• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

3.3 Perancangan Sistem

3.3.1. Kebutuhan Alat

3.3.1. Kebutuhan Alat

Pada subbab sebelumnya telah dijelaskan bahwa perancangan 3 Phase Power Meter membutuhkan perangkat keras dan perangkat lunak. Maka, dibutuhkan pemilihan tipe perangkat yang sesuai dengan kebutuhan sistem yang dirancang.

1. Arduino UNO

Arduino UNO adalah board mikrokontroler berbasis ATmega328 (datasheet). Memiliki 14 pin input dari output digital dimana 6 pin input tersebut dapat digunakan sebagai output PWM dan 6 pin input analog, 16 MHz osilator kristal, koneksi USB, jack power, ICSP header, dan tombol reset. Untuk mendukung mikrokontroler agar dapat digunakan, cukup hanya menghubungkan Board Arduino Uno ke komputer dengan menggunakan kabel USB atau listrik dengan AC yang-ke adaptor-DC atau baterai untuk menjalankannya.

Uno berbeda dengan semua board sebelumnya dalam hal koneksi USB-to-serial yaitu menggunakan fitur Atmega8U2 yang diprogram sebagai konverter USB-to-serial berbeda dengan board sebelumnya yang menggunakan chip FTDI driver USB-to-serial[13]. Berikut bentuk fisik dari Arduino Uno ditunjukkan pada Gambar 3.2.

Gambar 3.2 Module Arduino Uno

Pada penelitian ini Arduino Uno digunakan sebagai mikrokontroler yang akan membaca data masukan dari modul PZEM-004t dengan menggunakan koneksi serial.

2. Raspberry Pi 3 B+

Raspberry Pi 3 B+ adalah sebuah mikrokomputer yang bisa digunakan untuk perangkat komputer dengan spesifikasi chipset ARM Cortex A53 64-bit dan 4 core CPU, dengan kecepatan 1,2GHz. Chipset ini memiliki menejemen suhu yang lebih baik sehingga dapat berjalan pada kecepatan penuh dengan lebih lama sebelum mengalami throttling akibat panas[1].

Berikut bentuk fisik dari Raspberry Pi 3 B+ ditunjukkan pada Gambar 3.3.

Gambar 3.3 Raspberry Pi 3 B+

Pada penelitian ini Raspberry Pi 3 B+ digunakan sebagai media pengirim data. Raspberry Pi 3 B+ dapat menggunakan protokol SSL/TLS dalam pengiriman datanya yang artinya data yang akan dikirim dapat dienkripsikan.

3. PZEM-004T

PZEM-004T adalah sensor yang dibuat oleh Piecefair Electronics yang digunakan pada penelitian ini untuk mengukur besaran tegangan, arus, daya aktif, energi dan frequensi dengan menggunakan sebuah non-invasif current transformer. PZEM-004T mendapatkan datanya dari CT current transformer dan berkomunikasi dengan sebuah mikrokontroler melalui UART[6]. Berikut bentuk fisik dari PZEM-004T ditunjukkan pada Gambar 3.4.

Gambar 3.4 Module PZEM-004T Berikut spesifikasi dari PZEM-004T :

• Komunikasi serial TTL

• Pengukur daya : 0 ~ 9999kW

• Pengukuran tegangan : 80 ~ 260VAC

• Pengukuran Arus : 0 ~ 100A

4. MySQL

Pada penelitian ini, server yang digunakan adalah MySQL yang memiliki layanan realtime database. Layanan ini menggunakan sinkronasi data setiap kali ada data yang dikirimkan oleh sipengirim, semua perangkat yang terhubung dengan database akan menerima update dalam waktu milidetik. MySQL juga sangat bagus digunakan untuk kebutuhan mendeskripsikan data yang telah dienkripsi.

