BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
5.5 Pembahasan
5.5.5 Kebijakan Dividen Memoderasi Pengaruh
Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa kebijakan dividen tidak mampu memoderasi pengaruh ukuran perusahaan terhadap nilai perusahaan. Hasil dalam penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Raharjo (2016) pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI yang juga menyatakan bahwa kebijakan dividen tidak mampu memoderasi pengaruh ukuran perusahaan terhadap nilai perusahaan. Nilai koefisien pada variabel ukuran perusahaan menunjukkan sebesar 2,162798 dengan tingkat probability sebesar 0,001 yang berarti bahwa ukuran perusahaan (signifikan), sedangkan nilai koefisien pada variabel moderasi yaitu kebijakan dividen menunjukkan sebesar 29,47534 dengan tingkat probability sebesar 0,397 yang berarti bahwa kebijakan dividen (tidak signifikan). Nilai koefisien untuk variabel interaksi antara ukuran perusahan dengan kebijakan dividen menunjukkan sebesar -0,9128345 dengan tingkat probability sebesar 0,425 yang berarti interaksi antara ukuran perusahaan dengan kebijakan dividen (tidak signifikan). Berdasarkan hal tersebut maka dapat disimpulkan variabel moderasi yaitu kebijakan dividen bersifat Homologiser Moderation dimana variabel kebijakan dividen tidak berinteraksi dengan variabel ukuran perusahaan dan tidak mempunyai hubungan yang signifikan dengan variabel nilai perusahaan. Variabel ini hanya potensial menjadi variabel moderasi.
Secara teoritis semakin besar ukuran perusahaan yang dikaitkan dengan besarnya total aset perusahaan akan meningkatkan minat para investor dalam menanamkan modalnya ke dalam perusahaan sehingga nilai perusahaan akan
semakin meningkat. Kebijakan dividen tidak mampu memoderasi pengaruh ukuran perusahaan terhadap nilai perusahaan dikarenakan, sebaik apapun manajemen dalam melakukan kebijakan dividen salah satu contoh tindakan pelaporan pembagian dividen tidak memperkuat atau memperlemah pengaruh ukuran perusahaan terhadap nilai perusahaan.
Adapun dalam penelitian ini sampel yang digunakan termasuk dalam kriteria perusahaan besar. Artinya, semakin besar perusahaan maka perusahaan tersebut lebih memilih melakukan ekspansi atau melakukan investasi yang lebih agar perusahaan tersebut lebih berkembang besar dari pada memilih mensejahterahkan para pemegang saham dengan cara membagikan dividen yang besar namun mereka tetap memberikan dividen dengan jumlah yang lebih sedikit.
Berbeda dengan perusahaan yang kecil atau berkembang perusahaan tersebut biasanya lebih mencari perhatian terlebih dahulu kepada investor atau calon investor untuk mengumpulkan dana agar perusahaan berkembang besar maka itu perusahaan kecil memberikan dividen yang lebih besar agar para investor terus memberikan dana atau untuk berinvestasi ke perusahaan tersebut, semakin menarik perusahaan kecil atau berkembang ini semakin banyak dana yang akan dikumpulkan.
Selain itu, diduga semakin besar ukuran perusahaan maka semakin besar pula kebutuhan dana mereka untuk melakukan kegiatan operasional perusahaan dan mengembangkan perusahaan. Hal tersebut akan berpengaruh terhadap penggunaan dana eksternal perusahaan seperti hutang. Semakin besar perusahaan menggunakan hutang maka perusahaan cenderung akan membayarkan dividen
dalam jumlah yang lebih kecil karena keuntungan yang diperoleh dengan adanya hutang terlebih dahulu dibayarkan kepada kreditur beserta biaya bunganya yang tentunya hal ini akan mempengaruhi persepsi investor terhadap nilai perusahaan dan menjadikan kebijakan dividen dengan membagikan dividen tidak mampu memoderasi pengaruh ukuran perusahaan terhadap nilai perusahaan. Fenomena ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Khoiriyah Nurul (2018) pada perusahaan Indeks LQ 45 yang terdaftar di BEI.
