AB II KERANGKA TEORI, KERANGKA BERPIKIR, DAN
F. Teknik pengolahan dan Analisis Data
6. Keadaan guru dan karyawan Rumah singgah anak Kurnia
Guru adalah figur sentral dalam pendidikan. Tugas guru dalam mendidik, mengajar, membimbing anak didik merupakan bagian dari upayanya dalam mencerdaskan manusia dalam bekal pengetahuan dan penanaman nilai-nilai, seperti nilai agama, sosial, budaya sampai kepribadian.
Adapun jumlah guru/tutor di rumah singgah anak kurnia berjumlah 14 orang, yang semuanya merupakan guru tetap yayasan akur kurnia. Dari 14 orang tersebut hanya dua orang yang telah bergelar sarjana.
B. Deskripsi Data
Hasil penelitian diperoleh dari angket yang telah diisi oleh responden. Angket yang penulis sebarkan kepada 20 responden meliputi variabel kesadaran beragama pada kehidupan anak jalanan kramat jati jakarta-timur. Tabel yang disajikan merupakan jawaban-jawaban atas pernyataan-pernyataan yang diajukan, yaitu:
1. Dimensi kesadaran dalam meyakini ajaran agama
Untuk tabel pertama mengenai ajaran agama mengenai kedamaian. Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui seberapa besar pemahaman responden mengenai ajaran agama yang ada dalam dirinya.
Tabel 1
Ajaran agama mengenai kedamaian
NO Alternatif Jawaban Frekuensi Prosentase
1.
Sangat setuju 12 60 %
Setuju 8 40 %
Tidak setuju - -
Sangat tidak setuju - -
Jumlah 20 100 %
Data di atas menunjukan bahwa 60 % responden yang menjawab sangat setuju bahwa agama mengajarkan tentang kedamaian dan 40 % responden
menjawab setuju dengan pernyataan tersebut. Hal ini menunjukan bahwa pemahaman responden akan ajaran agama mengenai kedamaian adanya sikap sangat baik (sangat tinggi).
Tabel 2
Percaya kepada Malaikat
NO Alternatif Jawaban Frekuensi Prosentase
2.
Sangat setuju - -
Setuju 13 65 %
Tidak setuju 1 5 %
Sangat tidak setuju 6 30%
Jumlah 20 100 %
Dari tabel di atas menunjukan 13 responden (65 %) menjawab setuju, dan 30 % responden menjawab sangat tidak setuju, sebab mereka merasa resiko setiap perbuatan ditanggung oleh masing-masing dan merekapun merasa setiap perbuatan mereka tidak ada yang mengawasi. sedangkan 5 % lainnya menjawab tidak setuju. Dari data tersebut dapat ditarik kesimpulan 35% responden kurang adanya penghayatan dan pemahaman dalam keyakinan kan adanya malaikat jika dilihat dari jawaban tersebut.
Tabel 3
Keyakinan Akan adanya kehidupan setelah kematian No Alternatif Jawaban Frekuensi Prosentase
3
Sangat setuju 9 45 %
Setuju 11 55 %
Tidak setuju - -
Sangat tidak setuju - -
Jumlah 20 100 %
Dari hasil yang didapat menunjukan 55 % menjawab setuju bahwasannya menjalani kehidupan yang lebih baik adalah suatu upaya persiapan diri sebelum tibanya kematian. Dan 45 % menjawab sangat setuju , sedangkan tidak ada seorangpun yang menjawab tidak setuju/sangat tidak setuju. Hal ini menunjukan bahwasannya kepercayaan atau adanya kesadaran responden tercermin dari jawaban mereka yang mengupayakan hidup lebih naik sebelum tibanya kematian.
Tabel 4
Keyakinan untuk menjalani hidup yang lebih baik No Alternatif jawaaban Frekuensi Prosentase
4
Sangat setuju 10 50 %
Setuju 9 45
Tidak setuju 0 45 %
Sangat tidak setuju 1 5 %
Jumlah 20 100 %
Dari tabel di atas menunjukan bahwasannya 50 % responden menjawab sangat setuju, 45 % responden menjawab setuju, dan 5 % responden lainnya menjawab sangat tidak setuju. Hal ini menunjukan bahwasannya adanya pemahaman mereka terhadap ajaran agama yang mereka anut. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwasannya upaya mereka meraih apa yang diinginkan tergolong kepada kategori sangat baik.
