BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN
4.6 Keberhasilan Total Penerapan
Untuk hasil nilai keberhasilan total penerapan SMK3 pada proyek
pembangunan Terminal A Amplas, Maka didapat hasil total untuk masing-masing variabel pada tabel 4.12 berikut ini:
Tabel 4.12 Nilai Keberhasilan Total Penerapan SMK3
Variabel Persentase Skor Kriteria
Kesehatan dan keselamatan kerja (X1) 79,86% Baik
Kebijakan K3 (X2) 79% Baik
Perencanaan K3 (X3) 80,83% Baik
Penerapan dan Pengendalian
Operasional pada Pekerjaan (X4) 77,43% Baik Sosialisasi Program K3 (X5) 72,26% Baik Evaluasi Kinerja K3 (X6) 79,16% Baik
PS Rata-Rata 78,09% Baik
Sumber: Hasil Pengolahan Data Microsoft excel 2021
Maka dapat diperoleh keberhasilan penerapan SMK3 yang diambil dari rata – rata penjumlahan semua variabel adalah sebesar 78,19% tergolong dalam kategori nomor 2 (60-84%) yaitu tingkat penerapannya baik dan dapat diberikan sertifikat dan peringkat bendera perak yang berdasarkan ketentuan Permen No. 05 Tahun 1996 dan PP No. 50 Tahun 2012.
53
4.7 Faktor Terendah Yang Mempengaruhi Penerapan SMK3
Gambar 4.5 Diagram Persentase Faktor-Faktor SMK3
Berdasarkan hasil analisa pembahasan menunjukkan bahwa yang memiliki tingkat persentase terendah terdapat pada faktor sosialisasi program K3 (X5) dengan persentase sebesar 72,26% dalam kategori baik dan faktor Penerapan dan pengendalian operasional pada pekerjaan (X4) sebesar 77,43% dalam kategori baik.
Faktor penerapan dan pengendalian operasional K3 pada proyek memiliki tingkat persentase yang rendah dengan hasil pembobotan scoring persentase sebesar 69,33% mengenai Pemeriksaan kesehatan dalam upaya pencegahan penyakit sebelum bekerja pada hal ini disebabkan kurangnya pengawasan perusahaan terhadap karyawan K3 di lapangan terkait dengan pelaksanaan K3 serta kurangnya pemahaman tenaga kerja akan pentingnya K3 bagi keselamatan dan kesehatan tenaga kerja. Selain itu, rendahnya tingkat kecelekaan pada proyek ini membuat para tenaga kerja meremehkan dan tidak mematuhi sepenuhnya peraturan K3 yang ada, para tenaga kerja mengganggap bahwa kecelakaan dalam pekerjaan ini sangatlah minim.
Sedangkan, pada faktor sosialisasi program K3 memiliki tingkat persentase terendah sebesar 62,66% yaitu sosialisasi safety talk mengenai prosedur K3 hal ini karena kurangnya kesadaran pekerja akan pentingnya sosialisasi safety talk tersebut. Hal ini juga didukung oleh perusahaan yang masih menganggap sosialisasi
79,86% 79%
80,83%
77,43%
72,26%
79,16%
X 1 X 2 X 3 X 4 X 5 X 6
54
safety seperti adanya briefing sebelum memulai pekerjaan, memberikan pemahaman kepada tenaga kerja tentang pentingnya pengenalan dan penggunaan alat pelindung diri (APD), juga melakukan perawatan dan pemeriksaan peralatan kerja sebagai bentuk formalitas saja.
54 BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan analisa pada bab sebelumnya dapat disimpulkan sebagai berikut:
1. Nilai tingkat keberhasilan Kesehatan dan keselamatan kerja, Kebijakan K3, Perencanaan K3, Penerapan dan Pengendalian Operasional pada Pekerjaan, Sosialisasi Program K3, Dan Evaluasi Kinerja K3 dalam penerapan Sistem Manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (SMK3) pada proyek pembangunan peningkatan Terminal Tipe A Amplas Medan ini dalam kategori baik.
2. Pelaksanaan dan nilai keberhasilan total penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) pada proyek peningkatan Terminal Tipe A Amplas Medan sebesar 78,09% dalam kategori 2 yaitu baik (60-84%) dan mendapat sertifikat dan peringkat bendera perak.
3. Faktor yang tingkat pelaksanaannya terendah dalam penerapan SMK3 yaitu penerapan dan pengendalian operasional pada pekerjaan dan sosialisasi program K3.
