• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV : KESIMPULAN DAN SARAN

TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Landasan Teori

2.1.3 Kebijakan Deviden

Price Earning Ratio (PER) =Harga Perlembar Saham Laba Bersih Per Saham

2.1.3 Kebijakan Deviden

Kebijakan dividen berkaitan dengan kebijakan mengenai seberapa besar laba yang diperoleh perusahaan yang akan didistribusikan kepada pemegang saham. kebijakan dividen adalah keputusan tentang seberapa banyak laba saat ini yang akan dibayarkan sebagai dividen dari laba ditahan untuk diinvestasikan kembali dalam perusahaan, apabila perusahaan memilih untuk membagikan laba sebagai dividen, maka akan mengurangi laba yang ditahan dan selanjutnya mengurangi total sumber dana intern atau internal financing, sebaliknya jika perusahaan memilih untuk menahan laba yang diperoleh, maka kemampuan pembentukan dana intern akan semakin besar (Wijaya 2017). Dividen yang tinggi akan meningkatkan kepercayaan dan ketertarikan investor dalam berinvestasi ke perusahaan, karena tujuan dari pemegang saham berinvestasi adalah mendapatkan dividen dari perusahaan.

Kebijakan dividen perusahaan harus dipandang sebagai bagian integral dari keputusan pendanaan. Rasio pembayaran dividen atau Dividend Payout Ratio (DPR) menetapkan jumlah laba yang dapat ditahan dalam perusahaan. Semakin banyak jumlah laba saat ini yang ditahan dalam perusahaan maka semakin sedikit uang yang akan tersedia bagi pembayaran dividen saat ini.Metode pengukuran pengaruh kebijakan dividen terhadap nilai perusahaan dalam penelitian ini

10

menggunakan rasio Dividend Payout Ratio. Dimana DPR dihitung dengan membandingkan dividen per saham dengan laba per saham, yang diproksikan dengan rumus, sebagai berikut:

2.1.4 Keputusan Pendanaan

Keputusan pendanaan ini berkaitan dengan kepu-tusan perusahaan dalam mencari dana untuk mem-biayai investasi dan menentukan komposisi sumber pendanaan. Pendanaan perusahaan dapat dikelom-pokkan berdasarkan sumber dananya yaitu pendanaan internal dan pendanaan eksternal. Pendanaan internal merupakan pendanaan yang berasal dari dalam perusahaan yaitu dari laba ditahan sedangkan penda-naan eksternal yaitu pendanaan hutang (Sudana, 2011). Menurut Suroto, (2015) untuk menentukan komposisi pendanaan yang optimal yang nantinya dapat berpengaruh terhadap nilai perusahaan, seorang manajer haruslah mampu untuk mempertimbangkan komposisi antara penggunaan utang dengan modal sendiri.

Rasio DER menggambarkan seberapa besar modal sendiri dibiayai oleh utang, semakin besar rasio DER berarti modal sendiri yang digunakan semakin sedikit dibanding dengan hutang. Apabila DER semakin besar dapat dikatakan kondisi perusahaan semakin buruk. Metode pengukuran pengaruh keputusan pendanaan terhadap nilai perusahaan ini menggunakan rasio Debt to Equity Ratio (DER). Dimana DER dihitung dengan membandingkan total hutang dengan total ekuitas, yang di proksikan dengan rumus, sebagai berikut:

2.2 Penelitian Terdahulu

Dewi dan Wirasedana pada tahun 2018 yang berjudul “Pengaruh Keputusan Investasi, Keputusan Pendanaan, Kebijakan Dividen dan Tingkat Inflasi Terhadap Nilai Perusahaan “. Penelitian dilakukan dengan tujuan untuk menguji pengaruh keputusan investasi, keputusan pendanaan, kebijakan dividen dan tingkat inflasi terhadap nilai perusahaan. Sampel yang digunakan adalah perusahaan industri barang konsumsi

Debt To Equity Ratio (DER) =Total Hutang Total Ekuitas Deviden Payout Ratio (DPR) =Deviden Per Share

Earning Per Share

11

selama tahun 2012-2016 sebanyak 65 observasian. Penentuan sampel dengan menggunakan teknik purposive sampling. Proses analisis data dilakukan dengan menggunakan regresi linier berganda. Hasil yang diperoleh yaitu variabel X1 dan X4 tidak berpengaruh terhadap Y. Sedangkan variabel X2 dan X3 berpengaruh positif terhadap Y.

