• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB VIII EVALUASI DAN REFLEKSI

DINAMIKA PROSES PENGORGANISASIAN A. Proses Awal

G. Keberlangsungan Program

pemasaran akan dilanjutkan perempuan nelayan melalui sosial media.

F. Mengorganisir Kelompok

Membangun kesadaran nelayan unutk mengelola hasil ikan disebabkan tingginya ketergantungan nelayan kepada juragan dan agen. Masyarakat nelayan menjual ikan tangkapan tersebut tanpa adanya inovasi baru dalam

membangun kemandirian ekonomi, Jumlah

banyaknyahasil ikan tangkapan mempengaruhi pendapatan

masyarakat nelayan. Setelah melakukan diskusi

penyelesaian masalah ketergantungan dalam penjualan ikan bersama beberapa masyarakat nelayan, maka terdapat perubahan dalam diri mereka pada mulanya mereka berasumsi adanya rasa pesimis sampai mereka dapat membangun kesadaran dalam membangun kemandirian ekonomi yang lebih baik. Jika mereka dapat melakukan kegiatan tersebut akan lebih mudah dalam meningkatkan ekonomi. Dalam mewujudkan kesadaran perlu adanya perubahan mindset dan pembuktian seperti adanya kelompok perempuan nelayan dapat mengelolah ikan dengan berbagai macam olahan serta dapat memasarkan hasil olahan nya dengan pengemasan yang baik dan benar.

G. Keberlangsungan Program

Sebelum berlangsungnya aksi tahapan pertama yang dilakukan adalah mendatangi balai desa dengan menemui staf pemerintahan desa karena mereka adalah pihak yang mempunyai peran penting. Peneliti menemui mereka dan meminta izin melakukan kegiatan bersama masyarakat. Kegiatan awal aksi perubahan peneliti untuk bertemu dengan beberapa pihak dalam menyampaikan beberapa kegiatan serta jalannya proses kegiatan yang telah ditentukan bersama masyarakat. Terdapat banyaknya respon positif akan semakin menjadikan peneliti semangat

diharapkan peneliti bahwa kegiatan yang telah ditentukan dan akan dilakukan bersama masyarakat memiliki manfaat

positif dan terdapat keberhasilan agar tidak

ketergantungan nelayan kepada dikarenakan dapat mengelola ikan dengan berbagai macam olahan ikan.

Peneliti juga menemui Ibu Maymuna dan Ibu Siana selaku pemateri dalam mengelola ikan menjadi terasi. Dan Ibu Manieh selaku pemateri dalam pelatihan menjadi erok-erok dan pentol. Setelah peneliti perkanalan diri dan menyampaikan tujuan, respon mereka sangat senang dan antusias dikarenakan menurutnya jika ketergantungan nelayan kepada agen tidak mencukupi kebutuhan kehidupan. Banyak sekali ikan yang telah dikelola oleh Ibu Maymuna menjadi terasi. Oleh karena itu alasan mengapa peneliti lebih memilih untuk menjadikan Ibu Maymuna selaku pemateri dalam pelatihan mengelola ikan. Perempuan nelayan memiliki peran dalam aksi

perubahan. Mengikuti perkumpulan peneliti

memperkenalkan diri serta menyampaikan tujuan

melakukan pelatihan mengelola ikan, kemudian

membahas permasalahan, beberapa sebab, dan tahapan untuk menyelesaikannya.

Gambar 6.12.

Gambar bersama staf pemerintahan Desa

Sumber: Diolah dari dokumentasi peneliti

Dengan senang hati selaku Staff Pemerintahan Desa

peneliti untuk melakukan kegiatan bersama masyarakat. Beliaubersedia memabantu jika sewaktu-waktu saya membutuhkan informasi mengenai Desa Tambak Lekok. Selama dalam meminta izin, peneliti meminta saran dan juga masukan mengenai kegiatan yang akan dilakukan

bersama masyarakat. Mereka dan beberapa staf

pemerintah sangat senang dan berpatisipasi untuk mengikuti kegiatanpelatihan bersama masyarakat dalam mengelola ikan.

