BAB IV METODE PENELITIAN
G. Keabsahan Data
Analisis data merupakan salah satu langkah penting dalam rangka meperoleh temuan-temuan hasil penelitian. Langkah selanjutnya adalah mebuat gambaran hasil penelitian yang dilakukan dengan cara ,
1. Reduksi
Yaitu penyederhanaan data 2. Paparan
Yaitu menyajikan segala data yang diperoleh selama penelitian 3. Penarikan kesimpulan
Yaitu pengambilan keputusan dan interpretasi dari hasil temuan selama melakukan proses penelitian
33 BAB V. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Pembahasan
Penelitian dilakukan pada 32 siswa kelas XI IPA 1 di SMA N 1 Bandongan, Kabupaten Magelang. Masing-masing siswa diberikan lembar observasi kerjasama melalui 9 pernyataan. Hasil dari perolehan data kerjasama siswa adalah sebagai berikut.
Table 2. Hasil Lembar Observasi Kerjasama Siswa
No Nama Pre-test Post-test
1 Barokah 4 4
2 Della Lavenia 3 3
3 Devi Windayani 4 3
4 Fazanah 3 4
5 Intan Pratiwi 6 8
6 Iva Handayani 5 8
7 Lailia Arafatul M 3 3
8 Luqman Khaqim 5 7
9 Maya Ika Y. A 3 3
10 Mutia Wulandari 5 4
11 M. Ivan K 4 6
12 Ririn Hanifah 4 4
13 Rofiqoh 2 3
14 Satria Yoga S 4 6
15 Titis Saputri 3 4
16 Ulfa Baroroh 3 3
34
Berdasarkan lembar observasi kerjasama siswa tersebut, dapat diambil kesimpulan bahwa siswa merasa senang dan metode pembelajaran Teaching games for understanding dapat meningkatkan kerjasama. Setiap siswa memiliki kesan yang berbeda-beda saat melakukan pendidikan jasmani, ada yang terkesan karena nilai dapat muncul sendiri, siswa terkesan dalam kegiatan pendidikan jasmani terdapat siswa yang mengalami peningkatan hasil belajar dan penurunan hasil belajar. Secara garis besar siswa banyak mengalami peningkatan dibandingkan penurunan hasil belajar. Secara umum dapat ditarik kesimpulan bahwa melalui hasil lembar observasi kerjasama siswa, penggunaan metode pembelajaran Teaching games for understanding dapat meningkatkan kerjasama siswa di SMA Negeri 1 Bandongan.
35 B. Pembahasan Hasil Penelitian
Untuk memenuhi persyaratan analisis statistik terlebih dahulu dilakukan uji persyaratan terhadap data penelitian. Uji persyaratan yang dimaksud meliputi uji normalitas frekuensi data dan uji homogenitas varians.
1) Uji Normalitas data
Pengujian normalitas data dilakukan untuk mengetahui normal tidaknya distribusi data atau dengan kata lain untuk mengetahui kepastian sebaran data yang diperoleh normal atau tidak. Pengujian normalitas data menggunakan uji kolmogorov-Smirnov. Jika diperoleh nilai probalitas lebih besar dari α = 0,05 (p > 0,05), maka data yang diuji berdistribusi normal. Artinya, Hasil uji normalitas data variabel kerjasama apabila nilai p lebih besar dari 0,05 maka data yang diperoleh adalah normal. Hasil uji normalitas dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
Tabel 4. Hasil uji normalitas variabel kerjasama.
Test of Normality
Variabel Kolmogorov-Smirnova
Post-test Post-test Keterangan Status
Kerjasama 0,051 0,055 P>0,05 Normal
Dari hasil uji normalitas data menggunakan Kolmogorov-Smirnov Test dapat diketahui seluruh nilai variabel terikat yaitu kerjasama 0,051 lebih besar dari 0,05. Dapat disimpulkan bahwa dari data kelompok perlakuan terhadap hasil pengukuran kerjasama berdistribusi normal.
36 Artinya analisis selanjutnya dapat dilakukan dengan statistika parametrics.
2) Uji Homogenitas
Untuk menyakinkan bahwa sampel dalam penelitian ini berada dalam kondisi yang sama (homogen), maka perlu dilakukan pengujian terhadap metode pembelajaran dan sarana dan prasarana. Upaya untuk memprediksi kesamaan dari kelompok sangat diperlukan dalam penelitian eksperimen guna mempertinggi validitas internal. Uji homogenitas varians dilakukan untuk mengetahui homogen atau tidaknya kelompok yang dibandingkan. Hasil uji homogenitas varians dalam penelitian ini dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
Tabel 5. Hasil uji homogenitas varians
Variabel Box's Test of Equality of Covariance Matricesa Signifikansi Keterangan Status
Pre-test 0,506 Sig>0,05 Homogen
Post-test 0,866 Sig>0,05 Homogen
Untuk memenuhi asumsi homogenitas data multivariat. Nilai dari P value harus lebih besar dari nilai α, sig BOX’S M>0,05. Hasil dari perhitungan didapat nilai sig > 0,05 atau 0,866 > 0,05. Artinya, bahwa data dari masing-masing kelompok perlakuan terhadap hasil pengukuran kerjasama dan strategi bermain untuk pre-test 0,506 dan post-test 0,866 lebih besar dari 0,05 sehingga penelitian ini adalah homogen.
