3 KEADAAN UMUM LOKASI PENELITAN
5 KEBUTUHAN DERMAGA DAN KOLAM PELABUHAN SAAT INI DAN 15 TAHUN KEDEPAN
Pendahuluan
Saat ini aktivitas pendaratan hasil tangkapan dan pemuatan bahan perbekalan melaut di PPP Lampulo sangat padat. Hal ini akibat dari minimnya ukuran dermaga dan kolam pelabuhan. Kurangnya ukuran dermaga dan kolam pelabuhan menjadikan adanya antrian pada aktivitas pelayanan pendaratan hasil tangkapan dan pemuatan bahan perbekalan melaut.
Ukuran dermaga dipengaruhi oleh jumlah dan ukuran kapal yang bertambat di pelabuhan. Hasil pengamatan terhadap ukuran dermaga di lapangan menunjukkan bahwa ukuran dermaga PPP Lampulo belum mencukupi kebutuhan yang ada pada tahun 2012. Ukuran panjang dermaga yang tersedia adalah 178 m, sedangkan jumlah kapal yang terdaftar di PPP Lampulo mencapai 307 unit dengan kisaran ukuran panjang kapal 20,4 m. Jumlah rata-rata pendaratan kapal 16 unit pada pagi hari, kondisi ini menimbulkan antrian kapal yang mengakibatkan tertundannya proses pendaratan hasil tangkapan dan pemuatan bahan kebutuhan melaut sehingga merugikan nelayan.
Perhitungan dermaga dan kolam pelabuhan yang sesuai dengan kebutuhan saat ini dan 15 tahun kedepan sangat penting dilakukan, untuk mengantisipasi bertambahnya jumlah volume produksi hasil tangkapan yang didaratkan dan jumlah armada kapal penangkap ikan yang semakin meningkat. Apabila hal ini tidak segera dilakukan maka akan merugikan nelayan dalam hal waktu dan materi. Proyeksi produksi hasil tangkapan dan pertumbuhan jumlah armada kapal penangkap ikan ikan di PPP Lampulo juga perlu dilakukan untuk menentukan sejauh mana kebutuhan fasilitas pelabuhan dimaksud dapat dikembangkan.
Dermaga dan kolam pelabuhan merupakan fasilitas pokok pelabuhan yang dapat mendorong fasilitas lainnya untuk dikembangkan, dengan kata lain jika fasilitas pokok berkembang maka fasilitas lainnya akan ikut berkembang dengan sendirinya, oleh karena itu pentingnya dilakukan kajian untuk mengembangkan fasilitas pokok pelabuhan perikanan, hal ini diharapkan dapat mengembangkan fasilitas-fasilitas lainnya sehingga pelabuhan dapat menjalankan fungsi dan perananya dengan baik. Kegiatan-kegiatan di pelabuhan harus pula didukung oleh prinsip-prinsip efektifitas dan efisiensi.
Efisiensi dan efektifitas pelabuhan dapat dilihat dari kecepatan pelayanan suatu pelabuhan dalam menangani kegiatan pendaratan hasil tangkapan dan pemuatan bahan kebutuhan melaut secara cepat. Kapal-kapal melakukan pendaratan hasil tangkapan dan pemuatan bahan kebutuhan melaut, kemudian berangkat lagi tanpa disertai waktu tunggu yang lama untuk sandar pada tambatan dermaga. Fasilitas yang kurang memadai mengakibatkan bertambahnya waktu kapal di dermaga, dengan demikian biaya operasional kapal yang dikeluarkan akan bertambah besar untuk membayar waktu kerja yang tidak produktif. Selain itu kerugian yang didapat akan semakin besar akibat kualitas hasil tangkapan yang semakin menurun (Latif, 2003).
Metodologi Penelitian Alat dan Bahan
Alat penelitian yang digunakan untuk mendapatkan data adalah; alat pengukur panjang rol meter, tali, fish finder, dan Perangkat lunak statistik dan ms.exel sebagai alat untuk menganalisis.
