BAB III METODE PENELITAN
HASIL PENELITIAN
A. Kondisi Lingkungan Sekolah MTs. Aisyiyah Sungguminasa Kab
3. Keadaan Siswa MTs.Aisyiyah Sungguminasa Kab. Gowa
Siswa MTs. Aisyiyah Sungguminasa Gowa sebagai salah satu komponen adalah mereka yang lulus ujian seleksi diselenggarakan setiap tahun oleh kepala sekolah MTs. Aisyiyah Sungguminasa Gowa. Sebagian kecil adalah pindahan dari sekolah lain yang sederajat. MTs. Aisyiyah Sungguminasa Gowa memiliki siawa- siswi antara lain terdiri dari:
Tabel IV
Keadaan Siswa MTs.Aisyiyah Sungguminasa Kab. Gowa
No. Kelas Jumlah Siswa
1. VII 126 orang
2. VIII 124 orang
3. IX 110 orang
JUMLAH 360 orang
Sumber:Dokumentasi MTs.Aisyiyah Sungguminasa Kab. Gowa Tahun 2015
4. Keadaan Guru MTs.Aisyiyah Sungguminasa Kab.Gowa
Guru - guru di MTs. Aisyiyah Sungguminasa Kab. Gowa berlatar belakang pendidikan yang berbeda, dengan keahlian yang dimiliki mereka mengajar sesuai dengan disiplin ilmunya masing-masing. Adapun jumlah tenaga pengajar dan mata pelajaran yang di ajarkan masing-masing guru dapat terlihat pada tabel berikut:
Tabel V
Keadaan Guru MTs. Aisyiyah Sungguminasa Kab. Gowa
No. Nama Guru Jabatan dan Mata Pelajaran
yang diajarkan 1. Abd. Azis Masang, S.Ag, M.Si Kepala MTs. Aisyiyah
Sungguminas/ guru Alqur’an Hadist
2. Dra. Sumiati Wakamad 1 (Bendahara
Bos)/ Guru aqidah akhlak 3. Hj. Syamsiar, S. Ag Wakamad 2 (bend. Dana
gratis)/ Guru fiqih dan BTQ 4. Hj. Hasnah Saing, S. Ag Guru SKI
5. Ibrahim, S.Ag, M. Pd Guru IPA TERPADU 6. Muwahidah Idrus, S,Ag Guru Alqur’an Hadist
7. Zulmidar, S.Pd Guru BK
8. Nurhayati Saleh,S.Pd.i Guru IPS TERPADU 9. Sahruddin S.Pd.i Guru Matematika 10. Drs.Abdul Rajab Karim Guru Bahasa Arab 11. Sakinah S.Pd.i Guru Bahasa Indonesia 12. Nur Hajar Yusuf, S.H KA.TU/ Guru PKN
13. Hasnah R, S.Ag Guru fiqhi
14. Dedi Hidayat, S.Pd. M.pd Guru Bahasa inggris/ KA.
LAB COMPUTER
15. Sriyanti S.E Guru IPS TERPADU
16. Hasdalena Ali, S.Pd Guru Bahasa Inggris 17. Kapriana Eka Putri S.Ag Guru Matematika
18. Tajuddin A.Md.Kom Guru IPS TERPADU/ KA.
LAB IPA
19. Sahari S.Pd.i Guru Kemuhammadiyahan
20. Rusmah Majid, S.Ag KA. Perpustakaan
21. Juriana S.Pd Guru Bahasa Indonesia
22. Riswan Majid, S.Pd Guru Penjas dan AIK
23. Yusran, S.Pd.i Guru TIKOM
24. Lindawati S.Pd.i Guru Seni Budaya 25. Muammar Qadifah, S,Pd Guru Bahasa Arab 26. Baharuddin Dg Sila Security
Sumber: Dokumentasi MTs.Aisyiyah Sungguminasa Kab. Gowa tahun 2015
B. Peran Guru dalam menciptakan Pembelajaran yang Efektif dan Efisien pada MTs. Aisyiyah Sungguminasa Kab. Gowa
Dalam keseluruhan proses pendidikan, khususnya proses pembelajaran di sekolah dan madrasah, guru memegang peranan yang amat penting dan utama. Perilaku guru dalam proses pendidikan dan pembelajaran, akan memberikan pengaruh dan corak yang kuat bagi pembinaan perilaku dan kepribadian anak didiknya.