Gambar 6.13 Gambar Desain Logo

Sumber: Dokumentasi Peneliti

Gambar 6.14.

Gambar Berbagai macam bentuk olahan ikan

Sumber: Dokumentasi Peneliti

Pemberdayaan secara berkelanjutan merupakan hal yang dilakukan dalam meningkatkan pengelolaan ikan

agar berkualitas. Tahapan selanjutnya bagaimana

menciptakan inovasi dari hasil tangkapan ikan mereka agar tidak ketergantungan kepada agen menjadi berbagai

macam olahan. Seperti mengelola ikan menjadi petis, terasi, erok-erok, dan pentol ikan khas Tambak Lekok.

Hal tersebut dapat membangun kemandirian ekonomi dalam menciptakan kreatifitas dengan pelatihan mengelola ikan bersama kelompok perempuan nelayan tersebut agar semakin menginovasi, memahami kualitas pengemasan dan dapat memahami situasi pemasaran. Pelatihan pemasaran maket line melalui sosial media akan termotivasi dalam membangun kehidupan yang lebih baik.

Gambar 6.15.

Gambar Media Promosi Melalui Sosial Media

Sumber: Dokumentasi Peneliti

Dalam pelatihan pemasaran hasil olahan ikan dengan memanfaatkan sosial media karena dirasa lebih efektif dan merupakan alat yang sederhana akan tetapi sangat berpengaruh dalam menarik minat pencinta kuliner berbagai macam olahan yang terbuat dari ikan. Selanjutnya menentukan media sosial yang akan dijadikan sebagai alat pemasaran berbagai macam hasil olahan ikan yaitu membuat akun Instagram. Karena tidak semua media

sosial menjadi alat yang efektif untuk dijadikan sebagai

alat pemasaran. Kemudian selanjutnya peneliti

menentukan kepada Mbak Vivi dan Mbak Selvi yang akan bertanggung jawab menjadi operator admin sosial media pemasaran tersebut. Berikut dilanjut mendesain gambar, pemilihan kata dalam promosi semenarik mungkin untuk dipromosikan ke media sosial.

Keberhasilan menggunakan sosial media sebagai market line yaitu jika mempunyai konten yang kreatif untuk menarik konsumen. Dan merupakan keuntungan jika menggunakan media sosial dalam pemasaran yaitu dapat berinteraksi langsung dengan penggunanya secara real time, oleh karenya membutuhkan skill komunikasi yang baik. Tanggung jawab seorang admin media sosial selain menjadi operator yaitu melakukan hastagh disaat akan mengupload gambar dan tulisan menarik pada media sosial. Dengan adanya hastagh akan semakin banyak

orang lain yang akan membacanya. Pemasaran

memanfaatkan media sosial dalam memasarkan

produknya dengan menggunakan market line dapat

menginspirasi masyarakat nelayan lainnya karena

memiliki jaringan yang luas dan semua kalangan dapat mengakses media sosial.

Dalam melakukan suatu tujuan bersama harus menentukan pembagian tanggung jawab agar bisa lebih efektif dan berkelanjutan agar menjadikannya semakin kompak serta terasa tingginya tingkat kebersamaannya. Selanjutnya membahas untuk merancang tugas tanggung jawab admin dan anggota lainnya. Pembentukan tugas

tersebut agar dapat mengatur serta memanajemen

kelompok, akan dijelaskan sebagai berikut: Pertama, Tugas sebagai Operator yaitu mencari bahan untuk konten baru, membuat gambar untuk konten, menerbitkan konten baru, membalas semua pesan yang masuk, mencari orang

yang punya banyak follower (influencer), dan berinteraksi dengan follower. Kedua, Tugas anggota kelompok yaitu membantu operator untuk merespon postingan di kolom komentar dll, melakukan tag ke pada lainnya, dan mengelike setiap postingan.

BAB VII

AKSI PERUBAHAN