Kebijakan, strategi dan program pengembangan pelayanan transportasi laut dalam mendukung kawasan strategis pariwisata disusun berdasarkan analisis matriks internal – eksternal dan SWOT . Dalam lingkup makro, kebijakan, strategi dan program yang didasari oleh berbagai peraturan dan kebijakan yang telah diterapkan oleh pemerintah, yaitu Undang–undang Nomor 17 tahun 2008 tentang
Pelayaran, Undang-undang Nomor 10 tahun 2009 tentang
Kepariwisataan, Peraturan Pemerintah Nomor 61 Tahun 2009 tentang Kepelabuhanan, Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 50 Tahun 2011 Tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Nasional Tahun 2010 – 2025, serta Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KP 414 Tahun 2013 tentang Penetapan Rencana Induk Pelabuhan Nasional.
1. Kebijakan
Salah satu tujuan penyelenggaraan pelayaran adalah untuk memperlancar arus perpindahan orang dan/atau barang melalui perairan dengan mengutamakan dan melindungi angkutan di perairan dalam rangka memperlancar kegiatan perekonomian nasional. Pariwisata merupakan salah satu kegiatan ekonomi nasional yang terus berkembang di masa mendatang. Sebagai wilayah kepulauan dengan luas laut lebih dari dua per tiga,
Indonesia memiliki potensi pengembangan pariwisata
maritim/bahari. Keunggulan komparatif yang telah dimiliki Indonesia dengan keluasan dan kekayaan alam harus
dimanfaatkan dengan optimal untuk sebesar-besarnya
kemakmuran rakyat.
Untuk menunjang pengembangan pariwisata, transportasi merupakan sektor yang sangat penting dan dominan, disamping faktor obyek wisata, atraksi, pelayanan, promosi dan informasi. Terkait dengan pariwisata maritim, transportasi laut merupakan moda yang diperlukan untuk mencapai lokasi yang berada di pantai atau dasar laut.
Pengembangan transportasi laut untuk mendukung pariwisata maritim akan mencakup:
a. Transportasi lingkup global, untuk mengakomodasi permintaan wisatawan dari luar negeri untuk berwisata di Indonesia,
b. Transportasi lingkup nasional, untuk mengakomodasi permintaan wisatawan dalam lingkup wilayah Indonesia dalam pergerakan antar provinsi,
c. Transportasi lingkup lokal, untuk mengakomodasi permintaan wisatawan dalam lingkup lokal dalam upaya menjangkau obyek wisata yang dituju.
Kebijakan pengembangan transportasi laut diarahkan pada pengembangan prasarana pelabuhan, sarana dan perluasan jaringan. Tujuannya adalah untuk memastikan transportasi laut memiliki kemampuan untuk mengakomodasi jumlah wisatawan dengan kualitas yang baik, menjangkau wilayah wisata secara luas, dan memiliki frekuensi layanan yang memadai.
Kebijakan pengembangan transportasi laut diarahkan dalam upaya:
a. Menjaga kualitas layanan dalam aspek kenyamanan, keamanan dan keteraturan baik selama di pelabuhan maupun pelayaran, sehingga diharapkan akan mampu mendorong minat wisatawan untuk melakukan perjalanan ke tujuan wisata.
b. Meningkatkan aksesibilitas layanan transportasi laut untuk menjangkau lokasi wisata maritim. Dalam Rencana Induk Pariwisata Nasional 2010 – 2025 telah mencantumkan 50 Destinasi Pariwisata Nasional (DPN), 222 Kawasan Pengembangan Pariwisata Nasional (KPPN) dan 80 Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) sebagai target lokasi yang harus dilayani.
