122Permasalahan yang dihadapiYang sudah
4.4.5.1 Kebutuhan Pengembangan a Rencana Wilayah Pelayanan
Rencana pengembangan daerah pelayanan kebersihan dibagi menjadi 3 tahapan perencanaan, yaitu :
1) Tahap mendesak melayani Pusat Kota (Distrik Ayamaru dan Distrik Ayamaru Utara).
2) Tahap I melayani Pusat Kota, serta Ayamaru Timur.
3) Tahap II melayani Pusat Kota dan daerah perkembangan Kota, sesuai RUTRK. b. Rencana Tingkat Pelayanan
Jumlah sampah yang dilayani oleh Badan Pengelolaan Kebersihan di Kota Ayamaru akhir tahap mendesak mencapai 39,6 target pelayanan sampah Kota Ayamaru dari tahap mendesak sampai tahap II.
c. Pola Pelayanan
1) Pengumpulan, yang dimaksudkan adalah pengumpulan sampah dari sumbernya (rumah tangga, toko, kantor, sekolah, pedagang, rumah makan, hotel, rumah sakit dan lainnya) ke tempat lokasi pemindahan; sistem pengumpulan yang diusulkan ada dua pola, yaitu pengumpulan door to door dan pengumpulan komunal, pengumpulan door to door untuk pelayanan pada daerah pemukiman teratur, toko, kantor, industri dan sekolah, sedangkan pengumpulan komunal untuk melayani pemukiman padat yang kurang teratur, selanjutnya sampah dari alat pengumpul ditampung pada lokasi pemindahan sebelum diangkut ke TPA.
2) Pemindahan, yang dimaksud dengan pemindahan yaitu salah satu fase dari pengelolaan sampah dimana pada lokasi pemindahan bertemu antara alat pengumpul dan alat pengangkut; sarana pemindahan yang diusulkan, yaitu: bak pasangan batu bata untuk tahap mendesak (memanfaatkan bak yang telah ada saat ini) untuk tahap I dan tahap II bak tersebut diganti dengan pelataran yang dilengkapi dengan tutup dari kayu, selain menggunakan bak pasangan batu bata,
ditimbun dengan tanah secara berkala dan pola lokasi TPA dilengkapi dengan pagar pengaman, saluran drainase, pos jaga dan alat untuk pemadatan sampah. d. Manajemen dan Organisasi
1) Bentuk Organisasi
Bentuk institusi pengelola kebersihan di Sorong Selatan saat ini adalah Badan Pengelola Kebersihan. Jika ditinjau dari tanggung jawab dan pekerjaan yang harus dilaksanakan saat ini, maka struktur organisasi tersebut masih cukup memadai namun untuk masa-masa mendatang struktur organisasi tersebut perlu disempurnakan, terutama dalam melengkapi personal yang masih sangat minim jumlahnya.
Hingga tahap mendesak kemungkinan dibutuhkan personal, dan perubahan struktur organisasi pelaksana menjadi Unit Pelaksana Tingkat Daerah (UPTD), dibawah koordinasi Dinas Pekerjaan Umum.
Pada tahap I dan tahap II, maka sebaiknya Badan Pengelola diubah statusnya menjadi dinas tersendiri, atau berstatus UPTD Kebersihan dan Pertanaman dibawah status dinas.
2) Struktur Organisasi
Bentuk organisasi pengelola kebersihan menjadi "Dinas Kebersihan" merupakan bagian yang sangat diperlukan dalam struktur organisasi untuk menunjang Peningkatan Pengelolaan Persampahan Maybrat, dimana struktur organisasi tersebut terdiri dari beberapa fungsi, yaitu :
Perencanaan dan Pengendalian
122
Gambar 4.13
Bentuk UPTD Yang Disarankan
Gambar 4.14
Kepala Dinas Kebersihan
Bertanggung jawab atas kelancaran sistem pengelolaan kebersihan dalam wilayah Sorong Selatan dan bertanggung jawab kepada Bupati.
Kepala Seksi Perencanaan dan Pengembangan
Bertanggung jawab atas pendataan, program pengembangan wilayah pelayanan dan peningkatan kualitas pelayanan.
Bertanggung jawab atas pengendalian sistem pengelolaan persampahan, pemantauan efisiensi, evaluasi dan penyusunan alternatif pemecahan masalah.
Penyusunan laporan kemajuan dan pelayanan secara periodik.
Kepala Seksi Pengumpulan dan Penyapuan
Bertanggung jawab atas penerapan program perencanaan yang telah disusun untuk fase pengangkutan dan pembuangan akhir.
Memeriksa laporan aktifitas pengumpulan, penyapuan dan pemindahan.
Kepala Seksi Pengangkutan dan Pembuangan Akhir
Bertanggung jawab atas penerapan program perencanaan yang telah disusun untuk fase pengangkutan dan pembuangan akhir.
