BAB II. PEMELAJARAN
B. Kegiatan Belajar
3. Kegiatan belajar 3: Menjahit Sampel Busana Pria
Pada akhir Pemelajaran 3, peserta diklat diharapkan mampu menjahit sampel:
1). kemeja.pria
2). celana panjang.pria 3). kaos oblong.
4). kaos dalam.pria.
5). celana kolor.
6). celana dalam pria.
b. Uraian Materi 3
Setelah bagan alir perencanaan produksi sampel selesai dikerjakan, langkah pembuatan sampel selanjutnya mengikuti bagan alir tersebut sesuai dengan arah panah.
Pola dan grading pola dikerjakan sesuai dengan pesanan. Untuk mengurangi resiko kegagalan, periksakan semua pola yang sudah dikerjakan pada pengontrol kualitas. Bila tidak ada yang perlu diperbaiki, bagian sub lini sampel yang bertugas memotong akan melaksanakan pekerjaan memotong sesuai order sheet. Semua potongan kain yang sudah terpotong diperiksa kembali untuk mengetahui ada tidaknya cacat kain pada potongan-potongan tersebut. Kemudian, potongan yang sudah diperiksa diserahkan kepada petugas sub lini administrasi produksi untuk didistribusikan kepada para penjahit.
Untuk setiap model sampel apapun semua tahap tersebut di atas sama , kegiatan mulai berbeda setelah masuk pada tahap menjahit (sewing).
Perlu diperhatikan kembali, bahwa selama proses menjahit ada titik-titik rawan yang harus diperhatikan dan diperiksa sebelum beranjak ke proses selanjutnya. Untuk itu selama menjahit sampel perlu diperhatikan letak titik rawan setiap model yang memerlukan kontrol kualitas seperti yang sudah diperkirakan dalam bagan alir perencanaan produksi. Berikut ini sajian jenis dan jumlah potongan dan urutan menjahit untuk masing masing contoh model
1. Sampel Kemeja Pria
Potongan-potongan kain sampel untuk kemeja pria terdiri dari: potongan kemeja bagian muka (gambar 3.1a) dua lembar, potongan kemeja bagian belakang (gambar 3.1b) satu lembar, pas bahu dua lembar (gambar 3.1c), penutup saku depan (gambar 3.1d) empat lembar, pengeras belahan tengah muka (gambar 3.1e) dua lembar , saku depan (gambar 3.1f) dua lembar, lengan (gambar 3.1g) dua lembar, manset (gambar 3.1h) empat lembar, pengeras manset (gambar 3.1i) dua lembar, belahan dalam manset (gambar 3.1j) dua lembar, penutup belahan manset (gambar 3.1k) dua lembar., pengeras penutup belahan manset (gambar 3.1l) dua lembar, potongan penegak kerah (gambar 3.1m) dua lembar, potongan pengeras penegak kerah (gambar 3.1n) satu lembar, kerah (gambar 3.1o) dua lembar, potongan pengeras kerah (gambar 3.1p) satu lembar, label (gambar 3.1q) satu lembar, kancing kemeja(gambar 3.1r) sepuluh buah
Gambar 3.1a Potongan kemeja bagian muka
Gambar 3.1b Potongan kemeja bagian belakang
Gambar 3.1c Potongan pas bahu
Gambar 3.1d Potongan saku dan penutup saku depan
Gambar 3.1e Potongan pengeras tengah muka
Gambar 3.1f Potongan lengan
Gambar 3.1g Potongan manset
Gambar 3.1h Potongan pengeras manset
Gambar 3.1i Potongan belahan manset
Gambar 3.1lPotongan pengeras penutup belahan manset
Gambar 3.1q Label
Gambar 3.1m Potongan penegak kerah
Gambar 3.1n Potongan pengeras penegak kerah
Gambar 3.1o Potongan kerah
Gambar 3.1p Potongan pengeras kerah
Gambar 3.1r Kancing kemeja
Urutan Menjahit Kemeja Pria
1. Sambung potongan kemeja bagian belakang dengan pas bahu bagian belakang (gambar 3.1s)
Gambar 3.1s.Sambungan potongan kemeja belakang dan pas bahu belakang
2. Pasang label pada pas bahu bagian tengah dalam (gambar 3.1t)
Gambar 3.1t. Lokasi label
3. Jahit saku dan penutup saku pada lokasi yang sudah ditentukan (gambar 3.1w
Gambar 3.1w. Jahit saku dan penutupnya
4. Press pengeras tutup saku, pengeras belahan tengah muka,pengeras penegak kerah, pengeras kerah , pengeras tutup belahan manset, dan pengeras manset (gambar 3.1v)
5. Sambung potongan kemeja bagian muka dengan pas bahu bagian muka, tindas garis sambung pas bahu belakang dan pas bahu muka (gambar 3.1u)
Gambar 3.1u. Sambungan kemeja bagian muka dan pas bahu muka
6. Jahit 2 lembar potongan kerah , dicacah dan ditipiskan kemudian dibalik dan ditindas. Pasang pada sisi dalam penegak kerah yang sudah ditepel pengeras dan ditindas (gambar 3.1aa)
Gambar 3.1aa. Pasang kerah pada penegak
7. Pasang pengegak kerah tersebut pada garis kerung leher. Jahit satu lembar penegak kerah bagian luar pada pengegak kerah yang sudah terpasang.
