• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.2 Kebutuhan Gizi Ibu Hamil

Nutrisi selama kehamilan merupakan salah satu faktor penting menentukan pertumbuhan janin.Sukarni (2013) mengungkapkan bahwa kebutuhan hamil setiap individu berbeda-beda dipengaruhi oleh riwayat kesehatan dan status gizi sebelumnya, kekurangan asupan pada salah satu zat yang mengakibatkan kebutuhan terhadap suatu nutrien terganggu, dan kebutuhan nutrisi yang tidak konstan selama kehamilan. Dalam keadaan hamil, makanan yang dikonsumsi bukan untuk dirinya sendiri tetapi untuk janin ibu juga mengkonsumsi makanan yang dimakan. Penambahan kebutuhan gizi selama hamil meliputi :

1. Energi

Selama proses kehamilan terjadi peningkatan kebutuhan kalori sejalan dengan adanya peningkatan laju metabolik basal dan penambahan berat badan yang akan meningkatkan penggunaan kalori selama aktifitas.Menurut Riskesdas(2007) rerata nasional konsumsi energi per kapita per hari adalah 1.735,5 kkal. Kebutuhan kalori tiap trimester antara lain:

1. Trimester I, kebutuhan kalori meningkat, minimal 2.000 kalori perhari.

2. Trimester II, kebutuhan kalori akan meningkat untuk kebutuhan ibu yang meliputi penambahan volume darah, pertumbuhan uterus, payudara dan lemak.

3. Trimester III, kebutuhan kalori akan meningkat untuk pertumbuhan janin dan plasenta.

2. Protein

Protein berfungsi untuk pertumbuhan dan perkembangan janin.Kebutuhan protein yang dianjurkan sekitar 80 gram/hari.Kebutuhan akan protein selama kehamilan tergantung usia kehamilan. Total protein fetal yang diperlukan selama masa gestasi berkisar antara 350-450 g. Pada trimester I hingga trimester II kurang dari 6 gram tiap harinya, sedangkan pada trimester III sekitar 10 gram tiap harinya. Menurut WHO tambahan protein ibu hamil adalah 0,75 gram per kg berat badan sedangkan Menurut Widyakarya Pangan dan Gizi VI (2004) menganjurkan penambahan 17 gram tiap hari. Kebutuhan protein bisa didapat dari nabati maupun hewani. Protein digunakan untuk pembentukan jaringan baru baik plasenta dan janin,pertumbuhan dan diferensiasi sel, pembentukan cadangan darah dan persiapan masa menyusui.

3. Lemak

Lemak merupakan sumber tenaga yag vital dan untuk pertumbuhan jaringan plasenta. Lemak dibutuhkan tubuh terutama untuk membentuk energi dan serta perkembangan system saraf janin.Oleh karena itu, ibu hamil tidak boleh sampai kurang mengkonsumsi lemak tubuh.

4. Vitamin

Kebutuhan vitamin diperlukan untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan janin serta proses diferensiasi sel. Kebutuhan vitamin meliputi:

a. Asam Folat

Asam folat merupakan vitamin B yang memegang peranan penting dalam perkembangan embrio.Asam folat juga membantu mencegah neural tube defect, yaitu cacat pada otak dan tulang belakang.Kekurangan asam folat dapat menyebabkan kehamilan prematur, anemia, cacat bawaan, bayi dengan berat bayi lahir rendah (BBLR), dan pertumbuhan janin terganggu.Kebutuhan asam folat sekitar 600-800 miligram.Menurut Widyakarya Pangan dan Gizi VI 2004 menganjurkan mengkonsumsi asam folat sebesar 5 mg/kg/hr (200 mg).Asam folat dapat didapatkan dari suplemen asam folat, sayuran berwarna hijau, jeruk, buncis, kacang-kacangan dan roti gandum.

b. Vitamin A

Vitamin A mempunyai fungsi untuk penglihatan, imunitas, pertumbuhan dan perkembangan embrio.Kekurangan vitamin A menyebabkan kelahiran prematur dan berat badan lahir rendah. Sumber vitamin A antara lain: buah-buahan, sayuran warna hijau atau kuning, mentega, susu, kuning telur dan lainnya.

