• Tidak ada hasil yang ditemukan

GAMBARAN UMUM PENDUDUK PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR

C. KEADAAN PENDIDIKAN

Indikator yang dapat digunakan untuk mengukur tingkat pendidikan masyarakat yaitu Kemampuan baca tulis, partisipasi pendidikan dan pendidikan tertinggi yang ditamatkan.

1. Kemampuan Baca Tulis

Kemampuan membaca dan menulis atau baca tulis merupakan ketrampilan minimal yang dibutuhkan oleh penduduk untuk mencapai kesejahteraannya. Kemampuan baca – tulis ini tercermin dari Angka Melek Huruf (AMH), yaitu persentase penduduk umur 10 tahun ke atas yang dapat membaca dan menulis huruf latin. AMH penduduk di Provinsi NTT, menurut data BPS 2009 menunjukkan bahwa penduduk usia 10 tahun ke atas yang dapat membaca dan menulis huruf latin sebanyak 89,7% dan yang buta huruf sebanyak 10,3%. AMH penduduk usia 10 tahun ke atas bagi laki-laki sebesar 91,7%, sedangkan untuk perempuan sebesar 87,7%. AMH penduduk usia 10 tahun tahun ke atas yang dapat membaca dan menulis huruf latin di Provinsi NTT tersebut mengalami peningkatan dibanding tahun 2008 yaitu 87,0%, terjadi peningkatan 2,7%.

Berdasarkan jenis kelamin, selisih AMH laki dan perempuan masih cukup tinggi. Perbedaan AMH menurut jenis kelamin mengalami penurunan dari tahun ke tahun, pada tahun 2007 selisih AMH laki-laki dan perempuan sebesar 7,8 poin. Pada tahun 2009 selisihnya turun menjadi 3,9. Keadaan tersebut dapat dijadikan sebagai indikator bahwa semakin meningkat kesadaran akan pentingnya pendidikan tanpa melihat status jenis kelamin, meskipun disadari bahwa di beberapa masyarakat masih ada memprioritaskan anak laki-laki disekolahkan dari pada anak perempuannya.

0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100

Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi NTT berdasarkan data dari BPS tahun 2009 terlihat bahwa variasi AMH antara 77% sampai 98%. AMH tertinggi terdapat di empat Kabupaten/Kota yaitu Kota Kupang 98,3%; Kabupaten Ngada 95,6%; Kabupaten Alor 94,8% dan Kabupaten Manggarai Timur sebesar 94,7%. Sementara itu kabupaten yang dengan AMH terendah 77% yaitu Kabupaten Sumba Tengah. Persentase Penduduk yang melek huruf di Provinsi NTT tahun 2009 dapat dilihat pada gambar 2.4 di bawah ini. Rincian persentase penduduk berumur 10 tahun ke atas dengan AMH menurut Kabupaten/Kota dapat dilihat pada lampiran Tabel 4.

GAMBAR 2.4

PERSENTASE PENDUDUK 10 TAHUN KE ATAS YANG MELEK HURUF PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR

TAHUN 2009

2. Partisipasi Pendidikan

Pada tahun 2009 persentase penduduk Provinsi NTT berusia 10 tahun ke atas yang tidak/belum pernah bersekolah sebesar 8,56%. Sementara itu penduduk usia 10 tahun ke atas yang masih bersekolah sebesar 20,95% terdiri atas 10,30% bersekolah di SD/MI, sebesar 5,71% di SLTP/MTs, sebesar 3,51% di SMU/SMK, dan 1,37% di Akademi/Universitas. Menurut jenis kelamin, terlihat penduduk perempuan yang tidak/belum pernah sekolah besarnya dua kali lipat penduduk laki-laki (12,6% berbanding 8,3%).

Angka Partisipasi Sekolah (APS) menurut BPS Provinsi NTT tahun 2009 yaitu 7 – 12 tahun mewakili umur setingkat SD, 13 – 15 tahun mewakili umur setingkat SLTP, 16 – 18 tahun mewakili umur setingkat SLTA dan 19 -24 tahun mewakili umur diatas SLTA/ PT. APS kelompok umur SD sebesar 96,4% kelompok umur SLTP sebesar 79,28% kelompok umur SLTA 47,73 dan kelompok umur diatas SLTA/PT sebesar 12,48 Jika mengamati APS diatas, semakin tinggi kelompok umur semakin rendah APS.

Secara umum APS Laki – laki lebih besar dibandingkan APS Perempuan pada kelompok 7 - 12 tahun dan 13 - 15 tahun. Sementara pada kelompok umur 19 - 24 tahun, APS laki-laki lebih rendah dibanding APS perempuan. Rincian APS penduduk usia 7 - 24 tahun menurut kelompok umur dan jenis kelamin pada tahun 2009 dapat dilihat pada Tabel 2.3 berikut ini.