Bahan penelitian yang digunakan dalam menganalisis perhitungan kebutuhan dermaga dan kolam PPP Lampulo saat ini dan 15 tahun kedepan (2015-2029) adalah data produksi hasil tangkapan bulananan dan jumlah armada tahunan di PPP Lampulo, berasal dari statistik perikanan tangkap Aceh dan laporan tahunan UPTD tahun 2005 – 2012.
Metode Penelitian
Metode yang digunakan adalah studi kasus. Aspek yang diteliti dalam penelitian ini adalah kebutuhan dermaga dan kolam pelabuhan. Akan dianalisis kebutuhan dermaga dan kolam pelabuhan saat ini dan 15 tahun kedepan. Kebutuhan dermaga dan kolam pelabuhan saat ini dan 15 tahun kedepan dihitung dengan menggunakan data statistik yaitu produksi hasil tangkapan (1), jumlah dan ukuran kapal (2); data hasil pengukuran langsung objek penelitian yaitu panjang dermaga (1), kedalaman kolam (2), panjang kapal (3); data hasil pengamatan langsung terhadap objek penelitian yaitu keadaan fasilitas dermaga (1), kolam pelabuhan (2), draft maksimum kapal yang paling besar (3) dan jarak antar kapal saat bertambat di pelabuhan (4). Data hasil wawancara terhadap nelayan dan petugas pelabuhan perikanan digunakan sebagai data pembanding.
Analisis Data
Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan rumus-rumus dibawah ini. Perhitungan panjang dermaga dibagi menjadi dua yaitu, dermaga pendaratan hasil tangkapan dan dermaga pemuatan kebutuhan melaut.
Panjang dermaga pendaratan hasil tangkapan dan pemuatan kebutuhan melaut
Rumus panjang dermaga pendaratan hasil tangkapan (1) dan Rumus pemuatan kebutuhan melaut (2) dihitung berdasarkan rumus PIANC (1997) Vide Gaythwaite (2004) berikut: L = ���� ����
� .
...(1) L = ����� ���� .
...(2) Keterangan:L = Panjang dermaga yang dibutuhkan (m) LOA = Rata-rata panjang kapal (m)
LU = Panjang dermaga yang dibutuhkan per kapal (m) = 1,1×LOA
Q = Produksi ikan per hari (ton) Dc = Lama fishing trip (hari)
T = Waktu diperlukan untuk pendaratan hasil tangkapan per hari (jam/hari) t =Waktu diperlukan untuk bongkar hasil tangkapan per hari (jam/hari) S = Faktor ketidakteraturan (jarak antar kapal) (m)
n = Jumlah kapal yang memakai dermaga (unit)
U = lama waktu pendaratan hasil tangkapan di dermaga (ton/jam) TS = Waktu rata-rata pemuatan bahan kebutuhan melaut per kapal (produktivitas/jam)
Luas dan kedalaman kolam pelabuhan
Penentuan kebutuhan luas dan kedalaman kolam pelabuhan dapat dilakukan dengan menggunakan rumus yang dipakai oleh Direktorat Jendral Perikanan sebagai berikut Ditjen Perikanan (1981) vide Agussalim (2005):
Luas kolam
L= Lt+(3×n×l×b) ...(3)
Keterangan :
L = Luas kolam pelabuhan (m2)
Lt = Luas untuk memutar kapal (πr2) (m) Lt = 3,14 × Ukuran kapal terpanjang2 3 = Konstanta
n = Jumlah kapal maksimum yangberlabuh (unit) l = panjang kapal rata-rata (meter)
Kedalaman kolam pelabuhan
D = d +H +S+ C...(4) Keterangan :
D = Kedalaman kolam pelabuhan (m)
d = Draft kapal terbesar dengan muatan penuh (m) H = Pasang surut kolam pelabuhan (m)
S = Tinggi anggukan kapal yang melaju (0,1 sampai 0,3 m) C = Jarakaman dari lunas kapal ke dasar perairan (0,25 – 1 m) Produktifitas dermaga dan ruang lelang
Penentuan produktivitas dermaga dan ruang lelang dilakukan dengan menggunakan rumus sebagai berikut (Pane, 2013) :
PD = ��1 �1
.
...(5) PL = ��2 �1.
