• Tidak ada hasil yang ditemukan

KEADAAN UMUM WILAYAH KABUPATEN SUKABUM

Administrasi

Secara administrasi pemerintahan Kabupaten Sukabumi dibagi ke dalam 45 kecamatan, 345 desa dan tiga kelurahan. Ibukota Kabupaten terletak di Kecamatan Pelabuhanratu. Batas-batas wilayah Kabupaten Sukabumi (Gambar 5) adalah:

- sebelah utara, berbatasan dengan Kabupaten Bogor, - sebelah selatan, berbatasan dengan Samudera Indonesia,

- sebelah barat, berbatasan dengan Kabupaten Lebak dan Samudera Indonesia, - sebelah timur, berbatasan dengan Kabupaten Cianjur.

Selain itu Kabupaten Sukabumi juga berbatasan secara langsung dengan wilayah Kota Sukabumi yang merupakan daerah kantong (enclave). Kota Sukabumi dengan wilayah-wilayah Kabupaten Sukabumi mempunyai hubungan yang bersifat fungsional dimana Kota Sukabumi merupakan salah satu pusat (nodal) bagi wilayah-wilayah Kabupaten Sukabumi yang mengelilinginya (hinterland). Sebagai pusat petumbuhan wilayah (Rustiadi et al. 2007), Kota Sukabumi berfungsi sebagai (1) tempat terkonsentrasinya penduduk (permukiman), (2) pusat pelayanan terhadap daerah hinterland, (3) pasar bagi komoditas-komoditas pertanian dan lokasi pemusatan industri manufaktur. Sedangkan wilayah-wilayah Kabupaten Sukabumi sebagai hinterland berfungsi sebagai (1) pemasok (produsen) bahan-bahan mentah dan atau bahan baku (2) pemasok tenaga kerja melalui proses urbanisasi dan menglaju (commuting) (3) daerah pemasaran barang dan jasa industri manufaktur dan (4) penjaga keseimbangan ekologis.

Dilihat dari perkembangan dan karakteristik wilayah, Kabupaten Sukabumi dapat dibedakan menjadi dua bagian, yaitu Sukabumi Utara dan Sukabumi Selatan. Kedua wilayah ini mempuyai karakteristik yang berbeda, diantaranya (1) Sukabumi utara yang dilalui oleh jalur tengah yang relatif lebih berkembang, dibandingkan Sukabumi selatan yang dilalui oleh jalur selatan, (2) Pusat-pusat pertumbuhan dan kegiatan banyak terdapat di Sukabumi utara, seperti pasar, industri, pusat pendidikan dan lain-lain (3) Sumberdaya alam lahan (tanah) relatif lebih subur di utara, karena terdapat diantara dua gunung, yaitu Gunung Gede-Pangrango dan Gunung Salak (4) Kepadatan penduduk di utara lebih tinggi di bandingkan di selatan Sukabumi.

Gambar 5 Peta administrasi Kabupaten Sukabumi

33 33

Kependudukan

Jumlah penduduk Kabupaten Sukabumi pada tahun 2006 mencapai 2.345.459 jiwa yang terdiri dari 1.178.005 laki-laki dan 1.167.454 perempuan dengan rasio jenis kelamin 100,90 yang berarti bahwa dalam 100 penduduk perempuan terdapat 101 laki- laki. Kepadatan penduduk Kabupaten Sukabumi adalah sebesar 563,72 orang per Km2 (Tabel 8).

Tabel 8 Jumlah penduduk Kabupaten Sukabumi tahun 2000-2006

Tahun

Jumlah Penduduk Laju

Pertumbuhan Penduduk

Kepadatan Penduduk per Km2 Laki-laki Perempuan Jumlah

[1] [2] [3] [4] [5] [6] 2000 1.058.852 1.033.596 2.092.448 502,91 2001 1.075.979 1.053.685 2.129.664 1,78 511,85 2002 1.094.940 1.075.241 2.170.181 1,90 521,59 2003 1.115.074 1.097.747 2.212.821 1,96 531,84 2004 1.135.889 1.120.755 2.256.644 1,98 542,37 2005 1.156.871 1.143.773 2.300.644 1,95 552,95 2006 1.178.005 1.167.454 2.345.459 1,95 563,72 Rata-Rata 1.92

Sumber : Diolah dari Kabupaten Sukabumi Dalam Angka (KASDA) 2007

Jumlah rumah tangga miskin Kabupaten Sukabumi tercatat 228.370 atau 38,70 % dari jumlah total rumah tangga. Persentase rumah tangga miskin terbesar berada di Kecamatan Kabandungan yaitu sebesar 61,06 % dari jumlah rumah tangga yang ada di kecamatan tersebut. Sedangkan kecamatan yang paling kecil persentase rumahtangga miskinnya adalah Kecamatan Cicurug dan Cisaat.

