T. Kedondong Cina (Polyscias pinnata)
Deskripsi tanaman
Daun : ujung runcing, pangkal tumpul, tepinya bergerigi, dan berwarna hijau muda.
Bunga : berwarna putih dan berbunga secara periodik sepanjang tahun.
Gambar 5.21. Kedondong Cina (Polyscias pinnata).
Genus tanaman Polyscias adalah tanaman semak dan pohon yang merupakan tanaman asli dari kawasan tropis Asia, Selandia Baru, dan Kepulauan Pasifik. Tumbuhan dari keluarga
Araliaceae ini banyak digunakan sebagai tanaman hias di rumah
pada daerah yang beriklim dingin dan sebagai tanaman pagar di daerah yang beriklim tropis, seperti Indonesia (Anonim 2007i).
©SEAFAST
yang tumbuh secara berkelompok. Tinggi tanamannya sekitar 90 cm. Penyebaran tanaman kedondong Cina di Indonesia berasal dari pulau Jawa (Anonim 2005f).
Kearifan lokal pemanfaatan tanaman kedondong cina
Kedondong Cina dipercaya dapat mengurangi bau badan, pembersih mata, mengurangi nafsu makan, dan mengurangi rasa mual (Poedjayanto 2008).
Kedondong cina dalam kulineri lokal
Daun kedondong cina kebanyakan dikonsumsi sebagai lalap. Namun demikian, daun ini juga dapat dijadikan penyedap dalam pembuatan pepes ikan.
Kandungan kimia kedondong cina
Tanaman kedondong cina memiliki sejumlah flavonoid seperti quersetin dan kaemferol. Total flavonoid pada tanaman ini dapat mencapai 358,17 mg/100 g (Andarwulan et al. 2010) (Tabel 5.32). Tabel 5.32. Kandungan zat non‐gizi kedondong Cina Komponen zat non‐gizi Kandungan per 100 g Total fenol 189,08 mg‡ Quersetin 28,48 mg* Kaemferol 23,71 mg* Antosianin 0,41 mg† Asam klorogenat 47,02 mg‡ Asam ferulat 5,02 mg‡
Sumber: * Batari (2009), † Kurniasih (2010), ‡ Apriady (2010).
©SEAFAST
Senyawa Fenolik pada Sayuran Indigenous ____________________________________
U. Antanan (Centella asiatica)
Deskripsi tanaman
Batang : kecil, tipis, berupa stolon, berwarna hijau sampai hijau kemerah‐merahan, dan saling terkait antar tanaman Daun : tunggal, tersusun dalam roset akar, dua sampai
sepuluh, berbentuk ginjal, tepi bergerigi, dan berwarna hijau. Gambar 5.22. Antanan (Centella asiatica).
Antanan adalah tanaman herba tahunan yang kecil dari famili Apiaceae. Tanaman ini merupakan tanaman asli dari Australia, Kepulauan Pasifik, New Guinea, Malanesia, Malesia, dan Asia. Jenis‐jenis antanan yang terdapat di Malaysia adalah antanan Cina atau antanan nyonya yang berdaun kecil, antanan daun lebar,
©SEAFAST
dan antanan Brunei. Di Indonesia, jenis‐jenis antanan yang ada adalah antanan, antanan daun kaki kuda, antanan tikusan, dan antanan pani gowang (Anonim 2007j).
Antanan adalah tanaman kosmopolit di negara tropis. Di Jawa, terutama di bagian barat dari pulau ini, antanan dapat tumbuh dari dataran rendah hingga kurang lebih 2.500 m dpl. Tanaman ini seringkali tumbuh secara berkelompok dalam jumlah yang besar dan pada tempat‐tempat yang agak rindang dan lembab (Heyne 1987). Tanaman antanan dapat dilihat seperti pada Gambar 5.22.
Kearifan lokal pemanfaatan tanaman anatan
Antanan digunakan sebagai tanaman obat‐obatan dalam pengobatan tradisional Cina. Antanan jika dikonsumsi sebagai salad, dapat membantu menjaga supaya terlihat lebih awet muda. Jika antanan dibuat jus, dapat mengurangi tekanan darah tinggi dan dapat juga digunakan sebagai minuman tonikum untuk menjaga kesehatan agar tetap prima. Antanan juga memiliki khasiat untuk menyembuhkan luka yang terbuka (Anonim 2007k). Selain itu antanan bersifat manis, mendinginkan, membersihkan darah, dan melancarkan peredaran darah (Anonim 2005h).