...(6) Keterangan: PD = produktivitas dermaga (kg/m) PL = produktifitas ruang lelang (kg/m)VP1 = volume produksi hasil tangkapan yang didaratkan per pendaratan (kg) VP2 = volume produksi hasil tangkapan yang dijual atau lelang per lelang (kg) L1 = Luas dermaga (m2)
L2 = Luas lantai ruang lelang (m2)
Kebutuhan dermaga dan kolam pelabuhan 15 tahun kedepan.
Perhitungan kebutuhan panjang dermaga, luas dan kedalaman kolam pelabuhan untuk 15 tahun kedepan mengacu pada rumus-rumus (1), (2), (3), (4), dan (5) dengan menggunakan data jumlah kapal, dan jumlah produksi hasil tangkapan yang didaratkan. Proyeksi selama 15 tahun merupakan proyeksi jangka panjang yang diambil untuk melihat kemungkinan pengembangan PPP Lampulo. Hasil tangkapan diproyeksi untuk tahun ke 15 tahun proyeksi.
Proyeksi pertambahan kapal didapatkan dengan menggunakan software SPSS (Kuncoro, 2011) dan untuk proyeksi produksi hasil tangkapan menggunakan dekomposisi dengan rata-rata bergerak yang pada umumnya mengidentifikasi tiga komponen yaitu kecenderungan (trend), siklik dan faktor musim. Trend/kecenderungan menggambarkan perilaku data dalam jangka panjang yang bersifat fluktuatif, faktor siklus menggambarkan naik turunnya data setiap tahun, sedangkan faktor musim berhubungan dengan fluktuasi periodik yang bersifat konstan. Metode peramalan ini menggunakan model multiplikatif (Gasperz 1996), model persamaannya adalah:
Yt = It x Tt x Ct x Et Keterangan:
Yt = nilai deret waktu pada periode t It = indeks musiman pada periode t Tt = komponen trend pada periode t Ct = komponen siklik pada periode t Et = komponen galat pada periode t
Langkah-langkah penyelesaian model multiplikatif adalah sebagai berikut:
1) Dari data aktual Yt, ditentukan rata-rata bergerak dengan menggunakan data sekunder selama 15 tahun terakhir. Tujuan dari tahap ini adalah untuk memperoleh dugaan dari Tt dan Ct.
Mt = Tt x Ct
2) Untuk memperoleh pengaruh musiman (It), dilakukan pembagian fungsi (1) dengan fungsi (2), yaitu: (Yt/Mt) = It x Et
Identifikasi pengaruh trend (Tt) yang sesuai dengan data, yaitu data kuadratik 3) Untuk mendapatkan komponen siklik (Ct), persamaan (2) dibagi Tt
(Mt/Tt) = Ct
4) Untuk keperluan peramalan, ketiga komponen (It, Tt. Ct) digunakan Ῠ = It x Tt x Ct
5) Rasio antara data aktual (Yt) dengan nilai yang diduga (Ῠt) merupakan pengaruh galat (Et)
Et = (Yt/Ῠt)
Model multiplikatif yang digunakan untuk peramalan produksi hasil tangkapan menggunakan pendekatan polynomial, dengan pengambilan keputusan persamaan regresi yang digunakan adalah yang memiliki koefisien korelasi terbesar dan error terkecil (Pane, 2013)
Hasil Penelitian
Persamaan proyeksi produksi hasil tangkapan didaratkan di PPP Lampulo Persamaan regresi yang akan digunakan untuk proyeksi produksi, dibangun dari data bulanan produksi hasil tangkapan PPP Lampulo dalam 8 tahun terakhir 2005-2012.