c. Vitamin B

Vitamin B1, vitamin B2, niasin dan asam pantotenat yang dibutuhkan untuk membantu proses metabolisme. Vitamin B6 dan B12 diperlukan untuk membentuk DNA dan sel-sel darah merah.Vitamin B6 berperan dalam metabolisme asam amino.

d. Vitamin C

Vitamin C merupakan antioksidan yang melindungi jaringan dari kerusakan dan dibutuhkan untuk membentuk kolagen serta menghantarkan sinyal

ke otak.Vitamin C juga membantu penyerapan zat besi di dalam tubuh.Ibu hamil disarankan mengkonsumsi 85 miligram per hari.Sumber vitamin C didapat dari tomat, jeruk, strawberry, jambu biji dan brokoli.

e. Vitamin D

Vitamin D berfungsi mencegah hipokalsemia, membantu penyerapan kalsium dan fosfor, mineralisasi tulang dan gigi serta mencegah osteomalacia pada ibu. Sumber vitamin D terdapat pada susu, kuning telur dan dibuat sendiri oleh tubuh dengan bantuan sinar matahari.

f. Vitamin E

Vitamin E berfungsi untuk pertumbuhan sel dan jaringan serta integrasi sel darah merah.Selama kehamilan wanita hamil dianjurkan mengkonsumsi 2 miligram per hari.

g. Vitamin K

Kekurangan vitamin K dapat mengakibatkan gangguan perdarahan pada bayi.Pada umumnya kekurangan vitamin K jarang terjadi, karena vitamin K terdapat pada banyak jenis makanan dan juga disintesis oleh bakteri usus.

5. Mineral

Wanita hamil juga membutuhkan lebih banyak mineraldibandingkan sebelum hamil. Kebutuhan mineral diperlukan untukmendukung pertumbuhan dan perkembangan janin serta prosesdiferensiasi sel. Kebutuhan mineral antara lain:

a. Zat Besi

Kebutuhan zat besi akan meningkat 200-300 miligram dan selamakehamilan yang dibutuhkan sekitar 1040 miligram. Zat besidibutuhkan

untuk memproduksi hemoglobin, yaitu protein di seldarah merah yang berperan membawa oksigen ke jaringan tubuh.Selain itu, zat besi penting untuk pertumbuhan dan metabolism energi dan mengurangi kejadian anemia. Defisiensi zat besi akanberakibat ibu hamil mudah lelah dan rentan infeksi, resikopersalinan prematur dan beratbadan bayi lahir rendah. Untukmencukupi kebutuhan zat besi, ibu hamil dianjurkanmengkonsumsi 30 miligram tiap hari.Efek samping dari zat besi adalah konstipasi dan nausea (mual muntah). Zat besi baikdikonsumsi dengan vitamin C, dan tidak dianjurkan mengkonsumsi bersama kopi, teh, dan susu.

Sumber alami zat besi dapatditemukan pada daging merah, ikan, kerang, unggas, sereal, dankacang-kacangan.

b. Zat Seng

Zat seng digunakan untuk pembentukan tulang selubung syaraftulang belakang.Resiko kekurangan seng menyebabkan kelahiranprematur dan berat bayi lahir rendah.Kebutuhan seng pada ibuhamil sekitar 20 miligram per hari.

c. Kalsium

Ibu hamil membutuhkan kalsium untuk pembentukan tulang dangigi, membantu pembuluh darah berkontraksi dan berdilatasi, sertamengantarkan sinyal syaraf, kontraksi otot dan sekresi hormon.Kebutuhan kalsium ibu hamil sekitar 1000 miligram per hari.Sumber kalsium didapat dari ikan teri, susu, keju, udang, sarden,sayuran hijau dan yoghurt.

d. Yodium

Ibu hamil dianjurkan mengkonsumsi yodium sekitar 200 miligramdalam bentuk garam beryodium. Kekurangan yodium dapatmenyebabkan hipotirodisme yang berkelanjutan menjadikretinisme.

e. Fosfor

Fosfor berperan dalam pembentukan tulang dan gigi janin sertakenaikan metabolisme kalsium ibu.Kekurangan fosfor akanmenyebabkan kram pada tungkai.

