Kateterisasi jantung adalah istilah umum yang digunakan untuk rangkaian prosedur pencitraan untuk memasukkan kateter ke dalam bilik atau pembuluh darah jantung. Kateterisasi jantung adalah suatu pemeriksaan jantung dengan memasukkan kateter ke dalam sistem kardiovaskuler untuk memeriksa keadaan anatomi dan fungsi jantung. Pemeriksaan ini dilakukan apabila diduga terdapat penyakit jantung tertentu. Sesuai lokasi lesi yang dicurigai dan derajat disfungsi miokardium maka dilakukan pemeriksaan selektif antara lain, pengukuran besar tekanan pembuluh darah dalam ruang-ruang jantung, analisis bentuk gelombang tekanan yang dicatat, pengambilan sampel kandungan oksigen pada daerah-daerah tertentu dan penentuan besarnya curah jantung (Price, 2012).
Kateterisasi jantung digunakan untuk mengukur tekanan dan pemeriksaan angiografi dengan kontras, tekanan sisi kanan biasanya diukur denganmenyisipkan kateter lewat vena femoralis, brakialis atau jugularis, sedangkan tekanan sisi kiri diukur lewat arteri brakialis atau femoralis (Tao, 2012).
Kateterisasi jantung adalah prosedur diagnostik invasif dimana satu atau lebih kateter dimasukkan ke jantung dan pembuluh darah tertentu untuk mengukur tekanan darah berbagai kamar dan untuk menentukan saturasi
oksigen dalam darah. Sejauh ini kateter jantung paling sering digunakan untuk mengkaji potensi arteri koronaria pasien dan untuk menentukan terapi yang diperlukan. Selama kateterisasi jantung elektrokardiogram pasien dipantau. Karena pemasukan kateter ke dalam jantung dapat mengakibatkan disritmia fatal, maka peralatan resusitasi harus siap tersedia bila prosedur ini dijalankan (Brunner & Suddarth, 2011).
Kateterisasi jantung dianjurkan untuk memastikan keadaan yang dicurigai secara klinis, menetapkan seberapa berat gangguan fisiologik dan anatomiknya, serta menentukan apakah ada kondisi penting lain yang menyertai. Kebutuhan ini paling sering muncul ketika pasien mengalami gejala yang bermakna atau peningkatan gejala gangguan fungsi jantung (Harrison, 2013).
2.3.2 Prosedur tindakan kateterisasi jantung
Kateterisasi jantung dilakukan di suatu laboratorium khusus yang disebut laboratorium kateterisasi (Catheter Laboratorium) yang menyerupai ruang operasi. Istilah kateterisasi jantung mungkin masih terdengar asing bagi sebagian besar masyarakat. Katerisasi jantung atau arteriografi koroner merupakan suatu prosedur medis yang dilaksanakan dengan tujuan mendeteksi, mencari atau mengobati penyakit jantung. Pada arteriogarfi koroner, kateter radiopaque dimasukkan ke arteri brakial kanan atau kiri atau arteri femoralis dan didorong ke aorta asendens selanjutnya diarahkan ke arteri koronia yang dituju dengan bantuan fluoroskopi. Arteri koroner digunakan untuk mengevaluasi daerah aterosklerosis dan untuk menentukan
cara penaganannya. Juga digunakan untuk mempelajari adanya kecurigaan anomali kongenital dan arteri koronaria (Brunner dan Suddart, 2011)
Bila hanya satu ruang jantung atau pembuluh darah tertentu yang diperiksa, maka prosedur ini dinamakan angiografi selektif. Angiografi menggunakan sineangiogram, satu seri film atau gambar hidup pada layar fluoroskopi yang diperkuat yang mencatat perjalanan media kontras melalui berbagai tempat pembuluh darah. Pencatatan informasi tersebut memberikan perbandingan berbagai informasi dari waktu ke waktu. Empat tempat yang paling sering digunakan untuk angiografi selektif adalah aorta, arteri koronaria kanan dan kiri serta jantung kiri (Brunner & Suddarth, 2011).