c. Meningkatkan aktifitas sosial ekonomi masyarakat dalam kegiatan terkait dengan kegiatan transportasi laut dan pariwisata maritim, yang selanjutnya diharapkan akan
mampu meningkatkan pendapatan untuk mendorong
pencapaian kesejahteraan. 2. Strategi
Strategi pengembangan transportasi laut untuk mendukung pariwisata maritim mencakup:
a. Aspek Regulasi, meliputi:
1) Penetapan regulasi dan kebijakan yang diperlukan dalam lingkup operasional, terkait perizinan, pengelolaan kawasan wisata,
2) Menyusun standar operasi dan prosedur operasional kapal yang mampu menjaga kelestarian lingkungan dengan melibatkan semua pihak,
3) Penetapan syarat-syarat pada pelaku usaha pariwisata untuk melibatkan sebesar mungkin tenaga kerja lokal,
sehingga mengurangi kesenjangan ekonomi dan
42
b. Aspek Kelembagaan/Tata Kelola, meliputi:
1) Peningkatan kapasitas SDM pelaku usaha pariwisata baik dari sektor pemerintah maupun swasta sehingga sesuai dengan standar internasional,
2) Sinkronisasi kebijakan dan strategi antar berbagai sektor yang terkait, sehingga dapat tercapai sinergi,
3) Pendampingan pada masyarakat sehingga mampu terlibat secara aktif dalam pengembangan sektor pariwisata di daerahnya.
c. Aspek Pendanaan, meliputi:
1) Mendorong investasi infrastruktur pada destinasi wisata yang potensial untuk didatangi kapal cruise,
2) Pemanfaatan berbagai sumber pendanaan baik dari pemerintah atau swasta untuk mengembangkan destinasi wisata maritim.
d. Aspek Destinasi Pariwisata, meliputi:
1) Memaksimalkan potensi alam yang berkarakteristik wisata maritim di seluruh wilayah Indonesia,
2) Membangun jaringan dengan pelaku wisata dunia, sehingga Indonesia menjadi bagian dari destinasi yang akan dikunjungi,
3) Mengemas paket-paket wisata yang menarik, baik yang berbasis wisata maritim maupun budaya,
4) Penyiapan fasilitas yang diperlukan wisatawan asing, misalnya imigrasi, bea cukai, money changer dan sebagainya.
e. Aspek Transportasi Laut, meliputi:
1) Mengembangkan paket wisata intermoda, dengan memaksimalkan keunggulan komparatif masing-masing moda,
2) Peningkatan kualitas pelayanan transportasi laut yang mencakup aspek keamanan, keteraturan, kepastian jadwal.
3. Program
Berdasarkan kebijakan dan strategi yang disusun, maka program pengembangan transportasi laut untuk mendukung pariwisata maritim di wilayah studi disajikan dalam tabel berikut:
Tabel 3. 7 Matriks Program Pengembangan Transportasi Laut untuk Mendukung Pariwisata Maritim di Wilayah Studi
Strategi Program Prioritas Wilayah
Implementasi
2014 - 2019 2019 - 2024 2024 – 2029
1) Aspek Regulasi: a) Penetapan regulasi dan
kebijakan yang diperlukan dalam lingkup operasional, terkait perizinan dan pengelolaan kawasan wisata b) Menyusun standar operasi dan
prosedur operasional kapal yang mampu menjaga kelestarian lingkungan c) Penetapan syarat-syarat pada
pelaku usaha pariwisata untuk melibatkan sebesar mungkin tenaga kerja lokal