Tabel 2.1 Kebutuhan Zat Gizi Ibu Hamil Dan Sumber Bahan

Zat Gizi Jumlah Sumber

Kalori 2.535 kkal Nasi, kentang, jagung, minyak, lemak hewani, terigu, ubi-ubian Iodium 175 mg Nanas, ikan, stroberi, sayuran hijau Seng 20 mg Telur, jagung, daging merah, buncis,

Vitamin B2 1,2 mg Sayuran, buah-buahan, kacangkacangan, hati, telur

Vitamin B1 1,1 mg Daging, kacang-kacangan, biji-bijian, padi-padian

Vitamin A 700 RE Hati, sayur berwarna seperti wortel,

buah berwarna merah, mentega,kuning telur Sumber : (Khomsan & Sutomo,2009)

Ibu hamil juga perlu meningkatkan asupan cairan karena dapat mencegah konstipasi selama kehamilan. Kebutuhan asupan air ditingkatkan, sedikitnya 8 gelas setiap hari.Dan mengkonsumsi serat yang banyak terdapat pada buah dan sayuran, yang berguna untuk membantu kerja system ekskresi sehingga mudah buang air besar (Astuti, 2011).

2.2.1 Kecukupan Gizi Ibu Hamil

Kebutuhan akan energi dan zat gizi bergantung pada berbagai faktor seperti umur, gender, berat badan, iklim dan aktivitas fisik. Kehamilan menyebabkan meningkatnya metabolisme energi, karena itu kebutuhan energi dan zat gizi lainnya meningkat selama kehamilan.Berdasarkan faktor tersebut maka disusun Angka kecukupan gizi (AKG) yang dianjurkan bagi ibu hamil guna sebagai standar mencapai status gizi optimal bagi penduduk (Almatsier, 2009).AKG bagi ibu hamil terus bertambah seiring dengan berbagai perubahan yang menyertainya. Ketidakmampuan ibu hamil dalam memenuhi kebutuhan gizinya maka akan mempengaruhi berat bayi yang akan dilahirkan.

Angka Kecukupan Gizi (2004) menetapkan tambahan kebutuhan energi ibu hamil pada trimester I sebanyak 180 Kkal diatas kebutuhan sebelum hamil dan sebanyak 300 Kkal pada trimester II dan III.Dengan demikian AKG energi ibu hamil berusia antara 19-49 tahun berkisar antara 2000-2200 kkal.Penambahan energi ini relatif tidak besar, yaitu 10-15 % dari kecukupan energi tidak hamil

(1800-1900kkal). Penambahanenergi ini hendaknya dilakukan dengan penambahan makanan padat gizi, seperti susu, daging dan ayam tidak berlemak, ikan, telur, kacang-kacangan.

Tabel 2.2Angka Kecukupan Zat Gizi (AKG) Wanita Tidak Hamil dan Tambahan Gizi Ibu Hamil

Sumber :Peraturan Mentri Kesehatan Nomor 75 Tahun 2013

Jumlah kalori yang diperlukan bagi ibu hamil untuk setiap harinya adalah 2500 kalori.Pengetahuan tentang berbagai jenis makanan yang dapat memberikan kecukupan kalori.Bagi ibu hamil, pada dasarnya semua zat gizi memerlukan tambahan, namun yang seringkali menjadi kekurangan adalah energi protein dan beberapa mineral seperti zat besi dan kalsium.Kebutuhan energi untuk kehamilan Zat Gizi

yang normal perlu tambahan kira-kira 80.000 kalori selama masa kurang dari 280 hari.Hal ini berarti perlu tambahan ekstra sebanyak kurang lebih 300 kalori setiap hari selama hamil (Sukarni, 2013).

Dokumen terkait