5. Wireshark

Wireshark adalah protocol penganalisa jaringan paling populer di dunia. Wireshark memiliki fitur yang banyak dan sangat berguna dan berjalan pada sebagian besar platform komputasi termasuk Windows, OS X, Linux, dan UNIX. Wireshark memiliki alat untuk menangkap, melihat, dan menganalisis paket data. Ini digunakan untuk pemecahan masalah jaringan, analisis, perangkat lunak dan pengembangan protokol komunikasi, dan pendidikan.

Pada penelitian ini Wireshark digunakan untuk mengambil data komunikasi antara Raspberry Pi dan database, yang nantinya data tersebut akan dianalisa untuk mendapatkan hasil yang diinginkan. Berikut adalah tampilan utama pada Wireshark yang ditunjukkan pada Gambar 3.5.

Gambar 3.5 Halaman muka Wireshark 3.3.2. Perancangan Perangkat Keras

Perancangan Smart 3 Pahse Power Meter menggunakan perangkat keras berupa Module PZEM-004T, Arduino UNO dan Raspberry PI 3 B+.

Pada Gambar 3.6 dapat dilihat blok diagram perangkat keras.

Gambar 3.6 Diagram Blok Perangkat Keras

Pada Gambar 3.6 dapat dilihat bahwa catu daya yang digunakan adalah adaptor 5 volt, dengan menggunakan adaptor 5 volt tidak perlu menambahkan rangkaian interface untuk penyesuaian tegangan terhadap Raspberry Pi. Pada Gambar 3.6 juga dapat dilihat bahwa Arduino UNO langsung dihubungkan dengan Raspberry Pi, yang mengakibatkan Arduino UNO sudah langsung menyala ketika Raspberry Pi mendapatkan daya.

Gambar 3.7 Rangkaian Skematik Sistem 3 Phase Power Meter

Dari Gambar 3.7 rangkaian skematik sistem dapat dilihat bahwa penggunaan dari PZEM-004T adalah berjumlah 3 buah yang dimaksudkan untuk penginisialan pengukuran besaran listrik 3 fasa yaitu R, S dan T.

Gunanya adalah agar mempermudah penyimpanan data yang diambil ketika proses pengukuran dilakukan.

Pin-pin yang digunakan pada Modul PZEM-004T ini yaitu pin RX dan pin TX. Modul PZEM-004T fasa R untuk pin RX terhubung dengan D3 dan pin TX dengan D4. Modul PZEM-004T fasa S untuk pin RX terhubung dengan D7 dan pin TX dengan D8. Modul PZEM-004T fasa T untuk pin RX terhubung dengan D12 dan pin TX dengan D13. Sedangkan untuk pin VCC dan GND terhubung ke pin 5V dan GND pada Arduino UNO.

3.3.3. Perancangan Perangkat Lunak

Tahap perancangan perangkat lunak alat 3 Phase Power Meter ialah tahap pembuatan alur program atau algoritma alat dan juga algoritma untuk mengenkripsikan data yang dikirim agar hasil yang didapatkan sesuai dengan tujuan dari pembuatan tugas akhir ini.

1. Pembuatan alur program atau algoritma alat

Pada saat sistem dijalankan hal pertama yang dilakukan oleh alat adalah memastikan modul PZEM-004T telah terhubung ke Arduino UNO. Tugas dari Arduino UNO disini adalah untuk membaca nilai besaran-besaran listrik yang didapat oleh modul PZEM-004T yang kemudian nilai hasil bacaan tersebut akan diambil oleh Raspberry Pi.

Setelah Raspberry Pi mendapatkan semua nilai besaran listrik tadi, Raspberry Pi kemudian akan mengenkripsi semua nilai tadi menjadi data acak lalu Raspberry Pi pun akan mengirimkan data tersebut ke database. Data acak yang terenkripsi ini terlebih dahulu dideskripsikan oleh database untuk mendapatkan data yang sebenarnya lalu database akan menyimpannya. Proses ini dapat dilihat pada Gambar 3.8.