Tabel 5
Keyakinan akan pahala dan dosa.
No Alternatif jawaban Frekuensi Prosentase
5
Sangat setuju 7 35 %
Setuju 13 65 %
Tidak setuju - -
Sangat tidak setuju - -
Jumlah 20 100 %
Data di atas menunjukan bahwa 65 % responden menjawab setuju, dan 35 % menjawab sangat setuju. Berdsarkan data di atas daapat ditarik kesimpulan bahwasannya adanya pemahaman responden akan adanya balasan (pahala/dosa) dari setiap perbuatan yang dilakukan.
Tabel 6
Kayakinan akan Allah yang maha pengampun atas dosa No Alternatif jawaban Frekuensi Prosentase
6
Sangat setuju 4 20 %
Setuju 10 50
Tidak setuju 6 30
Sangat tidak setuju - -
Jumlah 20 100 %
Data di atas menunjukan bahwa 50 % responden menjawab setuju, 30 % responden menjawab tidak setuju, dan 20 % responden lainnya menjawab sangat setuju. Dari data di atas daapat ditarik kesimpulan bahwasannya kurangnya pemahaman mereka mengenai taubat yang dapat menghapus dosa itu tidak cukup dengan menyesal tetapi juga harus diiringi dengan tidak melakukan perbuatan dosa yang sama.
Tabel 7
Kayakinan akan pertanggungjawaban dari perbuatan yang dilakukan. No Alternatif jawaban Frekuensi Prosentase
7
Sangat setuju 12 60 %
Setuju 8 40 %
Tidak setuju - -
Sangat tidak setuju - -
Jumlah 20 100 %
Data di atas menunjukan bahwasannya 60 % menjawab sangat setuju,40 % menjawab setuju, dan tidak ada seorangpun yang menjawab tidak setuju/saangat tidak setuju. Hal ini dapat ditarik kesimpulan yang meyakinkan, karena dari jumlah responden yang ada, menunjukan adanya pemahaman akan adanya kepercayaan adanya balasan dari setiap yang diperbuat.
Tabel 8
Keyakinan akan Pertanggungjawaban amal di hari kiamat No Alternatif jawaban Frekuensi Prosentase
8
Sangat setuju 6 30 %
Setuju 12 60 %
Tidak setuju 2 10 %
Sangat tidak setuju - -
Jumlah 20 100 %
Data di atas menunjukan bahwa 60 % responden menjawab setuju bahwa adanya pertanggung jawaban di hari kiamat atas apa yang di perbuat selama di dunia, dan 30 % responden menjawab sangat setuju. Hal ini menunjukan adanya kepercayaan responden terhadap pertanggungjawaban perbuatan di hari kiamat . dan hanya 10 % yang menjawab tidak setuju bahwa perbuatan selama di dunia tidak akan dimintai pertanggung jawaban.
Tabel 9
Keyakinan akan adanya siksa dan nikmat kubur No Alternatif Jawaban Frekuensi Prosentase
9
Sangat setuju 7 35 %
Setuju 12 60 %
Tidak setuju 1 5 %
Sangat tidak setuju - -
Jumlah 20 100 %
Data di atas menunjukan bahwa 60 % responden menjawab setuju , 35 % menjawab sangat setuju dan 5 % responden lainnya menjawab tidak setuju dan tidak ada dari seorang pun dari responden yang menjawab sangat tidak setuju. Hal ini menunjukan adanya kesadaran dalam diri responden untuk melakukan kebaikan dan meninggalkan perbuatan dosa.
Tabel 10
Keyakinan akan adanya Nabi/Rosul sebagai Penuntun Ummat No Alternatif jawaban Frekuensi Prosentase
10
Sangat setuju 11 55 %
Setuju 8 40 %
Tidak setuju 1 5 %
Sangat tidak setuju - -
Jumlah 20 100 %
Data di atas menunjukan bahwa 55% responden menjwab sangat setuju, 40% responden menjawab setuju, 5% responden menjawab tidak setuju bahkan tidak ada seorang pun yang menjawab sangat tidak setuju. Data tersebut menunjukan bahwa adanya pemahaman dari keyakinan responden tentang Nabi dan Rosul yang di jadikan suri tauladan mereka dalam tindakan dan perbuatan mereka sehari-hari.