Putri dan Yuliani pada tahun 2018 yang berjudul “Pengaruh Keputusan Pendanaan dan Keputusan Investasi Terhadap Nilai Perusahaan dengan Kebijakan Dividen sebagai Variabel Intervening pada Sektor Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia”.

Tujuan dalam penelitian adalah bertujuan untuk mempengaruhi keputusan pendanaan dan keputusan investasi pada nilai perusahaan dengan kebijakan dividen sebagai variabel intervening pada perusahaan manufaktur di Bursa Efek Indonesia Bertukar.

Sampel dalam penelitian ini adalah 50 perusahaan di sektor manufaktur di Indonesia periode 2013-2016. Sampel dipilih dengan menggunakan purposive sampling. Data dianalisis dengan menggunakan analisis jalur. Hasil penelitian menunjukkan; X1 (DER), X2 (MBVA), dan X3 (DPR) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Y (PBV). X1 (DER) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap X3 (DPR). X2 (MBVA) berpengaruh positif dan signifikan berpengaruh pada X3 (DPR). X3 (DPR) secara parsial memberi pengaruh X1 (DER) dan X2 (MBVA) pada Y (PBV).

Piristina dan Khairunnisa pada tahun 2019 mengenai “Analisis Pengaruh Kebijakan Dividen, Keputusan Investasi Dan Keputusan Pendanaan Terhadap Nilai Perusahaan”. Metode penelitian dalam penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan dikategorikan ke dalam penelitian deskriptif verifikatif yang bersifat kausal. Dalam penelitian untuk uji hipotesis menggunakan analisis regresi berganda, dan data berupa laporan keuangan perusahaan manufaktur sektor otomotif dan komponen periode tahun 2007-2017. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan dan parsial kebijakan dividen, keputusan investasi dan keputusan pendanaan tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan.

Pertiwi dan Tumiwa pada tahun 2014 mengenai “Pengaruh Kebijakan Hutang, Keputusan Investasi Dan Profitabilitas Terhadap Nilai Perusahaan Food And Beverages Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia” Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kebijakan hutang, keputusan investasi dan profitabilitas baik secara simultan maupun parsial terhadap nilai perusahaan Food and Beverages yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2010-2014. Populasi sebanyak 18 perusahaan dan sampel yang diambil 6 perusahaan. Jenis analisis menggunakan analisis asosiatif dengan metode

12

asumsi klasik, Regresi Linier Berganda dan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan X1, X2 dan X3 secara simultan berpengaruh terhadap Y. Secara parsial, X1 tidak berpengaruh terhadap Y. X2 dan X3 berpengaruh signifikan terhadap Y. Manajemen perusahaan sebaiknya lebih meningkatkan kinerja untuk dapat mempertahankan perusahaan dalam memperoleh laba yang maksimal sehingga perusahaan dapat meningkatkan nilainya.

Rullyanto dan Tandika pada tahun 2018 mengenai “Pengaruh Keputusan Investasi, Keputusan Pendanaan dan Kebijakan Dividen terhadap Nilai Perusahaan”.

Populasi dari penelitian ini adalah perusahaan otomotif yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Metode sampling yang digunakan adalah metode purposive sampling.

Sampel dikumpulkan dari 7 perusahaan dari total populasi 13 perusahaan otomotif yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2012-2016. Teknik analisis data menggunakan uji asumsi klasik: uji multikolonieritas, uji autokorelasi, uji heteroskedastisitas, dan uji normalitas. Pengujian hipotesis menggunakan analisis reresi berganda. Secara parsial, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa X1, dan X2, memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Y, sedangkan X3 tidak memiliki pengaruh terhadap Y. Secara simultan, variabel-variabel ini memiliki pengaruh yang signifikan terhadap nilai perusahaan.