Gambar 3.7 Diagram Alir Sistem Pada Alat 2. Algoritma pengenkripsian data

Pada penilitian ini, proses enkripsi yang digunakan yaitu RSA. Pada algoritma RSA seperti yang dijelaskan pada BAB sebelumnya menggunakan public key dan private key. Algoritma ini membutuhkan sebuah sertifikat untuk mengirimkan datanya. Sertifikat ini sangat berperan penting dalam pengiriman data yang akan dilakukan karena

sertifikat inilah yang akan menjadi key pada algortima ini. Ketika proses pengiriman data akan dilakukan, private key akan mengirimkan sertifikat kepada public key sebagai tanda pengenal. Lalu apabila sertifikat yang dimiliki oleh private key dibenarkan oleh public key, maka data akan dikirim oleh public key[17].

3.3.4. Perancangan Web

Tahap perancangan web ini adalah tahap pembuatan alur pengambilan data untuk menampilkan data dari database ke web penampil.

Pada saat membuka halaman web hal pertama yang terjadi adalah memastikan web telah terhubung dengan database. Kemudian web akan mengambil semua data yang tersimpan pada database. Setelah itu terjadilah beberapa perhitungan untuk melengkapi data yang ingin ditampilkan, setelah perhitungan selesai barulah semua data akan ditampilkan pada halaman web.

Proses ini dapat dilihat pada Gambar 3.9.

Gambar 3.9 Diagram Alir Halaman Web

3.4. Implementasi Rancangan Sistem

Implementasi rancangan sistem ialah tahap pembuatan perangkat keras dan perangkat lunak berdasrkan perancangan sistem yang telah dibuat.

3.3.1. Implementasi Perancangan Perangkat Keras

Seluruh komponen yang dibutuhkan untuk membuat 3 phase power meter seperti yang dijelaskan pada perancangan perangkat keras diintegrasikan yang terpusat pada Raspberry Pi 3 B+ sebagai mikrokomputer.

Setelah perangkat keras terintergrasi langkah selanjutnya adalah melakukan proses mounting atau pemasangan perangkat keras kesebuah wadah yang sudah di siapkan. Hasil dari proses mounting ini dapat dilihat pada Gambar 3.10.

Gambar 3.10 Hasil Mounting Perangkat Keras Yang Terintegrasi 3.3.2. Implementasi Perancangan Perangkat Lunak

Implementasi rancangan perangkat lunak adalah tahap pembuatan program untuk alat berdasarkan algoritma yang telah dirancang, pembuatan program menggunakan software Arduino IDE untuk Arduino Uno dan Visual Studio Code untuk Raspberry Pi.

Pada Raspberry Pi harus mengunakan sebuah library untuk bisa berkomunikasi antara Raspberry Pi dengan Arduino UNO karena komunikasi yang digunakan adalah komunikasi serial. Dan pada Raspberry Pi harus diinstall terlebih dahulu library-nya lalu bisa untuk dipergunakan.

Sertifikat yang digunakan pada penelitian kali ini adalah sertifikat dari Cloudflare. Pengenkripsian data pada alat ini terjadi pada Raspberry Pi yang mana bahasa pemograman yang digunakan adalah Python. Python menggunakan algoritma pki_helper pada librarynya untuk menciptakan private key dan public key dan juga menggunaan sertifikatnya.

3.3.3. Implementasi Perancangan Web

Implementasi perancangan web ini berfungsi agar pengguna dapat mengakses data yang telah didapatkan alat. Perancangan web ini menggunakan bahasa pemrograman PHP karena bahasa tersebut sangat mudah untuk digunakan bagi pemula. Berikut adalah tampilan halaman web yang ditunjukkan pada Gambar 3.11.