2. Kesadaran dalam melaksanakan ibadah Tabel 11
Memulai aktifitas pekerjaan baik dengan do’a No Alternatif jawaban Frekuensi Prosentase 11
Sangat setuju 11 55 %
Setuju 8 40 %
Tidak setuju 1 5 %
Sangat tidak setuju - -
Jumlah 20 100 %
Data di atas menunjukan bahwa 55% responden menjawab sangat setuju, 40% responden menjawab tidak setuju, 5% respenden menjawab tidak setuju, dan tidak seorang pun (o%) dari responden yang menjawab sangat tidak setuju. Data tersebut menunjukan adanya dampak positif dari pembiasaan yang dilakukan di rumah singgah pada diri responden dalam kehidupannya.
Tabel 12
Khusyu dalam berdo’a
No Alternatif jawaban Frekuensi Prosentase
12
Sangat setuju 6 30 %
Setuju 13 65 %
Tidak setuju 1 5 %
Sangat tidak setuju - -
Jumlah 20 100 %
Data di atas menunjukan bahwa sebanyak 65% responden menjawab setuju, 30% responden menjawab sangat setuju, 5% responden menjawab tidak setuju dan tidak ada seorangpun yang menjawab tidak setuju. Hal tersebut menunjukan adanya kepatuhan dalam diri responden untuk merasa dekat dengan Allah melalui berdo’a.
Tabel 13
Hikmah dari ibadah sholat
No Alternatif jawaban Frekuensi Prosentase 13
Sangat setuju 13 65 %
Setuju 7 35 %
Tidak setuju - -
Sangat tidak setuju - -
Jumlah 20 100 %
Data di atas menunjukan bahwa sebanyak 65% responden menjawab sangat setuju, 35% responden menjawab setuju dan tidak ada seorangpun (0%) yang menjawab tidak setuju/sangat tidak setuju. Hal ini menunjukan bahwa adanya kesadaran menjaga kebersihan badan, pakaian dan tempat tinggal sangat tinggi pada diri responden hikmah yang dapat diambil dari ibadah sholat.
Tabel 14
Menjaga kebersihan dan kesucian diri. No Alternatif jawaban Frekuensi Prosentase 14
Sangat setuju 12 60 %
Setuju 6 30 %
Tidak setuju 1 5 %
Sangat tidak setuju 1 5 %
Jumlah 20 100 %
Data di atas menunjukan bahwa sebanyak 60% responden menjawab sangat setuju, 30% responden menjawab setuju, dan masing-masing 5% dari responden yang menjawab tidak setuju dan sangat tidak setuju. Hal tersebut menunjukan data adanya kesadaran responden membiasakan mandi dua kali sehari sangat tinggi walaupun masih ada 5% dari masing-masing responden yang menjawab tidak/sangat tidak setuju untuk melakukan hal tersebut.
Tabel 15
Melatih disiplin waktu dengan bangun sholat subuh No Alternatif jawaban Frekuensi Prosentase 15
Sangat penting 13 65 %
Penting 5 25 %
Tidak penting 2 10 %
Sangat tidak penting - -
Jumlah 20 100 %
Data di atas menunjukan sebanyak 65% menjawab sangat penting melatih kedisiplinan dalam mengatur waktu dengan membiasakan bangun pagi untuk melaksanakan sholat subuh. 25% responden menjawab penting dan 10% dari responden lainnya menjawab tidak penting. Dengan ini dapat ditarik kesimpulan bahwa kebanyakan responden merasa penting bangun bagi untuk sholat shubuh guna melatih diri dalam mengatur waktu sangat tinggi, walaupun adap beberapa orang responden yang menjawab tidak penting.
Tabel 16
Membiasakan khusu’ dalam sholat .
No Alternatif jawaban Frekuensi Prosentase 16
Sangat setuju 9 45 %
Setuju 9 45 %
Tidak setuju 1 5 %
Sangat tidak setuju 1 5 %
Jumlah 20 100 %
Data di atas menunjukan 45% responden menjawab sangat setuju, 45% responden menjawab setuju, dan masing-masing 5% dari responden yang menjawab sangat/tidak setuju. Hal tersebut menunjukan adanya kepatuhan yang sangat tinggi pada diri responden dalam melaksanakan sholat dengan membiasakan khusu’ dalam pelaksanaannya. Walaupun ada sebagian dari (5%) masing-masing responden yang menjawab sangat/tidak setuju tapi itu tidak begitu berpengaruh kepada data kebanyakan responden yang menjawab sangat setuju/setuju.