Tindas seluruh tepian penegak kerah (gambar 3.1bb)
Gambar 3.1bb. Pasang penegak
8. Jahit belahan manset bagian dalam kemudian jahit penutup manset bagian luar. Pasang manset kanan dan kiri, beri setikan penindas pada tepi manset (gambar 3.1z)
9.
Gambar 3.1z). Pasang manset
10. Pasang lengan kemeja kanan dan kiri (gambar 3.1y)
Gambar 3.1y. Pasang lengan kemeja
10..Jahit lokasi kancing dan lubang kancing belahan tengah muka (gambar 3.1x)
Gambar 3.1x. Jahitan tengah muka.
11.Pasang kancing depan dan manset (gambar 3.1cc) 12.Bersihkan sisa sisa benang yang tertinggal pada kemeja.
Sampel Celana Panjang Pria
Celana panjang pria terdiri dari : potongan celana bagian muka(gambar 3.2a) dua lembar, potongan celana bagian belakang(gambar 3.2b) dua lembar, potongan saku depan(gambar 3.2c) dua lembar, lapisan saku depan(gambar 3.2d) dua lembar, saku depan(gambar 3.2e) dua lembar, penutup saku belakang(gambar 3.2f) empat lembar, kain pelapis saku belakang(gambar 3.2g) dua lembar, kain bibir saku belakang(gambar 3.2h) satu lembar, saku belakang(gambar 3.2i) satu lembar, pengeras penutup saku belakang(gambar 3.2j) satu lembar, potongan ban pinggang(gambar 3.2k) dua lembar, pengeras ban pinggang(gambar 3.dual) satu lembar, kain pesak(gambar 3.2m) tiga lembar, potongan kolong ban pinggang(gambar 3.2n) lima lembar, ritzsluiting 15 cm(gambar 3.2o) satu buah, pita penahan pinggang (gambar 3.2p) dua lembar, hak celana(gambar 3.2q) satu pasang, label (gambar 3.2r) satu lembar.
Gambar 3.2a Potongan celana Gambar 3.2b Potongan celana
Gambar 3.2c Potongan saku depan Gambar 3.2d Potongan lapisan saku depan
Gambar 3.2f
Potongan tutup saku belakang
Gambar 3.2g Gambar 3.2h
Potongan saku belakang Potongan kain pelapis saku belakang
Gambar 3.2i Gambar 3.2j
Potongan kain bibir saku belakang Potongan pengeras penutup saku belakang
Gambar 3.2k Potongan ban pinggang
Gambar 3.dual Potongan pengeras ban pinggang
Gambar 3.2o Ritzsluiting
Gambar 3.2p Pita penahan pinggang
Gambar 3.2q Hak celana
Gambar 3.2r Label Urutan Menjahit Celana Panjang Pria
1. Pasang saku belakang pada bagian pipa celana kanan belakang atas sesuai dengan lokasi yang telah ditentukan (gambar3.2v).
2.
