• Tidak ada hasil yang ditemukan

KEADAAN LINGKUNGAN

Dalam dokumen BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang (Halaman 56-61)

CAKUPAN BALITA DITIMBANG

CAKUPAN BADUTA DITIMBANG

E. KEADAAN LINGKUNGAN

Program Lingkungan Sehat bertujuan untuk mewujudkan mutu lingkungan hidup yang lebih sehat melalui pengembangan sistem kesehatan kewilayahan untuk menggerakkan pembangunan lintas sektor berwawasan kesehatan.

Profil Kesehatan Kota Banjar Tahun 2016 57 Adapun kegiatan pokok untuk mencapai tujuan tersebut meliputi:

1) Penyediaan Sarana Air Bersih dan Sanitasi Dasar 2) Pemeliharaan dan Pengawasan Kualitas Lingkungan 3) Pengendalian dampak risiko lingkungan

4) Pengembangan wilayah sehat.

Pencapaian tujuan penyehatan lingkungan merupakan hasil dari berbagai pelaksanaan kegiatan berbagai lintas sektor, peran swasta dan masyarakat. Pengelolaan kesehatan lingkungan merupakan penanganan yang paling kompleks, kegiatan tersebut sangat berkaitan antara satu dengan yang lainnya yaitu dari hulu berbagai lintas sektor ikut serta berperan (Perindustrian, Lingkungan Hidup, Pertanian, Cipta Karya dll) baik kebijakan dan pembangunan fisik dan Dinas Kesehatan sendiri terfokus kepada hilirnya yaitu pengelolaan dampak kesehatan. Sebagai gambaran pencapaian tujuan program lingkungan sehat disajikan dalam per kegiatan pokok melalui indikator yang telah disepakati serta beberapa kegiatan yang dilaksanakan sebagai berikut:

1) Rumah Sehat

Rumah merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia yang berfungsi sebagai tempat tinggal atau hunian dan sarana pembinaan keluarga.Rumah haruslah sehat dan nyaman agar penghuninya dapat berkarya untuk meningkatkan produktivitas. Konstruksi rumah dan lingkungan yang tidak memenuhi syarat kesehatan merupakan faktor risiko penularan berbagai jenis penyakit khususnya penyakit berbasis lingkungan seperti Demam Berdarah Dengue, Malaria, Flu Burung dan lain- lain.

Pada tahun 2016 cakupan rumah sehat hanya mencapai 43.438 rumah (76.21%). Cakupan tertinggi adalah di Puskesmas Pataruman III sebesar 87,87% dan terendah di Puskesmas Banjar II sebesar 52.02%.

Dari 10 Puskesmas, masih 5 Puskesmas yang belum mencapai target (80%).

2) Akses Air Minum Berkualitas

Adanya perubahan paradigma dalam pembangunan sektor air minum dan penyehatan lingkungan dalam penggunaan prasarana dan

Profil Kesehatan Kota Banjar Tahun 2016 58 sarana yang dibangun, melalui kebijakan Air Minum dan Penyehatan Lingkungan yang ditandatangani oleh Bappenas, Departemen Kesehatan, Departemen Dalam Negeri serta Departemen Pekerjaan Umum memberikan dampak cukup signifikan terhadap penyelenggaraan kegiatan penyediaan air bersih dan sanitasi khususnya di daerah.

Jumlah penduduk yang memiliki akses terhadap air bersih pada tahun 2016 sebesar 74.22% atau sebanyak 150.191 jiwa dengan riancian sumber air bersih dari sumur gali terlindungi 63.506 jiwa, sumur gali dengan pompa sebanyak 45.806 jiwa, sumur bor dengan pompa 5.832 jiwa, mata air terlindungi sebanyak 5.326 jiwa dan perpipaan / PDAM sebanyak 29.721 jiwa.

3) Penyelenggara Air Minum Memenuhi Syarat Kesehatan

Jumlah penyelenggara air minum di kota Banjar pada tahun 2016 sebanyak 92 tempat. Dan yang diperiksa yaitu sebanyak 90, dari semua sampel yang di periksa, telah memenuhi syarat (fisik, bakteriologi, dan kimia) berjumlah 86 (95,56 %).

4) Penduduk Dengan Akses Terhadap Jamban Sehat Menurut Jenis Jamban

Jumlah sarana jamban komunal yang memenuhi syarat sebanyak 61 buah sedangkan jumlah penduduk yang menggunakan sebanyak 794. Jumlah jamban komunal sangat sediikt karena data yang masuk hanya dua puskesmas sedangkan dari 8 puskesmas belum masuk.