Gambar 3.11 Halaman Web

3.5. Pengujian

Server yang digunakan pada tugas akhir ini adalah MySQL. Pada tahap konfigurasi ini meliputi pembuatan database, konfigurasi pada sisi server agar alat dan web penampil dapat saling berhubungan. Pada Gambar 3.12 ditunjukan database yang telah dibuat untuk tempat penyimpanan data.

Gambar 3.12 Struktur Data Penyimpanan Pada Database

Setelah pembuatan database langkah selanjutnya adalah melakukan konfugurasi pada server agar alat perancangan dan halaman web dapat saling berhubungan. Pada konfigurasi ini fungsi yang digunakan adalah mysqli_connect.

Fungsi ini berfungsi untuk menghubungkan server dengan clinet yang mana client disini adalah alat perancangan dan web penampil.

Ada beberapa parameter ketika menggunakan fungsi mysqli_connect yaitu nama hots dari database, username MySQL yang digunakan, password dari username, dan nama tabel yang ada pada MySQL. Ketika menggunakan fungsi

mysqli_connect urutan dari parameternya haruslah seperti yang diatas agar fungsi mysqli_connect dapat berjalan.

Setelah proses konfigurasi pada server dilakukan, langkah selanjutnya adalah percobaan pengiriman data. Percobaan pengiriman data ini dilakukan untuk melihat apakah data yang dikirim sudah terenkripsi atau belum. Percobaan pengiriman data ini dapat dilihat pada Gambar 3.13

Gambar 3.13 Percobaan Pengiriman Data

Dari Gambar 3.13 dapat dilihat bahwa data yang dikirim telah terenkripsi.

Data yang dikirim oleh alat perancangan dapat dilihat pada packet no 19 dan 20.

Dari gambar juga terlihat protokol yang digunakan adalah TLS.

BAB IV

PENGUJIAN DAN ANALISA 4.1. Kalibrasi Dan Pengujian Modul PZEM-004T

Kalibrasi modul PZEM-004T bertujuan untuk mendapatkan nilai konstanta yang sesuai agar nilai pengukuran besaran listrik dari modul sama dengan atau mendekati dengan alat ukur besaran listrik(multimeter). Proses kalibrasi dilakukan beberapa kali sehingga mendapatkan nilai konstanta yang sesuai sehingga hasil pengukuran sama dengan alat ukur. Pada proses kalibrasi ini, besaran listrik yang ditentukan menjadi acuan untuk mendapankan nilai konstanta yang sesuai dengan multimeter adalah tegangan. Pada Gambar 4.1 ditunjukkan proses kalibrasi modul PZEM-004T.

Gambar 4.1 Proses Kalibrasi Modul PZEM-004T

Setelah melakukan kalibrasi modul dengan melakukan beberapa kali percobaan sehingga mendapatkan nilai konstanta yang tepat untuk alat yang digunakan.

4.2. Pengujian Keseluruhan Sistem

Pada saat pengujian keseluruhan sistem, seluruh data yang dikirim akan dibagi menjadi 2 bagian yaitu menggunakan beban dan tidak menggunakan beban.

Awal pengujian sistem dibuat tanpa beban kemudian setelah sampai setengah dari keseluruhan pengiriman data, setiap fasa akan diberi beban yang berbeda-beda.

Adapun pengujian dilakukan dengan cara berikut :

1. Pasang alat perancangan dengan modul percobaan yang telah dibuat.

2. Setelah terpasang, nyalakan modul untuk mendapatkan listrik 3 fasa.

3. Kemudian berikan daya pada Raspberry Pi untuk menghidupkan alat perancangan.

4. Setelah itu buka aplikasi Wireshark lalu jalankan aplikasinya.

5. Lalu buka window terminal untuk menjalankan program yang sudah dibuat pada Raspberry Pi.

6. Berikan beban pada setiap fasa sesuai dengan ketentuan yang diatas.

7. Apabila sudah terkumpul semua data yang dibutukan maka stop aplikasi Wireshark.

Perlu diingat bahwa pengiriman data pada alat percobaan ini dilakukan 1 menit sekali untuk meminimalisir terjadinya bug pada program pengiriman data yang mengakibatkan alat perancangan tiba-tiba berhenti mengirimkan data ke database.

