badan kikirpinggir
1421.1.6.3 Kecepatan langkah mengikir
Kecepatan langkah mengikir harus disesuaikan dengan kondisi badan dan peralatan serta bahan yang dikikir. Berdasarkan pendekatan perhitungan kecepatan langkah mesin sekrap, kecepatan langkah mengikir dapat diperkirakan sebagai berikut :
menit langkah/ ... L CS 600 S Dimana :
S = Kecepatan langkah/ menit
CS = Cutting speed dalam satuan m/menit
L = Panjang langkah pengikiran diambil dari panjang kikir 600 = diambil dari perbandingan waktu maju dan mundur 3 : 2
Contoh : Kecepatan langkah untuk mengikir rangka klem C dari bahan baja lunak dengan bahan kikir dari baja karbon Cs diambil 20 m/menit menggunakan kikir panjang 12"
Bangku kerja
Gambar 8.
(Gerakan badan dan lutut)
Gambar 9.
menit
langkah/
40
304,8
12.000
25,4
x
12
.20
600
S
r
Keterangan :Bahan kikir terbuat dari baja karbon tinggi dan mempunyai ketahanan lebih rendah dari HSS. Kecepatan langkah mengikir untuk finishing bisa lebih rendah
1.1.6.4 Arah pemakanan kikir
Deretan gigi kikir dibuat miring terhadap sumbu badan kikir. Pada jenis double cut kedua alur tidak sama dalam , semua ini mempunyai fungsi yang berbeda.
Alur yang lebih dalam berfungsi untuk jalan keluar tatal sedangkan alur yang dangkal berfungsi untuk mematahkan tatal menjadi pendek-pendek sehingga mudah keluar. Oleh karena itu dengan arah pemakanan lurus searah sumbu kikir, maka tatal akan mudah keluar dan dengan sendirinya beban pengikiran menjadi ringan.
Namun apabila gerakan pemakanan seperti terlihat pada gambar berikut, maka beban pengikiran menjadi berat karena tatal sulit keluar, kikir cepat tumpul serta permukaan hasil pengikiran menjadi kasar.
Gambar 10. Kikir gigi tunggal arah pemakanan lurus dengan sumbu kikir
Gambar 11. Kikir gigi tunggal arah pemakanan tidak satu sumbu dengan sumbu kikir
144
1.1.7 Macam-macam pengikiran
1.1.7.1 Pengikiran lapisan keras kulit benda kerja (lapisan terak)
Gigi kikir memenuhi semua badan kikir, ada gigi samping dan ada gigi muka. Gigi-gigi ini dibuat dengan fungsi yang berbeda. Gigi samping atau bagian ujung kikir digunakan untuk membuang lapisan yang keras, seperti lapisan terak/karbon pada kulit benda kerja sebagai akibat pembentukan proses panas, atau permukaan hasil pemotongan dengan las karbit/asetilin. Sedangkan gigi muka digunakan untuk pengkiran permukaan yang lunak.
Gambar 13. Menghilangkan kulit yang keras dengan ujung 1.1.7.2 Pengikiran bidang dasar 1
Langkah-langkah operasional yang perlu ditempuh untuk mendapatkan pengikiran yang efisien antara lain :
a. Arah pengikiran lebih banyak, memanjang dan diagonal
Keseimbangan tekanan kikir di atas benda kerja sangat dipengaruhi oleh panjangnya tumpuan di mana kikir bekerja. Semakin panjang tumpuan semakin stabil keseimbangan tekanan kikir bekerja. Oleh karena itu untuk mendapatkan hasil pengikiran yang rata dengan mudah, perlu dipilih ke arah mana kikir bisa bekerja dengan baik.
Gambar 12. Kikir gigi ganda arah pemakanan lurus dengan sumbu kikir
b. Panjang langkah pengikiran
Di samping arah pengikiran, hal lain yang sangat berpengaruh terhadap hasil pengikiran adalah panjang-pendeknya langkah pengikiran. Semakin panjang langkah pengkiran, semakin labil kikir bekerja, dan sebaliknya semakin pendek langkah pengikiran semakin stabil kikir bekerja
c. Pemeriksaan secara cermat dengan alat yang laik pakai.
Pemeriksaan kerataan permukaan hasil pengikiran dipengaruhi oleh kehandalan alat ukur yang digunakan serta cara dan teknik pengukuran yang diterapkan
1.1.7.3 Pengikiran Bidang dasar 2 dan 3
Pengikiran bidang dasar 2 bisa dimulai jika bidang dasar 1 sudah betul-betul rata, jika tidak maka kesikuan bidang dasar 2 terhadap bidang dasar 1 sulit diperoleh. Dem ikian pula dengan kesikuan bidang dasar 3 terhadap bidang dasar 2.
Dalam pengikiran bidang dasar 2, konsentrasi pengerjaan lebih sulit apalagi pada waktu pengikiran bidang dasar 3. Hal ini dapat dipahami karena selain mengejar kerataan juga mengejar kes ikuan di mana keduanya itu harus dicapai secara s timulan.
