• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE KEGIATAN

2.3 Biologi Ikan Clownfish

2.3.3 Kebiasaan Makan

Ikan Clownfish adalah omnivorus yang mengkonsumsi zooplankton, invertebrata kecil (crustacea& parasit) yang melekat pada tubuh anemon dan alga bentik yang dijumpai di habitat mereka. Ikan Clownfish menghabiskan sebagian besar hidupnya untuk mencari makan, bermain, dan berpasangan dalam wilayahnya, yakni tidak jauh dari anemon yang merupakan daerah teritorinya. Daerah tersebut akan dipertahankan dari predator dan hewan penganggu lainnya (Suharti, 1990). Ikan badut makan dari sisa makanan anemon. Ikan ini menunggu anemon melumpuhkan dan memakan ikan tangkapan. Ikan Clownfish akan memakan sisa-sisa makanan yang tidak termakan anemon. Ikan Clownfish juga memakan tentakel anemon yang sudah mati, alga dan plankton.

Kebiasaan lain dari ikan Clownfish adalah beraktivitas di siang hari, dengan kata lain ikan badut termasuk hewan diurnal. Waktu yang digunakan dalam mencari makan tiap jenis ikan badut tidak sama. Sebagai salah satu contoh yaitu pasangan A. percula menghabiskan kurang lebih 90%

waktunya untuk makan dan berenang di antara tentakel (Allen, 1992). Dalam pemeliharaan ikan badut Pemberian pakan diperkenalkan dengan diberikan pakan berupa pellet yang juga sebagai pakan tambahan. Pellet yang di berikan sesuai bukaan mulut benih ikan badut, sehingga ikan badut dapat dengan mudah memakan pellet yang diberikan.

2.3.4 Kebutuhan Nutrisi Clownfish

Ikan membutuhkan energi untuk dapat tumbuh dan berkembang.

Energi tersebut berasal dari nutrien yang dikonsumsi oleh ikan. Menurut Lovell (1992), faktor yang mempengaruhi kebutuhan nutrien pada ikan diantaranya adalah jumlah dan jenis asam amino esensial, kandungan protein yang dibutuhkan, kandungan energi pakan dan faktor fisiologis ikan.

Campuran yang seimbang dari bahan penyusun pakan serta kecernaan pakan merupakan dasar untuk penyusunan formulasi pakan yang sesuai dengan kebutuhan nutrisi ikan (Cho & Watanabe, 1995).

Ikan clownfish akan dapat tumbuh dengan baik apabila diberi formulasi pakan yang seimbang, dimana didalamnya terkandung bahan-bahan seperti protein, karbohidrat, lemak, vitamin, mineral dan serat. Nutrisi pada pakan merupakan sumber energi bagi metabolisme ikan. Sebagai hewan yang hidup di lingkungan perairan dimana sumber karbohidrat lebih sedikit dari pada di darat, ikan teradaptasi untuk menggunakan energi yang berasal dari protein dan lemak. Kebutuhan akan protein dipengaruhi oleh berbagai faktor diantaranya adalah ukuran ikan, suhu perairan, kadar pemberian pakan,

kandungan energi dalam pakan yang dapat dicerna, dan kualitas protein (Furuichi, 1998).

Kebutuhan energi dipengaruhi oleh stadia dalam siklus hidup musim dan faktor lingkungan yang lain. Benih ikan yang sedang tumbuh lebih banyak menggunakan energi persatuan berat badanya dibandingkan ikan dewasa, karena energi yang dibutuhkan tidak saja untuk aktivitas pemelharaan tetapi juga untuk pertumbuhan (Fujaya, 2004). Kebutuhan nutrisi utama pada ikan adalah protein. Dalam tubuh ikan protein merupakan senyawa yang kandunganya paling tinggi setelah air (Murtidjo, 2001).

