• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II : VISI, MISI,TUJUAN DAN SASARAN

D. Keadaan Lingkungan

Keadaan lingkungan yang sehat tercipta dengan terwujudnya kesadaran individu dan masyarakat untuk berperilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), untuk mencapai tujuan tersebut dijabarkan dalam sasaran meningkatkan kesadaran dan kemandirian masyaakat untuk hidup sehat dengan indikator rumah tangga sehat, institusi kesehatan yang berperilaku sehat, institusi pendidikan yang sehat, tempat kerja yang sehat, tempat – tempat umum yang sehat, posyandu purnama dan mandiri. Serta meningkatkan kemandirian masyarakat sebagai peserta jaminan pemeliharaan kesehatan.

1. Rumah Sehat

Rumah Sehat adalah bangunan rumah tinggal yang memenuhi syarat kesehatan, yaitu rumah yang memiliki jamban yang sehat, sarana air bersih, tempat

Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto

31

pembuangan sampah, sarana pembuangan air limbah, ventilasi rumah yang baik, kepadatan hunian rumah yang sesuai dan lantai rumah tidak berbuat dari tanah.

Di Kabupaten Mojokerto tahun 2013, seluruh jumlah rumah 255.150, jumlah rumah yang diperiksa sebanyak 9.437 (3,70 %), dan jumlah rumah yang dinyatakan yang sehat 184.813 (72,43 %). Terjadi peningkatan sebesar 0,09 % dari tahun 2012. Perlu upaya program terkait untuk meningkatkan persentase rumah sehat, dengan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pemeliharaan dan perbaikan lingkungan (Tabel 62).

Keadaan rumah sehat juga perlu didukung keadaan rumah tangga yang berperilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Jumlah rumah tangga sebanyak 292.182. Distribusi rumah tangga yang ber – PHBS tahun 2013 dari 28.975 (45,18 %), jumlah rumah yang dipantau yaitu sebesar 64.126 (21,95 %) dan terjadi peningkatan rumah tangga yang ber – PHBS dari tahun 2012 sebesar 11,65 % (Tabel 61).

2. Tempat Umum dan Pengelolaan Makanan ( TUPM )

Tempat Umum dan Pengelolaan Makanan (TUPM) merupakan suatu sarana yang dikunjungi banyak orang, dan berpotensi menjadi tempat penyebaran penyakit. Oleh karena itu tujuan penyehatan TUPM adalah mewujudkan kondisi tempat umum dan pengelolaan makanan yang memenuhi syarat kesehatan agar masyarakat pengunjung terhindar dari kemungkinan bahaya penularan penyakit terhadap kesehatan masyarakat sekitarnya.

TTU meliputi hotel, pasar, terminal, stasiun, kolam renang, rumah sakit, tempat ibadah dan pondok pesantren. Sedangkan TPM sehat adalah tempat umum dan tempat pengelolaan makanan dan minuman yang memenuhi syarat kesehatan, yaitu memiliki sarana air bersih, tempat pembuangan sampah, sarana pembuangan air limbah, ventilasi yang baik, luas lantai (luas ruangan) yang sesuai dengan banyaknya pengunjung dan memiliki pencahayaan ruang yang memadai.

Data yang ada di Kabupaten Mojokerto Tahun 2013 jumlah TUPM yang ada 762 dan jumlah yang diperiksa 442 sedangkan jumlah yang sehat 337 ( 76,24 % ). Dari beberapa TUPM yang diperiksa (hotel, restoran dan pasar dan TUPM lainnya)

didapatkan, jumlah Hotel 15 buah yang diperiksa 12 buah dan yang sehat 12 buah

(80,00 %), Restoran yang ada 153, yang diperiksa 119 buah dan yang menunjukan sehat 96 (62,75 %), jumlah Pasar yang ada 21 buah, jumlah yang diperiksa 21, yang menunjukkan sehat 21 buah (100 %), TUPM lainnya jumlah yang ada 573 buah, jumlah yang diperiksa ada 290 buah, dan sehat ada 208 buah (36,30 %) (Tabel 67). 3. Institusi Yang Dibina

Beberapa institusi yang dibina di Kabupaten Mojokerto yang mendapat pembinaan kesehatan lingkungan oleh Dinas Kesehatan dan Puskesmas. Institusi tersebut antara lain, sarana pelayan kesehatan yang dibina 85 (100%), instalasi

Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto

32

pengolahan air minum ada 115 dan yang dibina 115 (100 %), sarana pendidikan ada 975 dan yang dibina 827 (84,82 %), sarana ibadah ada 587 dan yang dibina ada 438 (74,62 %), sarana perkantoran tidak ada yang dibina atau nihil, sarana lain ada 118 yang dibina 116 (98,31 %). Jumlah sarana yang ada sebesar 1.880 dan yang dibina sebesar 1.581 (84,10 %) (Tabel 68).