Kepala Seksi Penyuluhan dan Retribusi
Bertanggung jawab atas penyuluhan kepada langganan, dan bertanggung jawab atas penagihan retribusi kebersihan.
Kepala Seksi Taman dan Kuburan
Bertanggung jawab atas keindahan taman-taman kota dan kuburan umum. 4) Personalia
Keberhasilan pelaksanaan sistem pengelolaan persampahan sangat ditentukan oleh personal yang menangani, sehingga diperlukan personal dengan kualitas dan
Staf Penunjang : Lulusan SLTA, dengan pengalaman minimal 2 tahun sesuai dengan bidangnya.
Pengawas Lapangan : Lulusan SLTP, dengan pengalaman berkerja dibidang persampahan.
Tenaga Lapangan : Lulusan SD atau pernah sekolah dasar, dapat membaca dan menulis.
4.4.5.2
Usulan dan Prioritas Program Pengelolaan Persampahan
a. Rencana Operasi 1) Pewadahan
Sesuai dengan pola usaha pengelolaan kebersihan untuk Kota Ayamaru, maka jenis wadah yang digunakan haruslah memenuhi syarat sebagai berikut :
Hygeinis
Mudah dioperasikan
Murah harganya dan tahan lama
Adapun usulan jenis wadah adalah sebagai berikut:
Untuk Sampah Rumah Tangga
Perumahan teratur, dengan pola pengumpulan indvidu, yaitu pengumpulan dilakukan oleh petugas kebersihan dari rumah ke rumah dengan menggunakan gerobak sampah.
Bin Polyethiline, volume 40 lt dan dilengkapi tutup.
Bin Static, volume 50 lt dan dilengkapi tutup (tahap mendesak).
Kantong Plastik, volume 15 lt (tahap mendesak).
Perumahan belum teratur, dengan pola komunal.
Bin Polyethiline, volume 40 lt (dianjurkan)
Keranjang Bambu, volume ± 30 lt dilengkapi tutup
122
Tabel 4.88
Rencana Pengembangan Prasarana dan Sarana
No Aspek Pengelolaan Persampahan Kondisi Saat Ini TA 2007 Kondisi Akhir PJM TA Keterangan
1 2 3 4 5
A Kelembagaan
- - bentuk institusi Di kelola oleh dinas Di kelola oleh dinas -
- - dasar huku pembentukan institusi Perda Perda -
- SDM Kurang memadai Masih Kurang memadai Perlu peningkatan SDM
B Teknis operasional 1 Perencanaan
Ketersediaan dokumen perencanaan (master Plane, FS, Belum ada/belum tersedia Belum ada/belum tersedia Akan dibuat master Plane, FS,DED dan DED)
2 Prasarana dan sarana Pewadahan :
a. Bin/tong sampah Masih kurang/terbatas Masih kurang/terbatas Perlu penambahan
b. DII - - -
Pengumpulan
a. Gerobak sampah Masih kurang/terbatas Masih kurang/terbatas Perlu penambahan
b. Becak sampah - - -
c. Street sweeper - - -
d. Dll - - -
Pemindahan (penampungan sementara)
a. Transper depo Belum tersedia Belum tersedia Akan dibangun b. Container Masih kurang/terbatas Masih kurang/terbatas Perlu penambahan c. Transfer station belum tersedia belum tersedia Akan dibangun Pengangkutan
a. Dump truck Masih kurang/terbatas Masih kurang/terbatas Perlu penambahan b. Arm rool truck Masih kurang/terbatas Masih kurang/terbatas Perlu penambahan
No Aspek Pengelolaan Persampahan Kondisi Saat Ini TA 2007 Kondisi Akhir PJM TA Keterangan
1 2 3 4 5
System pengelolaan & 3R
a. Pengomposan Belum ada/tersedia Belum ada/tersedia akan dibuat
b. Daur ulang Belum ada/tersedia Belum ada/tersedia akan dibuat
c. Incinerator - - -
d. Dll - - -
Tempat pemrosesan akhir (TPA)
a. Lahan Belum ada/tersedia Belum ada/tersedia Akan dilakukan pembebasan lahan
b. Fasilitas Umum
- Jalan masuk Belum ada/tersedia Belum ada/tersedia akan dibangun
- Saluran drainase Belum ada/tersedia Belum ada/tersedia akan dibangun
- System air bersih Belum ada/tersedia Belum ada/tersedia akan dibangun
- Kantor Belum ada/tersedia Belum ada/tersedia akan dibangun
- Pagar gerbang Belum ada/tersedia Belum ada/tersedia akan dibangun
c. Fasilitas perlindungan lingkungan
- Lapisan kedap air Belum ada/tersedia Belum ada/tersedia akan dibangun
- Saluran pengumpul lindi Belum ada/tersedia Belum ada/tersedia akan dibangun
- Instalasi pengolahan Belum ada/tersedia Belum ada/tersedia akan dibangun
