Sebagai dasar Hukum dalam pelaksanaan UKS secara terpadu, antara lain :
a. UU No. 23 pasal 45 Tahun 92 Tentang Kesehatan yang menegaskan bahwa Kesehatan Sekolah diselenggarakan untuk meningkatkan kemampuan hidup sehat peserta didik dalam lingkungan hidup sehat sehingga mereka dapat belajar, tumbuh dan berkembang secara harmonis dan optimal.
d. Perpres No 7 tahun 2004 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional
e. SKB 4 Menteri, Nomor 0408a/U/84/39/Menkes.SKB/984, 74/ tahun 984 dan nomor 60 Tahun 984 Tentang Pokok – pokok Kebijakan pembinaan dan pengembangan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), yang di perbaharui tahun 2003. Di dalam Keputusan Bersama Empat Memteri tentang UKS - 2004
[Menteri Pendidikan Nasional, Menteri Kesehatan, Menteri Agama, Menteri dalam Negeri] tercantum dalam Pasal 2 menyatakan bahwa
Tujuan Usaha Kesehatan Sekolah [UKS] adalah untuk meningkatkan mutu pendidikan dan prestasi belajar peserta didik dengan meningkatkan prilaku hidup bersih dan sehat dan derajat kesehatan peserta didik maupun warga belajar serta menciptakan lingkungan yang sehat, sehingga memungkinkan pertumbuhan dan perkembangan yang harmonis dan optimal dalam rangka pembentukan manusia Indonesia seutuhnya. Sasaran langsung UKS adalah peserta didik di sekolah/Satuan Pendidikan Luar Sekolah, Guru, Pamong Belajar, Pengelola Pendidikan lainnya, Pengelola Kesehatan, dan Masyarakat. Pembinaan dan Pengembangan Usaha Kesehatan Sekolah [UKS] di Sekolah/Satuan Pendidikan Luar Sekolah dilaksanakan melalui tiga program pokok yang dikenal dengan TRIAS UKS meliputi : a. Pendidikan Kesehatan
b. Pelayanan Kesehatan
Yang dimaksud SEKOLAH dalam UKS adalah :
TK, TKLB,RA, SD, SDLB, MI, SMP, SMP LB, MTs, SMA, SMK, SMA LB,MA,MAK Serta Satuan Pendidikan Keagamaan yang sederajat dan setara termasuk Ponpes baik pada jalur pendidikan formal dan Non Formal
2. Kegiatan
Kegiatan UKS adalah TRIAS UKS yang meliputi Pendidikan Kesehatan, Pelayanan kesehatan dan Pembinaan Lingkungan Sekolah Sehat.
a. Pendidikan Kesehatan
Bertujuan agar Peserta didik memiliki pengetahuan tentang Kesehatan, mengembangkan teknologi tepat guna tentang kesehatan, mampu bertahan hidup dari segala ancaman yang membahayakan fisik maupun mental melalui Pendidikan Keterampilan Hidup Sehat (PKHS).
Pelaksanaan Pendidikan Kesehatan dapat dilakukan secara Kurikuler maupun ekstra kurikuler
). Kegiatan Kurikuler
Untuk Kurikuler termasuk dalam jam pelajaran dan sesuai GBPP masuk dalam materi pelajaran Sains dan Pengetahuan Sosial PENDIDIKAN KESEHATAN PADA KBKPENDIDIKAN KESEHATAN PADA KBK (KEGIATAN KURIKULER)
Pada kurikulum berbasis kompetensi (KBK), pendidikan kesehatan menekankan pada sikap dan perilaku hidup sehat. Hal ini sesuai dengan definisi bahwa KBK adalah merupakan pernyataan tentang “apa yg harus dicapai oleh siswa yang mencakup aspek kognitif, psikomotorik dan afektif yang direfleksikan dalam kebiasaan berpikir
pendidikan kesehatan diharapkan dapat merefleksikan dalam berpikir dan bertindak dalam kehidupan sehari-hari.
Hasil analisis kurikulum 994 menunjukkan bahwa UKS adalah merupakan bagian dari pendidikan kesehatan dan jasmani serta ada beberapa pokok bahasan pendidikan kesehatan yang dalam pembelajarannya dapat disampaikan terpadu dalam IPA. Sebagai contoh, pokok bahasan Makanan Sehat, Penyakit Menular dapat digabung dalam materi IPA. Oleh karena itu, pada KBK yang akan ating, UKS merupakan bagian dari sains di SD, Biologi di SLTP dan SMU.
2). Kegiatan Ekstra kurikuler
Melakukan penyuluhan PHBS, gizi, narkoba, KRR terhadap siswa, guru dan orang tua.