Tabel 17
Melatih diri berpuasa sejak kecil.
No Alternatif jawaban Frekuensi Prosentase 17
Sangat setuju 13 65 %
Setuju 5 25 %
Tidak setuju 2 10 %
Sangat tidak setuju - -
Jumlah 20 100 %
Data di atas menunjukan bahwa 65% responden yang menjawab sangat setuju, 25% responden menjawab setuju dan 10% dari responden menjawab tidak setuju. Dengan adanya data tersebut maka dapat ditarik kesimpulan bahwasannya melatih diri berpuasa sejak kecil itu penting guna terbiasa menjalankan syariat di masa dewasa/akan datang.
Tabel 18
Melatih diri untuk terbiasa membaca Al Qur’an. No Alternatif jawaban Frekuensi Prosentase 18
Sangat setuju 12 60 %
Setuju 6 30 %
Tidak setuju 2 10 %
Sangat tidak setuju - -
Jumlah 20 100 %
Data di atas menunjukan kebanyakan dari 60% responden menjawab sangat setuju, 38% lainnya menjawab setuju untuk melatih diri membaca Al-Qur’an sangat tinggi, walaupun ada 10% orang dari responden yang menjawab tidak setuju untuk membiasakan diri membaca Al-Qur’an sejak kecil karena menanggapnya tidak penting.
3. Kesadaran dalam menghayati kehidupan Tabel 19
Bergegas melaksanakan sholat
No Alternatif jawaban Frekuensi Prosentase
19
Sangat baik 13 65 %
Baik 7 35 %
Tidak baik - -
Sangat tidak baik - -
Jumlah 20 100 %
Data di atas menunjukan 65% responden menjawab sangat baik untuk bergegas melaksanakan sholat ketika terdengar adzan, dan 35% lainnya menjawab baik ketika mendengar adzan bergegas untuk melaksanakan sholat. Dari tabel di atas dapat diketahui adanya kesadaran beragama untuk melaksanakan sholat tepat pada waktunya.
Tabel 20
Penghayatan akan perasaan dekat dengan Allah No Alternatif jawaban Frekuensi Prosentase
20
Sangat setuju 4 20 %
Setuju 5 25 %
Tidak setuju 10 50 %
Sangat tidak setuju 1 5 %
Jumlah 20 100 %
Data di atas menunjukan kebanyak 50% responden menjawab tidak setuju dengan pernyataan mengenai “tidur nyenyak sebelum sholat isya merupakan ciri dari orang yang jauh dari mengingat Allah,” 25 % menjawab setuju, 20% responden menjawab sangat setuju, dan 5% responden lainnya menjawab sangat tidak setuju. Hal ini menunjukan kurangnya kesadaran beragama pada diri responden dalam pelaksanaan sholat (khususnya sholat isya), karena masih banyak yang tidak setuju (50%) dan sangat tidak setuju (5%) menggambarkan keseharian responden yang sering meninggalkan sholat isya karena ketiduran.
Tabel 21
Perasaan tenang dan tentram mendengar lantunan Al-Qur’an. No Alternatif jawaban Frekuensi Prosentase 21
Sangat baik 12 60 %
Baik 7 35 %
Tidak baik 1 5 %
Sangat tidak baik - -
Jumlah 20 100 %
Data di atas menunjukan 60% responden menjawab sangat baik ketika hati merasa tenang dan tentram mendengar orang membaca Al-Qur’an, dan 35% responden menjawab baik karena mendengar orang membaca Al-Qur’an hati merasa tenangdan tentram. Hal ini menunjukan adanya perasaan dekat dengan Allah sangat tinggi ketika adanya perasaan tenang dan tentram mendengarkan orang membaca Al-Qur’an. Dan hanya 5% dari responden yang tidak ada getaran/perasaan dekat dengan Allah ketika mendengar lantunan ayat suci Al-Qur’an.