Gambar 15 Grafik persamaan regresi produksi hasil tangkapan tahun 2005-2012 Grafik jumlah volume produksi di atas menunjukkan adanya fluktuasi volume produksi setiap bulannya akan tetapi secara keseluruhan perkembangan jumlah volume produksi cenderung meningkat (Gambar 15)
y = -0.012x2 + 4.764x + 23.86 R² = 0.814 0 100 200 300 400 500 600 700 0 20 40 60 80 100 120 P ro duk si H a si l Ta ng k a pa n (t on ) Waktu (Bulan)
Perhitungan persamaan regresi produksi hasil tangkapan mengasilkan persamaan y= -0,012x24,764x+23,86 {y = proyeksi produksi hasil tangkapan per bulan (ton) ; x = bulan}. Persamaan ini menggambarkan bahwa setiap penambahan x = 1 bulan akan meningkatkan produksi hasil tangkapan sebesar y = 6,5 ton . Hubungan antar variabel produksi hasil tangkapan (y) ton dan waktu (x) bulan adalah kuat; yang dinyatakan dengan R2 = 0,814.
Proyeksi produksi hasil tangkapan PPP Lampulo selama 15 tahun diperoleh dari penerapan persamaan regresi diatas untuk kurun waktu tahun 2015- 2029. Proyeksi produksi hasil tangkapan diatas digunakan untuk menentukan kebutuhan pengembangan fasilitas-fasilitas pelabuhan, dalam hal ini adalah menentukan kebutuhan dan pengembangan fasilitas pokok dermaga dan kolam pelabuhan.
Produktivitas dermaga per hari dihitung menggunakan dari rumus produktifitas dermaga yang tercantum pada rumus (5).
Tabel 7 Proyeksi produksi hasil tangkapan didaratkan di Pelabuhan Perikanan Pantai Lampulo tahun 2015-2029
No
Waktu Proyeksi Produksi (ton) y= -0,012x2 +4,764x+23,86 Dugaan produktivitas Dermaga per Hari (kg/m2 ) x = bulan Tahun 1 121,122,…..,132 2015 6.596 31 2 131,132,…..,144 2016 7.537 35 3 145,146…..,156 2017 8.470 41 4 156,157…..,168 2018 9.381 44 5 169,170…..,180 2019 10.254 48 6 181,182…..,192 2020 11.074 52 7 193,194…..,204 2021 11.828 55 8 205,206…..,216 2022 12.499 59 9 217,218…..,228 2023 13.072 61 10 229,230…..,240 2024 13.534 63 11 241,242…..,252 2025 13.868 65 12 253,254…..,264 2026 14.061 66 13 265,266…..,276 2027 14.096 66 14 277,278…..,288 2028 13.960 65 15 289,290…..,300 2029 13.636 64
Proyeksi jumlah volume produksi hasil tangkapan di atas menunjukkan adanya peningkatan volume produksi setiap tahun-nya yang mencapai maksimum pada tahun ke 13 atau tahun 2027 dimana pada tahun 2015 total volume produksi di PPP Lampulo sebesar 6,596 ton, dan meningkat hingga mencapai 14,096 ton pada tahun 2027 atau meningkat 102%. Penurunan proyeksi volume produksi
hasil tangkapan diperkirakan terjadi pada tahun 2028-2029 sebesar masing- masing 136 dan 324 ton atau berjumlah 460 ton atau 7,3% dibandingkan dengan volume produksi tahun 2027 (Tabel 7) . Hal ini harus dapat diantisipasi pihak pengelola PPP Lampulo melalui misalnya pengaturan operasional armada penangkapan.
Proyeksi produksi hasil tangkapan 2015-2029 diatas memiliki trend yang meningkat dengan asumsi stok ikan yang ada mencukupi, dan kondisi unit penangkapan ikan tetap stabil seperti saat penelitian dilakukan.
Persamaan proyeksi jumlah armada kapal penangkap ikan di PPP Lampulo Persamaan regresi yang akan digunakan untuk proyeksi armada kapal penangkap ikan dibangun menggunakan data tahunan armada kapal penangkap ikan PPP Lampulo dalam 8 tahun terakhir 2005-2012.
Gambar 16 Grafik persamaan regresi jumlah armada kapal penangkap ikan di tahun 2005-2012
Grafik jumlah kapal di atas menunjukkan ada peningkatan jumlah kapal setiap tahunnya dimana pada tahun 2005 jumlah armada kapal penangkap ikan di PPP Lampulo sebanyak 91 unit kemudian meningkat mencapai 307 unit pada tahun 2012.