Peranan guru artinya keseluruhan tingkah laku yang harus dilakukan guru dalam melaksanakan tugasnya sebagai guru. Guru mempunyai peranan yang sangat luas baik itu di sekolah,keluarga,dan masyarakat. Di sekolah, guru berperan sebagai perancang atau perencana, pengelola hasil pembelajaran siswa. Peran guru di sekolah ditentukan oleh kedudukannya sebagai orang dewasa, sebagai pengajar, dan pendidik serta sebagai pegawai. Yang paling utama adalah kedudukannya sebagai pengajar dan pendidik.
Di dalam keluarga, guru berperan sebagai family educator, sedangkan di masyarakat guru berperan sebagai pembina masyarakat, pendorong masyarakat, dan agen masyarakat. Guru yang baik dan efektif adalah guru yang dapat memainkan peran- peran tersebut secara baik. Ini membuktikan bahwa peran guru itu sangat luas dan sangat penting terutama perannya di sekolah, selain sebagai pengajar yang utama adalah perannya dalam mendidik siswa di sekolah.
Menurut penuturan ibu Syamsiar S.Ag, seorang guru bahwa:
Peran guru dalam menciptakan pembelajaran yan efektif di kelas sangatlah penting karena gurulah yang merencanakan pembelajaran di kelas, memilih media yang akan digunakan, memilih dan menggunakan metode pengajaran, dan masih banyak lagi hal-hal yang berkaitan dengan usaha guru dalam menciptakan pembelajaran yang sesuai dengan yang di rencanakan demi tercapainya tujuan pendidikan.(wawancara ,12-08-2015, di sekolah)
Bila seorang guru mengajar, ini berarti ia sudah mengemban tugas moral, yaitu tugas moral sebagai orang yang dianggap dapat menurunkan apa yang ia miliki untuk memberikan pengetahuaannya.
Tugas moril bahwa ia tidak akan menghianati ilmu pengetahuannya, untuk menjadikan anak seorang manusia yang berguna, inilah citra keguruan.
Yang ideal adalah, disamping ia mengajarkan ilmunya, ia juga sebagai pengganti orang tua di sekolah, menyelami jiwa murid- muridnya.
Pendidikan pada umumnya bertujuan untuk mengembangkan potensi murid. Sebagai seorang guru yang baik, wajar bahwa ia ingin murid- muridnya sebanyak mungkin lulus atau mendapatkan nilai yang baik. Karena guru diharapkan dapat mengembangkan potensi anak, harus pandai membatasi dirinya agar keinginannya untuk menghasilkan anak dengan nilai tinggi tidak bertentangan dengan kesempatan anak untuk mengembangkan dirinya.
Meskipun kurikulum di sekolah sudah baik, tetapi keberhasilan kurikulum dalam pelaksanaannya, selalu menuntut kecerdasan pengajar mencari cara dalam menjalankan kurikulum ini agar dapat menghasilkan prestasi yang memuaskan demi tercapainya hasil belajar yang
memuaskan. Modal yang paling utama yang harus dimiliki oleh seorang guru adalah kesadaran mendidik, artinya seorang guru bukan hanya menyampaikan pembelajaran begitu saja tanpa memperhatikan kebutuhan siswanya, seorang guru harus mendidik muridnya dengan penuh kasih sayang, dan membantu muridnya dalam menghadapi kesusahan saat proses belajar mengajar berlangsung.
Olehnya itu MTs. Aisyiyah Sungguminasa Kab. Gowa, Guru-gurunya menyadari betul akan tugasnya mendidik dan membantu anak-anak di kelas saat menghadapi kesulitan belajar dengan tujuan terciptanya pembelajaran yang efektif di kelas. Untuk lebih jelasnya dapat kita lihat dari tabel berikut:
TABEL. VI
Bantuan guru terhadap siswa dalam proses belajar mengajar di kelas.
