• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kebijakan, Strategi dan Program

Dalam dokumen BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang (Halaman 40-46)

Kebijakan, strategi dan program pengembangan pelayanan transportasi laut dalam mendukung kawasan strategis pariwisata disusun berdasarkan analisis matriks internal – eksternal dan SWOT . Dalam lingkup makro, kebijakan, strategi dan program yang didasari oleh berbagai peraturan dan kebijakan yang telah diterapkan oleh pemerintah, yaitu Undang–undang Nomor 17 tahun 2008 tentang

Pelayaran, Undang-undang Nomor 10 tahun 2009 tentang

Kepariwisataan, Peraturan Pemerintah Nomor 61 Tahun 2009 tentang Kepelabuhanan, Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 50 Tahun 2011 Tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Nasional Tahun 2010 – 2025, serta Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KP 414 Tahun 2013 tentang Penetapan Rencana Induk Pelabuhan Nasional.

1. Kebijakan

Salah satu tujuan penyelenggaraan pelayaran adalah untuk memperlancar arus perpindahan orang dan/atau barang melalui perairan dengan mengutamakan dan melindungi angkutan di perairan dalam rangka memperlancar kegiatan perekonomian nasional. Pariwisata merupakan salah satu kegiatan ekonomi nasional yang terus berkembang di masa mendatang. Sebagai wilayah kepulauan dengan luas laut lebih dari dua per tiga,

Indonesia memiliki potensi pengembangan pariwisata

maritim/bahari. Keunggulan komparatif yang telah dimiliki Indonesia dengan keluasan dan kekayaan alam harus

dimanfaatkan dengan optimal untuk sebesar-besarnya

kemakmuran rakyat.

Untuk menunjang pengembangan pariwisata, transportasi merupakan sektor yang sangat penting dan dominan, disamping faktor obyek wisata, atraksi, pelayanan, promosi dan informasi. Terkait dengan pariwisata maritim, transportasi laut merupakan moda yang diperlukan untuk mencapai lokasi yang berada di pantai atau dasar laut.

Pengembangan transportasi laut untuk mendukung pariwisata maritim akan mencakup:

a. Transportasi lingkup global, untuk mengakomodasi permintaan wisatawan dari luar negeri untuk berwisata di Indonesia,

b. Transportasi lingkup nasional, untuk mengakomodasi permintaan wisatawan dalam lingkup wilayah Indonesia dalam pergerakan antar provinsi,

c. Transportasi lingkup lokal, untuk mengakomodasi permintaan wisatawan dalam lingkup lokal dalam upaya menjangkau obyek wisata yang dituju.

Kebijakan pengembangan transportasi laut diarahkan pada pengembangan prasarana pelabuhan, sarana dan perluasan jaringan. Tujuannya adalah untuk memastikan transportasi laut memiliki kemampuan untuk mengakomodasi jumlah wisatawan dengan kualitas yang baik, menjangkau wilayah wisata secara luas, dan memiliki frekuensi layanan yang memadai.

Kebijakan pengembangan transportasi laut diarahkan dalam upaya:

a. Menjaga kualitas layanan dalam aspek kenyamanan, keamanan dan keteraturan baik selama di pelabuhan maupun pelayaran, sehingga diharapkan akan mampu mendorong minat wisatawan untuk melakukan perjalanan ke tujuan wisata.

b. Meningkatkan aksesibilitas layanan transportasi laut untuk menjangkau lokasi wisata maritim. Dalam Rencana Induk Pariwisata Nasional 2010 – 2025 telah mencantumkan 50 Destinasi Pariwisata Nasional (DPN), 222 Kawasan Pengembangan Pariwisata Nasional (KPPN) dan 80 Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) sebagai target lokasi yang harus dilayani.

