BAB IV PEMBAHASAN
B. Kebijakan Pemerintah China
Selanjutnya, kerjasama dengan Iran. Huawei dituduh oleh Amerika Serikat melakukan kerjasama terselubung dengan Iran yangmana Iran merupakan negara yang masuk daftar hitam Amerika Serikat. Amerika Serikat mengklaim bahwa perusahaan Huawei memasok peralatan teknologi ke Iran. Sehingga China dianggap tidak memihak Amerika Serikat. Sekali Amerika Serikat ingin menunjukan bahwa mereka negara yang superpower dalam semua hal.
diberikan Amerika Serikat yang cukup memberikan goncangan pada perdagangan China terutama dalam supply dan demand pasar dunia.
Suppy dan Demand pasar dunia penting untuk dilihat pemerintah China dalam perang dagang yang dihadapinya. Dengan adanya perubahan dalam supply China namun permintaan pasar yang berbeda dengan yang akan di supply China misalnya gawai Huawei.
1. Tarif Tambahan
China menyusul memberikan tariff tambahan pada produk asal Amerika Serikat senilai $75 juta dollar Amerika Serikat. Tarif ini diberikan setelah Amerika Serikat memutuskan untuk memberikan tarif tambahan pada produk China yang masuk ke Amerika Serikat.
2. Produk pertanian AS
Dalam negosisasi penyelesaian perang dagang China dan Amerika Serikat salah satu yang dinegosiasikan ialah pembelian produk pertanian Amerika Serikat. China mengimpor
Kebijakan pemerintah China dalam perang dagang dengan Amerika Serikat ialah dengan membatasi bahkan mengeluarkan instruksi untuk tidak membeli produk pertanian Amerika Serikat. Kebijakan ini sebagai langkah untuk melawan Amerika Serikat yang telah lebih dulu mengeluarkan daftar hitam untuk produk asal China bahkan bukan hanya skala produk saja tetapi skala perusahaan teknologi informasi.
China menjadi salah satu negara dengan impor pertanian asal Amerika Serikat yang tertinggi(Gambaar:) (Top 10 U.S. agricultural export markets
for wheat, corn, soybeans, cotton, by volume, 2020). Contohnya hasil pertanian Amerika Serikat yang diimpor China ialah kedelai. Berdasarkan data yang dirilis oleh United States Departement of Agriculture (USDA) bagian Foreign Agricultural Service (FAS) menyajikan bahwa impor kedelai China terus mengalami penurunan sejak 2016. China mengimpor produk pertanian Amerika Serikat yaitu kedelai senilai $8,2 juta dollar Amerika Serikat ditahun 2018 dan impor itu menurun drastic jika dibandingkan dengan impor kedelai China di tahun 2017 yang senilai
$21,4 juta dollar Amerika Serikat. (Oilseeds: World Markets and Trade, 2020)
Gambar
Sumber: United States Departement of Agriculture (USDA)
Ditengah konflik China dan Amerika Serikat terkait dengan impor produk kedelai Amerika Serikat, China mengambil langkah dengan mengimpor kedelai dari Brazil. Impor China dapat dilihat dalam diagram berikut:
Gambar
Sumber : United States Departement of Agriculture (USDA) Ketika impor kedelai China dari Amerika Serikat menurun China mengambil langkah dengan meningkatkan impor kedelai dari Brazil.
Kondisi ini menguntungkan Brazil sebagai negara pengekspor kedelai ke China dan tentu merugikan bagi Amerika Serikat.
Dalam teori perdagangan internasional yang dikemukakan oleh David Ricardo yang mengatakan bahwa perdagangan internasional hanya dapat dilakukan oleh dua negara. Inipun yang terjadi dengan China dan Amerika Serikat, Kebijakan China untuk mengurangi impor kedelai bahkan melarang membeli produk pertanian Amerika Serikat akan berdampak pada nilai permintaan dan persediaan China sehingga China mulai dengan meningkatkan nilai perdagangan kedelainya dengan Brazil untuk tetap menjaga stabilitas permintaan pasar. Apa yang dilakukan oleh China sebagai upaya untuk menekan Amerika Serikat yang lebih dulu mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang memberikan hambatan pada komoditas gawai milik china dan juga pada perusahaan-perusahan
teknologi dan informasi asal China. Amerika Serikat terus bernegosiasi mendesak pemerintah China untuk membeli produk pertanian Amerika Serikat.
3. Ekspansi Teknologi 5G
Gambar : Posisi negara dalam menghadapi situasi larangan Amerika Serikat ke Huawei
Sumber: BBC Research
Gambar diatas menunjukan bagaimana posisi negara-negara di dunia dalam memposisikan negaranya dalam mengambil kebijakan terhadap China maupun Huawei yang dimasukan kedalam daftar hitam Amerika Serikat. Dalam kode warna merah Negara seperti Amerika Serikat, Jepang, Taiwan, hingga Taiwan menjadi negara yang sudah mengambil tindakan dengan tidak melakukan kerjasama dalam pengembangan 5G di negara mereka dan juga tidak mengimpor dari Huawei untuk komponen 5G.