5.5.6. Kebijakan Dividen Memoderasi Pengaruh Leverage Terhadap Nilai Perusahaan
Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa kebijakan dividen tidak mampu memoderasi pengaruh leverage terhadap nilai perusahaan. Hasil dalam penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Silviana (2018); Tahu
& Susilo (2017); dan Mahendra et al. (2012) yang menyatakan bahwa kebijakan dividen tidak mampu memoderasi pengaruh leverage terhadap nilai perusahaan yang berarti kebijakan dividen tidak mampu meningkatkan nilai perusahaan pada saat leverage rendah dan kebijakan dividen tidak dapat menurunkan nilai perusahaan pada saat leverage tinggi Mahendra et al. (2012). Nilai koefisien pada variabel leverage menunjukkan sebesar 0,9513081 dengan tingkat probability sebesar 0,612 yang berarti bahwa leverage (tidak signifikan), sedangkan nilai koefisien pada variabel moderasi yaitu kebijakan dividen menunjukkan sebesar 29,47534 dengan tingkat probability sebesar 0,397 yang berarti bahwa kebijakan dividen (tidak signifikan). Nilai koefisien untuk variabel interaksi antara leverage dengan kebijakan dividen menunjukkan sebesar 0,0507885 dengan tingkat
probability sebesar 0,786 yang berarti interaksi antara leverage dengan kebijakan dividen (tidak signifikan). Berdasarkan hal tersebut maka dapat disimpulkan variabel moderasi yaitu kebijakan dividen bersifat Homologiser Moderation dimana variabel kebijakan dividen tidak berinteraksi dengan variabel leverage dan tidak mempunyai hubungan yang signifikan dengan variabel nilai perusahaan.
Variabel ini hanya potensial menjadi variabel moderasi.
Semakin tinggi leverage akan menurunkan nilai perusahaan dikarenakan investor akan melihat bahwa perusahaan tersebut memiliki banyak hutang yang akan dibayarkan di masa yang akan datang, dan para investor cenderung tidak mau mengambil resiko besar terhadap situasi tersebut. Kebijakan dividen tidak mampu memoderasi pengaruh leverage terhadap nilai perusahaan dikarenakan sebaik apapun kebijakan dividen yang dibuat oleh manajemen perusahaan tidak akan mempengaruhi investor karena kembali lagi, investor melihat bahwa leverage perusahaan besar, walaupun ada yang menyatakan bahwa “high risk high return” namun tidak semua investor berani mengambil resiko besar yang akan terjadi pada perusahaan yang diinvestasikannya. Sehingga dapat disimpulkan bahwa investor tidak lagi melihat kebijakan-kebijakan yang dibuat oleh manajemen perusahaan terutama kebijakan dividen melainkan melihat tingkat besar kecilnya leverage dengan demikian kebijakan dividen tidak mampu memoderasi pengaruh leverage terhadap nilai perusahaan.
Selain itu adapun diduga kebijakan dividen tidak mampu memoderasi leverage terhadap nilai perusahaan dikarenakan perusahaan yang memiliki leverage tinggi cenderung lebih mendahulukan membayar hutang jangka panjang
dan beban bunga atas hutangnya ketika perusahaan tersebut memperoleh pendapatan atau laba dari pada membagikan dividen dengan jumlah besar namun dalam hal ini tetap memberikan dividen dengan porsi yang lebih sedikit.
Penelitian yang dilakukan oleh Ihsan et al. (2017) Muhammad (2016); dan Mery (2017) yang masing-masing pada perusahaan manufaktur sektor makan dan minuman serta pertambangan mempunyai hasil penelitian yang sejalan yaitu kebijakan dividen tidak mampu memoderasi pengaruh leverage terhadap nilai perusahaan.
5.5.7. Kebijakan Dividen Memoderasi Pengaruh Profitabilitas Terhadap Nilai Perusahaan
Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa kebijakan dividen mampu memoderasi dan memperkuat pengaruh profitabilitas terhadap nilai perusahaan.
Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Asvidyan (2018); Kusnadi & Tandika (2017); Mery (2017); Muhammad (2016); Mayarina (2017); dan Oktaviani & Mulya (2018) yang menyatakan bahwa kebijakan dividen mampu memoderasi dan memperkuat pengaruh profitabilitas terhadap nilai perusahaan. Nilai koefisien pada variabel profitabilitas menunjukkan sebesar 23,54085 dengan tingkat probability sebesar 0,000 yang berarti bahwa profitabilitas (signifikan), sedangkan nilai koefisien pada variabel moderasi yaitu kebijakan dividen menunjukkan sebesar 29,47534 dengan tingkat probability sebesar 0,397 yang berarti bahwa kebijakan dividen (tidak signifikan). Nilai koefisien untuk variabel interaksi antara profitabilitas dengan kebijakan dividen menunjukkan sebesar -65,66633 dengan tingkat probability sebesar 0,000 yang
berarti interaksi antara profitabilitas dengan kebijakan dividen (signifikan).