Tabel 22
Cara mendekatkan diri kepada Allah No Alternatif jawaban Frekuensi Prosentase
22
Sangat setuju 4 20 %
Setuju 10 50 %
Tidak setuju 4 20 %
Sangat tidak setuju 2 10 %
Jumlah 20 100 %
Data di atas menunjukan 50% responden menjawab setuju upaya yang dapat mendekatkan diri kepada Allah yaitu dengan mendengarkan ceramah agama. 20% responden menjawab sangat setuju, 20% responden lainnya menjawab tidak setuju, dan 10% responden menjawab sangat tidak setuju. Dari data di atas dapat ditarik kesimpulan beberapa responden masih ada yang bingung apakah perasaan bosan ketika mendengarkan ceramah agama itu tidak mencerminkan sikap ingin mendekatkan diri kepada Allah atau tidak.
Tabel 23
Perasaan dekat dengan Allah dengan bersabar No Alternatif jawaban Frekuensi Prosentase
23
Sangat setuju 12 60 %
Setuju 7 35 %
Tidak setuju - -
Sangat tidak setuju - -
Tidak menjawab 1 5 %
Jumlah 20 100 %
Data di atas menunjukan 60% responden menjawab sangat setuju dan 35% responden menjawab setuju . dari data tersebut dapat ditarik kesimpulan adanya sikap keagamaan yang sangat tinggi pada diri responden di lihat dari hasil jawaban angket. Walaupun masih ada dari responden yang tidak dapat menentukan pilihannya.
Tabel 24
Perasaan dekat dengan Allah melalui Do’a No Alternatif jawaban Frekuensi Prosentase 24
Sangat setuju 12 60 %
Setuju 7 35 %
Tidak setuju 1 5 %
Sangat tidak setuju - -
Jumlah 20 100 %
Data di atas menunjukan kebanyakan dari 60% responden menjawab sangat setuju bahwa setiap hamba yang berdo’a pasti akan dikabulakna permintaannya, 35% responden menjawab setuju dan 5% responden lainnya menjawab tidak setuju. Hal ini dapat ditarik kesimpulan adanya kesadaran perasaan dekat dengan Allah sangat tinggi dengan adanya perasaan dikabulkannya do’a-doa.
Tabel 25
Perasaan bersyukur pada Allah
No Alternatif jawaban Frekuensi Prosentase
25
Sangat setuju 6 30 %
Setuju 7 35 %
Tidak setuju 5 25 %
Sangat tidak setuju 2 10 %
Jumlah 20 100 %
Data di atas menunjukan 35% responden menjawab setuju, 30% responden menjawab sangat setuju bahwa kita tidak boleh merasa bangga dengan pengetahuan yang lebih daripada orang lain, dan 25 % responden menjawab tidak setuju 10% responden lainnya menjawab sangat tidak setuju. Hal ini dapat ditarik kesimpulan bahwa rasa sombong ada ketika orang merasa mempunyai ilmu lebih yang patut untuk dibanggakan.
Tabel 26 Ikhlas dalam beramal.
No Alternatif jawaban Frekuensi Prosentase 26
Sangat setuju 9 45 %
Setuju 7 35 %
Tidak setuju 3 15 %
Sangat tidak setuju 1 5 %
Jumlah 20 100 %
Data di atas menunjukan kebanyakan responden menjawab sangat setuju ada 45%, 35% responden menjawab setuju bahwa setiap melakukan kebaikan harus berdasarkan niat hati yang ikhlas, dan 15% responden mebjawab tidak setuju 5% responden lainnya menjawab sangat tidak setuju. Hal ini menunjukan bahwa terkadang rasa ingin dipuji atas kebaikan yang dilakukan pasti ada pada diri responden walaupun tidak sekuat data yang menjawab sangat setuju dan setuju.
Tabel 27
Sabar dalam menjalani kehidupan
No Alternatif jawaban Frekuensi Prosentase 27
Sangat baik 2 10 %
Baik 6 30%
Tidak baik 10 50 %
Sangat tidak baik 2 10 %
Jumlah 20 100 %
Data di atas menunjukan 50% dari responden menjawab tidak baik mengeluh jika ditimpa musibah atau sakit, 30% responden menjawab baik atau boleh mengeluh jika ditimpa musibah atau sakit, dan masing-masing 10% dari responden menjawab sangat baik dan sangat tidak baik mengeluh jika ditimpaa musibah atau sakit. Dari data tersebut, dapat ditarik kesimpulan kesadaran beragama yang ada pada diri responden baik/tinggi walaupun masih ada beberapa responden yang belum memahami apakah mengeluh ketika ditimpa musibah atau sakit itu baik atau tidak.
