BAB II TINJAUAN PUSTAKA
5) Kebutuhan dasar ibu hamil
Kebutuhan dasar ibu hamil menurut Walyani (2015) adalah sebagai berikut :
1. Oksigen
Kebutuhan oksigen berkaitan dengan perubahan sistem pernapasan pada masa kehmilan. kebutuhan Untuk mencegah hal tersebut maka ibu hamil perlu latihan nafas dengan senam hamil, tidur dengan bantal yang tinggi, makan tidak terlalu banyak, hentikan merokok, dan konsultasikan ke dokter bila ada gangguan nafas seperti asma, dan lain-lain. 2. Nutrisi
Gizi pada waktu hamil harus ditingkatkan hingga 300 kalori per hari, ibu hamil seharusnya mengkonsumsi makanan yang mengandung protein, zat besi, dan minum cukup cairan. Pada trimester III, ibu hamil butuh bekal energy yang memadai. Selain untuk mengatasi beban yang berat juga sebagai cadangan energy untuk persalinan kelak. Pertumbuhan otak janin akan terjadi cepat sekali pada 2 bulan terakhir menjelang persalinan.
a) Kalori
Kebutuhan kalori selama kehamilan adalah sektar 70.000-80.000 kkal dengan pertumbuhan berat badan sekitar 12,5 kg. pertumbuhan kalori ini diperlukan terutama pada 20 minggu terakhir. Tambahan kalori yang diperlukan setiap hari adalah sekitar 285-300 kkal. Tambahan kalori diperlukan untuk pertumbuhan jaringan janin dan plasenta dan menambah volume darah serta cairan ketuban. Kalori juga berguna sebagai cadangan untuk keperluan melahirkan dan menusui. Nafsu makan ibu akan sangat baik dan ibu merasa cepat lapar.
b) Protein
Fungsi protein adalah zat utama untuk membangun jaringan tubuh; sebagai pengatur kelangsungan proses didalam tubuh; sebagai pemberi tenaga dalam keadaan energi kurang tercukupi dari karbohidrat dan lemak. Tambahan protein diperlukan selama kehamilan untuk persediaan nitrogen esensial guna memenuhi tuntutan pertumbuhan jaringan ibu dan janin. Asupan yang dianjurkan adalah 60 gram/ hari. Dianjurkan mengkonsumsi protein 3 porsi sehari (1 porsi protein = 2 butir telur atau 200 gram daging/ikan ).
Makanan yang mengandung protein adalah daging, ikan, telur, susu, kacang-kacangan, tahu, tempe. Asupan tinggi protein tidak dianjurkan selama kehamilan karena diduga menyebabkan maturitas janin lebih cepat dan menyebabkan kelahiran dini (Mandriwati, dkk, 2017).
c) Vitamin B 6
Vitamin ini dibutuhkan untuk menjalankan lebih dari 100 reaksi kimia di dalam tubuh yang melibatkan ensim. Selainmembantu metabolisme asam amino, karbohidrat, lemak dan pembentukan sel darah merah, juga berperan dalam pembentukan neurotransmitter (senyawa kimia penghantar pesan antar sel saraf).
Semakin berkembang otak janin, semakin meningkat pula kemampuan untuk mengantar pesan. Angka kecukupan vitamin B6 bagi ibu hamil adalah sekitar 2,2 mg. Makanan hewani adalah sumber yang kaya akan vitamin B6 (Walyani, 2015).
d) Asam Folat
Asam folat diperlukan untuk membentuk tenidin yang menjadi komponen DNA; meningkatkan produksi sel darah merah; mencegah cacat pada otak dan sumsum tulang belakang. Kekurangan asam folat mengakibatkan kelahiran prematur, BBLR dan pertumbuhan janin kurang optimal. Makanan yang mengandung asam folat adalah sayuran berwarna hijau seperti bayam, kelor, kacang-kacangan, buncis, jus jeruk (Mandriwati, 2017).
e) Yodium.
Yodium dibutuhkan sebagai pembentuk senyawa tiroksinyang berperan mengontrol setiap metabolismesel baru yang terbentuk.
Bila kekurangan yodium akibatnya proses perkembangan janinnya terganggu, termasuk otaknya terhambat dan terganggu. Angka yang ideal untuk konsumsiyudium adalah 175 mikrogram perhari.
f) Tiamin, Riboflavin, Niasin.
Ibu hamil dianjurkan untuk mengonsumsi tiamin sekitar 1,2 mg perhari, riboflavin sekitar 1,2 mg perhari dan niasin 11 mg.Ketiga vitamin ini bisa didapat dari keju, susu, kacang-kacangan, hati dan telur.
g) Air.
Jika cukup mengonsumsi cairan BAB akan lancar sehingga terhindar dari sembelit serta resiko terkena infeksi saluran kencing. Sebaiknya minum 8 gelas perhari.