Protein merupakan bahan oganik yang berfungsi untuk memperbaiki jaringan yang rusak, pemeliharaan jaringan dan membangun jaringan yang baru. Selain itu protein juga berfungs sebagai sumber energi (NRC, 1993). Kebutuhan protein untuk setiap spesies ikan berbeda-beda dan umumnya berkisar antara 30 sampai 40% (Jobling, 1994). Untuk pencapaian keseimbangan nutrisi di dalam pakan, sebaiknya digunakan protein yang berasal dari tumbuhan (nabati) maupun hewan (hewani) secara bersamaan (Nugraha, 2006). Selin protein nutrisi utama ikan adalah lemak dan karbohidrat. Lemak berfungsi sebagai sumber energi dan pemasok asam lemak essensial. Asam lemak essensial dibutukan untuk pertumbuhan dan fungsi normal semua jaringan (Almatsier, 2009). Peranan lemak sebagai sumber energi terutama pada ikan karnivora, yaitu sekitar 8% sedangkan kebutuhan lemak ikan herbivora tidak lebih dari 3%. Penambahan lemak sebagai sumber energi akan meningkatkan keefektifan penggunaan protein (Afrianto dan Liviawaty, 2005).

BAB III METODOLOGI

3.1 Waktu dan Tempat

Tugas akhir ini dilaksanakan kurang lebih 3 bulan yaitu mulai bulan januari 2019 sampai maret 2019 di PT. Agung Aquatic Marine Kesambi Baru Blok D No.1 Kerebokan Badung Denpasar, Bali.

3.2 Jenis dan Sumber Data

Jenis dan sumber data yang digunakan adalah data sekunder.Data sekunder merupakan sumber data penelitian yang secara tidaklangsung melalui media perantara (diperoleh atau di catat pihaklain)dan sifatnya saling melengkapi. Data sekunder diperoleh dariberbagai sumber dan digunakan untuk menunjang informasi yang di perlukan dalam kajian yang berupa sumber pustaka yang di peroleh dari berbagai literatur yang berhubungan dengan tugas akhir.

3.3 Metode Pengumpulan Data

a. Observasi, yaitu melakukan pengamatan terhadap berbagai masalah yang berkaitan pemeliharaan ikan hias dan kinerja sistem resirkulasi akuarium.

b. Wawancara, yaitu pengumpulan data dalam bentuk tanya jawab dengan responden.

3.4 Definisi operasional

a. Efisiensi adalah suatu ukuran keberhasilan sebuah kegiatan yang dinilai berdasarkan besarnya biaya/ sumber daya yang digunakan untuk mencapai hasil yang diinginkan.

b. Sistem resirkulasi merupakan sistem yang memanfaatkan kembali air yang sudah digunakan dengan cara memutar air secara terus-menerus melalui perantara sebuah filter atau ke dalam wadah, sehingga sistem ini bersifat hemat air.

c. Pemeliharaanikanhiasadalahusahauntukmempertahankankehidupan biota lautikanhiasuntukmencapaihasil yang di inginkan.

d. Clownfishmerupakanikanhias air laut yang mempunyai corak warna dasar dengan kombinasi : merah – putih, merah – hitam dan hitam – kuning – putih dimanaikan ini hidup secara bergerombol.

Habitatnya di alam selalu berdampingan/bersimbiosis dengan anemon laut.

BAB IV

GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

4.1 Sejarah perusahaan

PT. Agung Aquatic Marine didirikan sejak tahun 1998 yang dibentuk oleh bapak Ir. Agung Setiabudi dan pada awalnya masih bergabung dengan PT. Dinar yang merupakan perusahaan keluarga yang berdiri sejak tahun 1997. Pada tahun 2004 PT. Agung Aquatic Marine memisahkan diri dari PT. Dinar karena merasa telah mampu untuk mandiri. Pada awal berdirinya banyak mengalami tantangan namun karena memiliki sifat optimis beliau tidak berhenti untuk berusaha dan beberapa tahun kemudian PT. Agung Aquatic Marine mengalami dan resmi didirikan pada tahun 2009.

PT. Agung Aquatic Marine bergerak dalam bidang ekspor ikan hias laut dan tanaman hias laut (coral), memiliki 40 orang, Manajer 4 orang dan supervisor 6 orang, manajer keuangan memiliki 9 staf, manajer pemasaran memiliki 5 staf, Manajer personalia memiliki 2 staf,satpam 5 orang dan bagianproduksimemiliki9orang karyawan. Sumber bahan baku berasal dari suplyer dan nelayan yang dibeli oleh perusahaan dari sekitar pulau Bali, kemudian di ekspor.