Karakteristik Fisik Wilayah Topografi

Kemiringan lereng di wilayah Kabupaten Sukabumi cukup bervariasi, antara 0 – 40 %. Daerah pesisir (daerah yang berbatasan dengan laut) memiliki kemiringan lebih landai bila dibandingkan dengan daerah di bagian tengah Kabupaten Sukabumi yang masih termasuk dalam wilayah perencanaan. Untuk daerah pesisir bagian Barat cenderung lebih terjal dibandingkan dengan daerah pesisir lainnya. Daerah yang memiliki kemiringan 25 – 40 % terletak pada bagian tengah Kabupaten Sukabumi, yaitu daerah di sekitar Sungai Cimandiri.

Sebaran lokasi berdasarkan kelerengan didominasi oleh daerah-daerah dengan kelerengan 15 – 25 % mencapai 40,5 %. Sementara itu kelas kelerengan lainnya adalah : 3 – 8 % mencapai 21,5 %, > 40 % mencapai 18,1 %, 0-3% mencapai 11,3 %, 8- 15% mencapai 4,1 % dan kelerengan 25-40 % sebesar 4,0 % sebagaimana ditunjukkan pada Tabel 9 dan Gambar 6.

Tabel 9 Kemiringan lereng wilayah Kabupaten Sukabumi

No Kelas Lereng Luas (Ha) Prosentase (%)

1 0-3 % 47.029 11.3% 2 3-8 % 89.310 21.5% 3 8-15 % 16.896 4.1% 4 15-25 % 168.510 40.5% 5 25-40 % 16.544 4.0% 6 > 40 % 75.450 18.1% 7 Tubuh Air 2.365 0.6% Jumlah 416.105 100.0%

Sumber : diolah dari peta

Bentuk topografi wilayah Kabupaten Sukabumi pada umumnya meliputi permukaan yang bergelombang di daerah selatan dan bergunung di daerah bagian utara dan tengah. Ketinggian tempat berkisar antara 0 – 2.960 M dpl. Bentuk permukaan tanah (morfologi) Kabupaten Sukabumi pada umumnya bervariasi dari datar, bergelombang, berbukit, sampai bergunung. Ketinggian wilayah Kabupaten Sukabumi bervariasi dari 0 sampai dengan 2.958 meter di atas permukaan laut (dengan puncak tertinggi terdapat di Gunung Salak 2.211 M dpl. dan Gunung Gede 2.958 M dpl). Daerah datar umumnya terdapat di daerah pantai dan kaki gunung yang sebagian besar merupakan persawahan, sementara daerah selatan merupakan daerah berbukit-bukit dengan ketinggian berkisar 300 – 1.000 M dpl.

Berdasarkan luasan di peta 41,7 % wilayah Kabupaten Sukabumi mempunyai elevasi 100 – 500 meter dpl. 34,9 % pada elevasi 500 – 1000 meter dpl, 16,3 % pada elevasi < 100 meter dpl, 6,0 % pada elevasi 1000 – 2000 meter dpl dan sisanya 0,5 % mempunyai elevasi > 2000 meter dpl (Tabel 10 dan Gambar 7).

Gambar 6 Peta kemiringan lereng wilayah Kabupaten Sukabumi

Gambar 7 Peta elevasi wilayah Kabupaten Sukabumi

376

Tabel 10 Tingkat elevasi wilayah Kabupaten Sukabumi

No Kelas Elevasi (M Dpl) Luas (Ha) Prosentase (%)

1 0-25 20.354 4,9% 2 25-100 47.498 11,4% 3 100-500 173.765 41,7% 4 500-1000 145.431 34,9% 5 1000-1500 21.493 5,2% 6 1500-2000 3.300 0,8% 7 > 2000 1.900 0,5% 8 Tubuh Air 2365 0,6% Jumlah 416.105 100,0%

Sumber : diolah dari peta

Tanah

Dari aspek kemampuan tanah (kedalaman efektif dan tekstur), wilayah Kabupaten Sukabumi sebagian besar bertekstur tanah sedang (tanpa liat). Kedalaman tanahnya dapat dikelompok menjadi 2 (dua) golongan besar, yaitu kedalaman efektif tanah dalam dan kedalaman efektif tanah sedang sampai dangkal. Kedalaman efektif tanah dalam tersebar di bagian utara, sedangkan kedalaman efektif tanah sedang sampai dangkal tersebar di bagian tengah dan selatan (BPS Kabupaten Sukabumi, 2006).