Perhitungan persamaan regresi armada kapal penangkap ikan mengasilkan persamaan y= 31,09x-62270 (y = proyeksi armada kapal penangkap ikan/unit x = tahun). Persamaan ini menggambarkan bahwa setiap penambahan x = 1 tahun akan meningkatkan armada kapal penangkap ikan sebesar y = 31 unit. Hubungan antar variabel armada kapal penangkap ikan (y) unit dan waktu (x) tahun adalah sangat kuat; yang dinyatakan dengan R2 = 0.904.
Proyeksi jumlah armada kapal penangkap ikan di PPP Lampulo selama 15 tahun diperoleh dari penerapan persamaan regresi diatas untuk kurun waktu tahun 2015-2029. Selanjutnya untuk perhitungan sebaran proyeksi armada kapal yang memiliki ukuran GT berbeda. Proyeksi jumlah armada kapal penangkap ikan tersebut (Tabel 8) digunakan untuk menentukan pengembangan fasilitas-fasilitas pokok dermaga dan kolam pelabuhan.
y = 31.09x - 62270 R² = 0.904 0 50 100 150 200 250 300 350 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 Ju m lah ar m ad a K ap al (Un it) Tahun
Tabel 8 Proyeksi jumlah armada penangkapan di PPP Lampulo 2015-2029 Proyeksi jumlah armada (unit)
x = Tahun Jumlah sebaran armada y= 31,09x- 62270 Sebaran proyeksi < 5 5-10 10-20 20-30 30-50 50-60 2015 387 39 127 52 77 65 25 2016 418 40 140 56 83 70 28 2017 449 40 153 60 88 75 31 2018 480 41 166 64 94 80 34 2019 511 41 179 69 100 85 37 2020 542 42 192 73 105 90 40 2021 573 42 205 77 111 95 43 2022 604 43 218 81 116 100 46 2023 635 43 231 85 122 106 49 2024 666 44 244 89 127 111 52 2025 698 44 257 93 133 116 55 2026 729 45 270 97 139 121 58 2027 760 45 283 101 144 126 61 2028 791 46 296 105 150 130 64 2029 822 46 309 109 156 135 67
Proyeksi jumlah armada kapal penangkap ikan 2015-2029 menunjukkan adanya peningkatan jumlah armada kapal penangkap ikan setiap tahun-nya dimana pada tahun 2012 jumlah armada kapal penangkap ikan di PPP Lampulo sebanyak 307 unit kemudian meningkat hingga mencapai 822 unit atau 168 % pada tahun 2029.
Proyeksi jumlah armada kapal penangkap ikan 2015-2029 memiliki trend yang meningkat dengan asumsi stok ikan yang ada mencukupi.
Kebutuhan panjang dermaga dan kolam saat ini
Kebutuhan panjang dermaga dan kolam saat ini dihitung dengan menggunakan rumus PIANC dan Ditjen perikanan (Lampiran 1,2,3, dan 4). Hasil perhitungan panjang dermaga diperoleh sebagai berikut (Tabel 9)
Tabel 9 Hasil perhitungan kebutuhan ukuran panjang dermaga dan kolam PPP Lampulo saat ini tahun 2014
No Fasilitas Kode Ukuran saat
ini 2014 Kode Ukuran dibutuhkan Tahun 2014 Selisih 1 Dermaga pendaratan LE 178 m Lk1 362 m 443 m 2 Dermaga pemuatan Lk 2 259 m 3 Kedalaman kolam pelabuhan DE - 4 m DK -3,8 m + 2 m 4 Luas kolam pelabuhan SE 120.000m 2 S K 97.360 m2 + 22460 m2 Keterangan :
LE = Panjang dermaga tersedia saat ini (m) DE = Kedalaman kolam pelabuhan saat ini (m) SE = Luas kolam saat ini (m2)
Lk1 = Panjang dermaga pendaratan hasil tangkapan yang dibutuhkan (m)
Lk2 = Panjang dermaga pemuatan bahan kebutuhan melaut yang dibutuhkan (m) DK = Kedalaman kolam pelabuhan yang dibutuhkan saat ini (m)
SK = Luas kolam pelabuhan dibutuhkan saat ini (m2)
Hasil perhitungan menunjukkan bahwa perlunya penambahan ukuran panjang terhadap fasilitas dermaga. Saat ini PPP Lampulo hanya memiliki satu dermaga dengan panjang 178 m, yang digunakan sebagai dermaga pendaratan HT dan pemuatan bahan kebutuhan melaut, sedangkan berdasarkan perhitungan dibutuhkan panjang dermaga 621m atau kurang 443m, pembangunan dermaga baru dan penambahan ukuran perlu dilakukan untuk mengoptimalkan pelayanan pendaratan hasil tangkapan dan pemuatan bahan kebutuhan melaut di PPP Lampulo saat ini.