Negara tujuan ekspor PT. Agung Aquatic Marine yaitu China, Belgia,Paris, Brazil,Canada,Jepang, German, Inggris, prancis, swish, swedia, hongkong, italia, Australia, Amerika Serikat, Polandia yang di ekspor kurang lebih dari 5000 jenis yang terdiri dari 35 spesies ikan laut,

intervertabrata seperti bintang laut, anemon, udang, bulu babi, lintah, dan ubur-ubur di PT. Agung Aquatic Marine Denpasar, Bali lebih mengutamakan menjual ikan hias lautdan invertebrata keluar negeri dari pada keperusahaan lokal.

4.2 Lokasi Perusahaan

Lokasi kantor PT. Agung Aquatic Marine terletak di Jln.

Perumahan Kesambi Baru Blok D No.1 Kerobokan Badung Denpasar, Bali dengan nomor telepon (0361)-8448360. Memiliki perusahaan lain yaitu PT. DAM yang dinaungi oleh PT. Agung Aquatic Marine.

Adapun batas-batas dari PT. Agung Aquatic Marine sebagai berikut:

Sebelah Utara : Pemukiman penduduk Sebelah Selatan : Pemukiman penduduk

Sebelah Timur : Pemukiman penduduk Sebelah Barat : PT. Dinar

4.3 Fasilitas Perusahaan

PT. Agung Aquatic Marine dalam melakukan proses produksi didukung oleh fasilitas meliputi, pos penjagaan, area parkir, gudang barang, ruang produksi, ruang pemasaran, ruang keuangan, penerimaan bahan baku, ruang pembuatan es, ruang personalia, ruang transplantasi.

Adapun fasilitas perusahaan dapat dilihat pada tabel,

Tabel 1.1. Fasilitas ruangan pada PT. Agung Aquatic Marine N

o Uraian Jumlah

1 Ruang penerimaan bahan baku 1

2 Ruang pembuatan es batu dan plastik 1

3 Ruang isolasi 1

4 Ruang packing 2

5 Ruang obat 1

6 Pos penjagaan 1

7 Ruang keuangan 1

8 Ruang produksi 1

9 Ruang penampungan air 2

10 Ruang personalia 1

Sumber: Data primer, PT. Agung Aquatic Marine 2019

4.4 Struktur Organisasi

Setiap personalia dalam suatu perusahaan memiliki batas-batas kewenangan tugas serta tanggung jawab yang dapat dilakukan dalam organisasi perusahaan. Batas- batas terlihat jelas pada organisasi perusahaan dan dipertegas uraian tugas masing-masing. Fungsi organisasi dapat dikatakan sebagai suatu penciptaan hubungan antara berbagai fungsi, agar semua pekerjaan dilakukan dapat terarah pada suatu tujuan(Muslimin 1988).

Adapun struktur organisasi yang digunakan pada PT. Agung Aquatic Marine adalah struktur organisasi dan staf terdiri:

1. Pemegang sahan sebagai penanam bagi perusahaan.

2. Komisaris sebagai pemilik perusahaan dan sistem pengendalian internal

3. Direktur sebagai penanggung jawab dan pengontrol kegiatan bagi semua manajer.

4. Manajer yang mengatur segala kegiatan dari masing-masing kagiatan yang dilaksanakan oleh suatu perusahaan.

5. Bagian produksi yang mengontrol semua kegiatan yang berhubungan dengan seluruh rangkaian kegiatan produksi

6. Bagian personalia bertugas untuk mengolah segala sesuatu yang berhubungan kesejahteraan karyawan maupun staf pada perusahaan tersebut.

7. Bagian penerimaan yang bertugas untuk mempersiapkan segala bahan baku untuk diproduksi oleh perusahaan sebagai produk ekspor.

8. Bagian pemasaran yang bertugas mengatur aliran dana dalam perusahaan.

9. Bagian keuangan yang bertugas mengatur aliran dana dalam perusahaan.

10. Transplantasi yang bertugas menangani masalah budidaya terumbu karang.

Adapun struktur organisasinya berada pada lampiran.