NO. Kategori Jawaban Frekuansi Presentase
1. Sangat Membantu 63 orang 88 %
2. Cukup membantu 9 orang 12 %
3. Kurang membantu -
-JUMLAH 72 orang 100 %
Hasil angket No.1
Berdasarkan hasil angket di atas dapat disimpulkan bahwa keberadaan guru di kelas sangatlah penting dan sangat membantu siswa dalam belajar karena dari 72 orang responden yang di teliti ternyata ada 63 orang atau 88% menjawab sangat membantu, 9 orang atau 12 %
menjawab cukup membantu dan sama sekali tidak ada yang menjawab kurang membantu.
Di dalam kelas, guru bertindak sebagai pemimpin, dalam artian memimpin segala aktivitas yang ada di kelas dan menentukan jalannya proses pembelajaran. Proses pembelajaran berlangsung melalui interaksi antara guru dan peserta didik dalam situasi pengajaran yang bersifat edukatif. Melalui proses pembelajaran, siswa akan berkembang kearah pembentukan manusia sebagai tersirat dalam tujuan pendidikan. Supaya pembelajaran dapat berlangsung secara efektif, guru harus mampu mewujudkan proses pembelajaran dalam suasana kondusif. Proses pembelajaran yang efektif dapat terwujud melalui kegiatan yang memiliki ciri sebagai berikut:
1.Berpusat pada siswa. Dalam keseluruhan kegiatan proses pembelajaran, siswa merupakan subjek utama. Oleh karena itu, dalam proses ini, hendaknya siswa menjadi perhatian yang utama dari para guru. Semua aktivitas hendaknya diarahkan untuk membantu perkembangan siswa. Keberhasilan proses pembelajaran terletak dalam perwujudan diri siswa sebagai pribadi mandiri, pelajar efektif, dan pekerja produktif.
2.Interaksi edukatif antara guru dengan siswa. Dalam proses pembelajaran, hendaknya terjalin hubungan yang bersifat edukatif. Guru tidak hanya penyampai bahan yang harus dipelajari, tetapi sebagai figur yang dapat merangsang perkembangan siswa. Interaksi antara guru
dengan siswa hendaknya berdasarkan sentuhan- sentuhan psikologis yaitu adanya saling memahami antara guru dengan siswa sehingga rasa percaya diri dapat ditumbuhkan dengan suasana seperti itu.
Olehnya itu MTs Aisyiyah sungguminasa Kab. Gowa menerapkan kerjasama atau hubungan interaksi antara guru dengan siswa, guru dengan guru, atau siswa dengan siswa serta komponen sekolah lainnya.
Hal ini dapat kita lihat pada tabel berikut:
TABEL VII
Hubungan kerjasama antara guru dan siswa di sekolah MTs. Aisyiyah Sungguminasa Kab. Gowa.
NO. Kategori Jawaban Frekuensi Presentase
1. Terjalin kerjasama 35 orang 48 %
2. Cukup bekerjasama 33 orang 46%
3. Kurang Kerjasama 4 orang 6%
JUMLAH 72 orang 100 %
Hasil Angket No.2
Berdasarkan data di atas, dapat diketahui bahwa hubungan kerjasama antara pihak sekolah dengan siswa di MTs. Aisyiyah Sungguminasa Kab. Gowa cukup baik karena dari 72 responden yang diteliti, 35 orang atau 48% menjawab terjalin kerjasama, 33 orang atau 46% menjawab cukup bekerjasama,dan hanya 4 orang atau 6% saja yang menjawab kurang kerjasama.
3.Guru profesional. Proses pembelajaran yang efektif, hanya mungkin bisa terwujud apabila dilaksanakan oleh guru professional dan dijiwai semangat profesionalisme yang tinggi. Guru profesional adalah guru yang memiliki keahlian yang memadai, rasa tanggung jawab yang tinggi, serta memiliki rasa kebersamaan dengan rekan kerjanya. Mereka mampu melaksanakan fungsi- fungsi sebagai pendidik yang bertanggung jawab mempersiapkan siswa bagi peranannya di masa depan.
