Tahun 2015, 2016 dan 2018
KEGIATAN INDIKATOR KINERJA TARGET REALISASI %
Meningkatnya kualitas manajemen dan dukungan teknis penyelenggaraan rehabilitasi sosial penyandang disabilitas fisik yang bermutu, transparan dan akuntabel 1. Layanan Dukungan
Manajemen Eselon I 1 Layanan 1 Layanan 100 2. Layanan Internal
(Overhead). 1 Layanan 1 Layanan 100
3. Layanan perkantoran 1 Layanan 1 Layanan 100
Berikut adalah kegiatan layanan dukungan manajemen Eselon I dan dukungan teknis penyelenggaraan rehabilitasi sosial penyandang disabilitas fisik serta outputnya yang dilaksanakan pada tahun 2018 :
a. Layanan Dukungan Manajemen Eselon I.
Dukungan Manajemen Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Fisik, Mental, Sensorik dan Intelektual.
3) Pelaksanaan Pemantauan dan Evaluasi (6 kegiatan) 4) Pengelolaan Data dan Informasi (1 kegiatan). 5) Pengelolaan Keuangan (3 kegiatan).
6) Pengelolaan Kepegawaian (6 kegiatan).
7) Pelayanan Umum dan Perlengkapan (4 kegiatan). 8) Pelayanan Humas (1 laporan);
9) Sosialisasi Program Rehabilitasi Sosial (1 laporan); 10) Publikasi (1 laporan);
11) Koordinasi dengan Instansi Terkait (1 laporan); 12) Pembinaan Pegawai (2 laporan);
13) Layanan Perpustakaan (1 laporan); b. Layanan Internal (Overhead).
1) Perlengkapan keterampilan dan pelayanan klien dam panti.
- Perlengkapan keterampilan dan pelayanan klien dam panti ((Peperalatan bengkel keterampilan, komponen protese/orthose) (80 unit)
2) Perangkat Pengolah Data dan Komunikasi
- Perangkat Pengolah Data dan Komunikasi (laptop/computer/printer (15 unit).
3) Peralatan dan Fasilitas Perkantoran
- Peralatan dan Fasilitas Perkantoran (Ruanagan Pelayanan Publik,Poliklinik dan kantor (13 unit)
4) Gedung dan Bangunan
Pembangunan dan Renovasi Gedung dan Bangunan (renovasi gedung bengkel prothese dan orthose) (360 M2)
c. Layanan Perkantoran
1) Gaji dan Tunjangan (12 Bulan)
2) Operasional dan Pemeliharaan Kantor (12 Bulan)
B. Realisasi Anggaran
Dalam rangka penyelenggaraan program rehabilitasi sosial, kegiatan rehabilitasi sosial bagi penyandang disabilitas fisik, pagu anggaran BBRSBD Prof. Dr. Soeharso Surakarta tahun anggaran 2018 sebanyak Rp. 26.947.358.000,- dari pagu anggaran
tersebut, realisasi keuangan mencapai Rp. 26.796.661.323,- atau 99,44%. Tabel 10 berikut adalah gambaran rinci pagu dan realisasi anggaran per output kegiatan tahun 2018.
Perbandingan capaian realisasi anggaran 4 (empat) tahun terakhir (2015-2018) dapat dilihat pada tabel 11, sebagai berikut :
Tabel 11 Realisasi Anggaran
BBRSBD Prof. Dr. Soeharso Surakarta Tahun Anggaran 2018
SASARAN STRATEGIS PAGU (Rp) REALISASI (Rp) %
Penyandang Disabilitas Fisik,Mental, Sensorik Dan Intelektual Yang Mendapatkan Rehabilitasi Dan Perlindingan Sosial
5.910.692.000 5.843.990.548. 98.28
Dukungan Manajemen Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Fisik, Mental, Sensorik Dan Intelektual
677.523.000. 677.244.434. 99,95
Layanan Inetrnal (Overhead) 1.125.000.000. 1.122.919.910. 99.81
Layanan Perkantoran 19.234.143.000 19.152.506.431. 99.57
JUMLAH 26.947.358.000 26.796.661.323. 99.44
Secara umum anggaran yang dialokasikan untuk kegiatan rehabilitasi sosial bagi penyandang disabilitas fisik dapat dimanfaatkan secara optimal oleh BBRSBD Prof. Dr. Soeharso Surakarta. Hal ini terlihat dari realisasi keuangan baik secara keseluruhan maupun per output yang cukup tingggi.