BAB V

HASIL DAN PEMBAHASAN

5.1 Tingkat efisiensi penggunaan resirkulasi pada pemeliharaan ikan jenis clownfish di PT.Agung Aquatic Marine Denpasar-Bali

Sistem resirkulasi mengefisienkan penggunaan lahan dan air untuk memelihara biota air dengan kepadatan tinggi sehingga menghasilkan produk per unit yang tinggi pula,sistem ini memerlukan penanganan dan manajemen tingkat tinggi,baik penanganan biota yang di pelihara,peralatan pemeliharaan,maupun kualitas air sebagai media budidaya, Tiap-tiap unit dalam Sistem Akuakultur Resirkulasi adalah penting, meskipun beberapa sistem resirkulasi air tertutup memiliki desain yang lebih sederhana dengan tanpa adanya tambahan komponen-komponen sekunder Setiap komponen dapat sangat besar atau relatif kecil, namun masing-masing harus dalam proporsi yang tepat untuk satu dengan yang lainnya sehingga sistem ini dapat bekerja dengan baik. Produsen yang tertarik dengan Sistem Akuakultur Resirkulasi ini, harus membangun sistem dan mengujinya terlebih dahulu pada skala yang lebih kecil sebelum melakukan operasi besar-besaran sistem produksi ini sehingga ada nilai efisien dalam penggunaan resirkulasi dalam pemeliharaan ikan nantinya.

Berikut ini beberapa efisiensi penggunaan resirkulasi dalam pemeliharaan ikan antara lain:

1. Efisiensi penggunaan air

Resirkulasi merupakan sistem pemeliharaan ikan secara intensif dengan menggunakan infrastruktur yang memungkinkan pemanfaatan air secara terus-menerus (resirkulasi air). Teknologi ini menggunakan filter mekanik dan filter biologi. Itu semua diperlukan untuk mengontrol dan menstabilkan kondisi lingkungan ikan, mengurangi jumlah penggunaan air, dan meningkatkan tingkat hidup ikan.

Prinsip dasar RAS(Recirculation Aquaculture System), yaitu memanfaatkan air media pemeliharaan secara berulang-ulang dengan mengendalikan beberapa indikator kualitas air agar tetap pada kondisi prima. sehingga dengan penggunaan air secara berulang ulang diharapkan mengurangi biaya pembelian air laut secara berkelanjutan.Dari sudut pandang lingkungan, terbatasnya jumlah air yang digunakan dalam resirkulasi tentu menguntungkan.

Sebab tak dapat dipungkiri, di beberapa daerah air adalah sumber daya terbatas. Selain itu, penggunaan air yang terbatas, memudahkan untuk menghilangkan nutrisi yang telah disekresikan dari ikan. Dengan demikian, resirkulasi dianggap sebagai cara yang paling ramah lingkungan dalam budidaya ikan secara komersial

2. Efisiensi dalam penggunaan sumber daya manusia

Pada pemeliharaan ikan hias tanpa menggunakan teknik resirkulasi tentunya membutuhkan banyak tenaga manusia pada saat penangananya mulai dari rutin pembersihan kotoran ikan pada akuarium seperti kegiatan menyipon dll, sampai dengan pergantian air yang dilakukan tiap waktu. namun dengan penggunaan sistem resirkuasi mampu mengatasi masalah-masalah ketersediaan air, teresirkulasinya kotoran ikan yang dapat menyebabkan berbagai penyakit dan tentunya penggunaan tenaga manusia yang lebih sedikit sehingga tercapai efisiensi pemeliharaan untuk mencapai hasil yang memuaskan.

3. Efisiensipenggunaanbiaya

Pada pemeliharaan ikan hias tanpa menggunakan teknik resirkulasi tentunya membutuhkan banyak penggunaan biaya yang seharusnya mampu di minimalisir contohnya biaya pembelian air, biaya pembersihan akuarium, dan biaya yang berupa gaji dan upah karyawan. Namun dengan penggunaan system resirkulasi memungkinkan untuk melakukan penghematan biaya-biaya diatas sehingga keuntungan yang seharusnya diperoleh perusahaan tidak lagi di gunakan untuk membiayai kegiatan kegiatan diatas.