Berdasarkan hal tersebut maka dapat disimpulkan variabel moderasi yaitu kebijakan dividen bersifat Pure Moderation dimana variabel kebijakan dividen berinteraksi murni dengan variabel independen (profitabilitas) dan dependen (nilai perusahaan) dimana variabel moderasi murni berinteraksi dengan variabel independen tanpa harus menjadi variabel independen.
Hasil penelitian ini sesuai dengan teori kebijakan dividen yang dikemukakan oleh Myron Gordon dan John Lintner yaitu bird in the hand theory yang dimana kebijakan dividen berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan dan harga saham. Artinya, jika dividen yang dibagikan perusahaan semakin besar, harga pasar saham perusahaan tersebut akan semakin tinggi dan sebaliknya.
Perusahaan yang menghasilkan keuntungan atau profit yang tinggi secara umum akan membagikan dividen lebih banyak kepada para pemegang saham.
Profitabilitas yang tinggi serta kebijakan dividen yang optimal mampu mencerminkan prospek perusahaan yang bagus sehingga ini dianggap sebagai sinyal baik bagi pemegang saham yang akan meningkatkan nilai perusahaan Asvidyan (2018). Hal tersebut dapat dibuktikan dengan hasil penelitian ini yang menemukan bahwa kebijakan dividen mampu memoderasi pengaruh profitabilitas terhadap nilai perusahaan. Secara teoritis semakin besarnya profitabilitas akan memberikan daya tarik kepada para investor, dimana investor cenderung melihat pertumbuhan perusahaan berdasarkan pendapatan yang dihasilkan oleh perusahaan dengan demikian harapan investor akan pengembalian investasi akan semakin besar sehingga nilai perusahaan akan meningkat pula.
Kebijakan dividen mampu memoderasi dengan cara memperkuat pengaruh profitabilitas terhadap nilai perusahaan . hal ini dikarenakan dengan adanya kebijakan dividen yang dilakukan oleh manajemen perusahaan akan membuat manajemen perusahaan mampu mengelola pendapatannya, diibaratkan manajemen perusahaan akan berpikir bahwa profitabilitas yang dihasilkan akan digunakan untuk apa, apakah digunakan untuk pembagian dividen atau digunakan untuk dikelola sementara oleh perusahaan yang disebut laba ditahan. Maka kesimpulannya ketika kebijakan dividen dikelola dengan baik oleh manajemen perusahaan maka para investor yakin bahwa profitabilitas yang dihasilkan akan baik pula dengan demikian investor yakin akan terus menanamkan modalnya walaupun pembagian dividen akan dilakukan di masa yang akan datang sehingga dengan demikian nilai perusahaan akan tetap meningkat.
5.5.8. Kebijakan Dividen Memoderasi Pengaruh Likuiditas Terhadap Nilai Perusahaan
Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa kebijakan dividen mampu memoderasi dan memperkuat pengaruh likuiditas terhadap nilai perusahaan. Hasil dalam penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh lestari (2017);
dan Rutin et al. (2019) yang menyatakan kebijakan dividen memoderasi dan memperkuat pengaruh likuiditas terhadap nilai perusahaan. Namun hasil penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian Mahendra et al. (2012); dan Wijaya
& Purnawati (2014) yang menyatakan bahwa kebijakan dividen tidak mampu memoderasi pengaruh likuiditas terhadap nilai perusahaan. Nilai koefisien pada variabel likuiditas menunjukkan sebesar 0,205338 dengan tingkat probability
sebesar 0,405 yang berarti bahwa likuiditas (tidak signifikan), sedangkan nilai koefisien pada variabel moderasi yaitu kebijakan dividen menunjukkan sebesar 29,47534 dengan tingkat probability sebesar 0,397 yang berarti bahwa kebijakan dividen (tidak signifikan). Nilai koefisien untuk variabel interaksi antara likuiditas dengan kebijakan dividen menunjukkan sebesar -2,188521 dengan tingkat probability sebesar 0,000 yang berarti interaksi antara likuiditas dengan kebijakan dividen (signifikan). Berdasarkan hal tersebut maka dapat disimpulkan variabel moderasi yaitu kebijakan dividen bersifat Pure Moderation dimana variabel kebijakan dividen berinteraksi murni dengan variabel independen (likuiditas) dan dependen (nilai perusahaan). Dimana variabel moderasi murni berinteraksi dengan variabel independen tanpa harus menjadi variabel independen.