TABEL 2.3

ANGKA PARTISIPASI SEKOLAH (APS) PENDUDUK USIA 7-24 TAHUN MENURUT KELOMPOK UMUR DAN JENIS KELAMIN

DI PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR, TAHUN 2010

Jenis Kelamin Kelompok Umur (tahun)

7-12 13-15 16-18 19-24

Laki-laki

Perempuan 95,28 96,84 77,18 81,67 50,71 45,01 11,33 13,73

Rata-rata 93.40 79,28 47,73 12,48

Sumber : BPS Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2010

Sebagaimana APS, Angka Partisipasi Murni (APM), pada tahun 2009 jika dilihat dari jenis kelamin perempuan kelompok umur sekolah SD dan SLTP lebih tinggi dibanding APM laki-laki. APM menyatakan banyaknya penduduk usia sekolah yang masih bersekolah pada jenjang pendidikan yang sesuai. APM SD laki-laki yaitu sebesar 92,15%, sedangkan perempuan lebih tinggi, yaitu sebesar 92,80%. APM SLTP laki-laki yaitu sebesar 47,58%, sedangkan perempuan lebih tinggi, yaitu sebesar 53,18%, dan APM SLTA jenis kelamin laki-laki sebesar 31, 29% ,sedangkan jenis kelamin perempuan juga lebih tinggi sebesar 37,05% .

3. Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan

Ijazah/STTB tertinggi yang dimiliki penduduk merupakan indikator pokok kualitas pendidikan formal. Semakin tinggi ijazah/STTB yang dimiliki oleh rata-rata penduduk suatu negara mencerminkan semakin tingginya taraf intelektualitas bangsa dan negara tersebut. Di Provinsi NTT pada tahun 2009, persentase penduduk berumur 10 tahun ke atas yang tidak/belum memiliki ijazah/STTB sebanyak 39,77%. Sedang yang sudah memiliki ijazah terdiri atas tamatan SD/MI sebanyak 31,20%, tamat SLTP/MTs sebanyak 12,13%, tamat SLTA/SMK sebanyak 10,26%, dan tamat Diploma I sampai dengan Universitas hanya sebesar 3,82%. Tahun 2008, persentase penduduk berumur 10 tahun ke atas yang tidak/belum memiliki ijazah/STTB sebanyak 34,8%. Sedang yang sudah memiliki ijazah terdiri atas tamatan SD/MI sebanyak 33,3 %, tamat SLTP/MTs sebanyak 13,5%, tamat SLTA/SMK sebanyak 14,2%, dan tamat Diploma I sampai dengan Universitas sebesar 3,2%. Sedangkan pada tahun 2007 proporsi penduduk berumur 10 tahun keatas yang tidak tamat SD/MI sebesar 34,8%. Berdasarkan kepemilikan Ijazah/STTB dari tahun 2009 dibandingkan dengan tahun 2008 dan 2007, menunjukkan bahwa tingkat pendidikan yang ditamatkan penduduk di Provinsi NTT semakin membaik.

Dilihat dari jenis kelamin, ijazah/STTB yang dimiliki oleh penduduk laki-laki ternyata masih lebih baik jika dibandingkan yang dimiliki perempuan. Hal ini dapat dilihat dari persentase penduduk yang mempunyai ijazah SLTA/SMK atau lebih tinggi pada laki-laki sebesar 15% dan pada perempuan sebesar 13,4%. Rincian persentase penduduk berumur 10 tahun ke atas menurut jenis

kelamin dan pendidikan tertinggi yang ditamatkan pada tahun 2010 dapat dilihat pada Tabel 2.4 berikut ini.

TABEL 2.4

PERSENTASE PENDUDUK 10 TAHUN KE ATAS MENURUT JENIS KELAMIN DAN IJAZAH TERTINGGI YANG DIMILIKI

DI PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR, TAHUN 2009

Sumber : BPS Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2009

Secara umum Ijazah/STTB tertinggi yang dimiliki penduduk 10 tahun ke atas menurut jenis kelamin apabila dibandingkan antara jenis kelamin laki-laki dan jenis kelamin perempuan maka rata-rata penduduk laki-laki masih lebih baik dibandingkan penduduk perempuan. Hal ini dapat dilihat pada gambar 2.5 berikut ini.

Jenis Kelamin

Ijazah/STTB Tertinggi yang Dimiliki Tidak

Memiliki SD/ MI SLTP/MTs SMU/SMA KejuruanSMK/

Dipl. I/ Dipl. II Aka demi/ Dipl. III Dipl. IV SI/S2 /S3 Jlh 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Laki-laki Perempuan 39,80 39,74 26,1633,18 12,2512,02 11,139,42 3,37 2,46 0,61 0,70 1,02 0,94 2,56 1,48 100 100 Rata-rata 31,20 12,13 10,26 2,91 0,66 0,98 2,01 0,07 100

36.2 30.66 13.42 10.85 4.16 0.86 0.95 2.85 33.42 35.89 13.62 10.15 3.28 0.91 0.86 1.88 0 25 50 LAKI-LAKI PEREMPUAN GAMBAR 2.5

PERSENTASE PENDUDUK 10 TAHUN KE ATAS MENURUT JENIS KELAMIN DAN IJAZAH TERTINGGI YANG DIMILIKI

DI PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR, TAHUN 2009

Sumber : BPS Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2009

Dokumen terkait