Proyeksi kebutuhan panjang dermaga dan kolam 15 tahun kedepan
Proyeksi kebutuhan panjang dermaga dan kedalaman kolam 15 tahun kedepan dihitung menggunakan rumus PIANC dan Ditjen perikanan dengan menggunakan data proyeksi produksi hasil tangkapan dan jumlah kapal 15 tahun mendatang (Lampiran 5 sampai dengan 16). Hasil perhitungan diperlihatkan berikut ini (Tabel 10)
Tabel 10 Hasil proyeksi ukuran dermaga dan kolam PPP Lampulo tahun 2015 - 2029
No Fasilitas Kode
Ukuran dibutuhkan sampai 15 tahun kedepan 5 tahun kedepan tahun 2019 10 tahun kedepan tahun 2024 15 tahun kedepan tahun 2029 1 Dermaga pendaratan Lkp 1 517 m 674 m 831 m 2 Dermaga pemuatan Lkp 2 429 m 516 m 638 m 3 Luas kolam pelabuhan DK 1 139.676 m2 181.993 m2 224.582 m2 4 Kedalaman kolam pelabuhan SK 1 -3,8 m -3,8 m -4 m Keterangan :
Lkp1 = Panjang dermaga pendaratan hasil tangkapan (HT) yang dibutuhkan 5, 10 dan15 tahun kedepan
Lkp2 = Panjang dermaga pemuatan bahan kebutuhan melaut yang dibutuhkan 5, 10 dan15 tahun kedepan
DK1 = Kedalaman kolam pelabuhan yang dibutuhkan 5, 10 dan 15 tahun kedepan SK1 = Luas kolam pelabuhan dibutuhkan 5, 10 dan 15 tahun kedepan
Hasil perhitungan menunjukkan bahwa perlunya penambahan ukuran panjang dermaga. Saat ini, PPP Lampulo hanya memiliki satu dermaga yang digunakan sebagai dermaga pendaratan HT dan pemuatan bahan kebutuhan melaut. Pembangunan dermaga baru dan penambahan ukuran perlu dilakukan untuk mengantisipasi kebutuhan pelayanan pendaratan hasil tangkapan dan pemuatan bahan kebutuhan melaut di PPP Lampulo 15 tahun yang akan datang.
Pembahasan
Proyeksi produksi hasil tangkapan di PPP Lampulo 15 tahun kedepan
Hasil tangkapan merupakan salah satu aspek yang paling utama sebagai motor penggerak dan pengembangan aktivitas usaha penangkapan ikan dan perdagangan di PPP Lampulo. Proyeksi hasil tangkapan 15 tahun kedepan dimaksudkan untuk melihat potensi pengembangan fasilitas dermaga dan kolam PPP Lampulo. Namun pengembangan fasilitas pokok secara tidak langsung akan mempengaruhi pengembangan pelabuhan secara umum. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pada proyeksi produksi hasil tangkapan 15 tahun kedepan, hal ini ditunjukkan pada Tabel 7 dimana jelas terlihat proyeksi produksi hasil tangkapan meningkat sebesar 102 % yaitu sebesar 14.096 ton pada tahun 2027. Hal ini menggambarkan PPP Lampulo masih berpotensi untuk dikembangkan.