Tabel 28
Bersyukur dalam menjalani kehidupan No Alternatif jawaban Frekuensi Prosentase 28
Sangat setuju 6 30 %
Setuju 14 70 %
Tidak setuju - -
Sangat tidak setuju - -
Jumlah 20 100 %
Data di atas menunjukan 70% responden menjawab setuju dan 30% responden lainnya menjawab sangat setuju untuk menyatakan pernyataan bahwa sedikit banyaknya penghasilan yang didapat harus kita syukuri. Hal ini menunjukan adanya kesadaran untuk bersyukur atas apa yang dihasilkan sangat tinggi.
Tabel 29
Memiliki kepedulian sosial peka terhadap kondisi sesama. No Alternatif jawaban Frekuensi Prosentase 29
Sangat baik 11 55 %
Baik 8 40 %
Tidak baik 1 5 %
Sangat tidak baik - -
Jumlah 20 100
Data di atas, 55% responden menjawab saangat baik, 40% responden menjawab baik, dan 5% responden menjawab tidak baik. Hal ini menunjukan adanya rasa kepedulian sosial dalam diri responden walaupun mereka sebatas merasakan penderitaan orang yang tertimpa musibah bencana alam tersebut.
4. Kesadaran untuk menambah ilmu pengetahuan Tabel 30
Pentingnya penerapan pendidikan agama pada usia dini No Alternatif jawaban Frekuensi Prosentase 30
Sangat penting 14 70 %
Penting 5 25 %
Tidak penting - -
Sangat tidak penting 1 5 %
Jumlah 20 100 %
Data di atas menunjukan 70% dari responden menjawab sangat penting pendidikan agama ditanamkan sejak dini, dan 25% responden menjawab penting. Hal ini menunjukan pemahaman mereka akan ajaran agama yang harus ditanamkan sejak dini. Dan hanya 5% dari responden yang menjawab sangat tidak penting.
Tabel 31
Keinginan dalam mendalami ajaran agama No Alternatif jawaban Frekuensi Prosentase 31
Sangat penting 13 65 %
Penting 6 30 %
Tidak penting 1 5 %
Sangat tidak penting - -
Jumlah 20 100 %
Data di atas menunjukan bahwa 65% responden menjawab selalu bertanya tentang ilmu-ilmu agama kepada orang dewasa itu sangat penting, dan 35% responden yang menjawab bertanya tentang ilmu-ilmu agama kepada orang dewa itu penting. Hal ini menunjukan adanya kesemangatan pada diri responden dalam mempelajari ajaran agama yang belum diketahuinya. Walaupun ada 5% dari responden yang menyatakan tidak penting untuk bertanya kepada orang dewasa tentang ilmu-ilmu agama.
Tabel 32
Bukti orang yang mendalami ilmu agama. No Alternatif jawaban Frekuensi Prosentase
32
Sangat penting 8 40 %
Penting 10 50 %
Tidak penting 1 5 %
Sangat tidak penting - -
Tidak menjawab 1 5 %
Jumlah 20 100 %
Data di atas menunjukan 50% responden menjawab penting, ini berarti mayoritas dari responden mempunyai kesadaran agamanya baik, 40% responden menjawab menjawab sangat penting dari total seluruh responden. Sedangkan yang menjawab tidak penting ada 1 orang atau 5% dari responeden dan ada 5% dari responden yang tidak menyatakan apakah pergi kepengajian itu penting atau tidak guna memperdalam ilmunya tentang agama.
Tabel 33
Pengembangan minat dan bakat melalui perlombaan No Alternatif jawaban Frekuensi Prosentase
33
Sangat penting 5 25 %
Penting 15 75 %
Tidak penting - -
Sangat tidak penting - -
Jumlah 20 100%
Data di atas menunjukan 75% responden menjawab penting mengikuti perlombaan untuk mengembangkan minat/bakat, 25% responden lainnya menjawab sangat penting mengikuti perlombaan ceramah/adzan untuk mengembangkan minat dan bakat. Dan tak seorangpun dari responden yang menjawab tidak penting maupun sangat tidak penting. Dari data tersebut dapat ditarik kesimpulan adanya kesadaran dalam diri responden dalam mengembangkan minat dan bakat diri mereka itu tinggi.
