• Tidak ada hasil yang ditemukan

KEGIATAN DISKUSI

Dalam dokumen ILMU KALAM SISWA edited 3 Maret 2015 (Halaman 55-59)

1. Petunjuk

a. Bentuklah kelompok diskusi di kelas menjadi 5 kelompok. b. Tema diskusi adalah ketauhidan Bilal Bin Rabbah.

c Diskusikan dengan kelompok dengan menjawab pokok-pokokpermasalahan yang tersedia.

d. Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas

2. Materi diskusi

KETAUHIDAN BILAL BIN RABBAH

Bilal bin Rabah, Muadzin Rasulullah Saw., memiliki kisah menarik tentang sebuah perjuangan mempertahankan akidah. Bilal adalah termasuk orang-orang pertama yang memeluk Islam, lahir di daerah as-Sarah sekitar 43 tahun sebelum hijrah. Ayahnya bernama Rabah, sedangkan ibunya bernama Hamamah, seorang budak wanita berkulit hitam yang tinggal di Mekah. Karena ibunya itu, sebagian orang memanggil Bilal dengan sebutan ibnu Sauda’ (putra wanita hitam). Bilal dibesarkan di kota Ummul Qura (Mekah) sebagai seorang budak milik keluarga bani Abduddar. Saat ayah mereka meinggal, Bilal diwariskan kepada Umayyah bin Khalaf, seorang tokoh kaum kair. Bilal merasakan penganiayaan orang-orang musyrik yang lebih berat dari siapa pun. Berbagai macam kekerasan, siksaan, dan kekejaman mendera tubuhnya. Namun ia, sebagaimana kaum muslimin yang lemah lainnya, tetap sabar menghadapi ujian di jalan Allah itu dengan

3. Permasalahan

a. Apa yang Anda ketahui tentang Bilal Bin Rabbah?

b. Mengapa ketauhidan Bilal Bin Rabbah tidak goyah walau disiksa ? c. Apa hikmah yang Anda temukan berkaitan dengan masalah tauhid ? d. Nilai-nilai keteladanan apa yang dapat ditemukan pada bacaan di atas ?

PENDALAMAN KARAKTER

Setelah mempelajari dan memahami materi tauhid dalam ajaran Islam, seharusnya kita memiliki sikap sebagai berikut :

1. Meyakini bahwa Allah adalah Maha Esa dalam dzat, perbuatan dan sifat. 2. Meyakini bahwa Allah adalah Tuhan yang wajib disembah.

kesabaran yang jarang sanggup ditunjukkan oleh siapa pun. Umayyah bin Khalaf bersama para algojonya. Mereka menghantam punggung telanjang Bilal dengan cambuk, namun Bilal hanya berkata, “Ahad, Ahad ... (Allah Maha Esa).” Mereka menindih dada telanjang Bilal dengan batu besar yang panas, Bilal pun hanya berkata, “Ahad, Ahad ....” Mereka semakin meningkatkan penyiksaannya, namun Bilal tetap mengatakan, “Ahad, Ahad....”Mereka memaksa Bilal agar memuji Latta dan ‘Uzza, tapi Bilal justru memuji nama Allah dan Rasul-Nya. Mereka terus memaksanya, “Ikutilah yang kami katakan!”Bilal menjawab, “Lidahku tidak bisa mengatakannya.” Jawaban ini membuat siksaan mereka semakin hebat dan keras.

Apabila merasa lelah dan bosan menyiksa, Umayyah bin Khalaf, mengikat leher Bilal dengan tali yang kasar lalu menyerahkannya kepada sejumlah orang tak berbudi dan anak-anak agar menariknya di jalanan dan menyeretnya di sepanjang jalan di Mekah.

Sementara itu, Bilal menikmati siksaan yang diterimanya karena membela ajaran Allah dan Rasul-Nya. Ia terus mengumandangkan pernyataan agungnya, “Ahad..., Ahad..., Ahad..., Ahad....” Ia terus mengulang-ulangnya tanpa merasa bosan dan lelah, hingga suatu ketika, Abu Bakar ra mengajukan penawaran kepada Umayyah bin Khalaf untuk membeli Bilal darinya. Umayyah menaikkan harga berlipat ganda. Ia mengira Abu Bakar tidak akan mau membayarnya. Tapi ternyata, Abu Bakar setuju, walaupun harus mengeluarkan sembilan uqiyah emas.