Secara teoritis, besarnya likuiditas perusahaan akan mempengaruhi investor untuk menanamkan modalnya karena dianggap mampu membayar hutang jangka pendek selain itu besaran dividen yang dibayarkan kepada pemegang saham dapat dilihat melalui posisi kas atau likuiditas perusahaan karena dividen merupakan arus kas keluar. Maka semakin kuat posisi likuiditas perusahaan, berarti makin besar kemampuan perusahaan untuk membayar dividen. Apabila profitabilitas perusahaan meningkat ditambah dengan likuiditas yang baik maka perusahaan akan mampu membayar dividen lebih besar. Hal ini ditangkap sebagai sebuah keuntungan dan sinyal baik bagi para pemegang saham dan calon investor untuk terus menanamkan modal di perusahaan yang berarti nilai perusahaan akan meningkat.
BAB VI
KESIMPULAN DAN SARAN
6.1. Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengujian dalam penelitian ini maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:
1. Ukuran perusahaan memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan pada perusahaan Industri Barang Konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2007-2018.
2. Leverage memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan pada perusahaan Industri Barang Konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2007-2018.
3. Profitabilitas memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan pada perusahaan Industri Barang Konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2007-2018.
4. Likuiditas tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap nilai perusahaan pada perusahaan Industri Barang Konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2007-2018.
5. Kebijakan dividen tidak mampu memoderasi pengaruh ukuran perusahaan terhadap nilai perusahaan pada perusahaan Industri Barang Konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2007-2018.
6. Kebijakan dividen tidak mampu memoderasi pengaruh leverage terhadap nilai perusahaan pada perusahaan Industri Barang Konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2007-2018.
7. Kebijakan dividen mampu memoderasi dan memperkuat pengaruh profitabilitas terhadap nilai perusahaan pada perusahaan Industri Barang Konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2007-2018.
8. Kebijakan dividen mampu memoderasi dan memperkuat pengaruh likuiditas terhadap nilai perusahaan Industri Barang Konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2007-2018.
6.2. Keterbatasan Penelitian
Penelitian saat ini memiliki keterbatasan yang dapat dijadikan bahan pertimbangan untuk dilakukannya penelitian di masa yang akan datang guna memperoleh hasil yang lebih baik dari penelitian ini. Berikut adalah keterbatasan dalam penelitian ini:
1. Penelitian ini hanya menggunakan satu proksi dari masing-masing variabel independen maupun dependen yaitu ukuran perusahaan (LN Total Aset), leverage (DER), profitabilitas (ROA), likuiditas (CR) dan nilai perusahaan (Tobin’s Q).
2. Penelitian ini hanya terbatas satu sektor perusahaan yaitu perusahaan Industri Barang Konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) serta memiliki sampel penelitian hanya terbatas pada 8 perusahaan.
6.3. Saran
Berdasarkan kesimpulan dalam penelitian ini, maka dapat diberikan saran yaitu sebagai berikut:
1. Sesuai dengan kontribusi yang ada, kontribusi praktis ditujukan untuk para investor dan calon investor, sehingga saran yang dapat diberikan bagi investor dan calon investor yang hendak berinvestasi sebaiknya berinvestasi pada perusahaan yang memiliki profitabilitas yang tinggi dikarenakan perusahaan dengan profitabilitas yang tinggi mencerminkan perusahaan tersebut memiliki nilai perusahaan yang baik sehingga dapat menjamin imbal hasil atas investasi yang ditanamkan. Selain itu, para investor juga dapat mempertimbangkan perusahaan yang memiliki ukuran perusahaan yang tinggi yang dinilai dari tingginya total aset perusahaan tersebut.