Ketersediaan produksi HT di PPP Lampulo diatas adalah sangat penting bagi suatu pelabuhan perikanan. Pane (2010) mengungkapkan bahwa hasil tangkapan merupakan sumber utama adanya aktivitas-aktivitas atau merupakan “daya tarik utama dan awal” untuk kegiatan-kegiatan di PP/PPI. Ketiadaan hasil tangkapan yang didaratkan di PP/PPI membuat ‘mati’-nya suatu PP/PPI, sekurang-kurangnya menjadikan PP/PPI hanya berfungsi minimalis yaitu hanya sebagai penjual atau pelayanan jasa kebutuhan melaut saja. Selanjutnya Lubis (2007), menyatakan bahwa produksi hasil tangkapan merupakan aspek penting yang harus diperhatikan dalam memanfaatkan fasilitas pelabuhan karena produksi hasil tangkapan sebagai salah satu indikator tingkat fungsionalitas suatu pelabuhan perikanan (PP) atau pangkalan pendaratan ikan (PPI).
Menurut Kementrian Kelautan dan Perikanan (2011) PPP Lampulo termasuk dalam Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) 571 dan 572 saat ini perkiraan maksimum potensi lestari (MSY) sumberdaya ikan di WPP 571 diestimasi sebesar 276.100 ton dan WPP 572 sebesar 565.100 ton setiap tahunnya. Saat ini WPP 571 diperkirakan hampir mendekati over fishing oleh karena itu pengembangan perikanan bagi nelayan atau pengusaha penangkapan di PPP Lampulo lebih diarahkan untuk melalukan penangkapan ikan pada WPP 572. Proyeksi jumlah armada kapal penangkap ikan di PPP Lampulo 15 tahun
Kapal penangkap ikan memiliki peranan penting dalam penunjang keberhasilan suatu operasi penangkap ikan. Kegiatan operasional yang besar di pelabuhan perikanan mendorong perlu adanya peningkatan dan pengembangan fasilitas-fasilitas di PPP Lampulo salah satunya adalah dermaga dan kolam pelabuhan. Pengembangan fasilitas dermaga dan kolam pelabuhan secara tidak langsung akan mendorong perkembangan PPP Lampulo secara keseluruhan. Menurut Suherman (2011) bahwa jumlah kapal yang berkunjung atau melakukan pendaratan hasil tangkapan dan pemuatan bahan kebutuhan melaut dapat menjadi salah satu indikator besarnya tingkat operasional pelabuhan tersebut.
Proyeksi jumlah armada kapal penangkap ikan 15 tahun kedepan dimaksudkan untuk melihat potensi pengembangan fasilitas dermaga dan kolam PPP Lampulo. Hasil penelitian menunjukkan adanya penambahan jumlah kapal yang cukup besar pada hasil proyeksi. Jumlah armada kapal penangkap ikan 15 tahun kedepan meningkat dengan jumlah penambahan kapal rata-rata 31 unit per tahun, hal ini ditunjukan pada (Gambar 16) dimana jelas terlihat proyeksi jumlah total armada kapal penangkap ikan meningkat hingga 176% selama 15 tahun. Hal ini menggambarkan PPP Lampulo perlu untuk dikembangkan untuk mengantisipasi kebutuhan di masa yang akan datang. Peningkatan jumlah kapal mempengaruhi kebutuhan dermaga dan kolam pelabuhan dengan kata lain peningkatan jumlah kapal seharusnya diikuti dengan pertumbuhan ukuran dermaga dan kolam di PPP Lampulo. Lubis dan Mardiana (2011) menyatakan semakin besarnya pertambahan jumlah dan ukuran kapal perikanan, maka kapal- kapal tersebut memerlukan penambahan ukuran dermaga dan kolam yang sesuai untuk bersandar.