Kedua, kode warna merah jambu. Negara yang masuk kategori ini yaitu New Zealand dan Kanada. Negara ini masuk kategori kemungkinan
akan mengikuti jejak Amerika Serikat. New Zealand dan Kanada menjadi negara yang kemungkinan disebabkan oleh kondisi geografis dan kepentingannya pada China maupun Huawei tidak sebesar kepentingannya kepada Amerika Serikat.
Ketiga, kode warna abu-abu. Seperti dengan makna warna abu-abu yakni tidakjelas atau ragu-ragu. Inggris, Begia, Republik Ceko, Swedia, Norwega, Polandia, Denmark, India, dan Vietnam, merupakan negara yang masuk kedalam kategori ini. Posisi ini dilihat bahwa negara-negara ini belum menetukan sikap baik iitu akan ikut kebijakan Amerika Serikat atau bekerjasa dengan Huawei dalam pengembangan 5G di negaranya. Inggris misalnya pada tahun 2018 mengeluarkan pernyataan tidak akan bekerjasama lagi dengan China maupun Huawei dalam mengembangkan jaringan teknologi generasi 5G namun tahun 2020 telah diumumkan bahwa Inggris dan China bekerjasa dalam mengembangak teknologi jaringan 5G dinegaranya.
Keempat, kode warna biru langit. Negara-negara ini memposisikan dirinya sebagai actor yang tidak mungkin melakukan larangan dalam pengembangan teknologi jaringan 5G melalui Huawei. Jerman, Spayol, Russia, Thailand, Singapura, Austria, Italia, Filipina, Swiss, Argentina, Brazil, Korea Selatan, dan Prancis merupakan negara yang masuk kategori ini. Rusia misalnya sepakat dengan Huawei dan China dalam mengembangkan teknologi jaringan generasi 5G di negaranya walaupun Huawei masuk daftar hitam Amerika Serikat. Atau Korea Selatan setelah
China yang menggunakan jaringan 5G yang komponennya diimpor dari Huawei. Korea Selatan telah memakai teknologi jaringan 5G sejak 2018 untuk memenuhi kebutuhan masyarakatnya.
Terakhir, kode warna biru tua. China, Indonesia, Afrika Selatan, Arab Saudi, Turki, dan negara Uni Emirat Arab merupakan negara pada kategori ini. Posisi mereka sebagai actor yang sudah jelas tidak melarang Huawei dan China terkait dengan 5G. Sebagai actor actor negara posisi ini sebagai gambaran dalam adanya win-win solution yang mereka miliki tanpa ada yang dirugikan.
Gambaran ini mempelihatkan bahwa walaupun Huawei mendapat banyak tekanan dari pemeritah Amerika Serikat namun Huawei mampu untuk tetap melakukan ekspansi ke negara-negara lain terutama dalam mengekspor produk-produk penyokong teknologi jaringan 5G. Tidak dapat dipungkiri dengan keunggulan-keunggulan yang dimiliki dan nilai jual yang murah menjadi pertimbangan yang logis bagi actor negara lain untuk menerima Huawei.
4. Perjanjian damai
Negosiasi terus dilakukan oleh kedua negara, Amerika Serikat dan China. Sejak 2018 hingga 2019 beberapa kali negosiasi dilakukan yang pada akhirnya mengalami kegagalan dalam negosiasinya. Tahun 2020 di quartal pertama mendapatkan sedikit harapan dengan disepakatinya perjanjian fase pertama dengan poin-poin sebagai berikut:
a. China beli produk Amerika Serikat senilai $200 milliar dollar Amerika Serikat.
Di akhir tahun 2019 China dan Amerika Serikat sepakat dalam hal China akan membeli produk Amerika Serikat senilai $200 milliar dollar Amerika Serikat. Pembelian produk ini akan dilakukan bertahap selama dua tahun. Dalam pernyataannya Trump menyampaikan bahwa China akan membeli produk pertanian sekitar $40 milliar hingga $50 millar dollar Amerika Serikat namun yang menjadi catatan bahwa China belum pernah membeli produk pertanian Amerika Serikat melebihi $26 milliar dollar Amerika Serikat.
Pada akhirnya yang disepakati oleh kedua belah pihak ialah mencakup tambahan US$32 miliar untuk pembelian produk pertanian dan makanan laut, hampir US$78 miliar untuk barang-barang pabrik seperti pesawat, mesin, dan baja, juga US$52 miliar untuk produk energi. China dan Amerika Serikat sepakat memasang target yakni Untuk produk pabrik, misalnya, China harus mencapai target pembelian US$32,9 di tahun pertama dan US$44,8 miliar di tahun selanjutnya. Sementara itu, di pos agrikultur, target yang dipasang senilai US$12,5 miliar di tahun pertama dan dilanjutkan dengan US$19,5 miliar. Di sektor energi, target tahun pertama dipatok US$18,5 miliar, dan selanjutnya US$33,9 miliar. Pada sektor layanan, target dipasang US$12,8 miliar dan US$25,1.
b. Amerika Serikat akan menurunkan tarif produk asal China
AS setuju untuk menangguhkan tarif pada sejumlah produk elektronik senilai US$160 miliar dolar AS. Sedianya, tarif tersebut berlaku pada 15 Desember 2019 lalu. Walaupun begitu Amerika Serikat tetap mempertahankan tarif sekitar US$ 380 miliar dalam bentuk barang.