Dengan demikian tentunya perusahaan dapat menjamin kemakmuran para investor.
2. Sesuai dengan kontribusi yang ada, kontribusi teoritis ditujukan kepada penelitian selanjutnya. Sehingga adapun saran yang dapat diberikan kepada penelitian selanjutnya adalah diharapkan penelitian selanjutnya agar kembali menguji pengaruh variabel-variabel lain yang diduga dapat mempengaruhi nilai perusahaan seperti variabel Good Coorporate Governance (GCG) dan Pertumbuhan perusahaan. Selain itu dalam hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa kebijakan dividen tidak mampu sebagai variabel moderasi dalam pengaruh ukuran perusahaan dan leverage terhadap nilai perusahaan, sehingga dalam penelitian selanjutnya diharapkan kembali
menguji kembali variabel pemoderasi kebijakan dividen pada perusahaan sektor lainnya yang terdaftar di BEI. Untuk mengetahui apakah kebijakan dividen dapat dijadikan sebagai variabel moderasi terhadap nilai perusahaan secara keseluruhan atau tidak.
3. Sesuai dengan kontribusi yang ada, kontribusi kebijakan ditujukan bagi manajemen perusahaan, sehingga saran yang diberikan kepada manajemen perusahaan adalah manajemen perusahaan dapat memaksimalkan profitabilitas perusahaannya karena hal ini sangat diminati oleh para investor dan calon investor sehingga nilai perusahaan akan meningkat.
Selain itu, manajemen perusahaan juga dapat memperhatikan kebijakan dividen yang ada, dimana semakin baik manajemen perusahaan menetapkan kebijakan dividen dengan membagikan dividen secara konsisten dan tinggi tanpa adanya perubahan-perubahan yang terus menerus akan memberikan pandangan investor yang berarti perusahaan benar-benar memperhatikan kemakmuran para pemegang saham. Maka dengan meningkatkan profitabilitas dan kebijakan dividen diperkirakan tujuan perusahaan dengan meningkatkan nilai perusahaan dapat tercapai.
DAFTAR PUSTAKA
Adi Putra, A., & Lestari, P. (2016). Pengaruh Kebijakan Dividen, Likuiditas, Profitabilitas Dan Ukuran Perusahaan Terhadap Nilai Perusahaan. E-Jurnal Manajemen Universitas Udayana, 5(7), 4044–4070.
Aggarwal, D., & Padhan, P. C. (2017). Impact of Capital Structure on Firm Value:
Evidence from Indian Hospitality Industry. Theoretical Economics Letters, 07(04), 982–1000. https://doi.org/10.4236/tel.2017.74067
Andriani, P. R. (2019). Pengaruh Tingkat Likuiditas, Profitabilitas Dan Leverage Terhadap Nilai Perusahaan Pada Subsektor Makanan Dan Minuman Yang Tercatat Di BEI Periode 2010-2017. Journal of Entrepreneurship, Management, and Industry (JEMI), 2(1), 48–60.
Anton, S. G. (2016). The Impact of Dividend Policy On Firm Value. A Panel Data Analysis of Romanian Listed Firms. Journal of Public Administration, Finance and Law THE, 1(10), 107–112.
Antoro, A. D., & Hermuningsih, S. (2018). Kebijakan Dividen Dan Bi Rate Sebagai Pemoderasi Likuiditas, Profitabilitas, Dan Leverage Terhadap Nilai Perusahaan Perbankan Yang Terdaftar Di Bei Tahun 2011-2017. Jurnal Upajiwa Dewantara, 2(1), 58–75.
Aprilia, A., & Yulianto, A. (2016). Pengaruh Kepemilikan Manajerial Dan Kebijakan Dividen Terhadap Nilai Perusahaan. Management Analysis Journal, 5(1), 17–23.
Apriliyanti, V., Hermi, H., & Herawaty, V. (2019). Pengaruh Kebijakan Hutang, Kebijakan Dividen, Profitabilitas, Pertumbuhan Penjualan Dan Kesempatan Investasi Terhadap Nilai Perusahaan Dengan Ukuran Perusahaan Sebagai Variabel Moderasi. Jurnal Magister Akuntansi Trisakti, 6(2), 201.
https://doi.org/10.25105/jmat.v6i2.5558
Astuti, N. K. B., & Yadnya, I. P. (2019). Pengaruh Profitabilitas, Likuiditas Dan Ukuran Perusahaan terhadap Nilai Perusahaan Melalui Kebijakan Dividen.
