebesar 99,59% dengan simpangan baku relatif (RSD) =1,23%.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa metode spektrofotometri derivatif dengan pelarut Etanol-HCl 0,1 N dapat diukur pada derivat kedua dengan panjang gelombang analisis 251,20 nm untuk metampiron dan 222,60 nm untuk fenilbutazon. Serta memenuhi persyaratan akurasi dan presisi, dan dapat digunakan untuk menetapkan kadar metampiron dan fenilbutazon pada sediaan kapsul.

Kata kunci: Metampiron, Fenilbutazon, Etanol-HCl 0,1N, Spektrofotometri Derivatif, Zero Crossing, Derivat Kedua, Validasi

vii

DETERMINATION OF METHAMPYRONE AND PHENYLBUTAZONE IN CAPSULES SUPPLY BY DERIVATIVE SPECTROFOTOMETRY

WITH ZERO CROSSING METHOD ABSTRACT

The compound of methampyrone and phenylbutazone is one of combination in capsule supply. Determination of content of methampyrone and phenylbutazone in capsul did not found in monography, either in the fifth edition Indonesian Pharmacopeia (2014) or United States Pharmacopeia (USP) 30th edition (2007) that requires an analysis method that meets the test of validity in determining the content. The aim of this study was to test the validation of derivative spectrophotometry method in determination the content methampyrone and phenylbutazone in capsule.

The method of this research was done by purposive sampling to methampyrone and phenylbutazone mixture of the sample capsule X content using derivative spectrophotometry with zero crossing technique and determination in Ethanol-HCl 0.1 N.

The research results were obtained the methampyrone and phenylbutazone content of the sample capsule X 100.57% for methampyrone and phenylbutazone 99.08%. Based on the results of analysis determine the sample content of methampyrone and phenylbutazone compound in capsule supply methampyrone fulfilled the requirements in USP 30th edition (2007) and phenylbutazone fulfilled the requirement of capsule in the fifth edition Indonesian Pharmacopeia (2014). The results of validation test on the capsule X, the percent recovery for methampyrone is 99.673%, relative standard deviation (RSD) = 1.33% and for phenylbutazone, the percent recovery is 99.59% with relative standard deviation (RSD) = 1.23%.

Based on the results of research, that derivative spectrophotometry method with Ethanol-HCl 0.1 N and measured at the second derivate with wavelength of 251.20 nm for methampyrone and 222.60 nm for phenylbutazone. And fulfilled the requirements of accuracy and precision and can be used to determinate the content of methampyrone and phenylbutazone in capsule.

Keywords: Methampyrone, phenylbutazone, Derivative Spectrophotometry, Zero Crossing, Second Derivatives, Validation

viii DAFTAR ISI

Halaman

JUDUL ... i

HALAMAN JUDUL ... ii

HALAMAN PENGESAHAN ... iii

KATA PENGANTAR ... iv

ABSTRAK ... vi

ABSTRACT ... vii

DAFTAR ISI ... viii

DAFTAR TABEL ... xii

DAFTAR GAMBAR ... xiii

DAFTAR GAMBAR LAMPIRAN ... xv

DAFTAR LAMPIRAN ... xviii

BAB I PENDAHULUAN ... 1 1.1 Latar Belakang ... 1 1.2 Perumusan Masalah ... 3 1.3 Hipotesis ... 3 1.4 Tujuan Penelitian ... 4 1.5 Manfaat Penelitian ... 4

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ... 5

2.1 Uraian Bahan ... 5

2.1.1 Metampiron ... 5

2.1.2 Fenilbutazon ... 6

ix

2.2.1 Hukum Lambert-Beer ... 9

2.2.2 Komponen Spektrofotometer ... 9

2.3 Spektrofotometri Derivatif ... 10

2.4 Validasi Metode Analisis ... 13

2.4.1 Akurasi ... 14

2.4.2 Presisi ... 15

2.4.3 Batas Deteksi (Limit Of Detection, LOD) ... 15

2.4.4 Batas Kuantifikasi (Limit Of Quantification, LOQ) ... 16

BAB III METODE PENELITIAN ... 17

3.1 Jenis Penelitian ... 17

3.2 Tempat dan Waktu Penelitian ... 17

3.3 Alat ... 17

3.4 Bahan ... 17

3.5 Pengambilan Sampel ... 18

3.6 Prosedur Penelitian ... 18

3.6.1 Pembuatan Pelarut ... 18

3.6.2 Pembuatan Larutan Induk Baku dan Standar ... 18

3.6.2.1 Pembuatan Larutan Induk Baku Metampiron ... 18

3.6.2.2 Pembuatan Larutan Induk Baku Fenilbutazon ... 18

3.6.2.3 Pembuatan Larutan Standar Metampiron ... 19

3.6.2.4 Pembuatan Larutan Standar Fenilbutazon .... 19

x

3.6.3.1 Pembuatan Spektrum Serapan Maksimum

Metampiron ... 19

3.6.3.2 Pembuatan Spektrum Serapan Maksimum Fenilbutazon ... 20

3.6.4 Pembuatan Spektrum Serapan Derivatif ...

3.6.4.1 Pembuatan Spektrum Serapan Derivatif Metampiron ... 20

3.6.4.2 Pembuatan Spektrum Serapan Derivatif Fenilbutazon ... 20

3.6.5 Penentuan Zero Crossing ... 21

3.6.6 Penentuan Panjang Gelombang Analisis ... 21

3.6.7 Pembuatan dan Penentuan Linieritas Spektrum Kalibrasi 21

3.6.7.1 Pembuatan dan Penentuan Spektrum Kalibrasi Metampiron ... 21

3.6.7.2 Pembuatan dan Penentuan Spektrum Kalibrasi Fenilbutazon ... 22

3.6.8 Penetapan Kadar Metampiron dan Fenilbutazon dalam Sediaan Kapsul ... 22

3.6.9 Analisis Data Penetapan Kadar Secara Statistik... 23

3.6.10 Uji Validasi ... 24

3.6.10.1 Uji Akurasi ... 24

3.6.10.2 Uji Presisi ... 25

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN ... 26

4.1 Hasil Penentuan Spektrum Serapan Maksimum ... 26

4.2 Hasil Penentuan Spektrum Serapan ... 27

4.3 Penentuan Zero Crossing pada Serapan Derivat ... 29

4.3.1 Penentuan Zero Crossing pada Serapan Derivat Pertama ... 29

xi

4.3.2 Penentuan Zero Crossing pada Serapan DerivatKedua 30

4.4 Hasil Penentuan Panjang Gelombang Analisis

Metampiron dan Fenilbutazon ... 32

4.5 Hasil Penentuan Linieritas Kurva Kalibrasi ... 36

4.5.1 Kurva Kalibrasi ... 36

4.5.2 Batas Deteksi dan Batas Kuantitasi ... 37

4.6 Hasil Penentuan Kadar Metampiron dan Fenilbutazon dalam Sediaan Kapsul ... 37

4.7 Hasil Uji Validasi ... 38

4.7.1 Hasil Uji Akurasi ... 38

4.7.2 Hasil Uji Presisi ... 39

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ... 40

5.1 Kesimpulan ... 40

5.2 Saran ... 40

DAFTAR PUSTAKA ... 41

xii

Dokumen terkait