4. Akses terhadap Air Minum

Sumber air minum yang digunakan rumah tangga dibedakan menurut air kemasan, air isi ulang, leding meteran, leding eceran, pompa, sumur terlindung, sumur tidak terlindung, mata air terlindung, mata air tidak terlindung, air sungai, air hujan dan lainnya. Air Kemasan adalah air yang diproduksi dan didistribusikan oleh suatu perusahaan dalam kemasan botol dan kemasan gelas serta air minum isi ulang. Air Ledeng adalah air yang diproduksi melalui proses penjernihan dan penyehatan sebelum dialirkan kepada konsumen melalui suatu instalasi berupa saluran air. Sumber air ini diusahakan oleh PAM, PDAM, atau BPAM, baik dikelola pemerintah maupun swasta. Sumur Terlindung adalah sumur yang lingkar mulutnya dilindungi oleh tembok paling sedikit 0,8 meter di atas tanah dan sedalam 3 meter di bawah tanah dan di sekitar mulut sumur ada lantai semen sejauh 1 meter dari lingkar mulut sumur.

Kabupaten Mojokerto pada tahun 2013 sesuai tabel 64 dari jumlah keluarga yang ada sebanyak 298.812, jumlah keluarga yang diperiksa sumber air minumnya sebesar 8.159 (2,73%) dan keluarga dengan sumber air terlindung 88,34%. Sedangkan yang dapat mengakses air bersih sebanyak 263.981 keluarga dengan rincian berturut-turut yang terbanyak menggunakan pompa 110.647 (37,03%) diikuti sumur terlindung 108.119 (36,18%), ledeng meteran 45.215 (15,13%), sumur tak terlindungi 34.831 (11,66%) (Tabel 65).

Jenis sarana air bersih yang dapat digunakan oleh keluarga meliputi kemasan, ledeng, SPT, SGL, mata air, PAH dan lainnya. Di Kabupaten Mojokerto pada tahun 2013 jenis sarana air bersih yang digunakan terbanyak dengan rincian berturut-turut adalah SPT sebanyak 3.888, dan ledeng sebanyak 743 (Tabel 64). Jenis sarana air bersih di Kabupaten Mojokerto Tahun 2013:

Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto

33

Gambar 12. Jenis Sarana Air Bersih di Kabupaten Mojokerto Tahun 2013 5. Kepemilikan Sarana Sanitasi Dasar

Sanitasi dasar adalah syarat kesehatan lingkungan minimal yang harus dipunyai oleh setiap keluarga untuk memenuhi keperluan sehari-hari. Ruang lingkup sanitasi dasar yakni sarana penyediaan air bersih, sarana jamban keluarga, sarana pembuangan sampah, dan sarana pembuangan air limbah. Kepemilikan sarana sanitasi dasar yang dimiliki oleh keluarga (Tabel 66) meliputi SPAL Rumah Tangga, tempat sampah dan pengelolaan air limbah (PAL). Jumlah keluarga yang ada 298.812 di Kabupaten Mojokerto, jumlah keluarga yang diperiksa 2,73%, tidak semuanya bisa diperiksa karena keterbatasan sumber daya yang ada.

PAL Rumah Tangga, jumlah KK diperiksa sebanyak 8.159, yang sehat 3.182 (2,97 %) dan yang memiliki Jamban sebanyak 211.488, yang sehat 142.019 (67,15%). Untuk Tempat Sampah, jumlah KK yang diperiksa sebanyak 8.159 dan yang sehat 3.630 (3,02%) (Tabel 66).

6. Pemeriksaan Jentik Nyamuk

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu masalah kesehatan lingkungan yang cenderung meningkat jumlah penderita dan semakin luas daerah penyebarannya, sejalan dengan meningkatnya mobilitas dan kepadatan penduduk. Sampai saat ini penyakit DBD belum ada vaksin pencegahnya dan obatnyapun juga masih diusahakan. Satu-satunya cara efektif adalah mencegah dan menanggulanginya dengan cara memberantas nyamuk penularnya. Jumlah rumah/bangunan di Kabupaten Mojokerto tahun 2013 sebanyak 171.028 bangunan. Jumlah bangunan yang diperiksa 76,98% dari bangunan yang ada. Hasil pemeriksaan rumah/bangunan yang bebas jentik 115.209 (87,50 %) (Tabel 63).

Terjadi penurunan jumlah rumah/bangunan yang diperiksa dan bebas jentik nyamuk dari tahun 2012, dimana jumlah rumah/bangunan yang ada sebanyak 144.559 bangunan menjadi 115.209 bangunan. Pemeriksaan Jentik Nyamuk pada

Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto

34

rumah/bangunan perlu dilakukan mengingat dengan makin pentingnya digalakan sosialisasi Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui gerakan 3M (Menutup, Menguras, Mengubur) dan meningkatkan pengetahuan masyarakat untuk hidup bersih agar dapat menurunkan incidence rate penyakit DBD.

Jumlah Rumah yang diperiksa dan bebas jentik nyamuk aedes Kab. Mojokerto tahun 2009 sampai dengan tahun 2013, dapat dilihat dari diagram dibawah ini :

Gambar 13. Rumah yang diperiksa dan bebas jentik nyamuk Aedes Kab. Mojokerto Tahun 2009 - 2013

Dokumen terkait