E-Jurnal Manajemen Universitas Udayana, 8(5), 3275–3302.
https://doi.org/10.24843/EJMUNUD.2019.v08.i05.p25
Asvidyan, A. (2018). Pengaruh Leverage, Likuiditas, Profitabilitas Terhadap Nilai Perusahaan Dengan Kebijakan Dividen Sebagai Variabel Moderasi Pada Perusahaan sektor Mining. Jurnal STIE PERBANAS, 1(1), 1–15.
Ayu, D., & Suarjaya, A. (2017). Pengaruh Profitabilitas Terhadap Nilai Perusahaan Dengan Corporate Social Responsibility Sebagai Variabel Mediasi Pada Perusahaan Pertambangan. E-Jurnal Manajemen Universitas
Udayana, 6(2), 1112–1138.
Brigham, E., F., & Houston, J., F. (2006). Dasar-Dasar Manajemen Keuangan (2nd ed.). Jakarta: Penerbit Salemba Empat.
Brigham, E. F., & Houston, J. F. (2001). Manajemen Keuangan (Kedelapan; Y.
Sumiharti & W. C. Kristiaji, eds.). Jakarta: Erlangga.
Bukit, R. B., Haryanto, B., & Ginting, P. (2018). Environmental performance, profitability, asset utilization, debt monitoring and firm value. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 122(1), 0–6.
https://doi.org/10.1088/1755-1315/122/1/012137
Chasanah, A. N., & Adhi, D. K. (2017). Profitability, Capital Structure and Liquidity Influence on Corporate Value on Listed Real Estate Companies in BEI, 2012-2015. Fokus Ekonomi, 12(2), 129–146.
Cheng, M.-C., & Tzeng, Z.-C. (2011). The Effect of Leverage on Firm Value and How The Firm Financial Quality Influence on This Effect. World Journal of Management, 3(2), 30–53.
Cheryta, A. M., Moeljadi, & Indrawati, N. K. (2017). The Effect of Leverage , Profitability , Information Asymmetry , Firm Size on Cash Holding and Firm Value of Manufacturing Firms Listed at Indonesian Stock Exchange.
International Journal of Research in Business Studies and Management, 4(4), 21–31. https://doi.org/10.22259/ijrbsm.0404004
Damodaran, A. (2008). The Dark Side Of Valuation (Ed.1). New Delhi, India:
Pearson Power.
Dayanti. (2018). Pengaruh Profitabilitas Dan Likuiditas Terhadap Nilai Perusahaan Dengan Kebijakan Dividen Sebagai Pemoderasi (Studi pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Indeks Saham Syariah Indonesia ISSI Periode 2014-2016). Jurnal Ekonomi Universitas Muhammadiyah Surakarta, 1–9.
Dewi, A., & Wirajaya, A. (2013). Pengaruh Struktur Modal , Profitabilitas Dan Ukuruan Perusahaan Pada Nilai Perusahaan. E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana, 2(4), 358–372. https://doi.org/10.1111/j.1748-1716.2008.01865.x Dewi, I., & Sujana, I. K. (2019). Pengaruh Likuiditas, Pertumbuhan Penjualan,
dan Risiko Bisnis terhadap Nilai perusahaan. E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana, 26(1), 85–110. https://doi.org/10.24843/EJA.2019.v26.i01.p04 Diani, A. F. (2017). Pengaruh Kebijakan Dividen, Kebijakan Hutang, Dan
Profitabilitas Terhadap Nilai Perusahaan (Studi Kasus Pada Perusahaan Consumer Goods Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode Tahun 2012-2015). Jurnal Riset Manajemen, 1(1), 124–135.
https://doi.org/10.1123/ijsb.8.1.1
Dolontelide, C. M. (2019). Pengaruh Sales Growth Dan Firm Size Terhadap Nilai Perusahaan Pada Perusahaan Makanan Dan Minuman Yang Terdaftar Di BEI Periode 2015-2018. Jurnal EMBA, 7(3), 3039–3048.
