PELAKSANAAN DAN HASIL KEGIATAN
A. KEGIATAN PENELITIAN
3. Kedaulatan Indonesia di Wilayah Perbatasan Koordinator: Mita Noveria
Abstrak
Sebagian besar daerah perbatasan di Indonesia memiliki kondisi yang memprihatinkan, terutama akibat pembangunannya yang jauh tertinggal dibanding daerah-daerah yang bukan perbatasan. Letak wilayahnya yang secara geografis jauh dari pusat pemerintahan negara telah menyebabkan daerah tersebut kurang mendapat perhatian dan cenderung terabaikan pembangunannya, baik dari sisi sosial maupun ekonomi. Akibatnya, ketersediaan sarana dan prasarana sosial masih terbatas dan bahkan jauh tertinggal dibanding negara tetangga. Lebih lanjut, hal ini berimplikasi pada ketergantungan yang tinggi penduduk wilayah perbatasan terhadap negara tertangga, apalagi pemerintah negara tetangga memberikan banyak kemudahan kepada penduduk wilayah perbatasan Indonesia, misalnya menyediakan akses pendidikan dan kesehatan serta ekonomi.
Ketergantungan yang tinggi dengan negara tetangga berpotensi menimbulkan gangguan terhadap kedaulatan Indonesia secara sosial, budaya, politik, dan ekonomi, antara lain karena kuatnya interaksi dengan negara tetangga dalam berbagai bidang.
Beberapa kasus memperlihatkan daerah perbatasan menjadi ‘pintu masuk dan keluar’ barang-barang terlarang (penyelundupan) maupun mobilitas orang termasuk perdagangan manusia yang dapat menimbulkan gangguan keamanan. Hal ini menunjukkan sebagian daerah perbatasan sangat kurang pengawasan negara, sehingga memudahkan pergerakan manusia dan barang secara ilegal yang pada gilirannya telah menyebabkan rendahnya tingkat kesadaran masyarakat perbatasan tentang makna kewarganegaraan (citizenship).
Pemerintah pada dasarnya telah berupaya membangun wilayah perbatasan dan mengenai hal ini secara legal diperkuat dengan dikeluarkannya Perpres 12/2010 sebagai tindak lanjut dari UU no.43/2008. Namun demikian, berbagai upaya tersebut belum dapat mengurangi ketertinggalan daerah perbatasan dibandingkan dengan negara tetangga.
Sehubungan dengan permasalahan tersebut maka penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kedaulatan Indonesia di wilayah perbatasan dengan fokus pada bidang sosial, budaya, ekonomi dan politik serta
upaya-upaya yang telah dilakukan untuk mempertahankannya.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif.
Lokasi penelitian di daerah perbatasan darat (Kalimantan Timur dengan Malaysia) dan perbatasan laut (Kep. Riau dengan Singapura/Malaysia).
Kata Kunci: Daerah perbatasan darat, daerah perbatasan laut, kedaulatan.
Selain penelitian yang pembiayaannya berasal dari DIPA yang dikelola oleh PPK-LIPI, sepanjang tahun 2013, sejumlah Peneliti PPK-LIPI juga terlibat sejumlah penelitian yang pembiayaannya berasal dari DIPA yang dikelola Satuan Kerja Lain di LIPI atau dari sumber pembiayaan lainnya. Penelitian itu antara lain:
Tabel 20
Penelitian Yang Dilakukan Peneliti PPK-LIPI dengan Sumber Pembiayaan dari DIPA LIPI dan Sumber Lainnya Tahun 2013
NO JUDUL KEGIATAN JENIS PEMBIAYAAN
1 Kajian Kemiskinan: Konsep dan Ukuran Kemiskinan Alternatif
DIPA Kompetitif 2 Pengembangan Baseline Data Laboratoriun Sosial:
• Penyusunan Data Base Kependudukan di Lokasi Laboratorium Sosial IPSK-LIPI di Desa Ligarmukti, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor
• Pemberdayaan Tenaga Kerja dan Penguatan Motivasi Kerja Berbasis Kelompok ( Kegiatan Labsos IPSK-LIPI)
DIPA IPSK-LIPI