4.Bahan yang sesuai dan bermanfaat. Bahan yang diajarkan guru bersumber dari kurikulum yang telah ditetapkan secara relative baku.
Tugas guru adalah mengolah dan mengembangkan bahan pengajaran yang dapat dicerna oleh siswa secara tepat dan bermakna. Oleh sebab itu bahan yang diajarkan harus sesuai dengan kemampuan, kondisi siswa dan lingkungannya, sehingga memberikan makna dan manfaat bagi siswa, dengan bahan yang yang dirasakan sesuai dan bermanfaat, siswa akan melakukan proses atau aktivitas pembelajaran dengan lebih bergairah.
5.Sarana belajar yang menunjang. Proses pembelajaran akan berlangsung secara efektif apabila ditunjang oleh sarana yang baik.
Sarana belajar yang secara langsung terkait dengan proses belajar mengajar adalah alat bantu mengajar. Jenis alat bantu mengajar amat beragam dari sederhana hingga yang kompleks. Selain itu sarana lain seperti laboratorium, aula, lapangan olahraga, dan perpustakaan.
Mengingat banyaknya alat bantu mengajar, maka guru harus memilih jenis alat mana yang benar- benar sesuai dan menunjang kegiatan pembelajaran.
Dalam menciptakan proses pembelajaran yang efektif, guru MTs.
Aisyiyah Sungguminasa Kab. Gowa menggunakan media pembelajaran sesuai dengan mata pelajaran yang diajarkan. Hal ini dapat terlihat dari tabel berikut:
TABEL VIII
Penggunaan media pembelajaran di kelas.
NO. Kategori jawaban Frekuensi Presentase
1. Ya 66 orang 91 %
2. Kadang – kadang 6 orang 9 %
3. Tidak -
-JUMLAH 72 orang 100 %
Hasil Angket No.3
Berdasarkan data di atas dapat diketahui bahwa penggunaan media pembelajaran di MTs. Aisyiyah Sungguminasa Kab. Gowa sangat baik ini dapat di lihat dari 72 orang responden yang diteliti, 66 orang atau 91 % menjawab ya, 6 orang atau 9% menjawab kadang-kadang, dan tidak ada sama sekali yang menjawab tidak menggunakan.
Peran guru dalam menciptakan proses pembelajaran yang efektif di kelas sangat amat penting, ini disebabkan karena gurulah yang paling
banyak berinteraksi dengan siswa ketika peserta didik berada di sekolah.
Peran guru sama seperti peran orang tua ketika anak berada di rumah.
Olehnya itu gurulah yang paling banyak cakupan perannya baik itu di sekolah, di keluarga, dan di masyarakat.
C. Faktor- faktor yang menghambat proses pembelajaran pada sekolah MTs. Aisyiyah Sungguminasa Kab. Gowa.
Lingkungan sekolah adalah lingkungan kedua anak menerima proses pendidikan setelah pendidikan di lingkungan keluarga. Di sekolah anak mendapatkan pendidikan dan mengembangkan potensinya. Namun terlepas dari hal ini, di sekolah banyak sekali faktor yang menjadi penghambat proses pembelajaran sehingga ikut berpengaruh pada keefektifan pembelajaran dan hasil belajar siswa serta tujuan pendidikan yang ingin dicapai secara umum.
Di sekolah siswa banyak berinteraksi dengan guru terutama saat proses belajar mengajar di kelas. Olehnya itu seorang guru harus mampu menjadi teladan bagi siswanya dari segala hal. Baik itu dari segi keilmuwan, sikap, dan semua hal yang menyangkut masalah pendidikan.
Seorang guru harus mempunyai kompetensi dalam mengajar sesuai dengan keahlian dan disiplin ilmu yang dimilikinya. Jika seorang guru tidak berkompetensi dalam mengajar maka hal tersebut akan berdampak pada proses pembelajaran di kelas. Hal ini selaras dengan penuturan ibu Sakinah, S.Pd sebagai berikut:
Salah satu yang menjadi penghambat proses pembelajaran di MTs.
