• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kedudukan Perda No. 8 Tahun 2003 Mengikat Secara Hukum

TERHADAP PENGELOLAAN HUTAN DI PROVINSI KALIMANTAN TENGAH

4.6. Kedudukan Perda No. 8 Tahun 2003 Mengikat Secara Hukum

Perda No. 8 Tahun 2003 merupakan produk hukum yang sah dan berlaku mengikat. Dikatakan produk hukum dalam bentuk Peraturan Daerah bersifat mengikat, karena Peraturan Daerah merupakan bagian dari Tata urutan peraturan perundang-undangan baik menurut TAP MPR No. III Tahun 2000 maupun Undang-Undang No. 10 Tahun 2004, dan kedudukan Peraturan Daerah, khususnya Peraturan Daerah No. 8 Tahun 2003 tentang RTRWP Provinsi Kalimantan Tengah sangat kuat dengan memperhatikan:

1. Di dalam Konsideran menimbang huruf b yang dinyatakan: “bahwa dengan berlakunya Undang-Undang No. 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah, maka Peraturan Daerah Tingkat I Provinsi Kalimantan Tengah No. 5 Tahun 1993 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Daerah Tingkat I Kalimantan Tengah, perlu ditinjau kembali dan disesuaikan terutama dalam rangka penjabaran strategi dan arahan kebijaksanaan pemanfaatan ruang wilayah nasional.”

2. Sesuai Peraturan Daerah No 8 Tahun 2003 di dalam Bab XI Ketentuan Penutup, Pasal 65 dinyatakan: “Dengan berlakunya Peraturan Daerah ini, maka Peraturan Daerah Tingkat I Provinsi Kalimantan Tengah Nomor 5 Tahun 1993 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Daerah Tingkat I Kalimantan Tengah dinyatakan tidak

berlaku”. Juga di dalam Pasal 66 Peraturan Daerah No. 8 Tahun 2003 dinyatakan: “Hal-hal yang belum diatur dalam Peraturan Daerah ini sepanjang mengenai pelaksanannya akan diatur lebih lanjut oleh Peraturan Gubernur”. Sesuai Pasal 67: “Jangka waktu Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi (RTRWP) adalah 15 (lima belas) tahun sejak Peraturan Daerah ini diundangkan”.

Pasal 68: “Peraturan Daerah ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan”.

3. Peraturan Daerah No. 8 Tahun 2003 telah ditetapkan pada tanggal 20 September 2003 dan agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Daerah ini dengan penempatannya dalam Lembaran Daerah Provinsi Kalimantan Tengah. Diundangkan di Palangka Raya pada tanggal 13 Oktober 2003, LEMBARAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN TENGAH TAHUN 2003 NOMOR 28 SERI E

4. Pemerintah Daerah Provinsi Kalimantan Tengah di dalam menyusun Peraturan Daerah Tingkat I Provinsi Kalimantan Tengah No. 5 Tahun 1993 berpedoman kepada ketentuan Undang-Undang No. 24 Tahun 1992 tentang Penataan Ruang. Di mana di dalamnya menginstruksikan kepada Pemerintah Provinsi untuk membentuk Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi (RTRWP). Sebagaimana tertuang dalam Pasal 21 ayat (2) Undang-Undang No. 24 Tahun 1992 tentang Penataan Ruang yang menyebutkan bahwa, “Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Daerah

Tingkat I berisi:

a) Arahan pengelolaan kawasan lindung dan kawasan budi daya;

b) Arahan pengelolaan kawasan perdesaan, kawasan perkotaan, dan kawasan tertentu;

c) Arahan pengembangan kawasan permukiman, kehutanan, pertanian, pertambangan, perindustrian, pariwisata, dan kawasan lainnya;

d) Arahan pengembangan sistem pusat permukiman pedesaan dan perkotaan;

e) Arahan pengembangan sistem prasarana wilayah yang meliputi prasarana transportasi, telekomunikasi, energi, pengairan, dan prasarana pengelolaan lingkungan;

f) Arahan pengembangan kawasan yang diprioritaskan;

g) Arahan kebijaksanaan tata guna tanah, tata guna air, tata guna udara, dan tata guna sumber daya alam lainnya, serta memperhatikan keterpaduan dengan sumber daya manusia dan sumber daya buatan.”

Selanjutnya Pasal 21 ayat (6) Undang-Undang No. 24 Tahun 1992 menyatakan “Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Daerah Tingkat I ditetapkan dengan Peraturan Daerah.”

Sebagai wujud atas amanah Undang-Undang No. 24 Tahun 1992 tentang Penataan Ruang, maka pada tahun 1993 disusun dan disahkan Peraturan Daerah Tingkat I Kalimantan Tengah No.

5 Tahun 1993 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi

Daerah Tingkat I Kalimantan Tengah.