Gambar 3.2v. Pasang saku belakang
3. Jahit saku sisi kanan dan kiri celana panjang pada potongan celana bagian muka (gambar 3.2s)
Gambar 3.2s.Jahit saku sisi
4. Jahit kedua sisi pipa celana bagian muka dengan pipa celana bagian belakang (gambar 3.2t)
Gambar 3.2t. Jahit pipa celana muka dan belakang
5. Lipat kedua pipa celana pada garis sambungnya dan mampatkan garis seterika pipa muka dan belakang (gambar 3.2u)
Gambar 3.2u. garis seterika pipa celana
6. Gabung pipa celana bagian kiri dan kanan pada garis pesak. Pasang belahan pesak kanan dan kiri dengan kain pesak dan ritzsluiting (gambar 3.2w )
Gambar 3.2w. Pasang belahan pesak.
7. Jahit kolong ban pinggang dan tempelkan pada ujung tengan belakang, tengah pinggang belakang kanan dan kiri serta pada ujung saku depan(gambar 3.2x)
Gambar 3.2x. Pasang kolong ban .
8. Pasang satu lembar kain ban pinggang, pasang pengerasnya , tutup dan jahit satu lembar kain ban pinggang yang lain, jahit penahan pinggang dan label pada garis sisi dan tutup garis ban pinggang bawah dari bagian luar celana (gambar 3.2y)
Gambar 3.2y. Pasang ban pinggang
9. Pasang hak kanan dan kiri. Lipat sisa pan pinggang dengan tusuk flannel ke bagian dalam celana
10. Jahit kelim bawah celana dari bagian baik (luar) celana
2. Sampel Kaos Oblong
Kaos oblong terdiri dari: potongan kaos bagian muka(gambar 3.3a) satu lembar, potongan kaos bagian belakang(gambar 3.3b) satu lembar, pita penahan bahu (gambar 3.3c) dua lembar, potongan lengan(gambar 3.3d) dua lembar, potongan rib bagian leher(gambar 3. 3e) satu lembar, potongan rib bagian lengan(gambar 3.3f) dua lembar, label(gambar 3.3g) satu
lembar
Gambar 3.3a Potongan kaos bagian muka
Gambar 3.3b Potongan kaos bagian belakang
Gambar 3.3c Pita penahan bahu
Gambar 3.3d Potongan lengan
Gambar 3.3e Potongan rib bagian leher
Gambar 3.3f Potongan rib bagian lengan
Gambar 3.3g Label Urutan Menjahit Kaos Oblong
1. Sambung bagian bahu muka dan belakang kaos dan sekaligus melapisinya dengan pita penahan. Tindas bagian sambungan tersebut dari bagian luar (gambar 3.3h)
Gambar 3.3h. Sambungan bahu
2. Pasang kedua lengan kaos pada badan kaos oblong dan jahit sisi kanan dan kiri kaos mulai dari ujung lengan bawah menuju ke ujung sisi bawah kaos (gambar 3.3i).
3. Sambung kedua rib lengan dan rib leher
4. Pasang rib lengan pada ujung bawah lengan dan rib leher pada kerung leher dengan cara sedikit menarik bidang lebar rib agar sesuai dengan bagian lengan dan kerung leher yang akan disambungkan (gambar 3.3j).
Gambar 3.3j. Pasang rib lengan dan leher.
5. Jahit label pada bagian kerung leher belakang kaos dan kelim bagian bawah kaos
3. Sampel Kaos Singlet
Kaos singlet terdiri dari: potongan kaos bagian muka(gambar 3.4a) satu lembar, potongan kaos bagian belakang(gambar 3.4b) satu lembar, potongan bis lengan(gambar 3.4c) dua lembar, potongan bis leher(gambar 3.4d) satu lembar, label(gambar 3.4e) satu lembar.