Astuti dan Yadnya tahun 2019 berjudul “Pengaruh Profitabilitas, Likuiditas, Dan Ukuran Perusahaan Terhadap Nilai Perusahaan Melalui Kebijakan Dividen” Penelitian dilakukan untuk menganalisis pengaruh profitabilitas, likuiditas dan ukuran perusahaan terhadap nilai perusahaan melalui kebijakan dividen sebagai pemediasi pada perusahaan manufaktur di Bursa Efek Indonesia yang secara berturut-turut membagikan dividen pada periode 2013 sampai dengan 2017. Populasi pada penelitian ini terhitung sebanyak 6 perusahaan.Teknik pemilihan sampel yang digunakan adalah metode sensus. Data dianalisis dengan teknik analisis jalurserta uji sobel. Hasil analisis menemukan bahwa profitabilitas berpengaruh positif signifikan terhadap kebijakan dividen, sedangkan likuiditas dan ukuran perusahaan berpengaruh negatif signifikan.

Pada model kedua,hasil menunjukkan profitabilitas dan kebijakan dividen berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan, sedangkan likuiditas dan ukuran perusahaan tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Sesuai dengan hasil uji Sobel, ditemukan bahwa kebijakan dividen mampu memediasi pengaruh dari profitablitas terhadap nilai perusahaan, namun

13

tidak mampu memediasi pengaruh likuiditas dan ukuran perusahaan terhadap nilai perusahaan.

Sofia & Farida pada tahun 2017 meneliti mengenai “Pengaruh Kebijakan Dividen, Kebijakan Hutang, Dan Keputusan Investasi Terhadap Nilai Perusahaan Pada Sub Sektor Perdagangan Besar Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2010-2014”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel X1 dan X2 secara parsial (uji t) tidak berpengaruh signifikan terhadap Y pada sub sektor grosir yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, sedangkan variabel X3 berpengaruh signifikan terhadap Y pada sub sektor grosir yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. . Hasil simultan (uji f) menunjukkan pengaruh yang signifikan dari variabel X1, X2, dan X3 terhadap Y pada sub sektor grosir yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

Efni, Hadiwidjojo, Salim dan Rahayu tahun 2011 berjudul “Keputusan Investasi, Keputusan Pendanaan dan Kebijakan Deviden: Pengaruhnya terhadap Nilai Perusahaan (Studi pada Sektor Properti dan Real Estate di Bursa Efek Indonesia)”. Tujuan penelitian untuk: mengidentifikasi dan mengukur kontribusi pengaruh keputusan investasi, keputusan pendanaan dan kebijakan deviden yang dimediasi oleh resiko pada sektor properti dan real estat di Bursa Efek Indonesia.

Dengan pendekatan analisis jalur diperoleh beberapa temuan yang penting yaitu X1 berpengaruh terhadap Y1 namun tidak berpengaruh terhadap Y2, X1 hanya berpengaruh terhadap Y1 bila keputusan pendanaan mampu menurunkan Y2 (resiko bisnis, resiko keuangan dan resiko pasar). X3 tidak berpengaruh terhadap Y1 ,baik secara langsung maupun melalui Y2 Ini menunjukkan bahwa variabel resiko hanya memediasi keputusan pendanaan. Dari ketiga macam keputusan tersebut ternyata X1 memberikan kontribusi paling utama pada Y1.

Pamungkas dan Puspaningsih pada tahun 2013 berjudul “Pengaruh Keputusan Investasi, Keputusan Pendanaan,Kebijakan Dividen Dan Ukuran Perusahaan Terhadap Nilai Perusahaan” bertujuan menguji hubungan antara keputusan investasi, keputusan pendanaan, kebijakan deviden dan ukuran perusahaan terhadap nilai perusahaan. Dalam penelitian ini, nilai perusahaan diukur dengan Price to Book Value (PBV). Studi ini menggunakan purposive sampling method untuk menentukan jumlah sampel. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 25 perusahaan manufaktur yang terdapat di Bursa Efek Indonesia yang menerbitkan laporan keuangan untuk periode 2009-2011.

14

Metoda analisis data menggunakan regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keputusan investasi berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan. Meskipun demikian, keputusan pendanaan, kebijakan deviden dan ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan.

