• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perusahaan peternakan “HMB Agro” didirikan pada bulan Januari 2005 di atas lahan seluas 4,75 Ha. Tanah tersebut merupakan modal awal dari tiga orang pemegang saham yang menanamkan modal pribadinya untuk mendirikan usaha peternakan sapi perah ini.

Secara administratif kegiatan perusahaan peternakan sapi perah “HMB Agro” terletak di Desa Sukajaya Kecamatan Taman Sari, Kabupaten Bogor. Perusahaan ini terletak±6 km dari ibu kota Kecamatan dan berjarak±14 km dari Kota Bogor. Lokasi perusahaan dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraam umum baik dengan kendaraan beroda empat ataupun sepeda motor dengan waktu tempuh ± 40 menit dari Kota Bogor. Keadaan topografi daerah berbukit, dengan ketinggian 750 m di atas permukaan laut. Temperatur berkisar antar 200C – 260C dan curah hujan berkisar antara 3000–3500 mm/tahun.

Input Produksi Sapi Perah

Sapi perah yang digunakan pada peternakan “HMB Agro” adalah sapi perah peranakan Fries Holland. Populasi sapi perah pada awal dan akhir tahun 2005 dapat dilihat pada Tabel 4.

Tabel 4. Populasi Sapi Perah Tahun 2005

Uraian Induk Dara Pedet Total

Ekor ST % Ekor ST % Ekor ST % ST

Awal Tahun 37 37 94,87 4 2 5,13 0 0 0 39

Akhir Tahun 31 31 87,94 3 1,5 4,26 11 2,75 7,8 35,25

Mutasi (6) (6) 6,93 (1) (0,5) 0,88 11 2,75 7,8 (3,75)

Populasi ternak sapi perah di peternakan “HMB Agro” mengalami penurunan sebesar 3,75 ST. Hal ini akibat terjadinya kesalahan dalam pemeliharaan sapi perah, sehingga beberapa sapi perah terkena penyakit dan harus dikeluarkan dari peternakan.

Populasi sapi induk yang dipelihara di peternakan ini pada awal tahun 2005 adalah 37 ekor. Peternakan “HMB Agro” telah menjual 7 ekor sapi induk dan membeli 1 ekor sapi induk, sehingga jumlah sapi induk yang di pelihara di akhir

19 tahun 2005 menjadi 31 ekor dan mengalami penurunan sebesar 6 ST. Sementara itu, populasi sapi dara yang dipelihara pada awal tahun 2005 yaitu 4 ekor, kemudian menjual 1 ekor, membeli 1 ekor dan mati 1 ekor sehingga jumlah sapi dara yang di pelihara di akhir tahun 2005 menjadi 3 ekor dan mengalami penurunan sebesar 0,5 ST. Selama tahun 2005 ini, pada peternakan “HMB Agro” jumlah pedet yang telah lahir sebanyak 37 ekor, dimana telah terjadi kematian pedet sebanyak 11 ekor dan penjualan pedet sebanyak 15 ekor, sehingga jumlah pedet yang dipelihara di akhir tahun 2005 sebanyak 11 ekor dan mengalami peningkatan sebesar 2,75 ST.

Untuk mempertahankan kelangsungan jumlah produksi susu yang dihasilkan, perlu adanya perbandingan antara sapi laktasi dan sapi kering. Menurut Sudono (1999) suatu usahaternak sapi perah akan menguntungkan apabila peternak memiliki persentase sapi laktasi antara 60%–70%. Persentase sapi laktasi terbesar pada peternakan “HMB Agro” terjadi pada bulan Juni, Juli dan Agustus sebesar 96,88% dan persentase sapi laktasi terkecil terjadi pada bulan April sebesar 64,71%. Persentase sapi laktasi dan sapi kering tahun 2005 dapat dilihat pada Tabel 5.

Tabel 5. Persentase Sapi Laktasi dan Sapi Kering Tahun 2005

Bulan Sapi Laktasi Sapi Kering Total Sapi Induk

ekor % ekor % ekor %

Januari 24 64,86 13 35,13 37 100 Februari 29 82,86 6 17,14 35 100 Maret 25 73,53 9 26,47 34 100 April 22 64,71 12 35,29 34 100 Mei 26 81,25 6 18,75 32 100 Juni 31 96,88 1 3,12 32 100 Juli 31 96,88 1 3,12 32 100 Agustus 31 96,88 1 3,12 32 100 September 28 87,50 4 12,50 32 100 Oktober 28 87,50 4 12,50 32 100 November 29 90,62 3 9,37 32 100 Desember 26 83,87 5 16,13 31 100 Pakan

Pakan ternak merupakan bagian terpenting dari usaha peternakan sapi perah. Pakan yang diberikan dalam peternakan ini terdiri dari hijauan dan konsentrat. Hijauan yang diberikan pada sapi perah di peternakan “HMB Agro” adalah rumput gajah dan rumput lapang. Rumput ini diambil dari lahan sendiri yang terdapat disekitar kandang. Akan tetapi, jika rumput dari sekitar peternakan habis maka

20 rumput tersebut dibeli dari luar. Selain hijauan sapi perah yang ada di “HMB Agro” diberi pakan penguat yaitu konsentrat yang dibeli dari KPS Bogor.

