KEBIJAKAN UMUM PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH
MASYARAKAT DESA
2. Kebijakan Belanja Langsung
Penganggaran belanja langsung dalam rangka melaksanakan program dan kegiatan Pemerintah Daerah Kabupaten Banggai Tahun Anggaran 2012 sebaiknya memperhatikan hal-hal berikut :
a. Alokasi Belanja Langsung
Alokasi Belanja Langsung dalam APBD mengutamakan pelaksanaan urusan pemerintahan daerah, yang terdiri dari urusan wajib dan urusan pilihan.
Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Banggai Tahun 2013 | Bab 3 III - 31 Belanja langsung dituangkan dalam bentuk program dan kegiatan yang manfaat capaian kinerjanya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat dalam rangka peningkatan kualitas pelayanan publik dan keberpihakan pemerintah daerah kepada kepentingan publik. Penyusunan anggaran belanja untuk setiap program dan kegiatan mempedomani Standar Pelayanan Minimal (SPM), Analisa Standar Belanja (ASB) dan Standar Satuan Harga (SSH). ASB dan SSH ditetapkan dengan keputusan kepala daerah.
b. Belanja Pegawai.
Untuk meningkatkan efisiensi anggaran daerah, penganggaran honorarium bagi PNSD dan Non PNSD memperhatikan asas kepatutan, kewajaran dan rasionalitas dalam pencapaian sasaran program dan kegiatan. Pemberian honorarium bagi PNSD dan Non PNSD dibatasi dan hanya didasarkan pada pertimbangan bahwa keberadaan PNSD dan Non PNSD dalam kegiatan benar-benar memiliki peranan dan kontribusi nyata terhadap efektivitas pelaksanaan kegiatan dimaksud. Besaran honorarium bagi PNSD dan Non PNSD dalam kegiatan, termasuk honorarium narasumber/tenaga ahli dari luar instansi pelaksana kegiatan ditetapkan dengan keputusan kepala daerah.
c. Belanja Barang dan Jasa
1) Penganggaran belanja barang habis pakai disesuaikan dengan kebutuhan nyata yang didasarkan atas pelaksanaan tugas dan fungsi SKPD, jumlah pegawai dan volume pekerjaan serta memperhitungkan sisa persediaan barang tahun 2011.
2) Mengutamakan produksi dalam negeri dan melibatkan usaha mikro dan usaha kecil serta koperasi kecil tanpa mengabaikan prinsip efisiensi, persaingan sehat, kesatuan sistem dan kualitas kemampuan teknis.
3) Penganggaran untuk pengadaan barang (termasuk berupa aset tetap) yang akan diserahkan atau dijual kepada pihak ketiga/masyarakat pada tahun anggaran berkenaan, dianggarakan pada jenis belanja barang dan jasa.
4) Penganggaran belanja perjalanan dinas dalam rangka kunjungan kerja dan studi banding, baik perjalanan dinas luar negeri maupun perjalanan dinas dalam negeri, dilakukan secara selektif, frekuensi dan jumlah
Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Banggai Tahun 2013 | Bab 3 III - 32 harinya dibatasi serta memperhatikan target kinerja dari perjalanan dinas dimaksud sehingga relevan dengan substansi kebijakan pemerintah daerah. Hasil studi banding dilaporkan sesuai peraturan perundang-undangan. Khusus perjalanan dinas keluar negeri berpedoman pada Instruksi Presiden Nomor 11 Tahun 2005 dan Peraturan menteri Dalam Negeri Nomor 11 Tahun 2011.
5) Penganggaran untuk menghadiri pendidikan dan pelatihan, bimbingan teknis atau sejenisnya yang terkait dengan pengembangan sumber daya manusia yang tempat penyelenggaraannya di luar daerah, sangat selektif dengan mempertimbangkan aspek-aspek urgensi dan kompetensi serta manfaat yang diperoleh dari kehadiran dalam pelatihan/bimbingan teknis dalam rangka pencapaian efektivitas penggunaan anggaran daerah. 6) Penganggaran untuk penyelenggaraan kegiatan agar diprioritaskan
menggunakan fasilitas aset daerah, seperti ruang rapat atau aula yang sudah tersedia milik pemerintah daerah.
7) Dalam rangka antisipasi penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) yang akan menjadi kewenangan daerah paling lambat 1 Januari 2014 menjadi Pendapatan Asli Daerah Pemerintah Kabupaten/Kota, Pemerintah Kabupaten Banggai memprioritaskan penganggaran untuk program dan kegiatan pelatihan dimaksud, baik aspek regulasi, kelembagaan, pendataan, sistem, standar pengelolaan dan pengembangan sumber daya manusia serta penyiapan sarana dan prasarana maupun faktor lain yang terkait dengan pengalihan PBB-P2. Untuk kepentingan dimaksud SKPD yang membidangi segera mengambil langkah-langkah guna pengalihan dimaksud.