AS pertama kali menerapkan tarif atas barang-barang China pada 2018 lalu. Saat itu Trump menyebut China pantas mendapat tarif sebagai hukuman atas praktik dagangnya yang tidak adil, seperti pencurian kekayaan intelektual, transfer teknologi paksa, serangan cyber, pembuangan produk, mensubsidi perusahaan milik negara dan subsidi lainnya, menjual fentanyl ke AS dan melakukan manipulasi mata uang.
Perjanjian damai fase pertama masih menyisahkan kewaspadaan pada kedua negara. Penyelesaian tarif masih berlangsung walaupun ada pengurangan. Pembahasan mengenai daftar hitam perusahaan China yang dirilis Amerika Serikat belum terselesaikan hingga larangan perangkat lunak Android pada Huawei hingga sankai ZTE belum ada kejelasan. Menunggu pembahasan perjanjian damai fase kedua.
BAB V PENUTUP
A. KESIMPULAN
1. Kebijakan Amerika Serikat memberikan tarif tambahan pada produk-produk asal China terutama untuk elektronik dan teknologi hingga mencapai 25% juga berdampak pada China yang menaikkan tarif untuk produk-produk asal Amerika Serikat.
2. Kebijakan kedua Amerika Serikat ialah mengeluarkan daftar hitam alias ilegal untuk memperjual-belikan produk asal China di Amerika Serikat seperti ZTE dan Huawei.
3. Kebijakan China selain menambah tarif untuk produk-produk asal Amerika Serikat juga menyeruhkan kepada rakyat China untuk memboikot produk pertanian asalAmerika.
4. Kebijakan China untuk terus melakukan ekspansinya untuk penggunaan jaringan generasi kelima alias 5G terus digencarkan untuk mengalahkan dominasi 4G asal Amerika Serikat.
B. SARAN
Diharapkan tulisan ini dapat menjadi acuan untuk penulis selanjutnya terutama yang ingin meneliti tentag perang dagang, hubungan perdagangan China- Amerika Serikat. Banyak hal yang bisa ditulis lagi dari tulisan ini seperti permasalahan Amerika Serikt dengan Huawei, kelanjutan Huawei setelah di banned Amerika Serikat, perjanjian damai, kebijakan-kebijakan setelah covid-19.
DAFTAR PUSTAKA
Buku
Jackson, R. & G. Sorensen. 2005. Pengantar Studi Hubungan Internasional.
Diterjemahkan dari bahasa Inggris oleh Dadan Suryadipura. Jogjakarta:
Pustaka Pelajar.
Holsti, K.J, International Politic: A Framework for Analysis, Englewood Cliffs:
Prentice Hall International, Inc. 1995.
Mas‟eod, Mochtar. Ilmu Hubungan International Disiplin dan Metodologi, Jakarta; LP3ES, 1990.
Internet
5 tahun jalur sutra, 8 negara yang kena jebakan china. (2018, 08 19). Retrieved from JPNN: https://www.msn.com/id-id/news/other/5-tahun-program-jalur-sutra-8-negara-masuk-jebakan-tiongkok/ar-BBM7hLZ
5G. (2020, 02 16). Retrieved from Wikipedia: https://id.wikipedia.org/wiki/5G CNBC Indonesia. (2018, juni 20). Rangkaian Kejadian Penyebab perang dagang
AS-China. Dipetik juli 21, 2019, dari CNBC Indonesia:
https://www.cnbcindonesia.com/news/20180620154637-4-19778/rangkaian-kejadian-penyebab-perang-dagang-as-china
CNN. (2019, juni 1). AS blokir Huwai, China akan blacklist perushaan asing.
Retrieved juli 21, 2019, from CNN :
https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20190601095713-92-400209/as-blokir-huawei-china-bakal-blacklist-perusahaan-asing
CNN Indonesia. (2017, September 26). Selain Whatsapp, 8 aplikasi ini juga diblokir di China. Retrieved juli 30, 2019, from CNN Indonesia:
https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20170926072510-185-244043/selain-whatsapp-8-aplikasi-ini-juga-diblokir-di-china Kevin, A. (2019, Oktober 10). Ada-ada saja, ini sederet "alasan' AS blokir
Perusahaan China. Retrieved from CNBC Indonesia:
https://www.cnbcindonesia.com/market/20191010120225-17-105867/ada-ada-saja-ini-sederet-alasan-as-blokir-perusahaan-china
Kompas. (2019, juni 17). Huawei Prediksi Penjualan Ponsel Turun 40-60 persen Tahun Ini. Jakarta, DKI Jakarta, Indonesia.
Oilseeds: World Markets and Trade. (2020). United States Departement of Agricultural(USDA), 4.