5.2 Saran
Berdasarkan dari hasil dan kesimpulan analisis yang telah dilakukan, maka adapun saran yang dapat peneliti berikan yaitu:
1. Disarankan kepada perusahaan untuk melakukan pengawasan kepada pekerja guna melakukan pemeriksaan kesehatan tenaga kerja atau rutin sebelum memulai pekerjaan juga meningkatkan ketersediaan fasilitas kesehatan dalam proyek.
2. Disarankan kepada perusahaan agar pelaksanaan sosialisasi program K3 sesering mungkin dan pengarahan melalui safety talk juga menjamin setiap perlengkapan dan peralatan kerja alat pelindung diri (APD) dapat digunakan dengan baik dan efektif.
55
3. Diharapkan untuk penelitian selanjutnya peneliti dapat melakukan dengan menambahkan faktor-faktor yang mempengaruhi K3 misalnya beban kerja, produktivitas kerja, dan sumber bahaya dalam proyek konstruksi.
x
DAFTAR PUSTAKA
BPJS Ketenagakerjaan. 2018. Tekan Angka Kecelakaan, BPJS Ketenagakerjaan Bagikan Helm Diambil kembali dari website
resmi BPJS Ketenagakerjaan:
https://www.bpjsketenagakerjaan.go.id/berita/25967/-Tekan-Angka- kecelakaan.html
Kementrian Kesehatan RI. 2018. Jakarta: Kemenkes RI. Diakses pada tanggal 25 Maret 2021 dari
https://www.kemkes.go.id/article/view/18121200002/jelang- bulan-k3-kemenkes-gaungkan-keselamatan-dan-kesehatan-kerja.html
Krismayanti. 2018. “Analisis Penerapan Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3) Pada Proyek Pembangunan Gedung Telkomsel Tarakan”.
Skripsi. Teknik, Teknik Sipil, Universitas Borneo. Tarakan.
Magr, Erizal. 2014. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3). Jurnal Penerapan K3 Departemen Teknik Sipil Dan Lingkungan Institut Pertanian Bogor. Jawa Barat-Bogor.
Misdarpon, Deddy dan Fatori, Muhammad. 2013. “Keselamatan Kerja dan Kesehatan Lingkungan”. Jakarta: Buku Sekolah Elektronik (BSE).
Noor, Juliansyah, 2011. Metode Penelitian, Skripsi, Tesis, Disertasi, Dan Karya Ilmiah, Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia No.
PER. 08/MEN/VII/2010 Tentang Alat Pelindung Diri
Prasetyo. 2009. Instrument Keselamatan Kerja dan Kesehatan Kerja. Jakarta:
Rhineka Cipta.
Ramadhan, Achmad. 2012. “Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) (Studi pada proyek Pembangunan Jalan Rawa Buaya, Cengkareng)”. Skripsi. FISIP, Ilmu Administrasi Negara, Universitas Indonesia. Depok.
Republik Indonesia. 1996.
Peraturan menteri tenaga kerja no 05/MEN/1996 Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja
Republik Indonesia. 1970.
Undang-Undang Nomor 1 tahun 1970 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja.
xi Republik Indonesia. 1980.
Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. PER.
01/MEN/1980 Tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada Konstruksi Bangunan. Sekretariat Kabinet RI. Jakarta.
Republik Indonesia. 1980.
Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. Per 04/Men/1980 Tentang Syarat Syarat Pemasangan dan Pemeliharaan Alat Pemadam Api Ringan.
Republik Indonesia. 1982.
Peraturan Menteri Tenaga Kerja Dan Transmigrasi No:
Per.03/Men/1982 tentang Pelayanan Kesehatan Tenaga Kerja.
Republik Indonesia. 2003.
Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan.
Republik Indonesia. 2008.
Peraturan Menteri Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor: Per.15/Men/VIII/2008 Tentang Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan Di Tempat Kerja.
Republik Indonesia. 2012.
Peraturan Pemerintah No. 50 Tahun 2012 tentang Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja.
Siregar, Syaiful Azhari. 2017. “Analisis Sistem Manajemen Keselamatan Kesehatan Kerja (SMK3) Pada Proyek Kereta Api (studi kasus:
pembangunan fly over jalur kereta api Medan-Kualanamu)”.
Skripsi. Teknik, Teknik Sipil, Universi- tas Sumatera Utara.
Medan.