a) mengidentifikasi permasalahan terkait aspek operasional penyelenggaraan pariwisata b) mengidentifikasi kebutuhan regulasi dan kebijakan untuk mengatasi permasalahan c) merancang, menetapkan dan
menjalankan peraturan dan kebijakan
d) mengevaluasi hasil pelaksanaan regulasi dan kebijakan
a) mengidentifikasi perubahan penyelenggaraan pariwisata maritim yang memerlukan penyesuaian regulasi dan kebijakan
b) merancang, menetapkan dan menjalankan peraturan baru c) mengevaluasi hasil pelaksanaan
regulasi dan kebijakan
a) mengidentifikasi perubahan penyelenggaraan pariwisata maritim yang memerlukan penyesuaian regulasi dan kebijakan
b) merancang, menetapkan dan menjalankan peraturan baru c) mengevaluasi hasil pelaksanaan
regulasi dan kebijakan
Seluruh wilayah
2) Aspek Kelembagaan/Tata Kelola a. Peningkatan kapasitas SDM
pelaku usaha pariwisata baik dari sektor pemerintah maupun swasta sehingga sesuai dengan standar internasional,
Menyelenggarakan pelatihan, kursus dan studi lanjut bagi pelaku usaha di sektor pariwisata
Menyelenggarakan pelatihan, kursus dan studi lanjut bagi pelaku usaha di sektor pariwisata
Menyelenggarakan pelatihan, kursus dan studi lanjut bagi pelaku usaha di sektor pariwisata
Seluruh wilayah, khususnya di luar Jawa
b. Sinkronisasi kebijakan dan strategi antar berbagai sektor yang terkait, sehingga dapat tercapai sinergi,
Memberdayakan berbagai forum konsultasi lintas sektor, seperti Musrenbang baik di tingkat nasional maupun daerah untuk menghasilkan program kerja yang sinergis
Memberdayakan berbagai forum konsultasi lintas sektor, seperti Musrenbang baik di tingkat nasional maupun daerah untuk menghasilkan program kerja yang sinergis
Memberdayakan berbagai forum konsultasi lintas sektor, seperti Musrenbang baik di tingkat nasional maupun daerah untuk menghasilkan program kerja yang sinergis
Seluruh wilayah
c. Pendampingan pada masyarakat sehingga mampu terlibat secara aktif dalam pengembangan sektor pariwisata di daerahnya.
a) memberikan penyuluhan dan pendampingan kepada masyarakat di wilayah Destinasi Pariwisata Nasional
b) Memberi pelatihan kepada
Meningkatkan kemampuan masyarakat untuk terlibat secara lebih aktif, bukan hanya sebagai penyerta tetapi sebagai pelaku utama
Mendorong pariwisata sebagai sumber pendapatan utama masyarakat
44
Strategi Program Prioritas Wilayah
Implementasi
2014 - 2019 2019 - 2024 2024 – 2029
masyarakat sehingga mampu terlibat dalam kegiatan pariwisata
3) Aspek Pendanaan a. Mendorong investasi
infrastruktur pada destinasi wisata yang potensial untuk didatangi kapal cruise,
a) Mengidentifikasi kelayakan pengembangan pelabuhan yang mampu disandari kapal wisata b) Merekomendasikan kebutuhan
pembangunan, dan melaksanakannya
Memanfaatkan secara optimal prasarana yang sudah dibangun untuk mengembangan destinasi pariwisata maritim di wilayah tersebut
Memanfaatkan secara optimal prasarana yang sudah dibangun untuk mengembangan destinasi pariwisata maritim di wilayah tersebut
Seluruh wilayah
b. Pemanfaatan berbagai sumber pendanaan baik dari pemerintah atau swasta untuk mengembangkan destinasi wisata maritim.
