B. Kecerdasan Intrapersonal dan Kecerdasan Interpersonal
2. Kecerdasan Interpersonal
a. Pengertian Kecerdasan Interpersonal
Kecerdasan interpersonal adalah kemampuan untuk memahami orang lain. Apa yang memotivasi mereka, bagaimaan bekerja, bagaimana bekerjasama dengan mereka, mengerti dan menjadi peka terhadap perasaan, intensi, motivasi, watak, temperamen orang lain juga termasuk dalam kecerdasan ini. 48Anak yang berbakat dalam bidang kecerdasan interpersonal
47 Alamsyah Said, dkk, 95 Strategi Mengajar Multiple Intelligences, (Jakarta: Kencana, 2016), hlm, 241
48
bisa memahami orang. mereka sering menjadi pemimpin diantara tema-teman mereka dilingkungan perumahan atau di kelas mereka di sekolah.49 Anak dengan kecerdasan interpersonal memahami proses belajar mengajar dengan interaksi kepada orang lain secara efektif. Adapun kegiatan yang mencakup kecerdasan ini adalah memimpin, mengorganisasi, erinteraksi, berbagi, menyayanggi, berbicara, sosialisasi, menjadi pendamai, permainan kelompok, klub, teman-teman, kelompok dan kerja sama.50
b. Cara Mengembangkan Kecerdasan Interpersonal
Cara mengembangkan kecerdasan Interpersonal pada anak, adalah sebagai berikut:
1) Mengembangkan dukungan kelompok. 2) Mentapkan aturan tingkah laku.
3) Memberi kesempatan bertanggung jawab di rumah. 4) Bersama-sama menyelesaikan konflik.
5) Melakukan kegiatan sosial dilingkungan.
6) Menghargai perbedaan pendapat antara anak dengan teman sebaya. 7) Menumbuhkan sikap ramah dan memahami keragaman budaya
dilingkungan sosial.
8) Melatih kesabaran menunggu giliran.
9) Berbicara serta mendengarkan pembicaraan orang lain terlebih dahulu.51
49 Thomas Amstrong, Setiap Anak Cerdas..., hlm. 32
50 Alamsyah Said, dkk, 95 Strategi Mengajar Multiple..., hlm, 261
c. Indikator Kecerdasan Interpersonal Anak Usia Dini
Pada anak-anak usia 2-3 tahun, KB, dan TK, kecerdasan interpersonal terdeteksi melalui indikator berikut: 52
1) Anak terlihat paling populer, paling suka diajak berkomunikasi oleh teman sebaya, dan memiliki lebih banyak teman daripada anak yang lain (usia 2-3 tahun, KB, TK).
2) Anak lebih mudah bersosialisasi di lembaga (TPA, KB, dan TK), tampak tidak takut terhadap orang baru, terlihat lebih ramah (anak usia KB dan TK).
3) Anak dapat menjawab dengan lebih terperinci dan tepat mengenai hal-hal yang menimpa teman sebayanya, “Mbak Putri nangis karena marah, tetapi dibiarkan dulu soalnya tadi nakalin Mbak Firda” (anak usia KB dan TK).
4) Anak banyak terlibat kegiatan bersama/berkelompok, bermain dihalaman dengan peran-peran tertentu, beraktivitas di kelas bersama-sama, dan hampir tidak pernah menyendiri (anak usia KB dan TK).
5) Anak lebih didengar oleh teman-temannya dan secara alami mengambil peran yang cukup diperhitungkan. Keputusan bersama diambil berdasarkan saran anak tersebut sehingga anak terdorong memimpin teman-temannya (anak usia KB dan TK).
52
6) Anak memiliki perhatian terbesar pada teman sebaya, mendekati teman yang mendapat kasus (dinakali teman, ditegur guru, ditinggal pulang orang tua, dan kangen orang tua), dan menghiburnya (anak usia -3 tahun, KB dan TK).
7) Anak terlihat banyak menyentuh teman ketika berbicara, pandangan mata tampak lebih fokus dan memandang ke arah teman/orang yang diajak bicara dan tidak malu (anak usia KB dan TK).
8) Anak telihat sering mengajari teman sebaya, seperti mengajari menulis, mewarnai, menggambar, dan memberi saran dalam pengambilan keputusan (anak usia KB dan TK).
9) Anak tampak menikmati ketika dilibatkan dalam kegiatan sosial, mengambil bagian sebagai pembawa bingkisan ketika menengok teman yang sakit dan bersemangat dalam kegiatan sosial lain, seperti membersihkan tempat beribadah (anak usia KB dan TK).
10) Anak cenderung berbicara kepada teman sebaya atau pendidik ketika mengalami masalah, berani meminta pendapat dan meminta tolong, sekaligus suka menolong teman yang mengalami kesulitan (usia KB dan TK).
d. Karakteristik Kecerdasan Interpersonal
Secara Khusus karakteristik orang yang memiliki kecerdasan interpersonal adalah:
1) Belajar dengan sangat baik ketika berada dalam situasi yang membangun interaktif antara satu dengan yang lainnya.
2) Semakin banyak berhubungan dengan orang lain, semakin mereka merasa bahagia.