Berdasarkan persentasi realisasi, sisa anggaran terbanyak adalah pada output 001 yaitu Penyandang Disabilitas Fisik, Mental, Sensorik dan Intelektual yang Mendapatkan Rehabilitasi dan Perlindungan Sosial Yang Memperolah Rehabilitasi Dan Perlindungan Sosial yang hanya terealisasi 98,28%. Sisa anggaran dari kegiatan sebesar Rp. 66.701.452,- yang terbesar berasal dari pemenuhan kebutuhan permakanan penerima manfaat Rp 50.271.905,-, sisa anggaran disebabkan beberapa hal antara lain karena kehadiran penerima manfaat yang tidak serentak, pada saat proses rehabilitasi ada penerima manfaat yang meninggal dunia, penerima manfaat ada yang proses pemulihan kesehatan kembali kedaerah dan penerima manfaat kembali ke daerah karena tidak
Berdasarkan besaran anggaran, sisa anggaran juga terbanyak adalah pada output 951 yaitu Layanan Perkantoran yang terealisasi 99,57% sisa anggaran dari kegiatan Rp. 81.636.569,- berasal dari pembayaran uang makan pegawai Rp. 31.583.000,- dan Pembayaran Tunjangan Kinerja Pegawai Rp. 44.763.584,-. Sisa ini disebabkan oleh selisih pembayaran uang makan PNS sesuai kehadiran pegawai serta sisa dari tunjangan kinerja yang dibayarkan sesuai kedisiplinan pegawai dalam mentaati waktu kerja. Selain itu disebabkan juga karena ada yang pegawai meninggal dunia.
Perbandingan capaian realisasi anggaran 4 (empat) tahun terakhir (2015-2018) dapat dilihat pada tabel 12, sebagai berikut :
Tabel 12
Perbandingan Capaian Realisasi Tahun 2015-2018
NO TAHUN ANGGARAN (Rp) REALISASI (Rp) %
1 2015 42.084.265.000 40.907.739.131 97,20
2 2016 25.765.855.000 25.208.575.729 97,84
3 2017 23.120.806.000 23.089.989.113 99,87
4 2018 26.947.358.000 26.796.661.323 99,44
Sumber : Sub Bag Keuangan BBRSBD Prof.Dr.Soeharso Surakarta
Pada tabel 12 dapat dilihat bahwa jumlah anggaran dan realisasi selalu berubah dari tahun 2015 sampai dengan tahun 2018. Untuk anggaran paling besar ada di tahun 2015 berjumlah Rp 42.084.265.000 tetapi realisasinya paling kecil yaitu 97.20%. Hal tersebut karena pada tahun 2015 BBRSBD mendapat tambahan anggaran dari APBNP untuk peningkatan sarana prasarana dan renovasi gedung yang membutuhkan waktu yang longgar, sedangkan APBNP turun setelah bulan Juni. Pagu anggaran paling kecil ada di tahun 2017 yaitu Rp. 23.120.806.000,- karena tidak ada anggaran untuk penjangkauan, tetapi realisasinya tercapai paling tinggi yaitu 99.87%, hal tersebut karena adanya komitmen pejabat struktural, pejabat fungsional dan seluruh pegawai untuk melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya termasuk memanfaatkan anggaran secara optimal.
BAB IV PENUTUP
Keluarnya Peraturan Pemerintah Nomor 8 tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah dan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Review atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah merupakan tantangan bagi BBRSBD Prof. Dr. Soeharso Surakarta untuk mengintegrasikan sistem AKIP dengan sistem perencanaan, perbendaharaan, akuntansi pemerintah dan sistem pelaporan dengan harapan adanya keselarasan antara norma perencanaan, penganggaran, pelaksanaan dan pertanggungjawaban.
Komitmen untuk mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugas dan fungsi yang diamanatkan serta dalam rangka mengimplementasikan reformasi birokrasi mendorong BBRSBD Prof. Dr. Soeharso menyusun laporan kinerja yang tidak semata berisikan laporan keuangan, melainkan lebih luas mencakup akuntabilitas kinerja.
Laporan Kinerja tahun 2018 ini menyajikan keberhasilan dan kekurangan pencapaian kerja BBRSBD Prof. Dr. Soeharso Surakarta dalam menjalankan tugas dan fungsi melaksanakan rehabilitasi sosial penyandang disabilitas fisik. Walaupun disadari bahwa laporan akuntabilitas ini belum sempurna dalam menyajikan laporan sebagaimana prinsip transparansi dan akuntabilitas seperti yang diharapkan, namun setidaknya berbagai pihak berkepentingan dan masyarakat dapat memperoleh gambaran tentang hasil rehabilitasi sosial yang dilakukan oleh BBRSBD Prof. Dr. Soeharso Surakarta ditahun 2018.
KEMENTERIAN SOSIAL REPUBLIK INDONESIA
BALAI BESAR REHABILITASI SOSIAL BINA DAKSA PROF. DR. SOEHARSO SURAKARTA
Jalan Tentara Pelajar, Jebres, Surakarta 57126 Telepon 0271- 647626 Faksimile 0271-644464 Kotak Pos 810 E-mail : [email protected] / [email protected]
Website : http://soeharso.kemsos.go.id