37 Hasil analisis anava terhadap hasil tes kerjasama berdasarkan metode pembelajaran teaching games for understanding ditunjukkan pada tabel di bawah ini:
Tabel 6. Hasil uji Anava Dependent
Variable
Belajar siswa Metode pembelajaran
Mean Difference
Sig.
Hasil belajar siswa
Kerjasama TGFU 2,1250 0,03
Pada variabel hasil belajar siswa antara kerjasama dan TGFU diperoleh P= 0,03 dengan Mean difference= 2,1250, oleh karena P < 0,05, maka ada perbedaan yang bermakna. Dapat disimpulkan dari data diatas bahwa metode pembelajaran teaching games for understanding dapat meningkatkan kerjasama siswa di SMA Negeri 1 Bandongan.
38 BAB. VI KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Hasil penelitian ini dapat diperoleh kesimpulan bahwa pengaruh metode pembelajaran Teaching games for understanding terbukti efektif dalam meningkatkan kerjasama di SMA N 1 Bandongan, Kabupaten Magelang.
B. Saran
Berdasarkan penelitian, saran yang diajukan oleh peneliti adalah sebagai berikut,
1. Bagi Siswa, diharapkan selalu memiliki kerjasama yang tinggi dalam belajar, khususnya dalam pendidikan jasmani.
2. Bagi guru, hendaknya selalu menerapkan inovasi dan metode baru dalam menyiapkan pembelajaran.
3. Bagi Kepala Sekolah, hendaknya selalu mendukung segala inovasi dan informasi baru terhadap metode pembelajaran yang dilakukan guru dalam meningkatkan kerjasama siswa.
39 DAFTAR PUSTAKA
Audrey, C. (2002). A curriculum for the pre-school child learning to learn. Canada:
Rouledge.
Butler, J.I. (2005). Teaching for game understanding theory, research, and practice.
Canada: Human Kinetics.
Charney, C.Y. (2006). The leader’s tool kit. Canada: Human Kinetics.
Hopper, B. (2005). Teaching physical education in the primary school. London:
Rouledge Falmer.
Launder, A.G. (2001). Play practice: the games approach to teaching and coaching sports. Canada: Human Kinetics.
Rahyubi. H. (2012). Teori-teori belajar dan aplikasi pembelajaran motorik.
Bandung: Nusa Media.
Sadiman, et al. (2010). Media pendidikan. Jakarta: Rajawali Pers.
Sudjana. (2002). Metoda statistika. Bandung: Tarsito.
Sugihartono. (2007). Psikologi pendidikan. Yogyakarta: UNY.
Suyono. (2011). Belajar dan pembelajaran teori dan konsep dasar. Bandung: PT.
Remaja Rosdakarya.
Weinberg, R. (2006). Foundations of sport and exercise psycology. Canada: Human Kinetics.
Yusuf, Syamsu. (2011). Psikologi perkembangan anak dan remaja. Bandung: PT.
Remaja Rosdakarya.
Zulkifli. (2005). Psikologi perkembangan. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
40 LAMPIRAN
Instrumen kerjasama
A. Teori kerjasama
Beberapa orang melihat bekerja di sebuah organisasi berbasis tim sebagai bergerak lambat dan tidak efisien. ika kerja sama tim berarti kolaborasi, apakah ada alternatif? Tentunya tidak tahu kapan harus menggunakan tim untuk membuat keputusan dan ketika desicions harus dilakukan oleh seorang pemimpin penting. Ini akan membantu untuk membangun komitmen bila diperlukan dan mempercepat keputusan bila diperlukan.
Menurut CY Charney (2005: 102) pemimpin tim yang efektif tahu bahwa tidak semua keputusan perlu melibatkan tim. Bahkan, tim tidak akan dikonsultasikan ketika:
a. Keputusanyang mendasar.
b. Salah satu anggota adalah seorang ahli dalam memberi masukan kepada ketua team dalam mengambil keputusan.
c. Pemimpin secara khusus bertugas sebagai pembuat keputusan.
Keputusan tim idealnya harus dibuat melalui musyawarah di antara anggota tim sehingga kerjasama tim dalam permainan akan menjadi sebuah kebutuhan. Siswa dalam bermain dengan adanya kerjasama akan membuat tim lebih kuat dalam menghadapi masalah dan siswa akan merasa ringan dalam memecahkan masalah itu sendiri untuk memperoleh kemenangan dalam bermain.
