• Tidak ada hasil yang ditemukan

Keabsahan Data

Dalam dokumen SKRIPSI OLEH ALDA RIZMAH (Halaman 38-43)

METODE PENELITIAN 3.1. Jenis Penelitian

3.8. Keabsahan Data

Pemeriksaan keabsahan data pada dasarnya selain dimanfaatkan untuk menyanggah tuduhan pengkajian kualitatif yang dikatakan tidak ilmiah, juga ialah bagian yang tidak terpisahkan dari body of knowledge pengkajian kualitatif (Moleong, 2007:320).

Keabsahan data dilakukan untuk membuktikan apakah pengkajian yang dilakukan benar-benar ialah pengkajian ilmiah sekaligus untuk menguji data yang didapatkan. Keabsahan data dalam pengkajian kualitatif meliputi tes, kredibilitas, transferabilitas, ketergantungan, dan juga konfirmabilitas (Sugiyono, 2007:270).

Agar data-data yang telah terkumpul dan tersaji dalam pengkajian kualitatif bisa dipertanggungjawabkan sebagai sebuah pengkajian ilmiah, maka perlu dilakukan kegiatan proses uji validitas data. Pengujian validitas data yang bisa dilakukan ialah:

26 1. Credibility

Uji kredibilitas (credibility) ataupun menguji kepercayaan terhadap data pengkajian yang disajikan oleh pengkaji agar hasil pengkajian yang dilakukan tidak diragukan lagi sebagai suatu karya ilmiah yang dilakukan.

a. Perpanjangan Pengamatan

Pengamatan yang diperpanjang bisa meningkatkan kredibilitas/kepercayaan data. Dengan perpanjangan observasi berarti pengkaji kembali ke lapangan, melakukan observasi, wawancara kembali dengan sumber data yang ditemukan dan juga sumber data yang lebih baru. Perluasan observasi artinya hubungan antara pengkaji dengan narasumber akan terjalin lebih erat, lebih akrab, lebih terbuka, timbul rasa saling percaya, sehingga informasi yang didapatkan semakin lengkap.

b. Meningkatkan kecermatan dalam penelitian

Meningkatkan ketelitian ataupun ketekunan secara berkesinambungan sehingga kepastian data dan juga urutan kronologis kejadian bisa terekam ataupun terekam dengan baik, sistematis.

Meningkatkan akurasi ialah salah satu cara untuk mengontrol/memeriksa pekerjaan apakah data yang telah dikumpulkan, dibuat, dan juga disajikan sudah benar ataupun belum. Dengan demikian pengkaji akan lebih berhati-hati dalam membuat laporan yang pada akhirnya laporan yang dibuat akan lebih berkualitas.

27 c. Triangulasi

William Wiersma (1986) menyebut bahwa triangulasi dalam pengujian kredibilitas diartikan sebagai pengecekan data dari berbagai sumber pada berbagai waktu. Dengan demikian ada triangulasi sumber, triangulasi tekhnik pengumpulan data, dan juga waktu (Sugiyono, 2007:273).

1) Triangulasi Sumber

Untuk menguji kredibilitas data dilakukan dengan langkah-langkah pengecekan dan pemeriksaan data-data yang telah didapatkan melalui beberapa sumber. Data yang didapatkan dianalisis oleh pengkaji sehingga menghasilkan suatu kesimpulan, kemudian diminta persetujuan (member checking) dengan tiga sumber data. (Sugiyono, 2007:274).

2) Triangulasi Teknik

Untuk melakukan pengujian tingkatan kredibilitas data dapat dilakukan dengan cara mengecek data ke sumber yang sama dengan tekhnik atau model yang memiliki karakteristik berbeda. Misalnya untuk mengecek data bisa melalui wawancara, observasi, dokumentasi. Jika tekhnik uji kredibilitas data menghasilkan data yang berbeda, pengkaji melakukan diskusi lebih lanjut dengan sumber data yang relevan untuk memastikan data mana yang dianggap benar. (Sugiyono, 2007:274).