c. Meningkatkan aktifitas sosial ekonomi masyarakat dalam kegiatan terkait dengan kegiatan transportasi laut dan pariwisata maritim, yang selanjutnya diharapkan akan

mampu meningkatkan pendapatan untuk mendorong

pencapaian kesejahteraan. 2. Strategi

Strategi pengembangan transportasi laut untuk mendukung pariwisata maritim mencakup:

a. Aspek Regulasi, meliputi:

1) Penetapan regulasi dan kebijakan yang diperlukan dalam lingkup operasional, terkait perizinan, pengelolaan kawasan wisata,

2) Menyusun standar operasi dan prosedur operasional kapal yang mampu menjaga kelestarian lingkungan dengan melibatkan semua pihak,

3) Penetapan syarat-syarat pada pelaku usaha pariwisata untuk melibatkan sebesar mungkin tenaga kerja lokal,

sehingga mengurangi kesenjangan ekonomi dan

42

b. Aspek Kelembagaan/Tata Kelola, meliputi:

1) Peningkatan kapasitas SDM pelaku usaha pariwisata baik dari sektor pemerintah maupun swasta sehingga sesuai dengan standar internasional,

2) Sinkronisasi kebijakan dan strategi antar berbagai sektor yang terkait, sehingga dapat tercapai sinergi,

3) Pendampingan pada masyarakat sehingga mampu terlibat secara aktif dalam pengembangan sektor pariwisata di daerahnya.

c. Aspek Pendanaan, meliputi:

1) Mendorong investasi infrastruktur pada destinasi wisata yang potensial untuk didatangi kapal cruise,

2) Pemanfaatan berbagai sumber pendanaan baik dari pemerintah atau swasta untuk mengembangkan destinasi wisata maritim.

d. Aspek Destinasi Pariwisata, meliputi:

1) Memaksimalkan potensi alam yang berkarakteristik wisata maritim di seluruh wilayah Indonesia,

2) Membangun jaringan dengan pelaku wisata dunia, sehingga Indonesia menjadi bagian dari destinasi yang akan dikunjungi,

3) Mengemas paket-paket wisata yang menarik, baik yang berbasis wisata maritim maupun budaya,

4) Penyiapan fasilitas yang diperlukan wisatawan asing, misalnya imigrasi, bea cukai, money changer dan sebagainya.

e. Aspek Transportasi Laut, meliputi:

1) Mengembangkan paket wisata intermoda, dengan memaksimalkan keunggulan komparatif masing-masing moda,

2) Peningkatan kualitas pelayanan transportasi laut yang mencakup aspek keamanan, keteraturan, kepastian jadwal.

3. Program

Berdasarkan kebijakan dan strategi yang disusun, maka program pengembangan transportasi laut untuk mendukung pariwisata maritim di wilayah studi disajikan dalam tabel berikut:

Tabel 3. 7 Matriks Program Pengembangan Transportasi Laut untuk Mendukung Pariwisata Maritim di Wilayah Studi

Strategi Program Prioritas Wilayah

Implementasi

2014 - 2019 2019 - 2024 2024 – 2029

1) Aspek Regulasi: a) Penetapan regulasi dan

kebijakan yang diperlukan dalam lingkup operasional, terkait perizinan dan pengelolaan kawasan wisata b) Menyusun standar operasi dan

prosedur operasional kapal yang mampu menjaga kelestarian lingkungan c) Penetapan syarat-syarat pada

pelaku usaha pariwisata untuk melibatkan sebesar mungkin tenaga kerja lokal

a) mengidentifikasi permasalahan terkait aspek operasional penyelenggaraan pariwisata b) mengidentifikasi kebutuhan regulasi dan kebijakan untuk mengatasi permasalahan c) merancang, menetapkan dan

menjalankan peraturan dan kebijakan

d) mengevaluasi hasil pelaksanaan regulasi dan kebijakan

a) mengidentifikasi perubahan penyelenggaraan pariwisata maritim yang memerlukan penyesuaian regulasi dan kebijakan

b) merancang, menetapkan dan menjalankan peraturan baru c) mengevaluasi hasil pelaksanaan

regulasi dan kebijakan

a) mengidentifikasi perubahan penyelenggaraan pariwisata maritim yang memerlukan penyesuaian regulasi dan kebijakan

b) merancang, menetapkan dan menjalankan peraturan baru c) mengevaluasi hasil pelaksanaan

regulasi dan kebijakan

Seluruh wilayah

2) Aspek Kelembagaan/Tata Kelola a. Peningkatan kapasitas SDM

pelaku usaha pariwisata baik dari sektor pemerintah maupun swasta sehingga sesuai dengan standar internasional,