Aisyiyah Sungguminasa adalah kompetensi guru itu sendiri dalam mengajar misalnya saja guru pendidikan agama islam yang mengajarkan pelajaran Alqur’an Hadist tapi tidak terlalau lancar membaca Alqur’an. Hal inilah yang harus menjadi kesadaran bersama setiap guru agar senantiasa menggali potensi dirinya dan membekali diri dengan skill sebelum mengajar.( wawancara ,12-08-2015, di sekolah)
Dalam lingkungan sekolah, selain guru faktor yang tak kalah pentingnya yang memiliki peran dalam keefektifan proses belajar adalah sarana dan prasarana. Sarana prasarana yang tidak lengkap akan membuat proses pembelajaran ikut terhambat. Hal ini seperti yang terjadi di MTs Aisyiyah Sungguminasa Kab. Gowa, kelengkapan sarana dan prasarananya masih dianggap kurang lengkap, hal ini bisa di buktikan dengan data berikut:
TABEL IX
Kelengkapan Sarana dan Prasarana No. Kategori Jawaban Frekuensi Presentase
1. Sangat lengkap 7 orang 9 %
2. Cukup lengkap 25 orang 34 %
3. Kurang lengkap 40 orang 43 %
JUMLAH 72 orang 100%
Hasil Angket No.4
Dari data di atas dapat diketahui bahwa sarana dan prasarana yang di MTs.Aisyiyah Sungguminasa Kab.Gowa masih dianggap kurang lengkap hal ini terbukti dari 72 orang resonden yang diteliti terdapat 40 orang atau 43 % menjawab kurang lengkap, 25 orang atau 34%
menjawab kurang lengkap, dan 7 orang atau 9 % menjawab sangat lengkap.
Data di atas sejalan dengan hasil observasi peneliti bahwa prasarana seperti lapangan olahraga MTs Aisyiyah Sungguminasa tidak berada di dalam lingkungan sekolah. Hal ini membuat siswa yang mengikuti pelajaran Penjas harus keluar dari lingkungan sekolah mencari lapangan yang luas.
Faktor lain yang juga ikut berpengaruh adalah kondisi di luar proses pembelajaran misalnya: keadaan sekolah yang pengap, kebisingan yang terjadi di luar kelas, ruang kelas yang tidak memadai, metode guru yang kurang bervariasi menjadi beberapa faktor yang menghambat proses pembelajaran sehingga ikut berdampak pada prestasi belajar siswa. Salah satu faktor penghambat tersebut sejalan dengan data berikut tentang pengaruh keadaan yang berada di luar lingkungan sekolah terhadap proses pembelajaran di kelas.
TABEL X
Pengaruh keadaan di luar sekolah terhadap proses pembelajaran di kelas
No. Kategori jawaban frekuensi Presentase
1. Sangat mengganggu 46 orang 60 %
2. Cukup mengganggu 26 orang 40 %
3. Kurang mengganggu
-JUMLAH 72 Orang 100%
Hasil angket No.5
Dari data di atas dapat terlihat bahwa keadaan yang terjadi di luar kelas ikut menjadi penghambat proses pembelajaran. Karena dari 72 responden yang diteliti terdapat 46 orang atau 60% menjawab sangat mengganggu, 26 orang atau 40 % menjawab cukup mengganggu, dan tidak ada yang menjawab kurang mengganggu.
Dari beberapa data di atas dapat penulis simpulkan bahwa ada banyak faktor penghambat proses pembelajaran seperti: kurangnya kompotensi guru dalam mengajar, kurang lengkapnya sarana dan prasarana, keadaan di luar kelas dan sekolah yang kurang kondusif.
D.Pengaruh lingkungan sekolah terhadap efektifitas pembelajaran di sekolah MTs. Aisyiyah Sungguminasa Kab. Gowa
Lingkungan sekolah adalah segala hal yang berkaitan dengan proses pendidikan yang ada di lembaga pendidikan. Lingkungan sekolah meliputi segala elemen yang ada yang mempengaruhi proses pendidikan di sekolah, mulai dari guru, siswa, kepala sekolah, bahan pelajaran, media dan metode pelajaran, sampai pada fasilitas sekolah.