Jenis tanah dibagian utara pada umumnya terdiri dari tanah Podsolik, Andosol dan Regosol. Sedangkan di bagian selatan sebagian besar terdiri dari tanah Grumusol, Latosol dan Alluvial (Gambar 8). Sebaran luasan berdasarkan perhitungan di peta tanah Podsolik mendominasi dengan luasan mencapai 45,6 %. Sebaran Jenis tanah di Kabupaten Sukabumi disajikan dalam Tabel 11.

Tabel 11 Sebaran jenis tanah wilayah Kabupaten Sukabumi

N0 Jenis Tanah Luas (Ha) Prosentase (%)

1 Aluvium 9.634 2,3 2 Andosol 11.461 2,8 3 Grumusol 71.642 17,2 4 Laterik 32.380 7,8 5 Latosol 54.517 13,1 6 Organosol 14.419 3,5 7 Podsolik 189.698 45,6 8 Regosol 29.990 7,2 9 Tubuh Air 2.364 0,6 Jumlah 416.105 100,0

Gambar 8 Peta jenis tanah wilayah Kabupaten Sukabumi

Struktur geologi wilayah Kabupaten Sukabumi terbagi menjadi dua zona yaitu zona utara dan zona selatan, dengan batas Sungai Cimandiri yang mengalir dari arah Timur Laut ke Barat Daya. Zona Utara merupakan kawasan yang dipengaruhi oleh vulkan dan sebagian besar merupakan daerah yang subur, dimana terdapat kawasan perkebunan, persawahan dan kegiatan pertanian lainnya. Sedangkan zona selatan merupakan kawasan yang berbukit-bukit yang terdiri atas kawasan pertanian lahan kering, perkebunan dan kehutanan (Bappeda, 2006).

Rencana Tata Ruang Wilayah

Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten merupakan penjabaran dari strategi dan arahan kebijaksanaaan pemanfaatan ruang wilayah propinsi ke dalam strategi dan struktur pemanfaatan ruang wilayah Kabupaten dan kebijakan- kebijakan lainya. Berdasarkan RTRW Kabupaten Sukabumi Tahun 2006 – 2016, arahan penggunaan lahan di Kabupaten Sukabumi sebagian besar diarahkan untuk penggunaan lahan kebun campuran yaitu 31,2 % dari total luas wilayah. Sebaran arahan penggunaan lahan di Kabupaten Sukabumi ditunjukan pada Tabel 12, sementara sebaran spasialnya disajikan pada Gambar 9.

Tabel 12 Sebaran arahan penggunaan lahan wilayah Kabupaten Sukabumi

No Arahan RTRW Luas (Ha) Persentase (%)

1 Hutan Lindung 43.663 10,5%

2 Hutan Produksi/Konversi 71.787 17,2%

3 Hutan Suaka Margasatwa 4.906 1,2%

4 Kawasan Konservasi 10.031 2,4% 5 Kawasan Pariwisata 5.745 1,4% 6 Kebun Campuran 130.088 31,3% 7 Perkebunan 72.448 17,4% 8 Ladang 3.733 0,9% 9 Permukiman Perkotaan 16.484 4,0% 10 Zona Industri 328 0,1% 11 Sawah 54.527 13,1% 12 Tubuh Air 2.365 0,6% Jumlah 416105 100.0%

Gambar 9 Peta arahan penggunaan lahan RTRW wilayah Kabupaten Sukabumi 2006-2016

41 41

Kawasan Hutan dan Areal Perkebunan

Luas hutan negara di Kabupaten Sukabumi adalah seluas 101.280,14 ha atau sebesar 22,34 % dari total luas Kabupaten Sukabumi (Dinas Kehutanan Kabupaten Sukabumi 2007). Luas hutan yang dapat dibudidayakan adalah seluas 70.586,9 ha, yang terdiri dari hutan produksi (68.133,53 ha) dan hutan cadangan/hutan lainnya (2.453,37 ha). Jumlah ini lebih besar dibandingkan dengan luas lahan yang direncanakan sebagai hutan produksi dalam RTRW Kabupaten Sukabumi tahun 1996, sebesar 66.733,78 ha.