Menurut Heyne (1987), seduhan antanan memiliki khasiat sebagai obat pembersih darah, hermoroida, penyakit hati, batuk kering, radang cabang tenggorok, asma, radang usus, batu ginjal, dan sebagai obat kumur pada penyakit seperti sariawan. Antanan yang diremas‐remas jika dioleskan pada radang kulit yang basah akan memberikan pengobatan yang cukup baik. ©SEAFAST Center 2012
Senyawa Fenolik pada Sayuran Indigenous ____________________________________
Antanan dalam kulineri lokal
Daun antanan dikonsumsi sebagai campuran dalam rujak‐ cuka bersama keratan sayur dan umbi‐umbian lain. Selain itu, orang‐orang Sunda menyukai daun antanan sebagai lalapan.
Kandungan kimia anatan
Seluruh bagian tanaman antanan dapat dimakan. Tanaman antanan kaya akan berbagai zat makanan, seperti protein, zat besi, vitanim A, dan vitamin C. Daun Centella asiatica mengandung alkaloid, saponin, flavonoid, dan polifenol (Anonim 2005i). Tabel 5.33 menyajikan data kadar senyawa fenolik yang terkandung di daun antanan. Tanaman ini juga mengandung tanin yang kemungkinan dapat membantu mengatasi radang usus dan sakit perut. Tabel 5.33. Kandungan zat non‐gizi antanan Komponen zat non‐gizi Kandungan per 100 g Total fenol 200,52 mg‡ Quersetin 12,31 mg* Kaemferol 8,57 mg* Mirisetin 0,13 mg* Antosianin 1,08 mg† Asam klorogenat 9,22 mg‡ Asam kafeat 1,19 mg‡ Asam ferulat 1,81 mg‡
Sumber: * Batari (2009), † Kurniasih (2010), ‡ Apriady (2010). ©SEAFAST Center 2012
V. Pohpohan (Pilea trinervia) Deskripsi tanaman Batang : berwarna hijau dengan tinggi dapat mencapai 5 m. Daun : tekstur lunak, berbau harum, dan berwarna hijau. Gambar 5.23. Pohpohan (Pilea trinervia).
Pohpohan merupakan salah satu tumbuhan dari keluarga
Urticaceae yang penyebarannya berasal dari Jawa (Anonim 2005f).
Tanaman ini tumbuh secara umum di pegunungan dengan tinggi pohonnya sekitar dua meter. Gambar 5.23 menunjukkan tanaman pohpohan.
Pohpohan dalam kulineri lokal
Bagian yang dikonsumsi dari pohpohan adalah daunnya. Daun tanaman pohpohan yang berbau harum biasa dimakan sebagai lalap (Heyne 1987).
©SEAFAST
Senyawa Fenolik pada Sayuran Indigenous ____________________________________
Kandungan kimia pohpohan
Hasil penelitian Desminarti (2001) menunjukkan bahwa daun pohpohan mengandung senyawa asam askorbat, fenol, α‐ tokoferol, dan β‐karoten yang dapat berperan sebagai antioksidan. Lebih lanjut hasil penelitian yang dilakukan oleh Dwiyani (2008) menunjukkan bahwa fraksi polar dari daun pohpohan memiliki aktivitas antioksidan yang lebih besar jika dibandingkan dengan fraksi non polar. Di fraksi polar tersebut terkandung flavonoid, alkaloid, dan steroid/triterpenoid. Secara kuantitatif, Tabel 5.34 menyajikan data beberapa senyawa fenolik yang terkandung di tanaman ini. Tabel 5.34. Kandungan zat non‐gizi pohpohan Komponen zat non‐gizi Kandungan per 100 g Total fenol 121,52 mg‡ Quersetin 1,76 mg* Kaemferol 0,25 mg* Luteolin 0,33 mg* Antosianin 0,75 mg† Asam klorogenat 17,47 mg‡ Asam kafeat 1,11 mg‡ Asam ferulat 0,17 mg‡
Sumber: * Batari (2009), † Kurniasih (2010), ‡ Apriady (2010).
W. Daun ginseng (Talinum paniculatum)
Deskripsi tanaman
Batang : bercabang di bagian bawah dengan pangkal yang mengeras.
©SEAFAST