Gambar 3.4a Potongan kaos bagian muka
Gambar 3.4b Potongan kaos bagian belakang
Gambar 3.4c Potongan bis lengan
Gambar 3.4d Potongan bis leher
Gambar 3.4e Label
Urutan Menjahit Kaos Singlet
1. Sambung bagian sisi kaos singlet (gambar 3.4f)
Gambar 3.4f. Sambung sisi kaos singlet
2. Pasang bis kerung lengan dan bis kerung leher (gambar 3.4g)
Gambar 3.4g. Pasang bis kerung lengan dan bis kerung leher
3. Sambung garis bahu yang masih terbuka
4. Jahit label pada bagian tengah kerung leher belakang kaos dan kelim bagian bawah kaos (gambar 3.4j)
Gambar 3.4j. Kelim bawah 4. Sampel Celana Kolor
Celana kolor terdiri dari: celana bagian muka(gambar 3.5a) dua lembar, potongan celana bagian belakang(gambar 3.5b) dua lembar, saku sisi(gambar 3.5c) empat lembar, pelapis saku sisi(gambar 3.5d) dua lembar, karet
pinggang (gambar 3.5e) satu lembar, label(gambar 3.5f) satu lembar
Gambar 3.5a Potongan celana bagian muka
Gambar 3.5b Potongan celana bagian belakang
Gambar 3.5c Potongan saku sisi
Gambar 3.5d Potongan pelapis saku sisi
Gambar 3.5e Karet pinggang
Gambar 3.5f Label
Urutan Menjahit Celana Kolor
1. Sambung bagian sisi celana muka dan belakang sesuai dengan setikan halus/kasar sesuai tanda yang ada (gambar 3.5g)
Gambar 3.5g. Sambungan sisi
2. Jahit pelapis saku pada salah satu lembar kain saku. . Pasang saku celana pada sisi celana kanan dan kiri (gambar 3.5h)
Gambar 3.5h. Pasang saku sisi
3. Sambung pipa celana bagian dalam .
4. Sambung garis lingkar pesak celana mulai dari ujung tengah belakang sampai dengan ujung tengah muka ( gambar 3.5i).
Gambar 3.5i. Sambungan pesak 5. Sambung karet pinggang
6. Sisipkan karet pinggang yang telah disambung pada lipatan garis pinggang. Tindas kolong karet dari bagian luar celana dengan setikan mesin pasang karet.(gambar 3.5j)
Gambar 3.5j. Pasang karet pinggang
7. Jahit label pada ujung sisi kanan bawah celana bagian muka dan kelim bagian bawah celana kolor (gambar 3.5k).
Gambar 3.5k. Kelim bawah
6. Sampel Celana Dalam Pria
Celana dalam pria terdiri dari: potongan celana bagian muka(gambar 3.6a) dua lembar, potongan celana bagian belakang(gambar 3.6b) satu lembar, potongan celana bagian tengah(gambar 3.6c) dua lembar, karet pinggang(gambar 3.6d) satu lembar, karet lingkar paha (gambar 3.6e) dua lembar, label(gambar 3.6f) satu lembar
Gambar 3.6a Potongan celana bagian muka
Gambar 3.6b Potongan celana bagian belakang
Gambar 3.6c Potongan celana bagian tengah
Gambar 3.6d Karet pinggang
Gambar 3.6e Karet lingkar paha
Gambar 3.6f Label
Urutan Menjahit Celana Dalam Pria
1. Sambung kedua sisi celana bagian muka dengan sambungan muka potongan celana dalam bagian tengah (gambar 3.6g)
Gambar 3.6g. Sambungan muka
2. Sambung potongan celana dalam bagian belakang dengan potongan celana bagian tengah belakang (gambar 3.6h)
Gambar 3.6h. Sambungan belakang
3. Pasang label pada bagian sisi kanan muka celana dalam 4. Jahit sambungan karet pinggang dan kedua karet lingkar paha
5. Sisipkan karet pinggang pada lipatan kelim pinggang dan karet lingkar paha pada kelim lingkar paha (gambar 3.6i)
Gambar 3.6i. Lokasi karet
6. Tindas kolong karet pinggang dan tindas dari bagian luar celana. Jahit bagian kolong lingkar paha sekaligu menindas bidang kolong tersebut Setelah proses menjahit selesai saudara diharapkan sudah mempunyai
cukup data untuk dapat menghitung biaya produksi per satuan sampel.
Dengan demikian sampel tersebut sudah dapat ditawarkan dengan satuan harga yang valid. Agar memudahkan kontrol dan penghitungan berikut ini disajikan contoh format rekaman data biaya produksi.
TOTAL BIAYA PRODUKSI SAMPEL
Tanggal pesanan : 12-10-2003 Jenis sampel : Busana Pria Model : Kemeja Pria Buyer : Peteku Quantity: 12 Size: 16
Tanggal jadi : 1-12-2003
Jenis kebutuhan
Satuan Jumlah Harga
satuan (Rp)
Total harga (Rp)
Kain utama Yard 24 9000 210.000
Kancing gros 84 /144 5000 3.000
Kain
Jam 4 4000 16.000
Keausan alat Unit 1 3500 3.500
Ongkos produksi
Pcs 12 1000 12.000
Jumlah Total : Rp. 258.900 Harga satuan sampel = Jumlah total biaya (258.900) dibagi jumlah sampel yang
dibuat (12) = Rp. 21.575
c. Rangkuman 3
Proses menjahit masing masing model sampel akan berbeda dalam urutan pengerjaan maupun mesin dan alat yang digunakan. Semua langkah dikerjakan mengikuti standar kualitas untuk industri busana atau sesuai dengan pesanan buyer.