lindi
- Penanganan gas metan Belum ada/tersedia Belum ada/tersedia akan dibangun
a. Fasilitas operasional
- Jembatan timbang Belum ada/tersedia Belum ada/tersedia akan dibangun
- Alat berat Belum ada/tersedia Belum ada/tersedia perlu penambahan
- Jalan operasi Belum ada/tersedia Belum ada/tersedia akan dibangun
- Area penghijauan Belum ada/tersedia Belum ada/tersedia akan dibuat
- Sel pembuangan sampah Belum ada/tersedia Belum ada/tersedia akan dibangun
- Cadangan tanah penutup Belum ada/tersedia Belum ada/tersedia perlu penambahan
b. Fasilitas penunjang
- Pencucian kendaraan Belum ada/tersedia Belum ada/tersedia akan dibangun
- Parkir Belum ada/tersedia Belum ada/tersedia akan dibangun
122
No Aspek Pengelolaan Persampahan Kondisi Saat Ini TA 2007 Kondisi Akhir PJM TA Keterangan
1 2 3 4 5
C System pembiayaan
- Mekanisme pembiayaan Masih terbatas Masih terbatas Perlu pengaturan mekanisme
- Sumber dana Masih terbatas Masih terbatas Perlu sumber dana lain
- Retribusi dan mekanisme Penarikan Belum berjalan dengan baik Belum berjalan dengan baik Perlu pengaturan penarikan
- Realisasi penerimaan Masih kurang Masih kurang Perlu ditingkatkan D Peraturan / perundangan
- Kelengkapan, kelayakan Materi Belum ada/tersedia Belum ada/tersedia Perlu dibuat
- Penerapan sanksi dan rewand Belum tersedia dengan baik Belum tersedia dengan baik Perlu penegasan E Peran serta masyarakat
dan swasta
- Penyuluhan, edukasi, Dll Masih kurang/belum maksimal Masih kurang/belum maksimal Perlu sosialisasi
- Kemampuan membayar Retribusi Masih terbatas Masih terbatas Perlu sosialisasi
- Partisipasi masyarakat Masih kurang/belum maksimal Masih kurang/belum maksimal Perlu sosialisasi
Bin Plastik
Kotak kayu, dilengkapi tutup
Kardus (tahap mendesak)
Untuk sampah kantor, sekolah dan hotel diusulkan menggunakan tempat sampah dengan kapasitas yang besar, yaitu : bak pasangan batu bata dan bin polyethiline 70 lt.
Untuk sampah jalan dan taman digunakan bin statik dengan kapasitas ± 50 lt tahap mendesak, sedangkan untuk tahap I dan tahap II digunakan bin polyethiline.
2) Pengumpulan
Pengumpulan dari masing-masing sumber sampah dilakukan dengan 2 cara, yaitu a. Sistem door to door, dimana sampah diambil langsung dari sumbernya oleh
petugas pengumpul dengan menggunakan gerobak.
b. Sistem Komunal, dimana penghasil sampah mengantarkan ke gerobak atau mengantarkan ke lokasi pemindahan. Untuk kelancaran sistem komunal ini, diharapkan adanya disiplin waktu yang ketat dari alat pengumpul untuk berhenti ditempat-tempat tertentu, sehingga masyarakat dapat mengetahuinya.
Alat pengumpul (gerobak) yang digunakan adalah gerobak dorong dengan kapasitas angkut 1 m3.
Gerobak untuk alat pengumpul adalah gerobak untuk wadah komunal dengan karakteristik sebagai berikut :
Periode Pengumpulan : 2 hari sekali
Kapasitas Alat : 1 wadah/rit
Kemampuan : 4 rit/hari 3) Pemindahan
4) Pengangkutan
Alat pengangkut sampah yang diusulkan untuk mengangkut sampah di Kota Ayamaru adalah : Dump Truck, untuk mengangkut sampah dari pelataran dan
transfer deppo ke TPA. Spesifikasi dump truck yang digunakan adalah sebagai berikut :
Kapasitas : 6,00 m3. Bahan bakar : solar, 1 lt/5 km.
Tenaga Kerja : 1 pengemudi dan 3 buruh angkut Ritasi : 3 rit/hari
5) Pembuangan Akhir
Sistem pembuangan akhir yang direncanakan pada tahap mendesak adalah
Controled Landfill, yaitu pengembangan dari sistemopen dumping dimana pada periode tertentu ditimbun secara berkala dan pada lokasi tersebut dilengkapi dengan pagar, saluran drainase, pos penjaga dan lainnya, adapun lokasi pembuangan akhir sesuai dengan Rencana Induk Kota Ayamaru, yaitu : TPA yang terletak di Manggoapi, yang berjarak 6,4 Km dari pusat kota.