Berjalannya sistem resirkulasi dalam mengendalikan, memelihara dan mempertahankan kualitas air menandakan bahwa sistem resirkulasi memiliki hubungan yang erat dengan proses perbaikan kualitas air dalam pengolahan air limbah, baik dalam aspek kimia, fisika maupun biologi. Bila sistem resirkulasi menghasilkan kualitas air sama saja dengan tidak menggunakan sistem resirkulasi atau bahkan lebih membuat kaulitas air tidak baik, maka sistem ini boleh jadi tidak berjalan dengan semestinya. Pemeriksaan, perawatan dan pengendalian perlu selalu dilaksanakan untuk menjamin keberlangsunngan hidup habitat dalam system resirkulasi akuakultur ini sehingga semata mata hasil yang di harapkan adalahperusahaan memperoleh keuntungan semaksimal mungkin.

5.2 Pengaruh Sistem Resirkulasi Terhadap pemeliharaan ikan jenis clownfish di PT.Agung Akuatic Marine

5.2.1 Pemeliharaan ikan jenis clownfish

Menurut para ahli, ikan clownfish memerlukan perawatan lebih dari ikan lainnya seperti ikan anggelfish,dokter B,ikan barong dll.Ikan ini membutuhkan air asin hangat yang mirip dengan air asin dari laut.

Berikut adalah beberapa faktor yang perlu diperhatikan saat Anda ingin memelihara ikan Clownfish:

1. Akuarium idealnya harus memilikitingkatkebersihan yang membuatikanClownfishMerasanyamanhidupdalamakuariumnya

2. Selain ruang bersih, ikan badut juga membutuhkan kualitas air yang baik.Oleh karena itu, Anda harus membersihkan akuarium lebih sering untuk menjaga lingkungan tetap sesuai untuk peliharaan Anda ini.

3. Ikan clownfish adalah ikan sosial seperti terlihat dari perilakunya di alam liar serta simbiosisnya dengan anemon.Itu sebab, dianjurkan untuk memelihara sepasang ikan badut. Namun, jangan pula membeli terlalu banyak agar akuarium tidak terlalu padat.Usahakan pula membeli ikan badut dari spesies yang sama agar tidak terjadi perkelahian saling bersimbiosis. Namun, tidak semua anemon cocok untuk

peliharaan Anda. Spesies anemon yang salah justru bisa menyengat ikan badut hingga mati.Anemon juga termasuk spesies yang sulit menyesuaikan diri dengan lingkungan akuarium sehingga diperlukan kehati-hatian dalam perawatannya.

6. Akuarium perlu memiliki batu atau koral tempat ikan badut bersembunyi dan bermain.Batu juga akan membuat akuarium lebih mirip dengan habitat asli ikan ini.

7. Ikan badut merupakan omnivora. Anda bisa memberi makan mereka dengan makanan hidup, makanan beku, serta serpihan makanan.

Jika memberikan makanan beku, jangan lupa untuk mencairkan makanan terlebih dahulu. Ikan ini tidak rewel soal makanan sehingga tidak akan merepotkan pemiliknya. Ikan badut perlu diberi makan dua sampai tiga kali sehari.untuk mengetahui apakah Anda memberi makan terlalu banyak adalah dengan memeriksa bagian bawah akuriaum. Sisa makanan di dasar menjadi tanda Anda memberi makan terlalu banyak.

Penerapan teknologi pergantian air media pemeliharaan (water exchange technology) atau biasa disebut resirkulasi pada jenis ikan clownfishdimaksudkan untuk menentukan pergantian air yang menghasilkan pertumbuhanclownfish (Amphoprion ocellaris) yang optimal.

Dalam kondisi lingkungan yang optimal melalui sistem penggantian air resirkulasi yang tepat diharapkan respons ikan clownfish akan mencapai kondisi dimana pada proses pemeliharaannya aman dari

ancaman akibat ketidak layakan air hunian dalam akuarium. Penerapan teknologi pergantian air media dimaksudkan untuk menentukan pergantian air yang efisien pada pemeliharaan sehingga target yang telah ditentukan dapat dicapai.