Pemberian pakan hijauan berupa rumput gajah di peternakan ini dengan cara cut and carry dimana rumput gajah dibawa ke kandang namun sebelumnya rumput dicacah terlebih dahulu, sedangkan rumput lapang tidak dicacah. Pemberian pakan hijauan ini dilakukan dua kali sehari setelah pemerahan, sementara konsentrat diberikan sebelum pemerahan.

Jumlah rumput yang digunakan selama tahun 2005 sebanyak 526.404 Kg dengan rata-rata pemberian rumput tersebut 39,01 Kg/ST/hari. Sementara itu, jumlah konsentrat yang digunakan selama tahun 2005 sebanyak 86.220 Kg dengan rata-rata pemberian konsentrat tersebut 6,43 Kg/ST/hari.

Tenaga Kerja

Peternakan sapi perah “HMB Agro” dalam pengelolaannya belum mempunyai struktur organisasi yang jelas, karena dalam pelaksanaan kegiatannya masih banyak tugas yang dilakukan secara fleksibel oleh karyawan. Seluruh penggunaan tenaga kerja pada peternakan sapi perah ini berasal dari tenaga kerja luar keluarga.

Tenaga kerja tersebut terdiri dari satu orang manajer, lima orang karyawan kandang dan lima orang karyawan lapang sehingga total karyawan 11 orang. Segala kegiatan yang menyangkut usahaternak sapi perah ini diserahkan kepada manajer dan karyawan kandang, sedangkan pemilik dari peternakan ini datang dua kali dalam seminggu atau pada hari libur untuk mengawasi dan melihat perkembangan usahaternak sapi perah ini.

Dari hasil pengamatan di lapang menunjukkan bahwa jenis kegiatan yang dilakukan setiap hari oleh manajer antara lain mengantar susu ke koperasi dan mencatat produksi susu setiap hari. Disamping itu, manajer mempunyai tugas lain yaitu memesan dan mengambil konsentrat dari koperasi jika konsentrat habis, mencatat kebuntingan untuk dilaporkan kepada pemilik peternakan serta menyampaikan kebijakan dari pemilik peternakan dalam pengelolaan sapi perah.

Jenis kegiatan yang dilakukan oleh karyawan kandang setiap hari antara lain membersihkan kandang, memandikan sapi, memerah susu, memberi pakan, memelihara pedet, dan mengamati keadaan sapi birahi. Sementara itu, jenis

21 pekerjaan yang dilakukan oleh tenaga kerja lapang adalah menanam, mengelola dan mengambil rumput lapang serta rumput gajah untuk kebutuhan hijauan bagi sapi perah. Penggunaan jumlah waktu yang diperlukan tenaga kerja dalam melakukan kegiatan usahaternak sapi perah ini dapat dilihat pada Tabel 6.

Tabel 6. Jumlah Waktu dalam Kegiatan Tenaga Kerja Setiap Harinya

Jenis Kegiatan Waktu per

orang (Jam)

Jumlah Pekerja

Total (Jam)

1. Mengantar Susu ke Koperasi 2,00 1 2,00

2. Mencatat Produksi Susu 0,25 1 0,25

3. Membersihkan Kandang 1,50 5 7,50

4. Memandikan Sapi 1,67 5 8,35

5. Memberi Makan dan Minum Sapi Induk 1,33 2 2,66

6. Memberi Makan dan Minum Pedet 0,75 1 0,75

7. Memerah Susu 2,50 3 7,50

8. Mencari dan Memotong Rumput 5,50 5 27,50

Jenis kegiatan yang menyita waktu paling banyak yaitu kegiatan mencari dan memotong rumput, hal ini dikarenakan rumput yang tersedia di sekitar peternakan terkadang kurang mencukupi sehingga harus mencari di luar peternakan. Waktu yang diperlukan untuk kegiatan mencari dan memotong rumput ini yaitu 5,5 jam per orang, sehingga total waktu untuk mencari dan memotong runput yang dikerjakan oleh 5 orang ini adalah 27,5 jam/hari.