Sedangkan pada tahap I dan tahap II diharapkan sudah mulai diterapkan sistem
Sanitary Landfill, yaitu pengembangan dari sistem Controled Landfill, dengan mengusahakan TPA baru. Luas TPA dihitung berdasarkan timbulan sampah yang dilayani setiap harinya, dengan ketinggian tumpukan sampah 3 meter dan penyusutan setelah pemadatan sebesar 40 %.
b. Peraturan
Keputusan Bupati Kabupaten Maybrat tentang pembentukan organisasi dan tata kerja BK5M perlu ditingkatkan menjadi peraturan daerah, sesuai dengan kebutuhan daerah kekuatan hukumnya.
122
4.4.5.3
Pembiayaan Pengelolaan
1. Biaya Investasi diharapkan dari Pemerintah Daerah melalui APBD.
2. Biaya operasi dan pemeliharaan diharapkan dari swadaya masyarakat melalui iuran retribusi kebersihan dan bantuan Pemerintah Daerah.
3. Biaya pemeliharaan kebersihan diharapkan berasal dari swadaya masyarakat melalui retribusi kebersihan dan subsidi Pemerintah Daerah.
4. Gaji personil pengelola; gaji pegawai tetap berasal dari Pemerintah, sedangkan gaji pegawai lapangan (tidak tetap) berasal dari swadaya masyarakat melalui retribusi kebersihan.
Tabel 4.89
Sistem Prasarana dan Sarana Persampahan yang Diusulkan
(Rp. ) Vol. Biaya Vol. Biaya Vol. Biaya
1 2 3 4 5 6 7 8 15 16 17 18 17 18 19 20
1 Peningkatan SDM
- Peningkatan Institusi & SDM Pkt 400,000,000 3.00 - meningkat kualitas 1,200,000,000 Kab. Maybrat 1.00 400,000,000 1.00 400,000,000 1.00 400,000,000 - meningkatkan kinerja
2 Teknik Operasional
- Pengembangan Perencanaan Pkt 300,000,000 3.00 900,000,000 Kab. Maybrat 1.00 300,000,000 1.00 300,000,000 1.00 300,000,000 dan Program
3 Peningkatan Kinerja TPA Sampah pkt 20,000,000,000 3.00 60,000,000,000 1.00 20,000,000,000 1.00 20,000,000,000 1.00 20,000,000,000
4 Pengadaan Alat Angkut
- Kontainer Unit 100,000,000 24.00 - pengumpulan sampah 2,400,000,000 Kab. Maybrat 8.00 800,000,000 8.00 800,000,000 8.00 800,000,000 5 Pengadaan Alat/Pewadahan
- Tong Sampah bh 150,000 1,200.00 - memudahkan membuang sampah 180,000,000 400.00 60,000,000 400.00 60,000,000 400.00 60,000,000 - Gerobak Sampah bh 200,000 600.00 - memudahkan pengangkutan 120,000,000 200.00 40,000,000 200.00 40,000,000 200.00 40,000,000 6 Perencanaan Teknis TPA Sampah pkt 300,000,000 3.00 - memberikan penataan 900,000,000 Kab. Maybrat 1.00 300,000,000 1.00 300,000,000 1.00 300,000,000
atau aturan yang baku
65,700,000,000 21,900,000,000 21,900,000,000 21,900,000,000 Lokasi 2011 JUMLAH Jadwal Pelaksanaan 2012 Klafikasi Tanggung Jawab Ket. 2013
122
Tabel 4.90
Usulan Pembiayan Proyek Pengelolaan Persampahan Sumber Dana
1 3 4 5 6 7 8 9 10 11
1 Peningkatan SDM
- Peningkatan Institusi dan SDM 1,200,000,000 840,000,000 360,000,000 2 Teknik Operasional
- Pengembangan Perencanaan dan 900,000,000 630,000,000 270,000,000 Program
3 Peningkatan Kinerja TPA Sampah 60,000,000,000 42,000,000,000 12,000,000,000 6,000,000,000 4 Pengadaan Alat Angkut
- Kontainer 2,400,000,000 1,680,000,000 720,000,000
5 Pengadaan Alat/Pewadahan
- Tong Sampah 180,000,000 126,000,000 54,000,000
- Gerobak Sampah 120,000,000 84,000,000 36,000,000
6 Perencanaan Teknis TPA Sampah 900,000,000 900,000,000
65,700,000,000 42,900,000,000 15,360,000,000 7,440,000,000
No. Pusat Provinsi Kabupaten SLA
JUMLAH 2 Perusahaan Daerah Masyarakat Swasta Hibah Total Kegiatan
Tabel 4.91
SNI Mengenai Persampahan