Lingkungan sekolah secara fisik dalam hal ini fasilitas sekolah dan keadaan sekolah secara langsung juga ikut andil dalam mempengaruhi proses pembelajaran yang berlangsung di kelas. Lingkungan sekolah yang kondusif akan membuat siswa nyaman dalam belajar. Kondisi lingkungan sekolah MTs. Aisyiyah Sungguminasa Kab.Gowa tergolong
lingkungan sekolah yang kondusif hal ini di tegaskan oleh penuturan oleh bapak Yusran, S. Pd.I, salah seorang guru berikut:
“Kondisi lingkungan sekolah MTs Aisyiyah Sungguminasa semakin hari semakin kondusif karena letak gedung sekolah yang jauh dari keramaian dan jalan raya membuat siswa dan guru nyaman dalam melakukan proses belajar mengajar, di tambah lagi kualitas dan kuantitas tenaga pengajar yang semakin meningkat, sehingga meyebabkan kuantitas siswa juga ikut bertambah setiap tahunnya, hal ini membuktikan bahwa MTs. Aisyiyah Sungguminasa Kab.
Gowa semakin diminati oleh masyarakat”.(wawancara,14-08-2015,di sekolah).
Hal ini di buktikan pula dengan data tentang siswa yang senang mengikuti pelajaran di MTs.Aisyiyah Sungguminasa Kab.Gowa pada table berikut:
Table XI
Siswa yang senang mengikuti pelajaran di MTs. Aisyiyah Sungguminasa Kab.Gowa
NO. Kategori jawaban frekuensi Presentase
1. Sangat senang 68 orang 95%
2 Cukup senang 4 orang 5%
3 Kurang senang -
-JUMLAH 72 Orang 100%
Hasil angket no.6
Dari data di atas dapat diketahui bahwa, kondisi sekolah MTs.
Aisyiyah Sungguminasa Kab. Gowa membuat siswa senang belajar di sekolah ini, karena dari 72 orang responden yang diteliti, 68 orang atau
95% menjawab sangat senang, 4 orang atau 5% menjawab cukup senag, dan tidak ada sama sekali responden yang menjawab kurang senang.
Data di atas dapat disimpulkan bahwa kondisi sekolah berpengaruh terhadap rasa senang siswa belajar di sekolah.Sejalan dengan data di atas berikut data tentang penilaian siswa terhadap kondusif tidaknya lokasi MTs. Aisyiyah Sungguminasa Kab. Gowa.
Tabel XII
Lokasi MTs. Aisyiyah Kondusif digunakan dalam proses belajar mengajar di kelas
No. Kategori jawaban Frekuensi Presentase
1. Ya 63 orang 87%
2. Cukup 7 orang 9%
3. Kurang 2 orang 4%
JUMLAH 72 Orang 100%
Hasil Angket No.7
Dari data di atas dapat diketahui bahwa lokasi MTs. Aisyiyah Sungguminasa Kab. Gowa dianggap cukup kondusif untuk digunakan dalam proses belajar mengajar di sekolah karena dari 72 orang responden yang diteliti, 63 orang atau 87% menjawab ya, 7 orang atau 9% menjawab cukup, dan 2 orang atau 4%menjawab kurang.
Dari data di atas penulis menyimpulkan bahwa, lokasi MTs.
Aisyiyah sudah memenuhi standar cukup kondusif untuk digunakan dalam proses pembelajaran di kelas, namun masih ada yang perlu dibenahi dan membutuhkan solusi yang baik dari pihak kepala sekolah dan guru yang
mengajar di kelas. Dari observasi yang peneliti lakukan,Hal yang perlu dibenahi kaitannya dengan kondisi sekolah adalah hal yang berkaitan dengan kondisi yang berada di luar kelas saat proses belajar berlangsung, misalnya keributan siswa atau kelas lain yang ada di luar kelas. Hal ini juga di buktikan dengan data berikut:
Tabel XIII
Pengaruh keributan di luar kelas terhadap efektifitas pembelajaran di kelas
No. Kategori jawaban Frekuensi Presentase
1. Sangat mengganggu 42 orang 58%
2. Cukup mengganggu 30 orang 42%
3. Kurang mengganggu -
-JUMLAH 72 Orang 100%
Hasil Angket No.8
Dari data di atas dapat diketahui bahwa, dari 72 orang responden yang diteliti, 42 orang atau 58% menjawab sangat mengganggu, 30 orang atau 42% menjawab cukup mengganggu, dan tidak ada sama sekali yang menjawab kurang mengganggu.