3) Sangat produktif dan berkembang dengan pesat ketika belajar secara kooperatif dan kolaboratif.
4) Ketika menggunakan interaksi jejaring sosial paling senang dilakukan melalui chatting dan teleconference.
5) Sangat senang mengikuti telkshow di tv atau radio.
6) Ketika bermain atau berolahraga sangat senang bermain tim, daripada bermain sendiri.
7) Selalu merasa bosan dan tidak bergairah ketika bekerja sendiri.
8) Selalu melibatkan diri dan klub dan berbagai kegiatan ekstrakulikuler. 9) Sangat peduli dan perhatian pada masalah dan isu sosial.53
e. Ciri-ciri Anak Memiliki Kecerdasan Interpersonal
Seorang anak yang memiliki kecerdasan interpersonal yang tinggi, dapat diketahui dari ciri-ciri berikut:54
53 Muhammad Yaumi, dan Nurdin Ibrahim, Pembelajaran Berbasis Kecerdasan..., hlm. 204-205.
54
Tabel 2.3
Ciri-ciri Kecerdasan Interpersonal Anak
No Usia Anak Ciri-ciri
1 Lahir 1 Tahun 1. Mengamati mainan yang digantungkan di atasnya.
2. Menatap siapa saja yang ada disampingnya.
2 1-2 Tahun 1. Mudah berbaur dengan anak lain ketika bermain.
2. Senang bermain dengan kelompok.
3 2-3 Tahun 1. Mudah berkenalan dengan anak-anak lain. 2. Senang berada ditempat kerumunan
teman-temannya.
3. Memperbolehkan mainannya dipinjam temannya.
4 3-4 Tahun 1. Senang pinjam dan meminjam atau tukaran mainan dengan anak lain.
2. Tidak menanggis ketika berpisah dengan orang tuanya.
3. Sabar menunggu giliran bermain.
5 4-5 Tahun 1. Mau mengalah dengan teman bermainnya. 2. Tidak menganggu temannya dengan
sengaja.
3. Mengerti dan mematuhi aturan bermain dengan baik.
4. Mampu memimpin kelompok bermain kecil. (4-2 anak).
5. Mampu memecahkan masalah sederhana. 6 5-6 Tahun 1. Mengetahui bagaimana caranya menunggu
giliran ketika bermain.
2. Berani berangkat sekolah tanpa diantar. 3. Tertib menggunakan alat atau benda
mainan sesuai dengan fungsinya.
4. Tertib atau terbiasa menunggu giliran atau antri.
5. Memahami akibat jika melakukan pelanggaran dan berani bertanggung jawab (tidak menangis karena takut dihukum). 6. Mampu memimpin kelompok bermain
yang lebih besar antara (8-4 orang).
7. Terampil dalam memecahkan masalah sederhana.
f. Faktor Yang Mempengaruhi Kecerdasan Interpersonal
Perkembangan dari kecerdasan interpersonal ditentukan oleh kedekatan anak atas ikatan kasih sayang dengan orang tua/pengasuh selama masa kritis tiga tahun pertama karena dengan kasih sayang dengan orang terdekat mampu menimbulkan rasa percaya diri sehingga anak mampu merasa berani dalam berinteraksi. Menurut Gardner kecerdasan interpersonal juga dipengaruhi oleh interaksi sosial manusia. Interaksi sosial lebih berperan penting dalam lingkungan. Semakin kita baik interaksi sosial manusia maka semakin baik juga perkembanga kecerdasan interpersonal. Mereka pandai membuat orang lain merasa berharga. Dari pendapat Lwin tersebut dapat disimpulkan bahwa kecerdasan interpersonal juga dapat dikembangkan dengan bagaimana kita sebagai sesama manusia dapat menghargai hasil dan pendapat orang lain, terutama bagi anak-anak mampu menghargai hasil karya temannya.55
Mengajar menggunakan strategi pendekatan intrapersonal memungkinkan proses input pengetahuan terjadi pada cluster otak bagian
lobus frontal, lobus temporal, hemisphere kanan dan sistem limbic. Daniel
Amen menyebut, bagian sistem limbic-dalam bertenggung jawab terhadap upaya mempererat hubungan. 56
55 Nida’ul Munafiah, Dkk, Strategi Pembelajaran Anak Usia Dini Berbasis Multiple
Intellegences, ( Yogyakarta: Mangku Bumi, 2018), hlm. 206. 56
Tabel 2.4 Kecerdasan Interpersonal Anak
Kecerdasan Definisi Kompetensi
Inti
Kompetensi Area Otak
Interpersonal Kemampuan memahami dan berinteraksi denga orang lain secara efektif dan kemampuan mempertahankan hubungan yang sudah terjalin sebelumnya. Kepekaan mencerna dan merespons secara tepat suasana hati, temperamen, motivasi, dan keinginan orang lain. Kemampuan bergaul dengan orang lain, meminpin, kepekaan sosial yang tinggi, negosiasi, bekerja sama, punya empati yang tinggi. Lobus Frontal, Lobus temporal, hemisphere kanan dan sistem limbic.