Murniati, Mus, Semmaila, Nur tahun 2019 berjudul “Effect of Investment Decisions, Financing Decisions and Dividend Policy on Profitability and Value of The Firm”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh keputusan investasi, keputusan pendanaan dan kebijakan dividen baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap nilai perusahaan yang dimediasi oleh profitabilitas. Teknik sampel adalah purposive sampling dengan pengumpulan data. Data dianalisis dengan Structural Equation Modeling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keputusan investasi dan keputusan pendanaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap profitabilitas dan nilai perusahaan sehingga tujuan utama perusahaan adalah memaksimalkan kesejahteraan pemilik perusahaan dengan meningkatkan nilai perusahaan melalui peningkatan profitabilitas, sedangkan dividen kebijakan memiliki pengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap profitabilitas dan nilai perusahaan secara langsung dan tidak langsung.

Nurvianda dan Ghasarma pada tahun 2018 mengenai Pengaruh Keputusan Investasi, Keputusan Pendanaan dan Kebijakan Dividen Terhadap Nilai Perusahaan Penelitian ini bertujuan untuk memberikan bukti empiris tentang pengaruh keputusan keuangan yang meliputi keputusan investasi, pendanaan dan dividen terhadap nilai perusahaan. Teknik sampel adalah purposive sampling pada objek penelitian perusahaan sektor industri dasar dan kimia. Periode penelitian adalah 2012-2014. Unit analisis sebanyak 70 pengamatan dengan teknik analisis data regresi linear berganda. Terdapat dua proksi dari keputusan investasi dan pendanaan ditemukan belum memberikan bukti empiris terhadap perubahaan nilai perusahaan serta nilai R2 yang kecil menjadi agenda untuk penelitian mendatang.

Penelitian ini membahas fungsi manajemen keuangan yang tercermin pada keputusan keuangan dan pembahasan serta pengujian variabel secara terpisah

15 Tabel 2.1

Ringkasan Penelitian – Penelitian Terdahulu No Nama dan

jurnal

Judul Variabel Metode

Penelitian sedangkan X2 dan X3 Berpengaruh Positif signifikan terhadap Y, X1 Berpengaruh Negatif terhadap X3 dan X2 berpengaruh positif

X1 dan X2 memiliki Pengaruh yang Signifikan terhadap Y sedangkan X3 tidak memiliki Pengaruh terhadap Y secara simultan, X1, X2 dan X3 memiliki Pengaruh Signifikan terhadap Y

16

X1 dan X2 tidak signifikan terhadap Y sedangkan X3 terbukti signifikan dan

X2 dan X3 berpengaruh negatif signifikan trhadap Y2. Pada model

kedua,hasil

menunjukkan X1 dan Y2 berpengaruh positif signifikan terhadap

Y1, sedangkan X2 dan X3 tidak berpengaruh

menunjukkan X1, X2 dan X3 secara simultan berpengaruh terhadap Y.

Secara parsial, X1 tidak berpengaruh terhadap Y.

17 Hal.

1369-1380 Terhadap Nilai Perusahaan

X2 dan X3 berpengaruh signifikan terhadap Y. variabel X1 dan X2 secara parsial (uji t) tidak

berpengaruh signifikan terhadap Y sedangkan variabel X3 berpengaruh signifikan terhadap Y.

Hasil simultan (uji f) menunjukkan pengaruh terhadap Y1 bila X2 mampu menurunkan resiko perusahaan (Y2), X3 tidak berpengaruh terhadap Y1, baik secara langsung maupun

melaluiY2 dari X1, X2, dan X3 ternyata X1 yang paling memberikan

18 negatif dan tidak signifikan terhadap Y dan Z secara langsung dan tidak langsung

Penelitian ini merupakan pengembangan berdasarkan penelitian–penelitian terdahulu diatas. Karena pada dasarnya penelitian harus dilakukan berulang-ulang seiring dengan berjalanya waktu untuk membandingkan hasil-hasil dari waktu yang sebelumnya. Perbedaan penelitian ini dengan penelitian sebelumnya pada penelitian kali ini mengambil periode 3 tahun yaitu pada tahun 2016-2018.

Dokumen terkait