Menyelenggarakan pelatihan, kursus dan studi lanjut bagi pelaku usaha di sektor pariwisata

Menyelenggarakan pelatihan, kursus dan studi lanjut bagi pelaku usaha di sektor pariwisata

Menyelenggarakan pelatihan, kursus dan studi lanjut bagi pelaku usaha di sektor pariwisata

Seluruh wilayah, khususnya di luar Jawa

b. Sinkronisasi kebijakan dan strategi antar berbagai sektor yang terkait, sehingga dapat tercapai sinergi,

Memberdayakan berbagai forum konsultasi lintas sektor, seperti Musrenbang baik di tingkat nasional maupun daerah untuk menghasilkan program kerja yang sinergis

Memberdayakan berbagai forum konsultasi lintas sektor, seperti Musrenbang baik di tingkat nasional maupun daerah untuk menghasilkan program kerja yang sinergis

Memberdayakan berbagai forum konsultasi lintas sektor, seperti Musrenbang baik di tingkat nasional maupun daerah untuk menghasilkan program kerja yang sinergis

Seluruh wilayah

c. Pendampingan pada masyarakat sehingga mampu terlibat secara aktif dalam pengembangan sektor pariwisata di daerahnya.

a) memberikan penyuluhan dan pendampingan kepada masyarakat di wilayah Destinasi Pariwisata Nasional

b) Memberi pelatihan kepada

Meningkatkan kemampuan masyarakat untuk terlibat secara lebih aktif, bukan hanya sebagai penyerta tetapi sebagai pelaku utama

Mendorong pariwisata sebagai sumber pendapatan utama masyarakat

44

Strategi Program Prioritas Wilayah

Implementasi

2014 - 2019 2019 - 2024 2024 – 2029

masyarakat sehingga mampu terlibat dalam kegiatan pariwisata

3) Aspek Pendanaan a. Mendorong investasi

infrastruktur pada destinasi wisata yang potensial untuk didatangi kapal cruise,

a) Mengidentifikasi kelayakan pengembangan pelabuhan yang mampu disandari kapal wisata b) Merekomendasikan kebutuhan

pembangunan, dan melaksanakannya

Memanfaatkan secara optimal prasarana yang sudah dibangun untuk mengembangan destinasi pariwisata maritim di wilayah tersebut

Memanfaatkan secara optimal prasarana yang sudah dibangun untuk mengembangan destinasi pariwisata maritim di wilayah tersebut

Seluruh wilayah

b. Pemanfaatan berbagai sumber pendanaan baik dari pemerintah atau swasta untuk mengembangkan destinasi wisata maritim.

a) mengidentifikasi potensi pendanaan yang dapat dimanfaatkan untuk

pengembangan pariwisata baik yang bersumber dari pemerintah maupun swasta

b) memanfaatkan sumber dana yang tersedia melalui mekanisme yang sesuai

Memanfaatkan sumber dana yang tersedia untuk pengembangan destinasi pariwisata maritim

Memanfaatkan sumber dana yang tersedia untuk pengembangan destinasi pariwisata maritim

Seluruh wilayah

4) Aspek Destinasi Pariwisata a. Memaksimalkan potensi alam

yang berkarakteristik wisata maritim di seluruh wilayah Indonesia,

a) Mengidentifikasi potensi alam yang layak untuk dikembangkan menjadi destinasi pariwisata maritim

b) Mengembangkan lebih lanjut potensi wilayah yang telah dimanfaatkan

Mengembangkan lebih lanjut potensi wilayah untuk memaksimalkan manfaat bagi masyarakat

