• Tidak ada hasil yang ditemukan

Rencana Struktur Ruang Kabupaten Muna ( Sumber : RTRW Kabupaten Muna 2011 2031)

C. Kaw asan Perlindungan Setempat 1 Sempadan Sunga

Sempadan sungai adalah kawasan sepanjang kiri sungai, termasuk sungai buatan/ kanal/ saluran irigasi primer, yang mempunyai manfaat

penting untuk mempertahankan kelestarian fungsi sungai. Perlindungan terhadap sempadan sungai dilakukan untuk melindungi sungai dari kegiatan manusia yang dapat mengganggu dan merusak kualitas air sungai, kondisi fisik pinggir dan dasar sungai serta mengamankan aliran sungai. Kawasan sempadan sungai di Kabupaten Muna yang ditetapkan terutama berlokasi di sepanjang aliran sungai-sungai besar seperti :

1.

Sungai Tiworo (Kambara) sepanjang 13 Km dengan luas Daerah Aliran

Sungai seluas 189,58 Km2 dengan debit normal 7,480 m3/ detik.

2.

Sungai Kancitala sepanjang 9,5 Km dengan luas Daerah Aliran Sungai 67

Km2 dan debit normal 0,854 m3/ detik.

3.

Sungai Katangana di Kecamatan Tikep sepanjang 12 Km dengan luas Daerah Aliran Sungai 114,58 Km2 dan debit air 1,850 m3/ detik.

4.

Sungai Lambiku di Kecamatan Napabalano sepanjang 24 Km dengan luas

Daerah Aliran Sungai 41 Km2 dengan debit nosmal 2,102 m3/ detik.

5.

Sungai Lanoumba di Kecamatan Kusambi dengan debit air 400 liter/ detik.

6.

Sungai Kabangka Balano di Kecamatan Kabawo bagian hulu debit air 400

liter/ detik.

Luas keseluruhan kawasan sempadan sungai adalah 8.409,32 Ha. Kebijaksanaan penunjang pengamanan sempadan sungai antara lain:

Pencegahan dilakukannya kegiatan budidaya (baru) di sepanjang sungai yang dapat mengganggu ataupun merusak kualitas air, kondisi fisik dan dasar sungai serta alirannya.

Pengendalian kegiatan yang telah ada di sekitar sungai.

Melindungi sungai dari kegiatan manusia yang dapat mengganggu dan merusak kualitas air sungai, kondisi fisik pinggir sungai dan dasar sungai serta mengamankan aliran sungai.

Pada lingkungan permukiman/ daerah terbangun di kawasan sempadan sungai dapat dibangun jalur jalan lingkungan dengan lebar jalan 10-15 meter, diambil dari tepi paling luar dengan syarat tidak boleh didirikan tempat pemberhentian. Pembangunan Talud di tikungan-tikungan sungai.

Dapat ditanami tumbuhan besar sebagai barier, yaitu pohon, penahan kelongsoran tanah.

Dapat dikembangkan sebagai kawasan perkebunan dengan mempertimbangkan, bahwa tanaman yang dikembangkan tidak mengganggu/ merusak air sungai serta mampu menjaga kondisi pingiran sungai.

Pada kawasan sekitar sungai dapat dikembangkan sebagai kawasan persawahan, dengan syarat tidak mengganggu/ merusak air sungai serta mampu menjaga kondisi pinggiran, dasar dan aliran sungai. Oleh karena itu dalam pengembangannya perlu mempertimbangkan faktor-faktor ketinggian tempat, kelerengan, dan kedalaman efektif lapisan tanah.

Tujuan ditetapkan kawasan sempadan sungai adalah melindungi sungai dari kegiatan manusia yang dapat menggangu dan merusak kualitas air sungai, kondisi fisik pinggir dan dasar sungai, serta mengamankan aliran sungai. Kriteria kawasan sempadan sungai adalah sekurang-kurangnya (atau sesuai peraturan yang berlaku) :

100 meter kiri – kanan sungai besar dan 50 meter di kiri – kanan anak sungai yang berada di luar permukiman

50 kiri – kanan sungai besar dan 25 meter kiri kanan anak sungai bila berada di area permukiman

Sesuai Keppres No 32 Tahun 1990, pada sepanjang sungai – sungai tersebut perlu ditetapkan sebagai kawasan sempadan sungai di wilayah permukiman berupa daerah sepanjang sungai yang diperkirakan cukup untuk dibangun jalan inspeksi.