Sugiyono. 2015. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, R&D. Bandung:
Alfabeta
Sugiyono. 2016. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D.
Bandung: PT Alfabet.
Sugiyono. 2017. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D.
Bandung: Alfabeta, CV.
xi
LAMPIRAN
KUESIONER PENELITIAN
A. Pendahuluan
Sebelumnya saya sampaikan terima kasih atas kesediaan
Bapak/Ibu/Saudara(i) untuk menjadi responden dalam penelitian ini. Dalam rangka penelitian tugas akhir ini yang berjudul Analisis implementasi sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (SMK3) pada proyek konstruksi (Studi Kasus : Peningkatan Terminal Tipe A Amplas Medan), Maka saya melakukan penelitian:
Nama Mahasiswa : Mutiara Sakinah Harahap Jurusan : Teknik Sipil
Universitas Sumatera Utara
Atas Perhatian dan bantuannya saya ucapkan Terima Kasih.
B. Identitas Responden
1. NamaResponden :...
2. Jenis Kelamin : Laki-Laki Perempuan
3. Usia :...
4. Jabatan :...
5. Pendidikan terakhir :...
C. Pertanyaan
Berilah tanda centang ( √ ) pada salah satu pilihan yang dianggap paling tepat, dengan bobot penilaian sebagai berikut:
Keterangan:
Sangat Baik : 5
Baik : 4
Sedang : 3
Buruk : 2
Buruk Sekali : 1
Beri tanda centang (√ ) pada salah satu jawaban sesuai dengan pendapat Bapak/Ibu/Saudara(i).
Variabel Kesehatan dan Keselamatan kerja (X1)
NO Pertanyaan 1 2 3 4 5
1.
2. 1 .
Setiap pekerja dalam proyek dapat mencapai tempat kerja dengan aman dan bersih
2. Para pekerja memperoleh perlindungan atas keselamatan dan kesehatan kerja
3. Penerapan peraturan 3M (mencuci tangan, menggunakan masker, menjaga jarak) pada masa pandemi Covid-19
4. Kondisi pekerja terlindungi dari cedera yang berhubungan dengan pekerjaan
5. Tersedianya kotak pertolongan pertama (P3K) pada kecelakaan apabila terjadi kecelakaan kecil
Variabel Kebijakan K3 (X2)
NO Pertanyaan 1 2 3 4 5
6. Mengkomunikasikan kebijakan seperti sarana-sarana atribut K3 (Bendera K3, spanduk, poster, dll)
7. Kebijakan Perusahaan membentuk personil K3 yang bertanggung jawab
8. Perusahaan menyediakan alat pelindung diri (APD) seperti: Helm, Masker, Sepatu boots, Tali Pengaman, dll.
9. Kebijakan mengenai tujuan dan sasaran K3
Variabel Perencanaan K3 (X3)
Variabel Penerapan dan Pengendalian Operasional pada Pekerjaan (X4)
NO Pertanyaan 1 2 3 4 5
14. Pemeriksaan kesehatan dalam upaya pencgahan penyakit sebelum bekerja 15. Pengawasan dari pihak perusahaan terkait
penerapan K3 (kunjungan kerja)
16. Mesin-mesin yang digunakan harus dipasang dan dilengkapi dengan alat pengaman untuk menjamin keselamatan kerja
17. Kewajiban penggunaan APD dalam proyek (Helm, Masker, Sepatu pengaman, Tali Pengaman, Kacamata kerja, dll)
18. Peralatan produksi kerja yang ada di lapangan masih layak digunakan sesuai Standard 19. Pengendalian risiko bahaya penempatan
setiap alat berat (excavator, bulldozer, crane,dll) sesuai tempatnya
20. Penempatan rambu-rambu tanda yang jelas mengenai lokasi rawan bahaya
21. Penempatan material (potongan besi, bambu, dll) yang rapih dan tidak mengganggu akses jalan
22. Adanya alat APAR (pemadam kebakaran
NO Pertanyaan 1 2 3 4 5
10. Jaminan Kesehatan kepada setiap pekerja seperti Asuransi kesehatan ataupun BPJS ketenagakerjaan
11. Adanya pengawas atau Ahli K3 yang bertugas langsung dalam melaksanakan kegiatan
12. Pengendalian risiko dan potensi bahaya dari perusahaan dalam proyek terhadap pekerja 13. Mengadakan tindakan perbaikan untuk
mencegah kecelakaan
ringan)
23. Pembersihan area yang berpotensi kecelakaan kerja
24. Pembangunan konstruksi beton harus direncanakan dengan teliti untuk menjamin agar konstruksi dan penguatnya dapat memikul beban dengan baik.