Endang, M. S. (2016). Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Nilai Perusahaan (Studi empiris Pada Perusahaan Manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia). Jurnal Riset Keuangan Dan Akuntansi, 2(2), 56–75.
https://doi.org/10.25134/jrka.v2i2.456
Erlina. (2008). Metodologi Penelitian Bisnis : Untuk Akuntansi Dan Manajemen (Ed. 2). Medan: Usu Pers.
Fadhli, M., Kamilah, & Julita. (2015). Pengaruh Likuiditas, Solvabilitas dan Profitabilitas terhadap Nilai Perusahaan dengan Kebijakan Dividen sebagai Variabel Moderasi pada Perusahaan Perbankan, Asuransi & Lembaga Keuangan Lainnya di Bursa Efek Indonesia Tahun 2010-2013. Jurnal Online Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Riau, 2(2), 1–14.
Fajaria, A. Z. (2018). The Effect of Profitability, Liquidity, Leverage and Firm Growth of Firm Value with its Dividend Policy as a Moderating Variable.
International Journal of Managerial Studies and Research, 6(10), 55–69.
https://doi.org/10.20431/2349-0349.0610005
Farooq, M. A., & Masood, A. (2016). Impact of Financial Leverage on Firms ’ Profitability : An Investigation from Cement Sector of Pakistan. Research Journal Of Finance And Accounting, 6(7), 73–77.
Febriana, E., Djumahir, & Djawahir, A. H. (2016). Pengaruh Struktur Modal, Kebijakan Dividen, Ukuran Perusahaan, Kepemilikan Saham Manajerial Dan Profitabilitas Terhadap Nilai Perusahaan (Studi Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di BEI Pada 2011-2013). Ekonomi Bisnis, 21(2), 163–178.
Febrianti, M. (2012). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Nilai Perusahaan Pada Industri Pertambangan Di Bursa Efek Indonesia. Jurnal Bisnis Dan Akuntansi, 14(2), 141–156.
Frederik, P. G., Nangoy, S. C., & Untu, V. N. (2015). Analisis Profitabilitas, Kebijakan Hutang Dan Price Earning Ratio Terhadap Nilai Perusahaan Pada Perusahaan Retail Trade Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia. Jurnal EMBA, 3(1), 1242–1253. https://doi.org/10.1210/jc.2017-00823
Gamayuni, R. R. (2015). The Effect Of Intangible Asset Financial Performance And Financial Policies On The Firm Value. International Journal of Scientific & Technology Research, 4(1), 202–212.
Universitas Diponegoro.
Ginting, A. (2017). Analisis Faktor Fundamental Terhadap Return Saham Dengan Kebijakan Dividen Sebagai Variabel Moderating Perusahaan Consumer Goods yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Tesis.
Gitosudarmo, I., & Basri, B. (2002). Manajemen Keuangan (4th ed.). Yogyakarta:
BPFE Yogyakarta.
Gunawan, I. M., Pituringsih, E., & Widiastuty, E. (2019). Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Nilai Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar di BEI Periode 2014-2016. E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana, 26(3), 2396–
2422. https://doi.org/10.24843/EJA.2019.v26.i03.p27
Gustian, D. (2017). Pengaruh Pertumbuhan Perusahaan, Keputusan Investasi, Dan Keputusan Pendanaan Terhadap Nilai Perusahaan (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia 2010-2014). Jurnal Akuntansi, 5(1)
.
Halim, A. (2015). Manajemen Keuangan Bisnis (1st ed.). Jakarta: Mitra Wacana Media.
Handriani, E., & Robiyanto, R. (2018). Corporate Finance and Firm Value in The Indonesian Manufacturing Companies. International Research Journal of Business Studies, 11(2), 113–127. https://doi.org/10.21632/irjbs.11.2.113-127
Harjito, D. A. (2011). Teori Pecking Order dan Trade-Off dalam Analisis Struktur Modal di Bursa Efek Indonesia. Jurnal Siasat Bisnis, 15(2).
Hasibuan, V. (2016). Pengaruh Leverage Dan Profitabilitas Terhadap Nilai Perusahaan (Studi pada Perusahaan Property dan Real Estate yang Terdaftar
Hasibuan, V. (2016). Pengaruh Leverage Dan Profitabilitas Terhadap Nilai Perusahaan (Studi pada Perusahaan Property dan Real Estate yang Terdaftar