Mengembangkan lebih lanjut potensi wilayah untuk memaksimalkan manfaat bagi masyarakat

Seluruh wilayah, khususnya di luar Jawa

b. Membangun jaringan dengan pelaku wisata dunia, sehingga Indonesia menjadi bagian dari destinasi yang akan

dikunjungi,

a) Aktif dalam promosi wisata baik melalui media cetak maupun elektronik, serta berbagai pameran di seluruh dunia b) Meningkatkan hubungan dengan

berbagai pelaku usaha pariwisata dunia sehingga

Memaksimalkan jejaring yang ada untuk meningkatkan volume wisatawan ke Indonesia

Memaksimalkan jejaring yang ada untuk meningkatkan volume wisatawan ke Indonesia

Strategi Program Prioritas Wilayah Implementasi

2014 - 2019 2019 - 2024 2024 – 2029

mampu menangkap pasar wisata yang berkembang

c. Mengemas paket-paket wisata yang menarik, baik yang berbasis wisata maritim maupun budaya,

a) Mengidentifikasi potensi wisata budaya yang dapat

dikembangkan untuk mendukung pariwisata maritim b) Mengemas paket wisata dan

mempromosikan melalui berbagai media

a) Mengevaluasi sinergi wisata budaya dan maritim b) Memaksimalkan potensi yang

masih mampu dimanfaatkan

Memaksimalkan potensi yang masih mampu dimanfaatkan

Seluruh wilayah

d. Penyiapan fasilitas yang diperlukan wisatawan asing, misalnya imigrasi, bea cukai, money changer dan sebagainya.

a) Mengidentifikasi kebutuhan fasilitas untuk wisatawan asing di destinasi pariwisata maritim b) Menyediakan fasilitas yang

diperlukan

c) Mengevaluasi kinerja penyediaan dan melakukan perbaikan

Meningkatkan kinerja fasilitas untuk wisatawan asing, sehingga mampu menarik wisatawan ke Indonesia

Meningkatkan kinerja fasilitas untuk wisatawan asing, sehingga mampu menarik wisatawan ke Indonesia

Seluruh wilayah

5) Aspek Transportasi Laut a. Mengembangkan paket wisata

intermoda, dengan memaksimalkan keunggulan komparatif masing-masing moda,

a) Mengidentifikasi karakteristik wisatawan dan kebutuhan perjalanannya

b) Menyiapkan sarana dan prasarana transportasi yang sesuai dengan kebutuhan wisatawan dengan berbasis pada sistem transportasi multimoda yang paling efisien

a) Melakukan evaluasi kinerja transportasi multi moda dalam mendukung pariwisata maritim b) Melakukan perbaikan secara

terus menerus sehingga mencapai standar layanan yang diharapkan

a) Melakukan evaluasi kinerja transportasi multi moda dalam mendukung pariwisata maritim b) Melakukan perbaikan secara

terus menerus sehingga mencapai standar layanan yang diharapkan

Seluruh wilayah

b. Peningkatan kualitas pelayanan transportasi laut yang mencakup aspek keamanan, keteraturan, kepastian jadwal.

a) Mengidentifikasi karakteristik wisatawan dan kebutuhan perjalanannya

b) Menyiapkan sarana dan prasarana transportasi yang sesuai dengan kebutuhan wisatawan

a) Melakukan evaluasi kinerja transportasi laut dalam mendukung pariwisata maritim b) Melakukan perbaikan secara

terus menerus sehingga mencapai standar layanan yang diharapkan

a) Melakukan evaluasi kinerja transportasi laut dalam mendukung pariwisata maritim b) Melakukan perbaikan secara

terus menerus sehingga mencapai standar layanan yang diharapkan

BAB IV

KESIMPULAN DAN SARAN

Dalam dokumen BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang (Halaman 40-46)

Dokumen terkait