5.2.2 Pengaruh sistem resirkulasi terhadap ikan clownfish

Berdasarkan hasil penelitian Oktahadi (2006) bahwa penggunaan resirkulasi memberi pengaruh terhadap parameter kualitas air, pertumbuhan dan kelulusan hidup ikan clownfish. Lesmana (2004) menyatakan bahwa sirkulasi (perputaran) air dalam pemeliharaan ikan sangat berfungsi untuk membantu keseimbangan biologis dalam air, menjaga kestabilan suhu, mambantu distribusi oksigen serta manjaga akumulasi atau mengumpulkan hasil metabolit beracun sehingga kadar atau daya racun dapat ditekan.

Keuntungan dari sistem resirkulasi adalah efektif dalam pemanfaatan air dan lebih ramah lingkungan, karena kondisi air yang digunakan dapat terkontrol dengan baiksehingga ikan sejenis clownfish terjamin dalam hal lingkungan dalam akuariumnya sedangkan kelemahan dari sistem ini adalah mahalnya biaya yang harus dikeluarkan karena kondisi yang teratur agar dapat berjalan dengan baik.

Sirkulasi (perputaran) air dalam pemeliharaan ikanclownfish akan memberikan beberapa manfaat antara lain :

a. membantu menjaga keseimbangan biologi air dalam akuarium.

b. Penggunaan air yang lebih hemat

c. Ramah lingkungan

d. membantu distribusi oksigen kesegala arah dalam akuarium sehingga menjamin kelangsungan hidup ikan clownfish.

e. keuntungan lain menggunakan sistem resirkulasi yaitu mampu mengurangi kontiniutas penyiponan pada wadah yang tujuannya membersihkan sisa pakan dan sisa metabolisme ikan sehingga ikan clownfish tidak merasa terganggu akibat kegiatan penyiponan tersebut.

Sebenarna ada banyak keuntungan menerapkan sistem resirkulasi dalam budidaya ikanclownfish, namun manfaat utamanya adalah pencegahan penyakit yang kemungkinan bisa muncul dalam akuarium.

Dampak patogen pada sistem resirkulasi jauh berkurang karena hanya menggunakan air yang terbatas.

5.3 Standar sistem resirkulasi yang baik untuk kelangsungan hidup biota laut jenis clownfish

5.3.1 Standar sistem resirkulasi

Sistem kerja resirkulasi ialah dimulai dari air hasil penggunaan dari wadah pemeliharaan kemudian mengalir ke pipa pembuangan menuju wadah resirkulasi yang didalamnya terdapat berbagai tingkatan filtrasi.

Filtrasi pertama dengan pecahan karang atau kerikil besar untuk menyaring partikel fisik kemudian menuju filtrasi kedua berisi kerikil kecil dan pasir. Pada filtrasi tingkat kedua ini terjadi proses biofiltrasi dengan memanfaatkan kerikil kecil dan pasir yang berfungsi untuk mempertahankan PH air. Filtrasi yang terakhir berisi bioball yang berfungsi sebagai tempat hidup bakteri yang berperan dalam proses pemecahan amoniak menjadi nitrit dan nitrit menjadi nitrat yang tidak beracun. Kemudian air hasil filtrasi ini dialirkan kembali menuju wadah pemeliharaan.

1. Skema unit resirkulasi

Adapun Skema unit resirkulasi adalah sebagai berikut :

Gambar 3. Skema unit resirkulasi

Sistem resirkulasi bisa dibuat sesuai dengan kebutuhan dan lahan yang ada. Adapun komponen-komponen yang minimal ada untuk sebuah sistem resirkulasi adalah sbb:

1. Satu bak/gentong sebagai tempat filter yang akan disedot oleh pompa untuk dialirkan ke akuarium.

2. akuarium.