Menurut CY Charney (2006: 12) kerjasama merupakan Nothing influences behavior more than your behavior at the top. You are the role model
41 and your action, not the slogans on the wall, will influence how othen behave. A collaborative environment that encourages working together for a common purpose, within and among teams, is important to your oragnization’s succes.
Here are some strategis that will make this happen:
j) Cultivate a cohesive team
k) Minimize the impact of a destructive team member. If you inherit.
l) problematic employee or hire someone who turns out to have negative effects on the team’s morale, find out whar is interfering with that person’s ability to be a positive productive worker.
m) Be loyal to your employee. Remember that loyalty is a two-wat street.
n) Promote team problem solvong.
o) Balance peak wor’s periods with some rewards.
p) Help your employees to manage and learn from their challenges.
q) Hold yourself to the same standards that you expect of others. Few people are inspired by someone who adheres to a double standard.
r) Care about your people. You don’t need to (nor should you) be their best friend or their personal counselor. However, getting to know them beyond saying “good morning” will allow you to find out what motivates and spires them to give their all.
s) Be willing to roll up your sleeves and work as hard as you expect your employees to work.
42 Artinya, bekerjasama merupakan dampak tingkah laku yang setiap siswa terhadap suatu permasalahan yang terjadi. Siswa merupakan objek dari suatu tindakan dalam menyelasaikan masalah tersebut. Suatu lingkungan pendidikan akan mempengaruhi pola pikir untuk bekerjasama dalam satu tujuan dengan menghasilkan mufakat. Kesuksesan dalam bekerjasama dapat terwujud melalui:
a. Membuat kohesivitas team
b. Meminimalisir dampak kebosanan terhadap tim c. Menjalin kesetiaan
d. Selalu memberikan solusi terhadap permasalahan tim e. Memberikan penghargaan terhadap anggota tim f. Tim memberikan tujuan yang jelas
g. Memberikan umpan balik terhadap tim h. Peduli terhadap anggota tim
i. Bekerja keras
Bekerjasama dalam sebuah tim itu tidak mudah terwujud dan dalam permainan tidak akan efektif apabila kerjasama itu tidak terlihat pada tim saat bertanding. Siswa harus mempersatukan kepribadian yang berbeda, tujuan dalam bertanding dan motivasi baik dari dalam siswa maupun dari faktor lingkungan.
Kemenangan akan mudah tercapai dengan siswa bekerja keras dan bersama-sama menggabungkan bakat keterampilan siswa tersebut. Membangun kekompakkan untuk bersatu dalam sebuah pertandingan akan lebih mudah terlihat dalam
43 permainan apabila setiap siswa menggabungkan kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari seringkali berinteraksi kepada semua anggota tim.
Lakukan perubahan pola pikir disetiap anggota tim apabila kekompakkan disetiap siswa mulai pudar. Tingkah laku yang bisa merusak kerjasama tim pada siswa akan berdampak melemahkan kinerja setiap anggota pada saat pertandingan apabila situasi ini dibiarkan dalam waktu yang lama. Seorang pemimpin akan sulit dalam mengubah kinerja setiap anggota tim, karena tindakan yang kurang tegas dari pemimpin akan menghilangkan nilai-nilai yang tidak sesuai dengan tujuan semula.
B. Definisi operasional
Berdasarkan pada beberapa pendapat diatas, dapat diambil kesimpulan bahwa yang dimaksud dengan bekerjasama dalam penelitian ini adalah tindakan satu orang atau satu pihak dengan orang atau pihak lain yang tercermin dalam kegiatan bermain yang menguntungkan semua pihak dengan prinsip saling percaya, menghargai, dan adanya norma yang mengatur. Bekerjasama dalam sebuah tim itu tidak mudah terwujud dan dalam permainan tidak akan efektif apabila kerjasama itu tidak terlihat pada tim saat bertanding. Siswa harus mempersatukan kepribadian yang berbeda, tujuan dalam bertanding dan motivasi baik dari dalam siswa maupun dari faktor lingkungan. Kemenangan akan mudah tercapai dengan siswa bekerja keras dan bersama-sama menggabungkan bakat keterampilan siswa tersebut.
Membangun kekompakkan untuk bersatu dalam sebuah pertandingan akan lebih
44 mudah terlihat dalam permainan apabila setiap siswa menggabungkan kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari seringkali berinteraksi kepada semua anggota tim.
C. Kisi-kisi instrumen
- Merencanakan strategi bermain dalam memperoleh kemenangan
3. Menjalin kesetiaan - Menumbuhkan rasa kebersamaan 4. Selalu memberikan
solusi terhadap permasalahan tim
- Selalu memberikan pendapat dan solusi dalam bermain bola voli
5. Memberikan penghargaan
terhadap anggota tim
- Memberikan apresiasi sesama pemain
6. Tim memberikan
- Simpati terhadap teman 8. Peduli terhadap
anggota tim
- Memberikan motivasi sesama pemain 9. Bekerja keras - Selalu berusaha keras