3 Persepsi Resiko dan Komunikasi Resiko terhadap Bencana
DIPA Kompetitif, Sub Kegiatan Kebencanaan dan Lingkungan 4 Peningkatan Ketahanan Ekosistem dan Masyarakat
Pesisir – Pulau Kecil Landai serta Perairan Sekitarnya di Indonesia
Kompetitif -Daya Saing Masyarakat Pesisir 5 Peningkatan Kesadaran Masyarakat Pesisir Terhadap
Fenomena Harmfull Algal Blooms (HABs) Sebagai Bencana Lingkungan di Ambon dan Lampung
Pengarusutamaan Adaptasi Dalam Peningkatan Resilience Pulau-pulau Kecil (PN9 – GEOTEK LIPI)
6 Penyusunan Indeks Kerentanan dan Strategi Penanganan Kelompok Rentan untuk Mengurangi Resiko Bencana Alam di Indonesia (Kasus Longsor Kabupaten Bandung dan Banjir Wasior, Papua Barat)
Kompetitif dengan Geotek-LIPI
7 Kajian Politik Ekonomi Pengelolaan Cagar Budaya DIPA Prioritas Nasional PMB-LIPI
8 Pengetahuan, Kepedulian dan Pemanfaatan Air oleh Pesantren dan Masyarakat Desa di Ciamis, Jawa Barat 9 Pengembangan Konsep Ekohidrologi untuk Pengelolaan
DAS Kritis : Studi Kasus Waduk Jatigede
Kompetitif
10 Efektivitas Peran Kepemimpinan Lokal dalam Upaya Pengurangan Risiko Bencana di Indonesia
Kompetitif Kebencanaan, Pusat Penelitian Geoteknologi.
11 Pengelolaan Sumberdaya Tanaman Pangan dan Perkebunan Berbasis Gender di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur
Kompetitif
12 Kajian Publik Pemanfaatan Pengetahuan Lokal dalam Kebencaan Gempa dan Tsunami
Prioritas Nasional di Puslit Geoteknologi LIPI
Adapun kajian-kajian PPK-LIPI yang menjadi rujukan nasional (timbangan ilmiah untuk negara) dan internasional antara lain:
Tabel 21
Kajian-Kajian PPK-LIPI Yang Menjadi Rujukan Nasional Sepanjang Tahun 2013
NO JUDUL KEGIATAN KETERANGAN
1 Penyusunan Backgorund Study untuk RPJM 2015-2019
2 Pengembangan Standar Nasional untuk Sistem Peringatan Dini Gempa di Indonesia
3 Strategi Peningkatan Public Awareness untuk Pengelolaan Air Berbasis Ecohydrology untuk APCE (Asia Pasific Centre for Ecohydrology) Unesco LIPI.
4 Indonesia Governance Index 2012 : Tantangan Tata Kelola Pemerintahan di 33 Provinsi
Sebagai Peneliti dan Penulis untuk Provinsi DKI Jakarta. Konsultan untuk Partnership for Governance Index, dibiayai oleh Aus Aid. Terbit September 2013
5 “Strategi Branding LIPI Menuju Lembaga Riset Berkelas Dunia” Laporan akhir Action Learning Program LDP-LIPI 2013
ditulis oleh: Trina Fizzanty, Nur Tri Aries, Nawawi, Adrin Tohari dan M Soekarni
Sejumlah kegiatan ilmiah PPK-LIPI yang diikutsertakan dalam lomba ilmiah juga meraih sejumlah penghargaan, seperti:
Tabel 22
Kegiatan Ilmiah PPK-LIPI Yang Meraih Penghargaan Sepanjang Tahun 2013
NO JUDUL KEGIATAN KETERANGAN
1 Juara lomba penulisan dengan tema kepemimpinan yang diselenggarakan oleh Yayasan Pembangunan Berkelanjutan dan LEAD.
Pengumuman pemenang di kantor KLH dan penyampaian hadiahnya oleh Mr.William Johnson (President International LEAD di Gedung DPRD Bogor saat pelatihan program LEAD angkatan 18)
2 Penghargaan IPSK AWARD 2013, Juara 1 untuk penelitian DIPA 2012 dengan judul:
“Mobilitas Penduduk sebagai Respon terhadap Dampak Perubahan Iklim: Pengambilan Keputusan Bermigrasi”
3 Penghargaan IPSK AWARD 2013, Juara 3, untuk penelitian DIPA 2012 dengan judul:
4 Penghargaan Poster Terbaik dalam Rangkaian Acara Kongres Nasional Ke-14 Jaringan Epidemiologi Nasional (JEN), 6-8 November 2012, dengan judul poster
”Strengthening the Local Government Response to Address HIV/AIDS Issues in the Border Areas: A Case Study of Batam City, 2006-2009”.