Proses menjahit sampel pada industri busana dikerjakan di dalam lini sampel yang terdiri dari beberapa pekerja, yakni petugas pola dan potong, pengontrol kualitas, beberapa penjahit, perancang bahan dan administrator produksi yang dipimpin oleh kepala lini sampel.
d. Tugas 3
Buat pola beserta ukuran kemeja santai yang telah saudara kerjakan perencanaan produksinya pada kegiatan belajar 2. Potong bagian-bagian pola kemeja santai untuk keperluan dua potong sampel saja.
e. Tes Formatif 3
1. Jahit potongan-potongan sampel kemeja santai tersebut sesuai model dan mempergunakan standar kualitas industri.
2. Hitung harga per piece sampel model tersebut dengan bantuan kolom kolom catatan penghitungan di bawah ini
Jenis kebutuhan
Satuan Jumlah Harga satuan (Rp)
Total harga (Rp)
f. Kunci Jawaban 3.
Jenis kebutuhan
Satuan Jumlah Harga
satuan (Rp)
Total harga (Rp)
Kain utama Yard 4 4500 18.000
Kancing gros 6 /144 5000 210
Kain
Jam 1 4000 4000
Keausan alat Unit 0,25 3500 875
Ongkos produksi
Pcs 2 400 800
Jumlah Total : Rp22.185
Harga satuan sampel = Jumlah total biaya (22.185) dibagi jumlah sampel yang dibuat (2) = Rp. 11.092
4. Kegiatan Belajar 4: Menyeterika dan menyimpan busana pria a. Tujuan Kegiatan Pemelajaran 4
Pada akhir kegiatan Pemelajaran 4 peserta diklat mampu:
1). melaksanakan pekerjaan menyetrika dan menyimpan sampel kemeja pria.
2). melaksanakan pekerjaan menyetrika dan menyimpan celana panjang pria
3). melaksanakan pekerjaan menyetrika dan menyimpan sampel kaos oblong
4). melaksanakan pekerjaan menyetrika dan menyimpan sampel kaos dalam (singlet)
5). melaksanakan pekerjaan menyetrika dan menyimpan sampel celana kolor
6). melaksanakan pekerjaan menyetrika dan menyimpan sampel celana dalam
b. Uraian Materi 4
Setelah sampel dibersihkan dari sisa-sisa benangnya (triming), proses selanjutnya adalah melicinkan seluruh permukanaan pakaian dengan menggunakan seterika (ironing).
Ada berbagai macam seterika (baca modul Teknik Pressing).
Masing masing model mempunyai fungsi yang berbeda.. Ada jenis tekstur kain yang harus dibasahi terlebih dahulu sebelum diseterika untuk mendapatkan permukaan yang licin. Ada juga tekstur kain yang tidak boleh diseterika dengan panas tinggi. Ada pula tekstur kain yang tidak boleh mendapat pemanasan langsung, sehingga ketika menyeterika harus diberi alas terlebih dahulu.
Setelah semua bagian busana bersih dan licin, sampel disimpan di dalam kemasan yang tembus pandang yang umumnya terbuat dari plastik.Di dalam kemasan yang umum biasanya terdapat gantungan (hanger) pakaian yang ujung gantungannya menyembul keluar dari
kemasan. Dengan demikian, ketika sampel itu digantung, produk yang tersimpan di dalam kemasan tetap dalam keadaan bersih. Pada kemasan tersebut ada bagian yang dapat dibuka dan ditutup sesuai dengan keperluannya. Penutup kemasan biasanya memakai tutup tarik (ritzsluiting) untuk memudahkan membuka dan menutup kemasan.
Kemasan yang berisi pakaian jadi ada yang boleh digantung ada yang tidak boleh digantung, bergantung pada bahan dasar yang dipergunakan.