2. Sempadan Pantai

Kawasan sekitar Pantai adalah kawasan tertentu disekeliling Pantai yang mempunyai manfaat penting untuk mempertahankan kelestarian fungsi Pantai. Kawasan Pantai adalah daerah di sekeliling tepian yang lebarnya proporsional dengan bentuk dan kondisi fisik Pantai (antara 50-100 meter

dari titik pasang tertinggi ke arah daratan). Kawasan sempadan pantai meliputi kawasan pantai sepanjang 519,414 Km yang terdapat di setiap kecamatan. Berdasarkan kriteria tersebut terdapat kawasan pesisir pantai yang perlu dilindungi yaitu Pesisir Pantai Di Kecamatan Tiworo Kepulauan, Kecamatan Tiworo Tengah, Kecamatan Napabalano, Kecamatan Tongkuno, Kecamatan Lasalepa, Kecamatan Maginti, Kecamatan Kabangka, Kecamatan Parigi, Kecamatan Batalaiworu, Kecamatan Lohia, Kecamatan Katobu, Kecamatan Lohia, Kecamatan Duruka, Kecamatan Pasikolaga, Kecamatan Pasir Putih, Kecamatan Wakorumba Selatan, Kecamatan Maligano. Kebijaksanaan pemanfaatan ruang di kawasan pesisir pantai adalah :

Pada lingkungan permukiman atau kawasan terbangun, perlu ada pengendalian kegiatan secara ketat dan terbatas. Pembuatan jalur jalan lingkungan antara pesisir pantai dan jalan perlu ada jalur jalan bagi pejalan kaki hendaknya dilaksanakan dengan lebar 5-10 meter, diambil dari tepi paling luar dengan syarat tidak boleh didirikan tempat pemberhentian.

Dapat ditanami tumbuhan besar (perkebunan) sebagai barier, yaitu pohon penahan gelombang atau pembatas, penahan longsoran tanah.

Dapat dikembangkan sebagai kawasan perkebunan dengan

mempertimbangkan bahwa tanaman yang dikembangkan tidak mengganggu atau merusak air Pantai serta mampu menjaga kondisi pinggiran sungai. Pada kawasan sekitar Pantai dapat dikembangkan sebagai kawasan persawahan, dengan syarattidak mengganggu kualitas air, kondisi pinggiran, dasar dan aliran sungai.

Sebagai peruntukan kawasan wisata harus memperhatikan ketersediaan air, dan menjaga fungsi kawasan serta mempunyai upaya terhadap konservasi.

3.

Kaw asan Sekitar Mata Air

Merupakan kawasan yang disekeliling sumber atau mata air yang mempunyai manfaat penting untuk mempertahankan kelestarian fungsi

mata air. Tujuan pengembangannya adalah untuk melindungi dan melestarikan potensi air dari berbagai kegiatan yang dapat menurunkan kualitas dan kuantitas airnya. Kawasan sekitar mata air yang ditetapkan berkisar kurang lebih pada radius 200 meter dari sumber mata air yang ada. Beberapa kebijaksanaan yang dapat digunakan untuk melindungi kawasan sekitar mata air adalah:

Pencegahan dilakukannya kegiatan budidaya di sekitar mata air yang dapat mengganggu kelestarian fungsi dan kondisi fisik di sekitarnya.

Pengendalian kegiatan dan pemanfaatan mata air agar kualitas dan

kuantitasnya tidak turun.Pada kawasan sekitar mata air dapat dikembangkan sebagai kawasan persawahan, dengan syarat tidak mengganggu kualitas air, kondisi pinggiran, dasar, dan aliran sungai. Pada sekitar mata air dapat dikembangkan sebagai kawasan pariwisata dengan syarat hanya untuk kegiatan menikmati pemandangan alam yang indah.

Berdasarkan kriteria di atas di Kabupaten Muna terdapat dua sum ber air yang perlu dilindungi keberadaannya dari kerusakan lingkungan yaitu diantaranya dengan menetapkan sempadan mata air di Kecamatan :

1. Kecamatan Tongkuno terdapat 4 mata air yang dapat menjadi sumber air bersih yaitu mata air Lia, Wasonta, Langkeba, Lohontohe dan Oe Kandoli;

2. Di Kecamatam Kabawo & Kabangka terdapat lima mata air yaitu Oe Balano, Larubani, Laano Sania, Owula Moni, dan Tolu Laano;

3. Di Kecamatan Lawa dan Sawerigadi terdapat 8 mata air yaitu Tobi, Ghulu, Mata Kidi, Lasoropa, Wakombou, Kaaghi, Lamoriri dan Oe Barakati;

4. Di Kecamatan Katobu dan Lohia terdapat 5 mata air yaitu Lasunapa, Jompi, Motonuno, Ghova, dan La Ende;

5. Di Kecamatan Parigi terdapat mata air Fotuno Rete;

6. Di Kecamatan Kusambi terdapat mata air Rawa Wakadia dan air fotuno Pure;

7. Di Kecamatan Napabalano terdapat mata air Lambiku, mata dan Tolimbo;

8. Di Kecamatan Tikep dan Maginti terdapat mata air Kambara Katangana dan Langku- I angku; dan

9. Di Kecamatan Wakorumba Selatan terdapat mata air Pure, Wambona, Liwu Metinggi, Sangia dan Labunia

4.

Ruang Terbuka Hijau

Ruang Terbuka Hijau (RTH) yaitu ruang terbuka yang terdapat pada kawasan perkotaan minimal 30% dari luas kawasan perkotaan, meliputi pemanfaatan eksisting yang terdapat pada taman kota, hutan kota dan jalur hijau jalan. Di Kabupaten Muna Ruang Terbuka Hijau terletak di Kecamatan Katobu dan perencanaannya pada setiap ibukota Kecamatan.

D. Kaw asan Suaka Alam, Pelestarian Alam Dan Cagar Budaya

Dokumen terkait