Dari data di atas, penulis menyimpulkan bahwa keributan yang ada di luar kelas juga ikut mempengaruhi konsentrasi siswa dalam mengikuti pelajaran di kelas. Olehnya itu sebagai seorang guru, harus pintar pintar membaca situasi dan mencari jalan keluar atas permasalahan yang sumbernya berasal dari luar kelas, karena hal ini dapat berpengaruh
pada efektifitas pembelajaran yang berlangsung. Jika keributan yang terjadi di luar kelas tidak di perhatikan akan mempengaruhi tingkat konsentrasi dan penyelesaian masalah yang sedang di hadapi siswa dalam mengikuti pelajaran di kelas. Keributan bisa di atasi dengan memberikan tugas bagi kelas atau siswa yang ribut, agar tidak mengganggu proses pembelajaran bagi kelas yang sedang belajar.
BAB V PENUTUP A. Kesimpulan
Setelah penulis mengadakan penelitian tentang Pengaruh.
Lingkungan sekolah terhadap efektifitas pembelajaran Siswa MTs.
Aisyiyah Sungguminasa Kab. Gowa baik melalui kajian pustaka maupun penelitian lapangan maka dibagian ini peneliti akan mengemukakan kesimpulan pokok dari semua apa yang telah diuraikan yaitu sebagai berikut:
1. Peran Guru dalam menciptakan pembelajaran yang efektif di sekolah MTs. Aisyiyah Sungguminasa Kab. Gowa yaitu:
Peran guru dalam menciptakan proses pembelajaran yang efektif di kelas sangat amat penting, ini disebabkan karena gurulah yang paling banyak berinteraksi dengan siswa ketika peserta didik berada di sekolah.
Peran guru sama seperti peran orang tua ketika anak berada di rumah.
Olehnya itu gurulah yang paling banyak cakupan perannya baik itu di sekolah, di keluarga, dan di masyarakat.
Dalam menciptakan proses pembelajaran yang efektif guru harus mampu menciptakan pembelajaran yang kondusif,efektif dan kreatif. Ciri pembelajaran yang efektif yaitu:
a.Berpusat pada siswa
b.Interaksi edukatif antara guru dan siswa c. Guru professional
59
d.Bahan yang sesuai dan bermanfaat e.Sarana belajar yang menunjang
2.Faktor- faktor penghambat proses pembelajaran di MTs. Aisyiyah Sungguminasa Kab. Gowa sebagai berikut:
a. Kurangnya kompetensi guru dalam mengajar b. Kurangnya sarana dan prasarana sekolah
c. Pengaruh lingkungan di luar kelas atau sekolah yang tidak kondusif 3.Pengaruh Lingkungan Sekolah terhadap efektifitas pembelajaran di
MTs.Aisyiyah Sungguminasa Kab. Gowa sebagai berikut:
Lingkungan sekolah cukup berpengaruh terhadap efektifitas pembelajaran di sekolah, lingkungan yang kondusif membuat siswa senang dan betah mengikuti pembelajaran di kelas. Namun tak bisa dipungkiri bahwa keributan yang terjadi di luar kelas tidak bisa luput dari perhatian guru yang mengajar di kelas, mereka harus pintar mencari solusi agar proses pembelajaran tidak terganggu dengan keadaan di luar
Lingkungan sekolah cukup berpengaruh terhadap efektifitas pembelajaran di sekolah, lingkungan yang kondusif membuat siswa senang dan betah mengikuti pembelajaran di kelas. Namun tak bisa dipungkiri bahwa keributan yang terjadi di luar kelas tidak bisa luput dari perhatian guru yang mengajar di kelas, mereka harus pintar mencari solusi agar proses pembelajaran tidak terganggu dengan keadaan di luar