3. Personal hygiene
Kebersihan harus dijaga pada masa hamil. Mandi dianjurkansedikitnya dua kali sehari karena ibu hamil cenderung untuk mengeluarkan banyak keringat, menjaga
kebersihan diri terutama lipatan kulit (ketiak, bawah buah dada, daerah genetalia) dengan cara dibersihkan dengan air dan dikeringkan. Kebersihan gigi dan mulut, perlu mendapat perhatian karena seringkali mudah terjadi gigi berlubang, terutama pada ibu yang kekurangan kalsium. Rasa mual selama hamil dapat mengakibatkan perburukan hygiene mulut dan dapat menimbulkan karies gigi.
4. Pakaian
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pakaian ibu hamil adalah memenuhi kriteria berikut seperti pakaian harus longgar, bersih dan tidak ada ikatan yang ketat pada daerah perut, bahan pakaian usahakan yang mudah menyerap keringat, pakailah bh yang menyokong payudara, memakai sepatu dengan hak yang rendah, dan pakaian dalam yang selalu bersih.
5. Eliminasi
Keluhan yang sering muncul pada ibu hamil berkaitan dengan eliminasi adalah konstipasi dan sering buang air kecil. Konstipasi terjadi karena adanya pengaruh hormon progesteron yang mempunyai efek rileks terhadap otot polos, salah satunya otot usus, dan sering buang air kecil merupakan keluhan utama yang dirasakan oleh ibu hamil, terutama pada trimester I dan III. Hal tersebut adalah kondisi yang fisiologi. 6. Seksual
Selama kehamilan berjalan normal, koitus diperbolehkan sampai akhir kehamilan, meskipun beberapa ahli berpendapat sebaiknya tidak lagi berhubungan seks selama 14 hari menjelangkelahiran. Koitus tidak dibenarkan bila terdapatperdarahan pervaginam, riwayat abortus berulang, abortus, partus prematurus, ketuban pecah sebelum waktunya.
7. Mobilisasi
Ibu hamil boleh melakukan kegiatan/aktifitas fisik biasa selama tidak terlalu melelahkan. Ibu hamil dapat dianjurkan untuk melakukan pekerjaan rumah dengan dan secara berirama dengan menghindari gerakan menyentak, seingga mengurangi ketegangan pada tubuh dan menghindari kelelahan
8. Istirahat
Wanita hamil dianjurkan untuk merencanakan istirahat yang teratur khususnya seiring kemajuan kehamilannya. Jadwal istirahat dan tidur perlu diperhatikan dengan baik, karena istirahat dan tidur yang teratur dapat meningkatkan kesehatan jasmani dan rohani untuk kepentingan perkembangan dan pertumbuhan janin. Tidur pada malam hari selama kurang lebih 8 jam dan istirahat dalam keadaan rileks pada siang hari selama 1 jam.
9. Traveling
Wanita hamil harus berhati-hati melalukan perjalanan yang cenderung lama dan melelahkan, karena dapat menimbulkan ketidaknyamanan dan mengakibatkan gangguan sirkulasi serta oedema tungkai karena kaki tergantung jika duduk terlalu lama. Berpergian dapat menimbulkan masalah lain, seperti konstipasi/diare karena asupan makanan dan minuman cenderung berbeda seperti biasanya karena akibat perjalanan yang melelahkan.
10. Imunisasi
Imunisasi selama kehamilan sangat penting dilakukan untuk mencegah penyakit yang dapat menyebabkan kematian ibu dan janin. Jenis imunisasi yang diberikan adalah Tetanus Toxoid (TT) yang dapat mencegah penyakit tetanus.
Imunisasi TT pada ibu hamil harus terlebih dahulu ditentukan status kekebalan/imunisasinya.
Tabel 2.2
Pemberian Vaksin Tetanus untuk Ibu yang sudah pernah diimunisasi (DPT/TT/Td) Pernah Pemberian dan Selang Waktu Minimal 1 kali TT2, 4 minggu setelah TT1 (pada kehamilan) 2 kali TT3, 6 bulan setelah TT2 (pada kehamilan, jika
selang waktu minimal terpenuhi) 3 kali TT4, 1 tahun setelah TT3
4 kali TT5, 1 tahun setelah TT4 5 kali Tidak perlu lagi
Sumber : Kemenkes, 2014
11. Body mekanik
Sikap tubuh yang perlu diperhatikan oleh ibu hamil : a) Duduk
Duduk adalah posisi yang lazim dipilih, sehingga postur yang baik dan kenyamanannya penting.
Ibu harus diingatkan untuk duduk bersandar dikursi dengan benar, pastikan bahwa tulang belakangnya tersangga dengan baik. Paha harus tertopang kursi, kaki dalam posisi datar di lantai. Bila perlu kaki sedikit ditinggikan di atas bangku kecil bila kaki anda tidak dapat menyentuh lantai dengan nyaman.Kursi dengan sandaran tinggi akan menyokong kepala dan bahu serta tungkai dapat relaksasi.
b) Berdiri
Berdiri diam terlalu lama dapat menyebabkan kelelahan dan ketegangan. Oleh karena itu lebih baik
berjalan tetapi tetap memperhatikan semua aspek yang baik, postur tegak harus diperhatikan.
c) Berjalan
Ibu hamil penting untuk tidak memakai sepatu berhak tinggi atau tanpa hak. Hindari juga sepatu yang bertumit runcing karena mudah menghilangkan keseimbangan. Bila memiliki anak balita usahakan supaya tinggi pegangan keretanya sesuai untuk ibu. d) Tidur.