Melaksanakan pelatihan UKS bagi TP UKS, guru pembina UKS dan kader kesehatan.
Melaksanakan pendidikan dan kebiasaan hidup bersih melalui program sekolah sehat.
Melaksanakan pembinaan PHBS dengan metode pemeriksaan langsung dan sistem kompetisi.
b. Pelayanan Kesehatan
Meliputi kegiatan – kegiatan antara lain :
o Kegiatan Peningkatan (Promotif), Latihan Keterampilan teknis pemeliharaan kesehatan dan pembentukan peran serta aktif peserta didik dalam pelajaran kesehatan, antara lain : Kader Kesehatan Sekolah, Olahraga, Kesenian, Berkebun dan Lomba.
o Pembinaan Sarana Lingkungan Sekolah, antara lain : * Pembinaaan Warung Sekolah (Kantin)
* Lingkungan Sekolah yang terpelihara
* Pembinaan Keteladan berperilaku hidup sehat o Kegiatan Pencegahan (Preventif)
* Memelihara Kesehatan yang bersifat umum dan khusus (Pengobatan sederhana oleh dokter kecil, pemeriksaan kesehatan berkala)
* Penjaringan kesehatan bagi anak * Monitoring / memantau peserta didik
* Usaha Pencegahan Penyakit Menular (imunisasi, PSN) o Kegiatan Penyembuhan dan Pemulihan (Kuratif dan
Rehabilitatif) * Diagnosa Dini
* Pengobatan pada penyakit * P 3 K dan P 3 P
* Rujukan ke Puskesmas
c. Pembinaan Lingkungan Sekolah Sehat
Tujuan : Peserta didik memiliki keterampilan pemeliharaan lingkungan sekolah yang sehat terdiri atas pemeliharaan Kebersihan, Keindahan, dan Kerapihan lingkungan sekolah serta pemeliharaan Ketertiban dan Keamanan serta kekeluargaan dengan melaksanakan :
o Melaksanakan kerja bakti kebersihan sekolah secara rutin dan terencana (Jumat Bersih, piket kapling, piket kelas)
o Mlaksanakan kerja bakti dengan lingkungan masyarakat sekitar sekolah
o Membuang sampah pada tempatnya dan pengadaan tempat sampah di depan kelas, dipilah antara sampah organik dan anorganik
o Mengolah sampah organik menjadi kompos o Tidak mencorat-coret dinding dan bangku o Menyiram jamban sampai bersih sesudah dipakai
o Membuat dan memelihara kapling, kebun sekolah, TOGA, taman sekolah
o Mengikuti kegiatan Dinamika Kelompok (wisata, olah raga dan kesenian
Kegiatannya meliputi : o Bina lingkungan fisik
o Bina lingkungan mental, sosial shg tercipta hubungan kekeluargaan yang akrab sesama warga sekolah.
Cara Pembinaan Lingkungan Sekolah Sehat :
o Melakukan pemeliharaan sarana fisik dan lingkungan sekolah
o Melakukan pengadaan sarana sekolah yang mendukung terciptanya lingkungan bersih dan sehat.
o Melakukan kerjasama dengan masyarakat sekitar sekolah yang mengandung lingkungan bersih dan sehat
o Melakukan penataan halaman, pekarangan, perindangan, Apotik hidup dan pagar sekolah yang aman.