Syarat bahan dasar pakaian yang boleh digantung adalah sebagai berikut:
1) Model pakaian lebih banyak menggunakan arah panjang kain untuk bagian yang menjuntai ke bawah.
2) Serat kain yang menyusun bahan tekstil bukan serat yang elastis (misalnya kaos).
3) Susunan serat kain merupakan susunan yang sudah mampat, sehingga tidak mudah berubah bentuk.
4) Model pakaian bagian atas dan bagian bawah relatif seimbang, sehingga bagian atas cukup kuat untuk menahan beban bagian bawah.
Bila semua syarat terpenuhi baru produk tersebut aman untuk digantung. Berikut ini adalah cara menyeterika dan menyimpan produk sampel busana anak yang telah selesai saudara jahit.
1. Sampel Kemeja Pria
Produk ini terbuat dari bahan dasar katun tipis, dengan demikian tidak cocok diseterika dengan panas tinggi beruap karena akan merusakkan kain. Bagian lengan dan kerah diseterika terlebih dahulu dengan suhu seterikaan sedang. Kemudian menyusul bagian badan belakang dan badan sedikit demi sedikit. sampai licin betul. Setelah diseterika, gantung kemeja pada gantungan baju dengan ukuran bahu yang sesuai dengan lebar bahu kemeja. Masukan gantungan ke dalam kemasan plastik transparan dan susun dalam lingkaran gantungan ( lihat gambar 4.1 ).
Gambar 4.1. Cara menyimpan sampel kemeja pria 2. Sampel Celana Panjang Pria
Celana panjang pria ini terbuat dari bahan dasar campuran katun dan polyester. Celana dilipat dengan pipa celana kanan dan kiri berhadapan.
Pada sisi dalamnya mulailah menyeterika dari bagian dalam yang berhadapan kemudian menyusul ke bagian luar. Gantung celana dengan gantungan berpenjepit pada pinggang celana yang terlipat. Selanjutnya masukkan ke dalam kemasan plastik transparan.(gambar 4.2) dan gantung pada tempat gantungan sampel yang disediakan.
Gambar 4.2. Cara menyimpan sampel celana panjang pria
3. Sampel Kaos Oblong
Kaos oblong terbuat dari kaos 100% katun. Cara melicinkan kaos tidak diseterika dengan seterika biasa, tetapi menggunakan steam iron. . Alat ini berbentuk stik dengan ujung baja yang berfungsi mengeluarkan panas seperti seterika. Kaos oblong yang akan dilicinkan ditempatkan pada sebuah gantungan khusus kemudian ujung steam iron disentuhkan ke seluruh permukaaan kaos untuk dapat memperoleh efek seperti menyeterika. Setelah seluruh permukaan kaos licin, sisipkan karton penahan yang menyerupai bentuk badan ke bagian punggang kaos. Lipat bagian lingkar sebagian dada kanan dan kiri ke bagian belakang, masukan ke kemasan plastik dan simpan dalam keadaan tidak digantung. (gambar 4.3)
Gambar 4.3. Cara menyimpan sampel kaos oblong
4. Sampel Kaos Dalam (singlet)
Kaos dalam atau biasa dikenal dengan kaos singlet pria diseterika menggunakan alat yang sama dengan alat penyetrika kaos oblong.
Perbedaan hanya pada bentuk karton penahannya. Cara menyimpan juga sama dengan menyimpan kaos oblong.(gambar 4.4)
Gambar 4.4. Cara menyimpan sampel kaos dalam
5. Sampel Celana Kolor
Sampel celana kolor terbuat dari bahan katun tipis, seterika yang digunakan sama dengan seterika untuk menyetrika celana panjang, begitu pula cara menyeterikanya. Setelah diseterika dan dikemas plastik transparan celana kolor digantung bidang karet pinggangnya pada gantungan berpenjepit bagian (gambar 4.5)
Gambar 5.5. Cara menyimpan celana kolor
6. Sampel Celana Dalam Pria
Celana dalam pria diseterika dengan alat dan cara yang sama dengan alat penyetrika kaos oblong . Celana dalam umumnya disimpan dengan cara digulung kemudian dimasukan ke dalam kotak kemasan transparan (gambar 4.6)
Gambar 4.6. Cara menyimpan sampel celana dalam pria
c. Rangkuman 4
Pekerjaan menyeterika dan menyimpan sampel merupakan akhir dari proses pembuatan sampel.