Bila ibu memilih berbaring terlentang pada awal kehamilan, dengan meletakkan bantal dibawah kedua paha akan memberi kenyamanan. Sejalan bertambahnya usia kehamilan, biasanya ibu merasa semakin sulit mengambil posisi yang nyaman, karena peningkatan ukuran tubuh dan berat badannya.Penting bila ibu mengubah posisinya dan disokong dengan baik yang memberi tekanan merata pada semua bagian tubuh dalam rangka mendapatkan istirahat dan tidur serta mencegah peregangan.
Untuk posisi setengah duduk, ekstra beberapa bantal yang dapat meninggikan kepala dan bahu atau satu bantal dibawah paha akan mencegah peregangan punggung bawah dan lutut. Bila memilih posisi berbaring miring, tambahan satu bantal harus diberikan untuk menopang lengan atas. Nyeri dan peregangan pada simfisis pubis dan sendi sacroiliaka dapat dikurangi bila ibu menekuk lututnya ke atas dan menambahnya bersama-sama ketika berbalik di tempat tidur.
e) Bangun dan baring.
Untuk bangun dari tempat tidur, geser dulu tubuh ibu ke tepi tempat tidur, kemudian tekuk lutut. Angkat
tubuh ibu perlahan dengan kedua tangan, putar tubuh lalu perlahan turunkan kaki ibu. Diamlah dulu dalam posisi duduk beberapa saat sebelum berdiri. Lakukan setiap kali ibu bangun dari berbaring.
f) Membungkuk dan mengangkat
Ketika harus mengangkat, misalnya menggendong anak balita, kaki harus diregangkan satu kaki di depan kaki yang lain, pangkal paha dan lutut menekuk dengan punggung serta otot transversus dikencangkan kecuali otot paha sangat kuat, otot ini menempatkan terlalu banyak regangan pada sendi lutut, bila ibu dianjurkan untuk menekuk kedua lutut seluas mungkin. Barang yang akan diangkat perlu dipegang sedekat mungkin dan ditengah tubuh, dan lengan serta tungkai digunakan untuk mengangkat. Lakukan gerakan dengan urutan terbalik ketika akan menaruh benda yang berat.
12. Exercise / senam hamil
Senam hamil dimulai pada umur kehamilan setelah 22 minggu. Senam hamil bertujuan untuk mempersiapkan dan melatih otot-otot sehingga dapat berfungsi secara optimal dalam persalinan normal serta mengimbangi perubahan titik berat badan.
Senam hamil ditujukan bagi ibu hamil tanpa kelainan atau tidak terdapat penyakit yang menyertai kehamilan, yaitu penyakit jantung, ginjal, dan penyulit dalam kehamilan(hamil dengan perdarahan, kelainan letak, dan kehamilan yang disertai dengan anemia).
Syarat senam hamil yaitu telah dilakukan pemeriksaan kesehatan dan kehamilan oleh dokter atau bidan, latihan dilakukan setelah kehamilan 22 minggu.
Latihan dilakukan secara teratur dan disiplin, sebaiknya latihan dilakukan di rumah sakit atauklinik bersalin dibawah pimpinan instruktur senam hamil.Secara umum, tujuan utama persiapan fisik dari senam hamil sebagai berikut (Marmi, 2011):
(1) Mencegah terjadinya deformitas (cacat) kaki dan memelihara fungsi hati untuk dapat menahan berat badan yang semakin naik, nyeri kaki, varises, bengkak, dan lain-lain.
(2) Melatih dan menguasai teknik pernapasan yang berperan penting dalam kehamilan dan proses persalinan.
(3) Memperkuat dan mempertahankan elastisitas otot-otot dinding perut, otot-otot dasar panggul, dan lain-lain. (4) Membentuk sikap tubuh yang sempurna selama
kehamilan.
(5) Memperoleh relaksasi yang sempurna dengan latihankontraksi dan relaksasi.
(6) Mendukung ketenangan fisik.
Beberapa persyaratan yang harus diperhatikan untuk melakukan senam hamil adalah sebagai berikut:
(1) Kehamilan normal yang dimulai pada kehamilan umur 5 bulan (22 minggu).
(2) Diutamakan kehamilan pertama atau pada kehamilan berikutnya yang menjalani kesakitan persalinan atau melahirkan anak premature pada persalinan sebelumnya.
(3) Latihan harus secara teratur dalam suasana yang tenang.
(4) Berpakaian cukup longgar. (5) Menggunakan kasur atau matras.
6) Ketidaknyamanan kehamilan Trimester III dan cara mengatasinya