Gambar 15. Bidang dasar 1, 2 dan 3
Gambar 14. Pemeriksaan kerataan hasil pengikiran dengan pisau perata
Pisau Perata
Benda kerja Bidang dasar 1
146 Perhatian!
Jika bidang dasar tidak rata dan tidak menyiku satu sama lain maka dengan sendirinya akan timbul masalah dalam pelukisan nanti, terlebih-lebih jika pelukisan menggunakan pengukur tinggi di atas meja perata. 1.1.7.4 Mengikir miring
Pada prinsipnya pengikiran miring sama saja dengan pengikiran rata, yang berbeda hanya terletak pada posisi pemasangan benda kerja. Demikian pula dengan jenis dan spesifikasi kikir yang digunakan. Prinsip pemeriksaan hasil pengikiran sama dengan prinsip pemeriksaan bidang dasar 3.
Gambar 16. Pemeriksaan hasil pengikiran miring 1.1.7.5 Mengikir radius
Ada dua jenis pengikiran radius yaitu pengikiran radius luar dan radius dalam. Jenis kikir yang digunakan untuk mengikir radius dalam adalah kikir bundar atau kikir setengan bundar (Gambar 17), sedangkan untuk radius luar adalah kikir pelat atau kikir yang mempunyai bidang rata (Gambar 18).
Gambar 17. Pengikiran radius dalam Kikir bundar
Memeriksa sudut
Memeriksa kesikuan
Penggunaan kikir bundar atau setengah bundar, dalam pengikiran radius dalam, selain kikir didorong makan ke depan juga sambil sedikit diputar dengan tujuan untuk pemanfaatan semua gigi kikir selain tatal mudah keluar.
Gambar 18. Pengikiran radius luar
Gambar 19. Pemeriksaan hasil pengikiran radius .
1.2 Melukis
1.2.1 Tujuan dan Fungsi Melukis
Benda kerja yang akan dibuat dengan menggunakan alat tangan, perlu dilukis terlebih dahulu dengan tujuan agar hasil pekerjaan sesuai dengan gambar kerja. Garis-garis gambar ( lukisan ) yang dibuat pada benda kerja berfungsi sebagai tanda batas pengerjaan. Hasil lukisan benda kerja yang akurat akan memberi arahan, batas pengerjaan yang akurat pula.
Prinsip pemeriksaan hasil pengikiran radius sama dengan prinsip pemeriksaan hasil pengikiran miring (Gambar 19).
Memeriksa Radius
Mal radius Siku-siku
148
1.2.2 Mempersiapkan benda yang akan dilukis
Kondisi benda kerja yang akan dilukis tergantung pada kebutuhan pekerjaan, namun pada prinsipnya benda kerja yang akan dilukis harus mempunyai tiga bidang dasar di mana bidang dasar tersebut berfungsi sebagai dasar kesikuan, dasar pengukuran dan dasar kesejajaran terhadap bidang yang lainnya.
Pembuatan bidang dasar bisa dikerjakan dengan mesin atau dikikir, atau digunting, tergantung kebutuhan pekerjaan. Hal yang sangat penting diperhatikan dalam pembuatan bidang dasar adalah setiap bidang dasar harus rata dan menyiku satu sama lain.
Gambar 20. Bidang dasar sebagai dasar ukuran, kesikuan dan kesejajaran dalam penggambaran.
1.2.3 Peralatan kerja bangku dan melukis/menggambar benda kerja.
Berikut ini beberapa macam alat lukis/gambar benda kerja yang umum digunakan dalam kerja bangku :
1.2.3.1 Mistar baja
Mistar baja (Gambar 21) mempunyai panjang 30 cm sampai dengan 100 cm dalam skala satuan mm dan inchi, digunakan untuk mengukur panjang dan alat bantu menggores serta sebagai acuan ukuran.
Gamba GG
Gambar 21. Mistar baja
Keterangan :
1 = Bidang dasar 1 2 = Bidang dasar 2 3 = Bidang dasar 3
Gambar 22. Penggunaan mistar baja 1.2.3.2 Busur derajat (Bevel protector)
Busur derajat (Gambar 23) pada umumnya terbuat dari bahan stainlessteel dengan tujuan agar supaya tahan terhaqdap karat. Spesifikasi yang umum digunakan di bengkel adalah 180 q x 100. Gambar 24 menunjukkan penggunaan busur derajat.
Gambar 23. Busur derajat
Gambar 24. Penggunaan busur derajat 1.2.3.3 Mal radius
a. Fungsi mal radius
Mal radius terbuat dari bahan baja pelat dan digunakan untuk memeriksa radius, baik radius luar maupun radius dalam. Pada alat ini terdapat angka ukuran yang menyatakan besarnya radius, misalnya
Benda kerja
machined surface
150