Efisiensi penggunaan tenaga kerja dapat diketahui dengan cara menghitung perbandingan antara jumlah sapi yang dipelihara dalam Satuan Ternak (ST) dengan jumlah curahan tenaga kerja dalam Hari Kerja Pria (HKP). Menurut Sudono (1999) untuk efisiensi penggunaan tenaga kerja, seorang tenaga kerja dapat menangani 6-7 ekor sapi dewasa. Dari jam kerja karyawan “HMB Agro” diperoleh total jam kerja 56,51 jam per hari atau sebesar 7,06 HKP. Jumlah rata-rata sapi dewasa yang dimiliki peternakan “HMB Agro” adalah 34 ST, sehingga rasio yang didapat sebesar 4,81 ST/HKP artinya satu orang tenaga kerja di peternakan “HMB Agro” menangani 4–5 ekor sapi dewasa setiap hari. Dari nilai rasio ini dapat disimpulkan bahwa efisiensi tenaga kerja pada peternakan “HMB Agro” belum efisien, sehingga peternakan “HMB Agro” perlu mengurangi jumlah tenaga kerja atau menambah jumlah populasi sapi perah yang dipelihara agar lebih efisien dalam penggunaan tenaga kerjanya.

22 Bangunan

Bangunan yang ada pada peternakan sapi perah “HMB Agro” yaitu bangunan kandang untuk sapi dewasa, bangunan kandang untuk pedet, bangunan tempat penyimpanan feses, kantor, gudang dan mess karyawan. Jumlah bangunan, kapasitas, tahun pembuatan dan usia ekonomis dari bangunan yang ada di peternakan “HMB Agro” dapat dilihat pada Tabel 7.

Tabel 7. Jumlah, Kapasitas, Tahun Pembuatan dan Usia Ekonomis Bangunan Jenis

Bangunan Jumlah Kapasitas

Tahun Pembuatan

Usia Ekonomis (Tahun)

Kandang Induk 6 60 ekor 2005 10

Kandang Pedet 1 15 ekor 2005 5

Kantor 1 2005 10

Mess Karyawan 4 16 orang 2005 10

Gudang 3 2005 10

Penampungan Feses 2 2005 10

Kandang induk terdiri dari 6 buah bangunan dengan masing-masing kandang dapat diisi 10 ekor sapi dewasa sehingga kapasitas keseluruhan yaitu 60 ekor. Kandang induk ini, kerangka bangunannya terbuat dari beton dan kayu, atap kandangnya terbuat dari asbes, lantainya dari semen dan dindingnya juga menggunakan semen, sehingga diperkirakan memiliki usia ekonomis 10 tahun.

Kandang pedet berjumlah satu buah bangunan terdiri dari 15 kotak, dimana masing-masing kotak hanya dapat diisi satu ekor pedet. Kandang pedet ini dibuat seperti rumah panggung, terbuat dari bambu dengan atapnya menggunakan rumbia, sehingga diperkirakan memiliki usia ekonomis 5 tahun.

Peralatan

Peralatan merupakan salah satu faktor yang penting dalam usahaternak sapi perah. Perusahaan peternakan sapi perah “HMB Agro” ini menggunakan berbagai macam peralatan untuk melakukan produksi. Peralatan yang dibutuhkan dalam mengelola peternakan ini sangat beragam dan kesemuanya itu dibutuhkan sesuai dengan fungsi dari masing-masing alat yang digunakan. Jenis dan jumlah peralatan yang digunakan pada peternakan “HMB Agro” dapat dilihat pada Tabel 8.

23 Tabel 8. Jenis dan Jumlah Peralatan yang digunakan Selama Tahun 2005

Jenis Peralatan Jumlah Harga Satuan (Rp)

Daya tahan > 1 tahun

Cooling unit

Pemotong kuku sapi Peralatan kantor Gerobak kotoran Timbangan Papan info sapi Tong Plastik Susu Kalkulator Arit Sekop Cangkul Tempat Susu Terpal 3x3 m Jerigen Gembok Gerbang Gelas literan susu

1 buah 1 buah 1 set 2 buah 2 buah 45 buah 5 buah 2 buah 9 buah 4 buah 3 buah 6 buah 2 buah 2 buah 1 buah 1 buah 3.270.000 900.000 923.000 200.000 118.500 10.000 75.000 30.000 15.000 30.000 30.000 72.000 50.000 25.000 35.000 37.200 Daya tahan < 1 tahun

Karpet sapi

Peralatan kesehatan sapi Pakaian seragam Sarung tangan Sepatu boot Jas hujan Ember Sikat

Sapu Lidi dan Plastik Susu Tambang kecil Tambang 1 Kg Selang 40 m Obat-obatan 45 buah 1 set 11 pasang 7 pasang 10 pasang 8 buah 10 buah 5 buah 8 buah 5 buah 2 buah 3 buah 1 set 250.000 580.000 69.000 10.000 48.000 30.000 12.500 10.000 12.500 5.000 25.000 60.000 640.650

HASIL DAN PEMBAHASAN

Dokumen terkait