3. Pompa untuk mengalirkan air dari bak filter ke akuarium.

4. Filter (bioball, pecahan karang, kerikil kecil,pasir dll).

2. Skema filter

Sedangkan skema pada filter resirkulasi adalah sebagai berikut :

Gambar 4. Skema filter Resirkulasi

Ket :

1) Filtrasi pertama berisi bioball yang berfungsi sebagai tempat hidup bakteri yang berperan dalam proses pemecahan amoniak menjadi nitrit dan nitrit menjadi nitrat yang tidak beracun

2) Filtrasi kedua berisi pecahan atau kerikil besar karang untuk menyaring partikel besar kemudian menuju filtrasi ketiga.

3) Filtrasi ketiga berisi kerikil kecil atau arang untuk menyaring partikel yang lolos dari penyaringan sebelumnya.

4) Filtrasi ke empat berisi pasir yang berfungsi sebagai proses biofiltrasi dengan memanfaatkan pasir yang berfungsi untuk mempertahankan PH air

5) Pada tahap kelima ini adalah bagian yang berisi air hasil filtrasi,air inilah yang kemudian dialirkan kembali menuju wadah pemeliharaan.

Pada filtrasi akuarium terdapat dua proses yang sangat penting bagi tercapainya tujuan dari pada resirkulasi itu sendiri proses inilah yang menentukan apakah kotoran dapat tersaring dengan baik atau tidak.

5.3.2 Proses filtrasi pada akuarium

Perlu dipahami,secara umum ada 2 proses filtrasi pada aquarium maupun kolam. Meskipun bentuk filter antara aquarium dan kolam jauh berbeda. namun pada prinsipnya kedua filter baik aquarium maupun kolam memiliki proses yang sama.

Langsung saja kita bahas berdasarkan urutan filtrasi yang baik yaitu Mekanik,dan Biologis.

Gambar 5. Mekanisme Filtrasi (Sumber : hobiikanhias.com)

1. Mekanik

Yang pertama adalah proses secara mekanik. Tujuan dari proses filtrasi secara mekanik sendiri adalah untuk menyaring sisa-sisa kotoran dan makanan melalui media lapisan-lapisan saringan.Proses ini lebih bersifat fisik dan mudah untuk dipantau. Karena dengan warna lapisan yang menyaring terseut, kita bisa mengetahui secara langsung apakah filtrasi berjalan dengan baik.

Apabila lapisan penyaring tersebut sudah kotor, ada baiknya diganti dengan lapisan penyaring yang baru dan masih bersih. Sebenarnya

bisa didaur ulang atau di bersihkan kembali dengan direndam di air tawar, namun lebih baik menjaga kualitas air dengan mengganti dengan yang baru.

2. Biologis

Kemudian setelah air melalui proses secara mekanik, masih ada tahap penting lainnya yaitu proses filtrasi secara biologis. Tujuan dari proses filtrasi secara biologis adalah untuk menguraikan amonia menjadi nitrit kemudian nitrit menjadi nitrat dengan bantuan bakteri. Jadi cara kerjanya air tinggal dialirkan melalui media biologis yang di dalamnya terdapat bakteri-bakteri pengurai yang nantinya akan membuat air dengan bahan beracun menjadi bahan yang kurang atau bahkan tidak beracun.

Contoh media biologis yang dapat dipakai adalah seperti Bio-ball, Bio Cristal, Cincin keramik, bahkan ada juga media biologis yang dibuat dengan tekonlogi tinggi seperti Marine Pure namun dalam kasus ini perusahaan menggunakan media bioball.

BAB VI PENUTUP 6.1 Kesimpulan

Penggunaan resirkulasi diharapkan mampu memberikan beragam manfaat dalam pemeliharaan ikan hias termasuk diantaranya efisiensi dalam penggunaannya. baik itu dilahat dari efisiensi penggunaan air maupun episiensi dalam penggunaan sumber daya manusia sampai dengan efisiensi

Penggunaan resirkulasi diharapkan mampu memberikan beragam manfaat dalam pemeliharaan ikan hias termasuk diantaranya efisiensi dalam penggunaannya. baik itu dilahat dari efisiensi penggunaan air maupun episiensi dalam penggunaan sumber daya manusia sampai dengan efisiensi

Dokumen terkait