a) mengidentifikasi potensi pendanaan yang dapat dimanfaatkan untuk
pengembangan pariwisata baik yang bersumber dari pemerintah maupun swasta
b) memanfaatkan sumber dana yang tersedia melalui mekanisme yang sesuai
Memanfaatkan sumber dana yang tersedia untuk pengembangan destinasi pariwisata maritim
Memanfaatkan sumber dana yang tersedia untuk pengembangan destinasi pariwisata maritim
Seluruh wilayah
4) Aspek Destinasi Pariwisata a. Memaksimalkan potensi alam
yang berkarakteristik wisata maritim di seluruh wilayah Indonesia,
a) Mengidentifikasi potensi alam yang layak untuk dikembangkan menjadi destinasi pariwisata maritim
b) Mengembangkan lebih lanjut potensi wilayah yang telah dimanfaatkan
Mengembangkan lebih lanjut potensi wilayah untuk memaksimalkan manfaat bagi masyarakat
Mengembangkan lebih lanjut potensi wilayah untuk memaksimalkan manfaat bagi masyarakat
Seluruh wilayah, khususnya di luar Jawa
b. Membangun jaringan dengan pelaku wisata dunia, sehingga Indonesia menjadi bagian dari destinasi yang akan
dikunjungi,
a) Aktif dalam promosi wisata baik melalui media cetak maupun elektronik, serta berbagai pameran di seluruh dunia b) Meningkatkan hubungan dengan
berbagai pelaku usaha pariwisata dunia sehingga
Memaksimalkan jejaring yang ada untuk meningkatkan volume wisatawan ke Indonesia
Memaksimalkan jejaring yang ada untuk meningkatkan volume wisatawan ke Indonesia
Strategi Program Prioritas Wilayah Implementasi
2014 - 2019 2019 - 2024 2024 – 2029
mampu menangkap pasar wisata yang berkembang
c. Mengemas paket-paket wisata yang menarik, baik yang berbasis wisata maritim maupun budaya,
a) Mengidentifikasi potensi wisata budaya yang dapat
dikembangkan untuk mendukung pariwisata maritim b) Mengemas paket wisata dan
mempromosikan melalui berbagai media
a) Mengevaluasi sinergi wisata budaya dan maritim b) Memaksimalkan potensi yang
masih mampu dimanfaatkan
Memaksimalkan potensi yang masih mampu dimanfaatkan
Seluruh wilayah
d. Penyiapan fasilitas yang diperlukan wisatawan asing, misalnya imigrasi, bea cukai, money changer dan sebagainya.
a) Mengidentifikasi kebutuhan fasilitas untuk wisatawan asing di destinasi pariwisata maritim b) Menyediakan fasilitas yang
diperlukan
c) Mengevaluasi kinerja penyediaan dan melakukan perbaikan
Meningkatkan kinerja fasilitas untuk wisatawan asing, sehingga mampu menarik wisatawan ke Indonesia
Meningkatkan kinerja fasilitas untuk wisatawan asing, sehingga mampu menarik wisatawan ke Indonesia
Seluruh wilayah
5) Aspek Transportasi Laut a. Mengembangkan paket wisata
intermoda, dengan memaksimalkan keunggulan komparatif masing-masing moda,
a) Mengidentifikasi karakteristik wisatawan dan kebutuhan perjalanannya
b) Menyiapkan sarana dan prasarana transportasi yang sesuai dengan kebutuhan wisatawan dengan berbasis pada sistem transportasi multimoda yang paling efisien
a) Melakukan evaluasi kinerja transportasi multi moda dalam mendukung pariwisata maritim b) Melakukan perbaikan secara
terus menerus sehingga mencapai standar layanan yang diharapkan
a) Melakukan evaluasi kinerja transportasi multi moda dalam mendukung pariwisata maritim b) Melakukan perbaikan secara
terus menerus sehingga mencapai standar layanan yang diharapkan
Seluruh wilayah
b. Peningkatan kualitas pelayanan transportasi laut yang mencakup aspek keamanan, keteraturan, kepastian jadwal.
a) Mengidentifikasi karakteristik wisatawan dan kebutuhan perjalanannya
b) Menyiapkan sarana dan prasarana transportasi yang sesuai dengan kebutuhan wisatawan
a) Melakukan evaluasi kinerja transportasi laut dalam mendukung pariwisata maritim b) Melakukan perbaikan secara
terus menerus sehingga mencapai standar layanan yang diharapkan
a) Melakukan evaluasi kinerja transportasi laut dalam mendukung pariwisata maritim b) Melakukan perbaikan secara
terus menerus sehingga mencapai standar layanan yang diharapkan