Proyeksi kebutuhan ukuran dermaga dan kolam pelabuhan PPP Lampulo 15 tahun kedepan
Panjang dermaga pendaratan hasil tangkapan dan pemuatan bahan kebutuhan melaut yang tersedia saat ini atau tahun 2014 adalah 178 m, sedangkan panjang dermaga pendaratan hasil tangkapan dan pemuatan bahan kebutuhan melaut yang diperlukan adalah 621 m, dengan rincian panjang dermaga pendaratan hasil tangkapan 362 m dan dermaga pemuatan kebutuhan melaut 259 m, sehingga perlu penambahan dermaga sepanjang 443 m. Kedalaman kolam pelabuhan saat ini mencapai minus 4 m, kedalaman kolam yang dibutuhkan saat ini adalah -3,8 m, maka kedalaman kolam yang ada saat ini sudah mencukupi. Luas kolam pelabuhan saat ini 120.000 m2 , luas kolam yang dibutuhkan saat ini 97.360, maka luas kolam saat ini sudah mencukupi. Pelabuhan Lampulo saat ini hanya memiliki satu dermaga untuk memenuhi kebutuhan pelayanan pendaratan hasil tangkapan dan pemuatan bahan kebutuhan melaut. Penambahan ukuran panjang dermaga dan pembangunan dermaga diperlukan untuk efisiensi waktu tambat-labuh kapal.
Proyeksi panjang dermaga pendaratan hasil tangkapan dan pemuatan bahan kebutuhan melaut yang diperlukan 15 tahun kedepan adalah 1.469 m, dengan rincian panjang dermaga pendaratan hasil tangkapan 831 m dan panjang dermaga pemuatan kebutuhan melaut 638 m. Perlu penambahan dermaga sepanjang 1.291 m. Proyeksi kebutuhan kedalaman kolam yang dibutuhkan 15 tahun kedepan adalah -4 m, maka kedalaman kolam yang ada saat ini sudah mencukupi. Proyeksi luas kolam yang dibutuhkan 15 tahun kedepan adalah 224.582 m2 maka perlu adanya penambahan kolam seluas 104.582 m2. Pelabuhan Lampulo saat ini hanya memiliki satu dermaga yang digunakan sebagai dermaga pendaratan hasil tangkapan dan pemuatan kebutuhan melaut. Proyeksi peningkatan hasil tangkapan dan jumlah armada kapal (Gambar 16 dan Tabel 8) mendorong adanya penambahan ukuran panjang dermaga dan pembangunan dermaga baru untuk mengantisipasi kebutuhan pelayanan pendaratan hasil tangkapan dan pemuatan bahan kebutuhan melaut serta efisiensi waktu tambat-labuh kapal.
Proyeksi produktifitas dermaga pemuatan hasil tangkapan 15 tahun kedepan
Hasil proyeksi rata-rata produktivitas dermaga harian selama 15 tahun kedepan menunjukkan peningkatan kepadatan akibat peningkatan proyeksi volume produksi 15 tahun kedepan. Peningkatan kepadatan produktifitas dermaga tersebut dapat menimbulkan resiko kerusakan dermaga akibat melebihi daya tampung yang ada.
Produktifitas dermaga dan ruang lelang rata-rata harian PPP Lampulo saat ini atau tahun 2012 dihitung menggunakan rumus Pane (2013) nomor (5) dan (6) sebesar sebesar 31 kg/m2 .
Sebagian besar ikan hasil tangkapan yang didaratkan di PPP Lampulo di pasarkan melalui tempat lelang namun di PPP Lampulo masih banyak ikan yang langsung dijual di dermaga tanpa melalui lelang. Menurut Pane (2013) produksi hasil tangkapan per kali pendaratan yang tidak dilelang atau tidak masuk ruang lelang seperti ikan bagian ABK (anak buah kapal), ikan hasil pancing ABK, dan ikan yang diberikan kepada anak-anak langsung dibawa dari dermaga ke perusahaan pengolahaan ikan.
Proyeksi produktifitas dermaga setelah dilakukan penambahan ukuran dermaga untuk 15 tahun kedepan pada tahun ke 5 atau tahun 2019 sebesar 17 kg/m2, tahun ke 10 atau tahun 2024 sebesar 17 kg/m2, dan tahun ke 15 atau tahun 2029 sebesar 14 kg/m2. Adanya penurunan tingkat kepadatan hingga mencapai 55 % jika dibandingkan dengan nilai produktifitas dermaga saat ini yaitu sebesar 31 kg/m2, hal ini diharapkan dapat mengurangi kelebihan daya tampung dermaga.
6 STRATEGI PENGEMBANGAN PPP LAMPULO BANDA ACEH