25. Pemasangan rangka atap harus dilakukan dari peralatan perancah atau tenaga kerja harus dilengkapi peralatan pengaman.
26. Untuk melindungi tenaga kerja melakukan pekerjaan konstruksi, harus dibuatkan lantai kerja yang sementara kuat.
Variabel Sosialisasi Program K3 (X5)
NO Pertanyaan 1 2 3 4 5
27. Memberikan penjelasan dan pengetahuan tentang pentingnya K3
28. Cara-cara dan sikap yang aman dalam melaksanakan pekerjaan
29. Penyelidikan dan pencegahan kecelakaan kerja
30. Sosialisasi program Safety talk mengenai Prosedur K3
31. Para pekerja mendapat instruksi dan
sosialisasi mengenai prosedur keadaan darurat
Variabel Evaluasi Kinerja K3 (X6)
NO Pertanyaan 1 2 3 4 5
32. Pemantauan melalui pemeriksaan semua alat berat sebelum dioperasikan
33. Setiap kecelakaan kerja dan sakit akibat kerja selalu dibuat laporan work permit
34. Melakukan penyelidikan kecelakaan kerja dilakukan oleh petugas atau ahli K3 35. Melakukan evaluasi dan pengamanan untuk
melakukan tindakan perbaikan
Tabel di bawah ini menunjukan hasil kuesioner dari responden yang belum diolah ke program SPSS
Responden
Tabel Hasil pengolahan data spss
**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).
Correlations
N 30 30 30 30 30
**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).
*. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).
Correlations
X3.1 X3.2 X3.3 X3.4 X3
X3.1 Pearson Correlation 1 .342 .172 .240 .621**
Sig. (2-tailed) .064 .364 .201 .000
N 30 30 30 30 30
X3.2 Pearson Correlation .342 1 .428* .234 .690**
Sig. (2-tailed) .064 .018 .213 .000
N 30 30 30 30 30
X3.3 Pearson Correlation .172 .428* 1 .641** .790**
Sig. (2-tailed) .364 .018 .000 .000
N 30 30 30 30 30
X3.4 Pearson Correlation .240 .234 .641** 1 .748**
Sig. (2-tailed) .201 .213 .000 .000
N 30 30 30 30 30
X3 Pearson Correlation .621** .690** .790** .748** 1
Sig. (2-tailed) .000 .000 .000 .000
N 30 30 30 30 30
**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).
*. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).
Correlations
Correlations
**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).
*. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).
X5.1 X5.2 X5.3 X5.4 X5.5 X5
N 30 30 30 30 30 30
X5.3 Pearson Correlation .373* .806** 1 .618** .516** .862**
Sig. (2-tailed) .042 .000 .000 .004 .000
N 30 30 30 30 30 30
X5.4 Pearson Correlation .179 .572** .618** 1 .527** .798**
Sig. (2-tailed) .344 .001 .000 .003 .000
N 30 30 30 30 30 30
X5.5 Pearson Correlation .323 .286 .516** .527** 1 .741**
Sig. (2-tailed) .082 .125 .004 .003 .000
N 30 30 30 30 30 30
X5 Pearson Correlation .570** .780** .862** .798** .741** 1
Sig. (2-tailed) .001 .000 .000 .000 .000
N 30 30 30 30 30 30
*. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).
**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).
Correlations
X6.1 X6.2 X6.3 X6.4 X6
X6.1 Pearson Correlation 1 .527** .542** .519** .795**
Sig. (2-tailed) .003 .002 .003 .000
N 30 30 30 30 30
X6.2 Pearson Correlation .527** 1 .578** .568** .806**
Sig. (2-tailed) .003 .001 .001 .000
N 30 30 30 30 30
X6.3 Pearson Correlation .542** .578** 1 .742** .857**
Sig. (2-tailed) .002 .001 .000 .000
N 30 30 30 30 30
X6.4 Pearson Correlation .519** .568** .742** 1 .850**
Sig. (2-tailed) .003 .001 .000 .000
N 30 30 30 30 30
X6 Pearson Correlation .795** .806** .857** .850** 1
Sig. (2-tailed) .000 .000 .000 .000
N 30 30 30 30 30
**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).
Struktur Organisasi Kontraktor
Struktur Organisasi Ahli K3
‘