Sedangkan jumlah sarana jamban berjenis leher angsa yang memenuhi syarat sebanyak 41.169. Jumlah penduduk yang menggunakan leher angsa 144.759 orang (80,38%). Jumlah sarana jamban berjenis plengsengan yang memenuhi syarat sebanyak 160, dan penduduk yang menggunakannya sebanyak 514 orang. Jumlah sarana jamban cemplung yang memenuhi syarat sebanyak 58 sedangkan penduduk yang menggunakannya sebanyak 511 (3.08%). Jadi secara keseluruhan jumlah penduduk di kota Banjar yang memiliki akses sanitasi yang layak sebanyak 146.575 orang atau (72.43%)

Profil Kesehatan Kota Banjar Tahun 2016 59 5) Desa Yang Melaksanakan Sanitasi Total Berbasis Masyaraka.

Jumlah desa yang ada di Kota Banjar pada tahun 2016 sebanyak 25, dan yang melaksanakan sanitasi total berbasis masyarakat (STBM) sebanyak 25 desa. Desa yang mencapai desa STBM sebanyak 6 desa, sedangkan desa yang sudah mecapai program STOP BABS (SBS) sudah 6 desa.

6) Tempat-Tempat Umum Memenuhi Syarat Kesehatan

Pada tahun 2016 jumlah tempat umum khususnya sarana pendidikan adalah sebagai berikut : SD sebanyak 114 sekolah, SLTP 35 sekolah, SLTA 29 sekolah sedangkan sarana kesehatan adalah : puskesmas 10 buah, dan rumah sakit 3 buah. Hotel sebanyak 8 buah.

Jadi total jumlah tempat tempat umum di Kota Banjar pada tahun 2016 yaitu : 199.

Dari semua tempat umum khususnya sarana pendidikan sejumlah sekolah SD yang sudah memenuhi syarat kesehatan mencapai 91 sekolah (79.82%), tingkat SLTP sebanyak 28 sekolah (80 %), dan tingkat SLTA sebanyak 25 sekolah (86.21% ). Sedangkan untuk sarana kesehatan, semua puskesmas sudah memenuhi syarat kesehatan, sedangkan untuk rumah sakit baru 1 rumah sakit yang telah memenuhi syarat kesehatan (33,33%). Untuk hotel yang telah memenuhi syarat kesehatan sebanyak 4 buah (50%). Jadi untuk jumlah TTU di Kota Banjar tahun 2016 yang telah memenuhi syarat kesehatan sebanyak 159 (79,90%).

7) Tempat Pengelolaan Makan (TPM) Menurut Status Higiene Sanitasi Pada tahun 2016 jumlah tempat pengelolaan makanan di Kota Banjar sebanyak 645 tempat. Dari TPM yang ada tersebut, yang telah memenuhi syarat Higiene Sanitasi adalah jasa boga sebanyak 11 tempat, rumah makan /restoran sebanyak 57 tempat, depot air minum (DAM) 81 tempat, makanan jajanan 185 tempat, jadi total TPM yang telah memenuhi syarat Higiene Sanitasi adalah 334 tempat (51,78%).

Dan TPM yang belum memenuhi syarat Higiene Sanitasi sebanyak 226 (35.04%) tempat.

Profil Kesehatan Kota Banjar Tahun 2016 60 8) Tempat Pengelolaan Makanan yang Dibina Dan Diuji Petik

Pada tahun 2016 jumlah tempat pengelolaan makanan (TPM) di Kota Banjar yang tidak memenuhi syarat 473 tempat. TPM yang dibina tersebut, adalah jasa boga sebanyak 38 tempat, rumah makan /restoran sebanyak 71 tempat, depot air minum (DAM) 69 tempat, makanan jajanan 186 tempat, jadi total TPM yang telah dibina adalah 364 tempat (76.96%).

Dari total 364 buah TPM yang telah dibina tadi, sebanyak 135 tempat telah memenuhi syarat hygiene sanitasi lalu dilakukan uji petik pada 135 TPM tersebut dan hasilnya ada 106 TPM (78.52%) yang telah lolos uji petik dengan rincian jasa boga 3 tempat, rumah makan /restoran sebanyak 11 tempat, depot air minum (DAM) 38 tempat, makanan jajanan 54 tempat.

Profil Kesehatan Kota Banjar Tahun 2016 61 BAB V

Dalam dokumen BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang (Halaman 56-61)

Dokumen terkait