5. Kesadraran dalam berprilaku baik
Tabel 34
Menjauhkan diri dari sifat bohong dengan bersikap jujur. No Alternatif jawaban Frekuensi Prosentase 34
Sangat penting 12 60 %
Penting 7 35 %
Tidak penting 1 5 %
Sangat tidak penting - -
Jumlah 20 100 %
Data di atas menunjukan sebagian besar dari jumlah responden menjawab sangat penting untuk berbicara jujur sebanayak 60%, dan 35% responden menjawab penting. Ini menunjukan tingginya kesadaran beragama pada diri responden, karena kebanyakan dari responden menjawab sangat penting walaupun ada 5% dari responden yang menjawab tidak penting dalam hal jujur berbicara.
Tabel 35
Menghindari prilaku yang tidak baik
No Alternatif jawaban Frekuensi Prosentase
35
Sangat setuju 7 35 %
Setuju 10 50 %
Tidak setuju 2 10 %
Sangat tidak setuju 1 5 %
Jumlah 20 100 %
Data di atas menunjukna 50% responden menjawab setuju bahwa mencari keuntungan dalam menolong merupakan hal tidak baik, 35% responden menjawab sangat setuju, 10% menjawab tidak setuju dan 5% lainnya menjawab sangat tidak setuju. Ini menunjukan bahwa ada kesadaran dalam diri responden untuk tidak mengharapkan imbalan dari orang yang telah ditolongnya. Walaupun ada beberapa responden yang tidak setuju (10%) dan sangat tidak setuju (5%) karena masih beranggapan mencari keuntungan dalam menolong orang merupakan suatu imbalan dari apa yang dilakukannya.
Tabel 36
Ciri dari seorang yang bertanggungjawab No Alternatif jawaban Frekuensi Prosentase
36
Sangat setuju 4 20 %
Setuju 10 50 %
Tidak setuju 4 20 %
Sangat tidak setuju 1 5 %
Tidak menjawab 1 5 %
Jumlah 20 100
Data di atas menunjukan 10 orang dari responden (50%) menjawab setuju untuk mengambil resiko/bertanggung jawab atas apa yang telah dilakukan. Dan 20% atau 4 orang menjawab sangat setuju, sedangkan 20% responden lainnya menjawab tidak setuju. Dari data tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa kesadaran dalam mempertanggungjawabkan segala hal dari hasil perbuatannya kurang karena 20% dari masing-masing responden ragu untuk menjawab sangat setuju dan tidak setuju akan hal mengambil resiko atas perbuatan yang dilakukan
itu merupakan ciri dari orang yang berani bertanggung jawab, bahkan 5% dari responden menjawab sangat tidak setuju dan 5% responden lainnya tidak menentukan jawabannya.
Tabel 37
Tolong-menolong kepada sesama
No Alternatif jawaban Frekuensi Prosentase
37
Sangat baik 8 40 %
Baik 6 30 %
Tidak baik 5 25 %
Sangat tidak baik 1 5 %
Jumlah 20 100 %
Data di atas, 40% responden menjawab sangat baik, 30% menjawab baik, sedangkan yang menjawab tidak baik hanya 25% dan 5% responden menjawab sangat tidak baik. Hal ini menunjukan bahwa kesadaran dalam menolong pada diri responden hanya kepada orang yang dikenal, dan masih kurang untuk menolong orang yang tidak dikenal terlihat dari hasil jawaban responden yang kebanyakan menjawab sangat baik (40%) dan tidak baik (30%) menolong orang yang tidak dikenal.
Tabel 38
Ciri dari solidaritas terhadap teman
No Alternatif jawaban Frekuensi Prosentase
38
Sangat baik 10 50 %
Baik 7 35 %
Tidak baik 1 5 %
Sangat tidak baik 1 5 %
Tidak menjawab 1 5 %
Jumlah 20 100
Data di atas menunjukan sebanyak 10 orang dari reponden (50%) menjawab sangat baik memarahi teman yang melakukan kesalahan, 35% atau 7 orang dari responden menjawab baik untuk memarahi teman yang berbuat kesalahan, sedangkan masing-masing 5% dari responden yang mengatakan tidak baik (5%), sangat tidak baik (5%) bahkan ada yang tidak menjawab karena
bingung apakah baik untuk memarahi teman yang melakukan kesalahan itu merupakan wujud dari kasih sayang kita atau bukan. Dari data tersebut dapat ditarik kesimpulan masing-masing kebanyakan responden salah akan memahami