Komoditi perkebunan unggulan di Kabupaten Sukabumi adalah teh, karet dan cengkeh yang dikelola oleh rakyat, swasta, maupun pemerintah. Komoditi kelapa merupakan yang terluas, yaitu mencapai 16.665,69 atau 31,49 % dari luas perkebunan empat komoditi unggulan. Pusat perkebunan kelapa terdapat di wilayah Kecamatan Ciemas, Ciracap, Surade dan Tegalbuleud. Sementara itu lokasi perkebunan karet dan teh sebagian besar berada di bagian tengah wilayah perencanaan yaitu di sekitar wilayah Kecamatan Lengkong, Sagaranten, Jampang Tengah dan Pelabuhanratu. Sebaran arahan penggunaan lahan untuk kawasan hutan dan areal perkebunan ditunjukkan pada Tabel 13, sementara sebaran spasialnya pada Gambar 10.

Tabel 13 Luas kawasan hutan negara dan perkebunan di Kabupaten Sukabumi

No. Arahan Penggunaan Lahan Luas (Ha) Persentase Total

Wilayah (%)

1 Kawasan Hutan 101.280,14 24,34

- Taman Nasional Gununggede Pangrango (TNGP)

6.800,00

1,63 - Taman Nasional Gunung Halimun-

Salak (TNGH-S)

28.915,82

6,95

- Hutan Produksi 56.935,32 13,68

- Cagar Alam dan Suaka Marga Satwa 8.629,00 2,07

2 Areal Perkebunan (PTPN dan PBS) 63.449,02 15,25

- Jenis karet 28.512,00 6,85 - Jenis Kelapa 16.665,69 4,01 - Jenis teh 12.869,04 3,09 - Jenis cengkeh 3.975,59 0,96 - Tanah kosong 1.383,49 0,33 - Tubuh air 43,21 0,01

Jumlah Kawasan Hutan dan Areal

Perkebunan 164.729,16 39,59

Sumber : Kawasan Hutan :Dinas Kehutanan Kabupaten Sukabumi (2007) Areal Perkebunan : Bappeda Kabupaten Sukabumi (2006)

Gambar 10 Peta kawasan hutan dan areal perkebunan wilayah Kabupaten Sukabumi

43 43

Kesesuaian Penggunaan Lahan

Bappeda Kab. Sukabumi (2003) telah melakukan identifikasi kesesuaian lahan dengan menggunakan metode FAO 1976. Peta kesesuaian lahan diperoleh cara overlay peta-peta tematik yang terdapat dalam Review RTRW Kabupatan Sukabumi dan Perencanaan Makro Wilayah Sukabumi Selatan. Berdasarkan studi tersebut jenis kesesuaian lahan di wilayah perencanaan dikelompokan menjadi pertanian tanaman basah (sawah), pertanian tanaman tahunan, tegalan dataran rendah dan tegalan dataran tinggi. Rekapitulasi hasil identifikasi diatas disajikan pada Tabel 13. Sebaran spasial kesesuaian lahan di Kabupaten Sukabumi ditunjukan pada Gambar 11.

Tabel 14 Kesesuaian penggunaan lahan di wilayah Kabupaten Sukabumi

Penggunaan lahan Luas Kesesuaian Lahan (Ha) Jumlah (Ha)

S1 S2 S3 N

Kebun Campuran 0 28.767 45.743 54.232 128.742

Sawah 2.591 20.150 25.178 19.899 67.818

Tegalan Dataran Rendah 703 2.363 11.625 8.300 22.991

Tegalan Dataran Tinggi 571 4.836 5.070 8.646 19.124

Non Pertanian 175.065 0 0 0 175.065

Tubuh Air 2.365 0 0 0 2.365

416.105

Pertanian Sawah

Kelas kesesuaian lahan untuk pertanian sawah di Kabupaten Sukabumi adalah sebagai berikut :

Kelas S1 sebagian besar terletak di Kecamatan Surade, Cibadak, Cisaat, dan Cicurug

Kelas S2 sebagian besar terletak di Kecamatan Surade, Jampang Kulon, Ciracap dan Sukaraja

Kelas S3 sebagian besar terletak di Kecamatan Pelabuhanratu, Jampang Tengah dan Nagrak.

Kesesuaian lahan untuk pertanian sawah pada wilayah bagian Selatan Kabupaten Sukabumi mencapai 46,13 % dari total lahan yang sesuai untuk pertanian sawah di Kabupaten Sukabumi. Sebagian besar kesesuaian lahan sawah di wilayah ini termasuk dalam kelas S2, sehingga pada pemanfaatannya diperlukan beberapa penanganan khusus. Lahan yang sesuai untuk pertanian sawah terutama berada di Kecamatan Surade, Jampang Kulon, dan Pelabuhanratu.