28 3) Triangulasi Waktu

Pengumpulan data dengan tekhnik wawancara pada pagi hari saat narasumber masih segar akan memberikan data yang lebih valid sehingga lebih kredibel. Selanjutnya bisa dilakukan dengan cara mengecek dengan wawancara, observasi ataupun tekhnik lain dalam waktu ataupun situasi yang berbeda. Jika hasil pengujian menghasilkan data yang berbeda, maka dilakukan berulang-ulang agar ditemukan kepastian datanya (Sugiyono, 2007:274).

d. Analisis Kasus Negatif

Melakukan analisa kasus negatip berarti pengkaji mencari data yang berbeda ataupun bahkan bertentangan dengan data yang telah ditemukan.

Apabila tidak ada lagi data yang berbeda ataupun bertentangan dengan temuan, artinya masih mendapatkan data yang bertentangan dengan data yang ditemukan, pengkaji bisa merubah temuannya. (Sugiyono, 2007:275).

e. Menggunakan Bahan Referensi

Yang dimaksud dengan referensi ialah penunjang untuk membuktikan data yang telah ditemukan oleh peneliti. Dalam laporan pengkajian disarankan agar data yang disajikan perlu disertai dengan photo ataupun dokumen otentik, sehingga lebih bisa dipercaya.

(Sugiyono, 2007:275).

f. Mengadakan Membercheck

Tujuan daripada member checking ialah untuk mengetahui sejauh mana data yang didapatkan sudah sesuai dengan yang disediakan oleh

29

penyedia data. Jadi tujuan membercheck ialah agar informasi yang didapatkan dan juga akan dimanfaatkan dalam penulisan laporan sesuai dengan apa yang dimaksud dengan sumber data ataupun informan.

(Sugiyono, 2007:276).

2. Transferability

Transferability ialah sesuatu yangmerupakan validitas eksternal dalam pengkajian kualitatif. Validitas eksternal menunjukkan tingkat keakuratan ataupun keberlakuan hasil pengkajian terhadap populasi tempat sampel itu diambil (Sugiyono, 2007:276). Soal terkait nilai transfer sampai saat ini masih bisa diterapkan/digunakan di situasi lain. Bagi peneliti, nilai transfer sangat tergantung pada pengguna, sehingga ketika pengkajian bisa dimanfaatkan dalam konteks yang berbeda dalam situasi sosial yang berbeda, validitas nilai transfer masih bisa dipertanggungjawabkan.

3. Dependability

Keandalan ataupun pengkajian yang bisa dipercaya (Dependability), dengan kata lain beberapa percobaan yang dilakukan selalu mendapatkan hasil yang sama. Keandalan ataupun reliabilitas pengkajian ialah pengkajian jika pengkajian yang dilakukan oleh orang lain dengan proses pengkajian yang sama akan memperoleh hasil yang sama.

Uji ketergantungan dilakukan dengan melakukan audit terhadap seluruh proses pengkajian. Melalui auditor independen ataupun supervisor independen mengaudit semua kegiatan yang dilakukan oleh pengkaji dalam melakukan pengkajian.

30

Misalnya dimulai saat pengkaji mulai menentukan masalah, terjun ke lapangan, memilih sumber data, melakukan analisa data, menguji keabsahan data, dan juga membuat laporan hasil observasi.

4. Confirmability

Obyektifitas pengujian kualitatif disebut juga dengan research confirmability test. Kajian bisa dikatakan obyektif jika hasil pengkajian telah disepakati oleh lebih banyak orang. Uji konfirmabilitas pengkajian kualitatif berarti menguji hasil pengkajian yang dikaitkan dengan proses yang telah dilakukan.

Jika hasil pengkajian ialah fungsi dari proses pengkajian yang dilakukan, maka pengkajian tersebut telah memenuhi standard konfirmabilitas.

Validitas ataupun validitas data ialah data yang tidak berbeda antara data yang didapatkan pengkaji dengan data yang sebenarnya terjadi pada obyek pengkajian sehingga keabsahan data yang telah disajikan bisa dipertanggungjawabkan.

Dalam dokumen SKRIPSI OLEH ALDA RIZMAH (Halaman 38-43)

Dokumen terkait