Sebelum sampai kepada buyer atau pemesan setiap produk harus siap dalam bentuk yang licin dan bersih. Seterika yang dipakai pada industri busana umumnya adalah seterika vakum dengan daya listrik yang sangat besar, namun demikian untuk pembuatan sampel busana pria seterika uap lebih cocok untuk menyetrika kemeja ,celana panjang dan celana kolor karena jumlah yang diseterika hanya sedikit dan setiap bagian dari sampel tersebut nantinya akan dievaluasi dengan teliti . Untuk menyetrika sampel kaos oblong, kaos dalam dan celana dalam menggunakan steam iron manual
Setelah semua bagian dari sampel selesai diseterika, sampel disimpan tidak semuanya dalam gantungan (hanger) yang dilengkapi dengan tutup plastik transparent. Untuk produk dari bahan dasar kaos cara menyimpan tidak dalam bentuk gantungan, karena bahan dasar kaos akan
berubah bentuk ketika digantung. Cara menyimpannya, cukup dilipat dan dimasukan.ke dalam kemasan transparan.
d. Tugas 4
Pelajari dengan seksama kegiatan belajar tentang menyeterika dan menyimpan sampel busana pria tersebut di atas. Apabila Anda merasa sudah menguasahi pengetahuan tersebut cobalah untuk mengerjakan tugas 4 berikut ini:
1). Bandingkan cara menyeterika dan menyimpan busana anak dengan cara menyeterika dan menggantung busana pria. Catat perbedaan yang Anda temukan dan buatlah analisis tentang perbedaan tersebut..
2). Bentuk kelompok kecil dan amati model busana pria yang terbuat dari bahan dasar kain sintetis (parasit). Diskusikan dengan teman kelompok dan pembimbing industri saudara cara menyeterika dan menyimpan produk sampel tersebut.
e. Tes Formatif 4
1) Jelaskan dengan singkat cara menyeterika sampel celana panjang pria.
2) Mengapa semua sampel kaos oblong, kaos dalam dan celana dalam tidak disimpan dalam keadaan tergantung pada lingkaran gantungan pakaian ?
3) Jelaskan dengan singkat cara menyimpan sampel kaos oblong.
Setelah anda mengerjakan soal tes tersebut, cocokan jawaban anda dengan lembar kunci jawaban berikut ini. Apabila penguasaan materi anda belum mencapai 75%, anda disarankan untuk mengulang.
Apabila penguasaan materi anda sudah dia atas 75%, anda dipersilakan mengerjakan lembar evaluasi modul.
Baca dan kerjakan soal berikut ini dengan teliti tanpa melihat sajian uraian materi 4 yang sudah anda pelajari atau kunci jawaban.
f. Kunci Jawaban Formatif 4.
1) Celana dilipat dengan pipa celana kanan dan kiri berhadapan pada sisi dalamnya mulailah menyeterika dari bagian dalam yang berhadapan kemudian menyusul kebagian luar.
2) Karena semua sampel tersebut tidak memenuhi syarat untuk disimpan di gantungan yakni:
3) Serat kain yang menyusun bahan tekstil adalah serat yang elastis Susunan Serat kain merupakan susunan yang belum mampat, sehingga mudah berubah bentuk.
4) Setelah seluruh permukaan kaos licin, sisipkan karton penahan yang menyerupai bentuk badan ke bagian punggang kaos. Lipat bagian lingkar sebagian dada kanan dan kiri ke bagian belakang, masukan ke kemasan plastik dan simpan dalam keadaan tidak digantung.
BAB III EVALUASI
A. Lembar Soal Ujian
I. Pilih satu jawaban yang saudara anggap paling benar dari soal dan jawaban berikut ini:
1. Mesin jahit lurus jarum satu dipergunakan untuk : a. Menyambung sisi kemeja
b. Membuat lubang kancing kemeja c. Memasang kancing kemeja d. Menjahit kelim ganda
2. Button holing machine dipergunakan untuk : a. Memasang kancing kemeja
b. Menyambung sisi kemeja
c. Membuat lubang kancing kemeja d. Menjahit kelim ganda
3. Untuk menjahit kelim bawah kaos oblong dipergunaan mesin…
a. Bartacking machine b. Button holing machine c. Mesin jahit lurus jarum satu
a. Bartacking machine b. Button holing machine c. Mesin jahit lurus jarum satu