Pertanian Tanaman Tahunan

Kelas kesesuaian lahan untuk pertanian tanaman tahunan di Kabupaten Sukabumi adalah sebagai berikut :

Tidak ada lahan yang termasuk dalam kategori kesesuaian kelas S1

Kelas S2 sebagian besar terletak di Kecamatan Nagrak, Cikidang, Warungkiara, dan Sagaranten.

Kelas S3 sebagian besar terletaka di Kecamatan Surade, Jampang Tengah dan Cisolok.

Kelas N sebagian besar terletak di Kecamatan Pabuaran, Cibadak dan Kalibunder.

Pada wilayah bagian Selatan Kabupaten Sukabumi, kesesuaian lahan untuk pertanian tanaman tahunan cukup luas sekitar 61,59 % dari total lahan yang sesuai untuk pertanian tanaman tahunan di Kabupaten Sukabumi. Sebagian besar kesesuaian lahan untuk tanaman tahunan di wilayah ini termasuk dalam kelas S3. Lahan yang sesuai untuk pertanian tanaman tahunan terutama berada di Kecamatan Cisolok, Surade dan Sagaranten.

Tegalan Daratan Rendah

Kelas kesesuaian lahan untuk tegalan dataran rendah di Kabupaten Sukabumi adalah sebagai berikut :

Kelas S1 sebagian besar terletkan di Kecamatan Surade, Cibadak, Cisaat, dan Cicurug.

Kelas S2 sebagian besar terletak di Kecamatan Surade, Jampang Tengah, Ciracap, dan Sukaraja.

Kelas S3 sebagian besar terletak di Kecamatan Tegalbuleud, Cidolog, Sagaranten, dan Nagrak.

Kelas N sebagian besar terletak di Kecamatan Cisolok, Sagranten dan Kabandungan.

Kesesuaian lahan untuk pemanfaatan tegalan dataran rendah di Kabupaten Sukabumi sebagian besar adalah lahan dengan kesesuaian kelas S3. Pada wilayah bagian Selatan Kabupaten Sukabumi, kesesuaian lahan untuk tegalan dataran rendah cukup luas yaitu mencapai 73,03 % dari total lahan yang sesuai untuk tegalan dataran rendah di Kabupaten Sukabumi.. Lahan yang sesuai untuk tegalan dataran rendah terutama berada di Kecamatan Tegalbuleud, Sagaranten, dan Cidolog.

Tegalan Dataran Tinggi

Kelas kesesuaian lahan untuk tegalan dataran tinggi di Kabupaten Sukabumi adalah sebagai berikut :

Kelas S2 sebagai besar terletak di Kecamatan Nagrak, Lengkong, Cisaat dan Pabuaran.

Kelas S3 sebagai besar terletak di Kecamatan Jampang Tengah, Cisolok dan Lengkong.

Kelas N sebagai besar terletak di Kecamatan Lengkong, Pelabuhanratu dan Cisolok.

Kesesuaian lahan untuk pemanfaatan tegalan dataran tinggi di Kabupaten Sukabumi sebagai besar kelas S3. Pada wilayah bagian Selatan Kabupaten Sukabumi, kesesuaian lahan untuk tegalan dataran tinggi 75,5 % dari total lahan yang sesuai untuk tegalan dataran tinggi di Kabupaten Sukabumi. Lahan yang sesuai untuk tegalan dataran tingggi terutama berada di Kecamatan Jampang Tengah, Cisolok, dan Lengkong.

Kawasan Budidaya Permukiman

Kawasan permukiman di Kabupaten Sukabumi berada di Ibukota Kecamatan yang berkembang di sepanjang jalan utama dan persimpangan jalan. Hal ini menandakan bahwa kegiatan penduduk Kabupaten Sukabumi sangat tergantung pada aksesibilitas jalan. Semakin jauh lokasi permukiman dari jalan dan semakin buruk kondisi jalan yang harus dilalui untuk mencapai lokasi tersebut, menyebabkan kawasan tersebut akan semakin terisolir dan tidak berkembang. Hal ini terlihat dari sedikitnya kawasan-kawasn pemukiman di daerah Selatan.

47 Gambar 11 Peta keseuaian lahan wilayah Kabupaten Sukabumi

Dokumen terkait