Dikembangkan strata untuk pembinaan lingkungan sekolah sehat sebagai upaya untuk memotivasi pihak sekolah agar dapat memenuhi standar minimal yang harus dipenuhi untuk memperoleh predikat sekolah dengan lingkungan sekolah sehat sebagai berikut :
a. Strata minimal . Ada air bersih
2. Ada tempat cuci tangan
3. Ada wc yang berfungsi ada tempat sampah 4. Ada saluran pembuangan air limbah yang berfungsi
dengan baik
5. Ada halaman/pekarangan b. Strata Standar
. Dilaksanakan seluruh strata minimal 2. Memiliki pagar
3. Ada penghijauan/perindangan c. Stara Optimal
. Dilaksanakan seluruh strata standar
2. Memiliki pagar yang aman dan berfungsi dengan baik
3. Ada toga/kebun sekolah
4. Ada tempat cuci tangan dibeberapa tempat dengan air mengalir
6. Ada tempat sampah ditiap kelas dan tempat penampungan sampah akhir di sekolah
7. Ada wc siswa dan guru yang memenuhi syarat kesehatan dan kebersihan
8. Ada saluran pembuangan air limbah yang berfungsi dengan baik & mengalir lancar
9. Ada halaman yang cukup luas untuk upacara dan berolaharaga/penjas
d. Stara Paripurna
. Dilaksanakan seluruh strata optimal
2. Ada tempat cuci tangan dibeberapa tempat dengan air mengalir dilengkapi lap dan sabun 3. Ada kantin & tempat cuci perabot, menu gizi
seimbang dengan petugas kantin bersih dan terlatih
4. Ada tempat sampah ditiap kelas dan sampah langsung diangkut ke tps diluar sekolah/umum 5. Ada wc siswa dan guru yang memenuhi syarat
kesehatan dan dengan ratio wc : siswa : 20 6. Ada saluran pembuangan air limbah yang tertutup
& berfungsi dengan baik, mengalir dan lancar 7. Ada halaman yang cukup luas untuk upacara dan
berolaharaga/ penjas
8. Ada taman/kebun sekolah yang dimanfaatkan dan diberi label (untuk sarana belajar) serta hasilnya di
3. Pengorganisasian UKS
Untuk mendukung Pelaksanaan Tiga Program Pokok UKS di Sekolah/Satuan Pendidikan Luar Sekolah diperlukan program penduduk yang meliputi :
a. Ketenagaan; b. Pendanaan; c. Sarana Prasaran;
d. Penelitian dan Pengembangan
Pembinaan dan Pengembangan Usaha Kesehatan Sekolah [UKS] dilaksanakan oleh Tim UKS yang terdiri atas :
a. Tim Pembina UKS Pusat; b. Tim Pembina UKS Propinsi; c. Tim Pembina UKS Kabupaten/Kota d. Tim Pembina UKS Kecamatan; e. Tim Pelaksana UKS di sekolah. Tugas Tim Pelaksana UKS :
a. Melaksanakan Tiga Program Pokok [UKS] yang terdiri dari Pendidikan Kesehatan, Pelayanan Kesehatan dan Pembinaan Lingkungan Sekolah Sehat sesuai ketentuan dan pedoman yang telah ditetapkan oleh Pembinaan UKS;
b. Menjalin kerjasama dengan orang tua murid, instansi lain dan masyarakat dalam pelaksanaan kegiatan UKS;
c. Menyusun program, melaksanakan penilaian/evaluasi dan menyampaikan laporan kepada Tim Pembina UKS Kecamatan;
Posisi Tim Pembina UKS
Tim Pembina UKS berkedudukan mulai dari tingkat Pusat sampai Kecamatan;
Tim pelaksana UKS berkedudukan di Sekolah mulai dari TK/RA sampai SMA/SMK/MA;
Tim Pembina UKS Pusat diketuai para Dirjen dari 4 Departemen Terkait;
Tim Pembina UKS Propinsi adalah Gubernur; Tim Pembina UKS Kab/kota adalah Bupati/Walikota; Tim Pembina UKS Kecamatan adalah Camat;
Tim Pelaksana UKS adalah Kepala Sekolah/ Kepala Madrasah. Keanggotaan Tim Pelaksana UKS terdiri dari unsur Pemerintah Desa/Kelurahan, Kepala Sekolah, Guru, Pamong Belajar, Organisasi Siswa Intra Sekolah [OSIS], Puskesmas, Orang Tua Murid, serta unsur lain yang relevan.Keanggotaan Tim Pelaksana UKS di Sekolah ditetapkan oleh Kepala Sekolah.Biaya pembinaan dan pengembangan UKS terdiri atas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara masing-masing Departemen, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Peopinsi, Kabupaten/ Kota, Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah serta sumber lain yang sah dan tidak mengikat.
4. Kegiatan Higiene dan Sanitasi Makanan dalam UKS Peningkatan Higiene dan Sanitasi Makanan di sekolah sangatlah erat kaitannya dengan program UKS yaitu termasuk dalam kegiatan Pelayanan kesehatan yaitu pembinaan warung sekolah dan kegiatan Pembinaan Lingkungan Sekolah Sehat dalam rangka mencapai strata optimal yaitu Adanya Kantin Sekolah.
Dengan demikian kegiatan Higiene dan Sanitasi Makanan di Sekolah layak dilaksanakan sebagai salah satu kegiatan yang cukup penting
Tim Pembina UKS sebagai satu wadah organisasi yang berkewajiban melaksanakan Trias UKS perlu dimotivasi untuk mempertimbangkan lebih besar pada kegiatan UKS khususnya Higiene dan Sanitasi Makanan di sekolah agar peserta didik terhindar dari makanan yang dapat menimbulkan penyakit bawaan makanan yang berasal dari lingkungan sekolah.