Pada pengujian keseluruan sistem, dibagi kedalam 2 bagian yaitu pengujian pengiriman data tanpa enkripsi dan pengujian pengiriman data dengan menggunakan enkripsi. Pengujian ini dilakukan sebanyak 100 kali pengiriman data baik itu pengiriman data tanpa enkripsi maupun data yang sudah dienkripsi.

4.2.1. Pengujian Pengiriman Data Tanpa Enkripsi

Pada pengujian pengiriman data tanpa enkripsi ini dilakukan dengan cara mengumpulkan seluruh data pengukuran lalu data tersebut langsung dikirimkan ke database. Dari data yang dikirim tadi, 4 data diambil dari 100 data yang dikirim oleh alat sebagai acuan untuk membaca apa saja yang dikirimkan alat ke database.

Data pertama yang dikirim oleh alat ke database tidak diberi beban.

Adapun data pertama ini dapat dilihat melalui aplikasi wireshark yang ditunjukkan pada Gambar 4.2.

Gambar 4.2 Data Pertama

Dari Gambar 4.2 dapat dilihat bahwa data pertama berada pada packet 337 dan yang dikirim oleh alat ke database ada pada Hypertext Transfer Protocol. Isi dari data yang terkirim tersebut berupa Plaintext yang artinya masih bisa melihat isi data yang dikirimkan oleh alat.

Data ke-30 yang dikirim oleh alat ke database tidak diberi beban.

Adapun data ke-30 ini dapat dilihat pada aplikasi wirehark yang ditunjukkan pada Gambar 4.3.

Gambar 4.3 Data ke-30

Dari Gambar 4.3 dapat dilihat bahwa data pertama berada pada packet 8020 dan yang dikirim oleh alat ke database ada pada Hypertext Transfer Protocol. Isi dari data yang dikirim tersebut berupa Plaintext yang artinya masih bisa melihat isi data yang dikirimkan oleh alat.

Data ke-70 yang dikirim oleh alat ke database telah diberi beban.

Adapun data ke-70 ini dapat dilihat pada aplikasi wirehark yang ditunjukkan pada Gambar 4.4.

Gambar 4.4 Data ke-70

Dari Gambar 4.4 dapat dilihat bahwa data pertama berada pada packet 18898 dan yang dikirim oleh alat ke database ada pada Hypertext Transfer Protocol. Isi dari data yang dikirim tersebut berupa Plaintext yang artinya masih bisa melihat isi data yang dikirimkan oleh alat.

Data ke-100 yang dikirim oleh alat ke database telah diberi beban.

Adapun data ke-100 ini dapat dilihat pada aplikasi wirehark yang ditunjukkan pada Gambar 4.5.

Gambar 4.5 Data ke-100

Dari Gambar 4.5 dapat dilihat bahwa data pertama berada pada packet 26983 dan yang dikirim oleh alat ke database ada pada Hypertext Transfer Protocol. Isi dari data yang dikirim tersebut berupa Plaintext yang artinya masih bisa terlihat data yang dikirimkan oleh alat.

4.2.2. Pengujian Pengiriman Data Dengan Enkripsi

Pada pengujian pengiriman data dengan enkripsi ini dilakukan dengan cara mengumpulkan seluruh data pengukuran lalu data tersebut dinekripsi oleh Raspberry Pi kemudian dikirimkan ke database. Dari data yang dikirim tadi, 4

data diambil dari 100 data yang dikirim oleh alat sebagai acuan untuk membaca apa saja yang dikirimkan alat ke database.

Data pertama yang dikirim oleh alat ke database tidak diberi beban.

Adapun data pertama ini dapat dilihat melalui aplikasi wireshark yang ditunjukkan pada Gambar 4.6.