Setelah hijrah, Bilal tinggal di Madinah dengan tenang dan jauh dari jangkauan orang- orang Quraisy yang kerap menyiksanya. Kini, ia mencurahkan segenap perhatiannya untuk menyertai Nabi Saw ke mana pun beliau pergi, saat shalat maupun berjihad. Kebersamaan Bilal dengan Rasulullah Saw., ibarat bayangan yang tidak pernah lepas dari pemiliknya. Ketika Rasulullah Saw., selesai membangun Masjid Nabawi di Madinah dan menetapkan azan, maka Bilal ditunjuk sebagai orang pertama yang mengumandangkan azan (muadzin) dalam sejarah Islam

4 Meyakini bahwa Allah adalah Tuhan mempunyai nama dan sifat yang berbeda dengan mahluk.

5. Membangun sikap dalam kehidupan dengan berlandaskan tauhid yang murni dan konsekwen.

6. Melakukan segala aktiitas dengan berpedoman pada tauhid yang benar. 7. Menghindarkan segala aktiitas yang bertentangan dengan ajaran tauhid.

UJI KOMPETENSI

PENGUATAN KARAKTER

1. Apa makna bertuhan bagi diri Anda ?

2. Bagaimana jika manusia tidak bertuhan (atheis) ?

3. Mengapa Allah Swt. dalam sistem akidah Islam disebut Tuhan Yang Maha Esa? 4. Bagaimana persepsi Anda tentang ke-Esa-an Allah Swt. ?

5. Mengapa Allah Swt. Esa ?

6. Apa yang terjadi jika Allah Swt. lebih dari satu ?

7. Bagaimana sikap Anda jika ada orang lain berbeda keyakinan berkaitan dengan masalah ketuhanan ?

8. Mengapa Allah Swt., menunjukkan beberapa identitas-Nya kepada diri Anda melalui QS. Al-Ikhlash ?

9. Mengapa masih ada di antara manusia berkeyakinan tidak ada tuhan (atheis) ? 10. Bagaimana sikap anda terhadap orang atheis ?

Tugas Portofolio

1. Bagaimana pendapat Anda tentang fenomena dan fakta di daerah Anda ?

Setuju

Tidak setuju

Deskripsikan alasan Anda !

2. Bagaimana fenomena dan fakta tentang sedekah bumi di Desa atau daerah sekitar Anda? Lakukan Wawancara dengan Instrumen berikut:

b. Status Informan c. Data Informasi

1) Sejarah Singkat 2) Lokasi Sedekah Bumi

3) Waktu pelaksanaan Sedekah Bumi 4) Dasar Pelaksanaan Sedekah Bumi 5) Tujuan Sedekah Bumi

6) Prosesi acara Sedekah Bumi

3. Menurut Anda apakah upacara sedekah bumi di desa atau daerah sekitar, sesuai dengan ajaran Islam?

a. Jelaskan indikasi kesesuaian dengan ajaran Islam

Pengantar

Syirik mempunyai arti menyekutukan Allah dengan makhluk yang diciptakan-Nya, baik secara langsung maupun tidak langsung, secara nyata atau tidak nyata. Menyekutukan Allah berarti munculnya kepercayaan terhadap sesuatu yang dianggap mampu melakukan sesuatu sebagaimana sifat-sifat atau perbuatan Tuhan terhadap manusia, makhluk, atau alam. Pelakunya dinamakan musyrik. Pada bab III ini disajikan pendalaman materi tentang syirik dalam ajaran Islam yang meliputi pengertian, dasar larangan syirik, macam-macam syirik, jenis dan bentuk syirik, akibat perilaku syirik dan cara menghindari perbuatan syirik.

Syirik dalam Ajaran Islam

Dalam dokumen ILMU KALAM SISWA edited 3 Maret 2015 (Halaman 55-59)