8) Dalam rangka pelaksanaan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, perlu dilakukan dukungan program dan kegiatan terkait dengan penyusunan Peraturan Daerah sebagai tindak lanjut ketentuan dimaksud oleh SKPD terkait.
9) Sejalan dengan amanat Pasal 6 ayat (3) Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah dimana kenderaan bermotor milik Pemerintah Daerah ditetapkan sebagai objek
Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Banggai Tahun 2013 | Bab 3 III - 33 pajak daerah, seperti PKB dan BBN-KB, agar pemerintah kabupaten menganggarkan pada masing-masing SKPD yang bersangkutan guna pembayaran beban pajak tersebut, termasuk diperhitungkan anggaran untuk pembayaran beban pajak untuk pengadaan kenderaan bermotor baru oleh SKPD yang bersangkutan.
d. Belanja Modal
1) Penganggaran belanja modal, setelah dikurangi belanja pegawai pada kelompok belanja tidak langsung dan belanja wajib lainnya diprioritaskan sesuai Peraturan pemerintah Nomor 5 tahun 2010 tentang RPJM Nasional Tahun 2010-2014 dan RPJM Daerah Kabupaten Banggai 2011-2016 . 2) Pengadaan kebutuhan barang milik daerah, menggunakan dasar
perencanaan kebutuhan barang milik daerah sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 17 Tahun 2007 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Barang Milik Daerah dan memperhatikan standar barang berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 7 Tahun 2006 tentang Standarisasi Sarana dan Prasarana Kerja Pemerintah Daerah, sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 11 tahun 2007 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 7 tahun 2006.
3.2.2. Target dan Realisasi Belanja
Untuk target dan realisasi Belanja Kabupaten Banggai Tahun Anggaran 2013 dapat dilihat pada Tabel 3.3 sedangkan Target dan Realisasi Belanja Menurut Urusan Pemerintah dan Organisasi disajikan pada Tabel 3.4. di bawah ini .
Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Banggai Tahun 2013 | Bab 3 III - 34 Nomor Anggaran Urut Setelah Perubahan 2 BELANJA 1.079.659.430.785,00 1.020.711.601.380,90 58.947.829.404,10 94,54 2.1 BELANJA OPERASI 831.557.010.080,00 785.849.917.274,89 45.707.092.805,11 94,50 2.1.1 Belanja Pegawai 584.976.078.446,00 555.443.713.923,00 29.532.364.523,00 94,95 2.1.2 Belanja Barang dan Jasa 219.350.421.534,00 209.993.397.646,89 9.357.023.887,11 95,73 2.1.3 Belanja Subsidi 316.296.000,00 316.296.000,00 - 100,00 2.1.4 Belanja Hibah 4.190.000.000,00 3.954.500.000,00 235.500.000,00 94,38 2.1.5 Belanja Bantuan Sosial 4.137.400.000,00 1.095.395.750,00 3.042.004.250,00 26,48 2.1.6 Belanja Bantuan Keuangan Kepada Pemerintah Desa 18.586.814.100,00 15.046.613.955,00 3.540.200.145,00 80,95 2.2 BELANJA MODAL 218.570.337.614,00 211.972.800.500,01 6.597.537.113,99 96,98 2.2. Belanja Tanah 9.000.000.000,00 8.999.994.500,00 5.500,00 100,00 2.2.1 Belanja Peralatan dan Mesin 43.807.710.495,45 39.806.623.779,00 4.001.086.716,45 90,87 2.2.2 Belanja Gedung dan Bangunan 59.229.396.997,55 57.847.302.981,11 1.382.094.016,44 97,67 2.2.3 Belanja Jalan, Irigasi dan Jaringan 100.394.504.398,00 99.315.373.359,90 1.079.131.038,10 98,93 2.2.4 Belanja Aset Tetap Lainnya 6.138.725.723,00 6.003.505.880,00 135.219.843,00 97,80 2.3 BELANJA TAK TERDUGA 6.440.000.000,00 - 6.440.000.000,00 -2.3.1 Belanja Tak Terduga 6.440.000.000,00 - 6.440.000.000,00 -2.4 TRANSFER 23.092.083.091,00 22.888.883.606,00 203.199.485,00 99,12 2.4.1 Transfer Bagi Hasil ke Kab/Kota/Desa 23.092.083.091,00 22.888.883.606,00 203.199.485,00 99,12 2.4.1.1 Bagi Hasil Pajak 1.607.500.000,00 1.435.559.730,00 171.940.270,00 89,30 2.4.1.2 Bagi Hasil Retribusi 2.675.000.000,00 2.674.333.330,00 666.670,00 99,98 2.4.1.3 Bagi Hasil Pendapatan Lainny a 18.809.583.091,00 18.778.990.546,00 30.592.545,00 99,84
1.079.659.430.785,00
1.020.711.601.380,90 58.947.829.404,10 94,54
Sumber : Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Tahun Anggaran 2013 (unaudited) JUMLAH BELANJA