Gambar 4.6 Data Terenkripsi Pertama

Dari Gambar 4.6 dapat dilihat bahwa data pertama berada pada packet 48 dan yang dikirim oleh alat ke database ada pada Tranport Layer Security.

Isi dari data yang dikirim tersebut bukan lagi berupa Plaintext melainkan kode-kode yang membuat isi dari data tersebut sudah tidak bisa dibaca lagi.

Data ke-30 yang dikirim oleh alat ke database tidak diberi beban.

Adapun data ke-30 ini dapat dilihat melalui aplikasi wireshark yang ditunjukkan pada Gambar 4.7.

Gambar 4.7 Data Terenkripsi ke-30

Dari Gambar 4.7 dapat dilihat bahwa data pertama berada pada packet 7972 dan yang dikirim oleh alat ke database ada pada Tranport Layer Security. Isi dari data yang dikirim tersebut bukan lagi berupa Plaintext melainkan kode-kode yang membuat isi dari data tersebut sudah tidak bisa dibaca lagi.

Data ke-70 yang dikirim oleh alat ke database telah diberi beban.

Adapun data ke-70 ini dapat dilihat melalui aplikasi wireshark yang ditunjukkan pada Gambar 4.8.

Gambar 4.8 Data terenkripsi ke-70

Dari Gambar 4.8 dapat dilihat bahwa data pertama berada pada packet 20083 dan yang dikirim oleh alat ke database ada pada Tranport Layer Security. Isi dari data yang dikirim tersebut bukan lagi berupa Plaintext melainkan kode-kode yang membuat isi dari data tersebut sudah tidak bisa dibaca lagi.

Data ke-100 yang dikirim oleh alat ke database telah diberi beban.

Adapun data ke-100 ini dapat dilihat pada aplikasi wirehark yang ditunjukkan pada Gambar 4.9.

Gambar 4.9 Data terenkripsi ke-100

Dari Gambar 4.9 dapat dilihat bahwa data pertama berada pada packet 28164 dan yang dikirim oleh alat ke database ada pada Tranport Layer Security. Isi dari data yang dikirim tersebut bukan lagi berupa Plaintext melainkan kode-kode yang membuat isi dari data tersebut sudah tidak bisa dibaca lagi.

4.3. Analisa Sistem

4.3.1. Batasan Analisa Sistem

Pada penelitian ini ada beberapa batasan analisa sistem diantaranya adalah sebagai berikut.

1. Penelitian ini tidak melakukan analisa terhadap besaran listrik yang didapat ataupun ditampilkan.

2. Penelirian ini tidak melakukan analisa terhadap jenis modul Wi-fi yang digunakan.

3. Penelitian ini tidak melakukan analisa konsumsi daya pada alat.

4.3.2. Analisa Sistem

Dalam penelitian ini dilihat apakah data yang dikirim dari alat bisa dienkripsi atau tidak dan juga membandingkan hasil dari data yang dikirim tanpa enkripsi dan data yang dikirim dengan menggunakan enkripsi. Berikut adalah perbandingan hasil pengiriman data yang ditunjukkan pada Tabel 4.1.

Tabel 4.1. Perbandingan pengiriman data tanpa atau dengan proses enkripsi

Packet

Tanpa Enkripsi Dengan Enkripsi

Data

packet 103.21.14.205 172.67.160.140

Destinasi

port 80 443

Besar

memori 244B 244B 246B 246B 329B 329B 317B 329B

Isi packet Plaintext Tidak plaintext

Dari Tabel 4.1 dapat dilihat bahwa tujuan pengiriman datanya berbeda begitu pula dengan port yang digunakan. Port yang digunakan ketika data dikirim tanpa proses enkripsi adalah port 80, sedangkan pengiriman data dengan proses enkripsi menggunakan port 443. Dari Tabel 4.1 juga bisa dilihat bahwa ukuran memori pada pengiriman data menggunakan proses enkripsi lebih besar dari pengiriman data tanpa proses enkripsi. Perbedaan ukuran memori ini berkisar antara 22% sampai 27%.