Selain dengan pembentukan Peraturan Daerah, Penyempurnaan RTRWP Provinsi Daerah Tingkat I Kalimantan Tengah juga dilakukan rapat koordinasi dengan Tim Pusat (BKTRN) pada tanggal 4 Juni 1994, ditandatangani oleh Bappeda Provinsi Daerah Tingkat I Kalimantan Tengah, Ditjen BANGDA Depdagri, Ditjen Inventarisasi dan Tata Guna Hutan (INTAG) Departemen Kehutanan. Penyempurnaan RTRWP Provinsi Daerah Tingkat I Kalimantan Tengah tersebut telah disahkan dengan Surat Menteri Dalam Negeri No. 68 Tahun 1994 tanggal 20 Juni 1994. Dengan demikian sesuai Peraturan Daerah Provinsi Daerah Tingkat I Kalimantan Tengah luas Provinsi Kalimantan Tengah adalah 15.356.400 hektar. Kawasan yang diatur di dalam Peraturan Daerah tersebut adalah terbagi atas:

Kawasan Lindung (Hutan Lindung seluas 1.467.632 Hektar, Hutan Suaka Alam/Wisata seluas 744.596 Hektar, Kawasan Bergambut & Berpasir 1.203.250 Hektar dan Sempadan Pantai dan sejenisnya seluas 12.000 Hektar).

Kawasan Budidaya (Hutan Produksi Terbatas seluas 3.031.195 hektar, Hutan Produksi Tetap 4.690.472 hektar, Kawasan Pengembangan Produksi (KPP) 2.428.284 hektar, Kawasan Permukiman dan Penggunaan Lainnya (KPPL) 1.718.971 hektar dan Kawasan Khusus 60.000 hektar).

Dengan memperhatikan pengaturan Peraturan Daerah tersebut yang sudah melibatkan pihak-pihak terkait, maka tidak ada alasan untuk menyatakan Rencana Tata Ruang Wilayah

Provinsi yang diatur dalam Peraturan Daerah No. 5 Tahun 1993 dan diganti Peraturan Daerah No. 8 Tahun 2003 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Kalimantan Tengah tidak berlaku.

Dengan adanya perwakilan Ditjen Inventarisasi dan Tata Guna Hutan (INTAG) Departemen Kehutanan, maka telah terjadi proses Paduserasi antara Pusat dan Daerah. Penyempurnaan Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Daerah Tingkat I Kalimantan Tengah tersebut telah disahkan dengan Surat Menteri Dalam Negeri No. 68 Tahun 1994 tanggal 20 Juni 1994.

Dengan memperhatikan kronologis sejarah peraturan perundang-undangan dan keputusan tentang penataan ruang di Kalimantan Tengah, maka sudah selayaknya apabila Surat Keputusan Menteri Pertanian No. 759/Kpts/Um/10/1982 tanggal 12 Oktober 1982 tentang Penunjukkan Areal Hutan di Wilayah Provinsi Daerah Tingkat I Kalimantan Tengah seluas 15.300.000 hektar sudah tidak punya daya ikat. Sedangkan Surat Edaran Menteri Kehutanan No. 404/Menhut-II/03 tanggal 10 Juli 2003 yang berisi “Bagi setiap Provinsi yang belum ada Keputusan Menteri Kehutanan tentang penunjukan kembali atas kawasan hutan yang didasarkan pada hasil pemaduserasian antara Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi (RTRWP) dengan Tata Guna Hutan Kesepakatan (TGHK), maka kawasan hutan pada Provinsi tersebut mengacu dan berpedoman pada Keputusan Menteri Kehutanan tentang Tata Guna Hutan Kesepakatan (TGHK)”, adalah perbuatan yang melebihi kewenangan (abuse of power) dan menyimpang dari ketentuan hukum yang berlaku.

Apa yang diatur di dalam Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Tengah adalah sah secara hukum dan tidak bisa disandingkan dengan Surat Keputusan Menteri Pertanian yang merupakan beschikking bersifat individual kepada Direktur Jenderal Kehutanan pada tahun 1982 dan Surat Edaran Menteri (Menteri Kehutanan). Kedudukan Peraturan Daerah adalah sangat kuat dan mengikat kepada Gubernur atau Bupati/

Walikota dan masyarakat Kalimantan Tengah untuk mengatur Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi dan Rencana tata Ruang Wilayah Kabupaten/Kota. Khusus Peraturan Daerah No. 8 Tahun 2003 dan turunannya dalam bentuk Peraturan Daerah Kabupaten/

Kota keberadaannya dijamin dengan Undang-Undang.

Di samping itu, Kementerian Dalam Negeri yang merupakan instansi yang berwenang mengevaluasi Perda belum pernah memberikan usulan untuk mencabut keberadaan Perda No. 8 Tahun 2003. Tidak ada Peraturan Presiden yang diterbitkan untuk mencabut Perda No. 8 Tahun 2003 sesuai tata cara pencabutan yang diatur dalam Pasal 37 ayat (4) Peraturan Pemerintah (PP) No. 79 Tahun 2005. Perda No. 8 Tahun 2003 juga tidak bertentangan dengan PP tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional seperti yang diatur dalam PP No. 47 Tahun 1997 yang kemudian dicabut dengan PP No. 26 Tahun 2008. Secara hukum keberadaan Perda mengikat dan harus dijadikan acuan tata ruang di Kalimantan Tengah.

4.7. Kewenangan Daerah untuk Mengatur Tata