Pada angiografi koroner, dalam prosedur yang umum ini dilakukan penyuntikan bahan kontras radiografik secara selektif ke dalam arteri koroner. Penempatan ujung kateter ke dalam arteri koroner kanan dan kiri dilakukan dengan tuntutan fluoroskopi, dan bahan kontras disuntikkan dengan menggunakan tangan selama dilakukan perekaman pencitraan radiografi. Setiap arteri koroner biasanya diperlihatkan dalam beberapa proyeksi untuk menilai beratnya stenosis dan untuk memperkecil tumpang tindih pembuluh darah yang bersebelahan, mendeteksi kelainan sirkulasi koroner kongenital (Harrison, 2013).
2.3.3 Tanggung jawab perawat tindakan kateterisasi jantung Langkah-langkah observasi tindakan kateterisasi jantung : 1. Persiapan pasien untuk prosedur kateterisasi jantung.
Mempersiapkan pasien bahwa ia akan mengalami bermacam rasa selama kateterisasi jantung. Dengan mengetahui apa yang dirasakan dapat membantu pasien untuk menghadapi hal yang akan terjadi.
2. Menginstruksikan pasien untuk berpuasa selama 3-4 jam. Mempersiapkan pasien sesuai dengan perkiraan lamanya prosedur, pasien akan berbaring dimeja kurang lebih dua jam lamanya.
3. Dukungan pasien untuk mengekspresikan kecemasannya, berikan pendidikan dan dukungan untuk mengurangi kecemasannya. Terapinya ialah berikan kondisi nyaman, aman dan tenang, dan juga bisa berikan reflex mendengarkan musik (Brunner & Suddarth, 2011).
2.3.4 Langkah-langkah persiapan pasien yang akan menjalani tindakan kateterisasi jantung
Pasien yang akan menjalani kateterisasi jantung berhak mendapat informasi mengenai tindakan yang akan dijalaninya, termasuk resiko yang ditimbulkan dan kewajiban yang harus dilakukan sebelum tindakan dimulai. Seperti pada banyak pemeriksaan medis lainnya, ada beberapa resiko yang dapat terjadi, tetapi masalah yang serius jarang dijumpai, kebanyakan pasien tidak mempunyai masalah dan jika dokter dapat merekomendasikan pemeriksaan ini berarti manfaat yang akan didapat jauh lebih melampaui resiko yang mungkin terjadi.
Masalah yang dapat terjadi adalah memar kecil disekitar tempat penusukan abokat kateterisasi jantung yang biasanya hilang dalam beberapa hari, benjolan di arteri tempat pemasukan atau iritasi serabut saraf sekitarnya
(dapat menyebabkan mati rasa atau kesemutan lokal yang bersifat sementara). Masalah lain yang juga jarang di jumpai adalah reaksi alergi terhadap zat kontras. Masalah yang lebih serius dapat terjadi pada pasien dengan resiko tinggi dan hal ini dapat didiskusikan dengan dokter yang bersangkutan.
Hal-hal yang harus dilakukan sebelum pasien dilakukan tindakan :
1. Dianjurkan pasien datang ke rumah sakit dan dirawat untuk satu malam berikutnya, pasien akan diminta puasa (tidak boleh makan dan minum) sampai 4 jam sebelum pemasangan kateterisasi jantung.
2. Pasien mendapatkan penjelasan dari perawat tentang tindakan yang akan dilakukan.
3. Melakukan pemeriksaan darah lengkap (terutama masa bekuan darah, fungsi ginjal dan kadar gula darah), Elektrokardiogram (EKG), uji latih beban jantung (treadmild) dan lakukan pemeriksaan foto thorak.
4. Pada bagian yang akan dilakukan kateterisasi seperti pada Arteri Brahialis pada lipatan siku lengan kanan maupun kiri dibersihkan dan di cukur, semua perhiasan akan dilepas kemudian mengenakan pakaian khusus, selama tindakan ini berjalan keadaan pasien tetap sadar (Brunner & Suddarth, 2011).
BAB 3