Pengiriman data tanpa enkripsi dapat dilihat hasilnya dari Gambar 4.1, Gambar 4.2, Gambar 4.3 dan Gambar 4.4. Dari gambar yang disebutkan tadi dapat dilihat bahwa data yang tidak dienkripsi masih bisa dilihat dan dibaca isi dari data yang dikirim, bahkan besaran-besaran listrik dari hasil pengukuran pun dapat dilihat dengan jelas pada HTML form URL Encode. Hal ini dapat menyebabkan data yang dikirim tersebut bisa dimanipulasi. Maka dari itu enkripsi data sangat penting dalam hal pengiriman data seperti ini.

Pengiriman data dengan enkripsi dapat dilihat hasilnya dari Gambar 4.5, Gambar 4.6, Gambar 4.7 dan Gambar 4.8. Dari gambar yang disebutkan tadi dapat dilihat bahwa data yang terenkripsi tidak bisa dibaca karena sudah berubah menjadi kode-kode unik. Yang berperan dalam pengubahan isi data menjadi kode-kode unik seperti itu adalah Transport Layer Security atau TLS.

Pada penelitian ini, TLS yang digunakan adalah versi 1.2 atau bisa dilihat pada wireshark dengan kode TLSv1.3 pada barisan protocol.

Setiap data yang akan dikirim baik data yang dikirim dengan enkripsi atau tidak harus terlebih dahulu melakukan proses handshake antara alat dengan server. Proses handshake ini bertujuan untuk menghubungkan alat

dengan server agar data bisa dikirim ke database. Contoh proses handshake ini dapat dilihat pada Gambar 4.10.

Gambar 4.10 Proses handshake

Dari Gambar 4.10 dapat kita lihat bahwa packet 41 berisi pesan ”Client Hello” yang dikirim oleh alat dengan alamat IP 192.168.43.68 ke server dengan alamat IP 172.67.160.140. Setelah itu server akan membalas dengan pesan “Server Hello, Change Chiper Spec” yang terdapat pada packet 43.

Maksud dari pesan yang dikirim oleh server ke alat adalah menyatakan bahwa alat sudah terhubung dengan server, setelah itu barulah alat dapat mengirim data ke database.

43 BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN 5.1. Kesimpulan

Dari hasil pengujian dan implementasi yang telah dilakukan pada bab sebelumnya, maka dapat diperoleh kesimpulan sebagai berikut:

1. Untuk menambahkan pengamanan pada data, platform mikrokontrolernya harus diganti karena bahasa pemrograman yang digunakan untuk mengamankan data adalah Python, jadi mikrokontroler yang dipilih haruslah bisa menggunakan bahasa pemrograman Python juga,.

2. Setiap kali data akan dikirim oleh alat, alat terlebih dahulu melakukan proses handshake, dan jika prosesnya berjalan lancer maka data sudah bisa dikirim ke database.

3. Data yang dikirim sudah dienkripsi oleh alat, sehingga isi data yang dikirim sudah tidak dalam bentuk plaintext lagi.

4. Data yang dikirim dapat diterima dan disimpan ke database, dan halaman web dapat menampilkan data yang tersimpan pada database.

5. Data yang dikirim tanpa enkripsi menggunakan protokol HTTP sedangkan data yang dikirim dengan enkripsi menggunakan protokol TLSv1.3.

5.2. Saran

Adapun beberapa saran yang dapat diberikan sehubung dengan pelaksanaan skripsi ini adalah sebagai berikut:

44

1. Untuk perancangan selanjutnya diharapkan agar fitur-fiturnya bisa

1. Untuk perancangan selanjutnya diharapkan agar fitur-fiturnya bisa

Dokumen terkait